Di awali dengan sebuah perjodohan seorang sahabat yang tidak lain adalah adik dari orang yang ku cintai, aku di pertemukan dengan Andra yang ternyata saudara kembar Andre, kakak Anita.
Akhirnya kami berdua menikah. Namun perasaanku masih memilih Andre. Tanpa sengaja aku terus membuat Andra yang mencintaiku sakit hati.Sedangkan Andre sebenarnya memiliki perasaan yang sama terhadapku, tapi ia mempunyai sebuah alasan yang menyebabkannya menyerahkanku pada saudara kembarnya.
Ketulusan Andra akhirnya mampu meluluhkan Aku, dan kami benar-benar hidup sebagai pasangan suami istri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratu Asmara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21. Amarah Andre
Seperti rencana Andra semalam, mulai hari ini sebelum berangkat kerja dia mengantarku ke rumah mama. Dia khawatir meninggalkan aku sendiri di rumah. Kami juga tidak punya asisten rumah tangga, ia takut aku sibuk melakukan pekerjaan rumah.
"Mas, nanti capek, lho kalau harus bolak-balik rumah mama ke kantor. Apalagi jalannya kan nggak searah," Aku mengkhawatirkannya, Andra tersenyum lembut ke arahku.
" Sayang, mas nggak akan capek kok. Mas akan lakukan semua yang terbaik buat adek dan calon anak kita,"
"Makasih ya, mas."
"Makasih terus, ini sudah kewajiban Mas, sayang..."
Andra mengelus rambutku. Pandangan dengan sinar mata yang teduh itu membuatku semakin mencintainya. Semenjak orangtuaku tiada, aku baru merasakan bersandar kepadanya. Sosok laki-laki yang aku inginkan selalu ada di sampingku.
"Mas, boleh minggirin mobilnya sebentar?"
Pintaku, Andra mengikuti permintaanku.
"Ada apa, dek?". Andra sangat penasaran.
Aku melepas sabuk pengamanku dan menggeser dudukku mendekat padanya. Aku mengalungkan tanganku ke leher Andra dan merengkuh kepalanya. Aku mengecup bibirnya lama, hingga berubah menjadi ciuman panas, karena dia membalas menciumku dengan sangat rakus dan memainkan bibir dan lidah kami.
Nafasku kian memburu.
"Stop massshh... adek nggak bisa nafas nih,"
Keluhku, Andra menghentikan aktivitasnya.
"Lagian, adek sih nakal. Pagi-pagi udah mancing gairah mas, sampai bangun, Nih"
Andra menunjuk bagian tengah celananya yang mengembung.
"Ahahaha... Mas nih, gitu aja udah bangun. Adek cuma kangen, pengen cium, mas..."
Aku terkekeh.
"Jangan goda mas, dek. Nggak kasian apa? Mas lagi puasa nih..." Andra pura-pura merajuk. Aku langsung memeluknya erat.
"Sabar ya, sayangku. Buat bayi kita, mas harus tahan ya," Aku beringsut kembali ke tempat dudukku semula. Andra kembali menjalankan mobil.
"Sayang, kamu mau dengerin lagu romantis?"
Tanyanya padaku, aku mengangguk tanda setuju.
Ku tuliskan kenangan tentang
caraku menemukan dirimu...
Tentang apa yang membuatku mudah
berikan hatiku padamu...
Takkan habis sejuta lagu
untuk menceritakan Cantikmu...
Kan teramat panjang puisi
tuk menyuratkan semua cinta ini...
Telah habis sudah cinta ini
Tak lagi tersisa tuk dunia...
Karena telah ku habiskan
Sisa cintaku hanya untukmu...
Aku pernah berfikir tentang
Hidupku tanpa ada dirimu...
Dapatkah lebih indah dari...
yang ku jalani sampai kini..
Aku selalu bermimpi tentang
Indah hari tua bersamamu...
Tetap cantik rambut panjangmu
Meskipun nanti tak hitam lagi...
(Virgoun, surat cinta untuk starla)
Andra mengikuti lirik lagunya sepanjang jalan, akhirnya akupun ikut bernyanyi. Sambil bergandengan dan dia mengemudi menggunakan satu tangan saja. Benar-benar pagi yang romantis.
Akhirnya kami sampai di rumah mama. Andra menggandengku setelah turun dari mobil. Tiba-tiba saja Andre menghampiri kami dan melayangkan tinju ke wajah Andra sampai ia jatuh tersungkur, akupun histeris.
"Beraninya kamu membuat Sila menangis! Menghamili wanita lain tanpa bicara padaku! Kalau tahu kamu sebrengsek itu, aku tidak akan pernah memberikan Sila padamu!" Wajah Andre merah padam. Emosinya sangat bergejolak.
"Kak, yang kemarin hanya salah paham. Yang di kandung siska itu bukan anak Andra. Aku dan dia sudah baikan," Aku coba menenangkan Andre.
"Tetap saja, Sil. Dia sudah meniduri wanita lain dan tidak bertanggung jawab, pengecut! Untuk saat ini karena Sila memaafkanmu, aku masih toleran, lain kali kalau kamu membuatnya menangis, aku akan mengambilnya kembali darimu!" Andra meninggalkan kami berdua. Aku segera membantu Andra untuk bangkit. Ada lebam dan darah yang merembes dari sudut bibirnya.
"Maafkan kak Andre ya, Mas. Maafkan aku juga, seharusnya aku nggak cerita tentang masalah kita sama dia. Mas jadi luka, pasti sakit. Yuk masuk mas, biar aku kompres,"
"Nggak apa-apa, Sil. Aku pantas di pukul. Rasa sakit di pipiku ini tidak ada apa-apanya jika di bandingkan dengan luka hatimu. Maafkan mas juga ya.." Aku menggandeng Andra masuk dan membawanya ke kamar. Sesaat kemudian, aku mengobati lukanya dan mengganti jasnya yang kotor.
"Kamu berhak ninggalin mas, dek. masalalu mas memang sangat buruk. Aku juga tidak memaksa kamu untuk tetap bersama mas,"
"Mas, Aku sudah menerima mas apa adanya. Masalalu mas tidak berpengaruh dengan perasaanku. Aku sudah sangat sayang sama mas..." Aku memeluk Andra erat. Aku memang kecewa dengan semua yang sudah terjadi, tapi aku memikirkan masa depan bayi yang sekarang ku kandung.
"Terimakasih sayang, yuk kita sarapan.."
Aku dan Andra menyusul yang lain sarapan. Bahkan di meja makan pun Andra dan Andre tidak saling tegur. Aku jadi memikirkan bagaimana cara untuk membuat mereka kembali akur. Secara tidak langsung semua ini terjadi karena aku.
Dicintai mereka berdua adalah beban bagiku. Aku sudah memilih Andra, tapi rasanya aku tidak cukup adil pada Andre. Haruskah aku mencarikan jodoh untuknya agar aku merasa tenang? Aku tidak bisa membiarkannya merasakan cinta yang tak terbalaskan.
Dulu, saat aku masih mencintainya, aku ingin membuatnya bahagia, tapi dia seperti tidak memberikanku respon yang baik. Hingga aku berfikir dia tidak memiliki rasa yang sama padaku. Terlebih saat ia menjodohkanku dengan Andra. Tapi sekarang aku paham, dia mencintaiku dengan sangat dalam. Seandainya waktu bisa di putar kembali, saat ini aku pasti sudah mengukir senyum di bibirnya.
Bersabarlah Andre, Jodohmu mungkin akan segera datang. Aku akan membantumu. Tentu saja secara diam-diam.
Kenapa ngurusin Andre.
Rasain dilecehkan Andre.
Salahmu sendiri Sila.