NovelToon NovelToon
Godaan Sang Mantan

Godaan Sang Mantan

Status: tamat
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / CEO / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Puput

Alea kembali dalam hidup Niko sebagai sosok yang berbeda. Dia yang dulu ditinggal Niko tanpa kepastian, kini berhasil masuk ke dalam perusahaan Sanjaya sebagai sekretaris Niko.

Niko yang telah menikah karena perjodohan dia tidak bisa menahan dirinya untuk tidak tergoda oleh pesona Alea, mantan terindahnya.

Apa tujuan Alea kembali dalam hidup Niko? Apa setelah dia berhasil merusak hubungan Niko dengan istrinya, dia akan memiliki Niko, ayah biologis dari anaknya yang selama ini tidak diketahui kehadirannya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puput, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ikatan Batin yang Kuat

"Aku yakin, dia anak kandung aku."

Alea kembali menatap nanar Niko. "Darimana kamu yakin! Bukankah kamu yang bilang sendiri, cuma melakukan sekali, aku gak mungkin hamil!"

Rasanya Niko ingin sekali memeluk Alea saat ini dan bilang bahwa dia sangat menyesal sudah meninggalkannya tapi bola matanya tertuju pada Kevin yang sedang menggulung kemejanya ke atas sambil berjalan pelan ke arahnya.

"Lea, Reka sangat mirip dengan aku."

"Itu hanya kebetulan. Yang jelas, Reka bukan anak kamu!" Alea masih terus menepis pengakuan Niko.

Kevin berjalan mendekat dan menarik Alea agar menjauh dari Niko. Hingga Alea kini berada di balik punggung Kevin.

"Jangan pernah lagi ganggu hidup Alea dan Reka!"

Niko menatap tajam Kevin. "Kenapa? Kamu sendiri memanfaatkan Alea untuk mencuri berkas di perusahaan aku."

Kevin tertawa sumbang. "Karena lo pantas untuk hancur." Kemudian dengan cepat, Kevin menyergap krah Niko. "Udah lama gue ingin hajar lo!" Kevin mengepalkan tangannya dan menggerakkannya dengan cepat ke wajah Kevin, tapi pukulan tangannya berhenti tepat di depan mata Niko.

Dia menurunkan kepalan tangannya dan mendorong tubuh Niko hingga punggung Niko menabrak mobilnya.

"Lo mikir gak! Gimana hidup Alea setelah lo tinggal! Balasan dari gue itu belum seberapa dengan apa yang lo lakuin sama Alea!" Kevin beberapa kali menuding Niko sedangkan Niko hanya terdiam sambil mengepalkan kedua tangannya. "Lo dulu udah hancurin hidup Alea. Gue gak akan biarin lo masuk dalam kehidupan Alea lagi. Cukup selama dua minggu kemarin dia bersama lo dan gue peringatkan, jangan pernah temui Reka lagi, dia anak gue, bukan anak lo!"

Kevin menggandeng tangan Alea dan mengajaknya masuk ke dalam gerbang.

Niko hanya bisa menatap pintu gerbang itu kembali tertutup rapat. Dia tahu, kesalahannya sangat besar dan mungkin tidak akan bisa dimaafkan.

Di dalam gerbang, depan halaman rumah Kevin, Alea menangis sesenggukan. Dia sebenarnya tidak ingin memisahkan antara Ayah dan anak kandungnya. Dia merasa menjadi seorang ibu yang sangat tega tapi dia juga tidak mau Niko mengambil Reka darinya.

"Alea, udah jangan nangis." Kevin meraih tubuh Alea dan memeluknya.

"Kev, apa aku salah melarang Niko bertemu dengan Reka?" tanya Alea dengan suara bergetarnya.

Kevin mengusap punggung Alea agar dia lebih tenang. "Tindakan kamu sudah benar. Niko gak pantas mengaku menjadi seorang Ayah setelah dia meninggalkanmu begitu saja."

Alea menenggelamkan wajahnya sesaat di dada Kevin. Berusaha mencari ketenangan untuk dirinya.

"Sudah, jangan menangis. Nanti dilihat sama Reka. Reka paling tidak bisa melihat mamanya menangis."

Alea mengangguk lalu mengusap air matanya.

"Kamu sudah punya aku." Kevin merangkum kedua pipi Alea. "Aku gak mau lihat kamu sedih lagi."

Alea menganggukkan kepalanya. Lalu mereka berjalan masuk ke dalam rumah.

...***...

Hari-hari pun berlalu dan setiap hari itu juga Niko selalu ke rumah Kevin ingin bertemu Reka meski selalu diusir oleh satpam rumah itu. Begitu juga saat dia menjemputnya ke sekolah, Alea selalu datang lebih dulu bahkan terkadang Alea menunggu Reka dari pagi sampai siang di sekolah.

Tapi dia tak menyerah, karena rasanya dia semakin hari semakin merindukan bocah lima tahun itu.

Siang itu, Niko sengaja menunggu Reka pulang sekolah di dekat gerbang. Saat mobil yang membawa Alea masuk ke dalam gerbang, Niko ikut masuk. Dia tersenyum saat melihat Reka keluar dari mobil.

"Om," Reka juga tersenyum. Dia melepas tangan Alea dan berlari memeluk Niko. "Om, lama sekali gak nemuin Reka?"

Niko melirik Alea sesaat yang menatap tajam ke arahnya. "Om, lagi sibuk, jadi gak sempat bertemu Reka."

"Om, ayo main lego sama Reka. Kan waktu beli, Om janji kita akan merakit lego sama-sama." Reka menggandeng tangan Niko dan menariknya masuk ke dalam rumah.

"Reka, ganti baju dulu terus makan!" suruh Alea.

"Sebentar aja, Ma. Om, temani Reka ganti baju terus suapi Reka ya." pinta Reka dengan manja.

"Reka sama Mama aja." Alea menarik tangan Reka tapi Reka tetap tidak mau dan bersikekeh menggandeng tangan Niko.

"Mama, Reka mau sama Om." Reka semakin memberatkan badannya saat tangannya ditarik Alea.

"Reka, ayo!"

"Gak mau. Reka mau sama Om." Reka mulai merengek dan semakin bergelayut pada Niko.

Niko merasa kasihan pada Reka, sedangkan Alea terus menarik Alea agar lepas darinya sampai Reka menangis.

"Alea, please kali ini aja biar Reka sama aku," mohon Niko. Dia tegak tega melihat Reka menangis seperti ini.

Alea berdengus kesal. "Ya udah." Kemudian Alea melangkah jenjang masuk ke dalam rumah.

"Udah, Reka jangan nangis." Niko menggendong Reka yang menangis sesenggukan. Lalu Reka memeluk Niko sambil menyandarkan kepalanya di bahu.

"Reka ganti baju dulu ya. Kamar Reka dimana?" Niko masuk ke dalam rumah Kevin. Meskipun sebenarnya dia tidak diizinkan masuk ke dalam rumah itu. Biar untuk kali ini, dia menjadi seseorang yang tidak tahu malu masuk ke rumah orang tanpa izin yang terpenting bisa bersama Reka.

Reka menunjuk arah kamarnya.

Niko berjalan sambil tetap menggendong Reka. "Reka duduk dulu." Niko menurunkan Reka di tepi tempat tidurnya lalu membuka lemari. "Reka mau pakai baju yang mana?"

"Terserah Om."

"Yang warna biru saja ya." Niko mengambil satu stel baju santai berwarna biru lalu segera mengganti seragam Reka.

Meski selama ini Reka sudah mendapatkan kasih sayang dari Kevin sebagai seorang Ayah tapi Reka begitu ingin dimanja oleh Niko. Mungkin memang karena ikatan batin mereka sangat kuat.

"Setelah ini, Reka makan dulu."

"Disuapi Om ya?" pinta Reka.

"Iya." Niko kembali meraih tubuh Reka dan menggendongnya menuju ruang makan. Sudah ada makanan yang disiapkan untuk Reka.

Niko mendudukkan Reka di kursi lalu mengambilkan makan untuknya dan mulai menyuapinya.

Reka makan dengan lahap hingga satu piring nasi itu dengan cepat telah habis.

"Om, tidak makan juga?"

"Nanti saja. Om, tadi sudah makan."

Setelah minum air putih, Reka mengajak Niko ke ruang bermainnya dan mengambil lego lalu meminta Niko untuk ikut merakit bersamanya.

Di sudut lain, diam-diam Alea terus mengamati mereka berdua. Perasaan Alea ikut tersentuh melihat kedekatan Reka dengan Niko secara alami. Lalu dia kembali ke kamarnya dan menghubungi Kevin.

"Kev, ada Niko di rumah. Reka begitu ingin bermain sama Niko. Sebenarnya gak aku bolehin tapi Reka malah menangis."

"Ya sudah biarkan saja, kasihan juga kalau dipaksa. Reka belum mengerti apa-apa. Maaf, aku pulang nanti sore masih ada rapat jadi gak bisa pulang cepat."

"Iya, gak papa." Alea mematikan panggilannya dengan Kevin. Dia kini berjalan keluar dari kamar dan melihat Reka yang sedang tertawa riang dengan Niko.

"Mama, ayo ikut main!" ajak Reka saat melihat mamanya sedang mengintip di dekat pintu.

1
Kamiem sag
sepertinya gak yakin sama pertahanan Lea
takutnya malah dia yg terbakar gairahnya sendiri bukan terbakar api dendam
Kamiem sag
Kevib keren thor
Kamiem sag
gayanya mo balas dendam nyatanya Alea selalu menikmati setiap sentuhan Niko
Kamiem sag
awas hanyut Lea!!!!
Kamiem sag
bisanya Lea kecurian ciuman
Kamiem sag
Alea...
Kamiem sag
jahat sekali kau Niko
Kamiem sag
ingat Lea misimu menghancurkan bukan menyenangkan bosmu
Kamiem sag
ikut baca thor
mo baca kekuatan dendam Alea
Yuyu
bagus
Dewi Haryani
i need you always
Alfia Amira
Luar biasa
Alfia Amira
selain takut dimarah i aleea , Niko juga takut kena marah netijen
Alfia Amira
berasa aq yg ditanya weehh 🤭🤭
Alfia Amira
sabuk hijau level 2 brrti Niko /Chuckle//Chuckle/
Alfia Amira
kalo aq jadi Niko udah ngelosot kayaknya di koridor rumah sakit , capek banget wirawiri
Alfia Amira
makin digencar makin susah jadinya , mau jadi malah keguncang kev 🤣🤣🤣
Alfia Amira
lebih enak sewa jet pribadi kev /Facepalm//Facepalm/
Alfia Amira
jangan ngalah lagi Kevin
Janah Husna Ugy
Rendra sama icha
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!