Patah hati dan jatuh cinta kembali. Itu biasa bukan? Tapi bagaimana jika jatuh cinta kembali pada seorang pria yang ternyata dia adalah kakak dari sang mantan.
Setelah menikah dan hidup bersama dengan sang kekasih, bukannya hidup dengan bahagia tapi justru malah mendapatkan banyak masalah.
Bukan hanya yang akhirnya hidup satu atap dengan sang mantan, tapi mantan kekasih suami juga datang kembali.
Tidak!
Bukan mantan kekasih, tapi tunangan suami. Dan ternyata dia adalah seorang psikopat yang tidak mau lepas dari suami.
Penasaran kan? Yuk kepoin kisah Nadisya yang harus hidup di kelilingi para mantan dan menjalani hidup yang keras.
Only on: Married With You
suka membaca dan menulis
penyanyi solo dalam hening
follow my ig @reezheety_
add my fb Ree Zheety
dont forget like, komen, vote and follow :))
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nhur Syaibani Aisyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21. Bahagia dan Kecewa
"Loh ini kan bukan jalan ke apartemen kamu" kata nadisya
"Siapa yg mau ke apartemen?"
"Terus?" tanya nadisya bingung
"Kan tadi pagi aku udah bilang, kita mau ke tempat yg bikin nyaman"
"Tapi ini udah malem ren"
"Terus ??"
"Terserahlah" kata nadisya " hmm ren?" panggil nadisya
"Yaa??"
"Thank's buat semuanya, kita baru kenal tapi kamu udah banyak membantu aku" kata nadisya
Darren menganggukkan kepalanya "no problem"
20 menit kemudian
"Nah sampe, ayoo turun!!" kata darren
"Ini rumah siapa ??" tanya nadisya
"Udah jangan banyak tanya ayoo !!" pinta darren, nadisya mengikuti darren di belakangnya "ayo cepet" kata darren lagi
Tok tok tok
Darren mengetuk pintu, seseorang dari balik pintu membukanya
"Darren?" kata wanita paruh baya yg membuka pintu dan memeluk erat darren "kamu kok kesini ga bilang-bilang sama mama sih?"
mama ?? Kata batin nadisya
"Ini siapa ??" tanya vitta
"Wahh kak darren?" kata sesha datang tiba tiba "ini siapa? Pacar kakak ? Waaahh cantik !! Kok mau sih sama kak darren"
"Lahh emang kakak kenapa?" tanya darren
Nadisya tersenyum kecil
"Udah udah malah berantem. ayo masuk" ucap vitta. Darren dan sesha mengikutinya,
"Ayo masuk ngapain disitu" kata darren pada nadisya, nadisya lantas langsung mengikutinya
"Jadi ini siapa?" tanya vitta
"Disya tante" ucap nadisya menyalami vitta
"Tadinya kita mau kesini tadi pagi eh dia malah pingsan dijalan maa, bikin panik aja jadi ya darren bawa kerumah sakit dulu" adu darren
"Jadi dek disya baru keluar dari rumah sakit?" tanya Vitta
"Adek apa maa? Umur dia 28" ucap darren
"27 " kata nadisya protes
"Sama aja" kata darren
"Tapi disya ga keliatan umur 27, dia kaya 20 an" kata Vitta
Nadisya menaik turunkan alisnya
" cihhh males" ucap darren
"Kak main uler tangga yu ??" kata sesha
"Yg kalah coret pake bedak tabur ya??" kata darren
"Oke siapa takut, kak disya juga ikutan ayo" kata sesha
"Ya udah mama kedapur dulu" kata Vitta lalu meninggalkan darren, sesha dan nadisya
15 menit kemudian
"Sekarang giliran kakak ya" kata darren lalu mengocok dadunya dan memainkannya
"Loh kok disini? Kak darren kan tadi angka dadunya lima, harusnya kak darren disini, kakak ada di ekor ulernya jadi harus turun lagi kebawah" kata sesha
"Enak aja kakak dapet empat, kakak disini" ucap darren memindahkannya
"Kamu dapat lima ren, aku juga liat kok" kata nadisya
"Kamu salah liat sya, aku dapet empat" elak darren
"Kakak mah curang ih" protes sesha
Darren mengambil bedak tabur dan mengoleskannya pada wajah sesha
"Kak darreeenn" teriak sesha "yg kalah kan kakak !! kak disya? Pegangin kak darren cepet !!" kata sesha lalu mengambil bedak tabur
"Hm ??" jawab nadisya bingung
Darren menjauhkan tubuhnya dari nadisya "kamu ngedeket aku ga anterin kamu pulang" ancam darren
"Udah kak pegang kalo nggak aku ga akan kasih kalian restu" ucap sesha, darren dan nadisya saling bertatap mata
restu ??
"Kak disya cepet" ucap sesha, nadisya dengan cepat mendekati darren yg tengah terduduk disebelahnya, ia memegang tangan darren dengan cepat sesha mengoleskan seluruh bedak kewajah darren
Darren berusaha bangun dan membuat nadisya berada tepat di bawahnya, ia langsung mendekatkan pipinya ke pipi nadisya agar bedak yg berada di wajahnya berpindah pada nadisya
"Jadiin aku obat nyamuk aja sekalian" kata sesha
Darren dan nadisya bangun dari posisinya dan saling merasa canggung
"Ya ampun" teriak vitta saat melihat wajah putra putrinya yg tak karuan "udah cepet cuci muka mama udah siapin makan malemnya" kata vitta
.
.
.
.
.
"Gimana maa? Kak? Kak disya cantik kan pake baju sesha"
"Disyaa mah pake apa aja juga cantik" kata vitta
"Biasa aja" kata darren sembari menyendokkan nasi ke piringnya
"Kamu ini" kata vitta, vitta menyendokkan nasi ke piring nadisya
"Disya bisa sendiri tante" kata nadisya
"Udah gapapa, nihh kamu makan sayur biar sehat" kata vitta
Nadisya tersenyum lalu memakan makanan yg disiapkan vitta, nadisya menundukkan kepalanya dan meneteskan air mata
"Kak disya kenapa? Kok nangis"kata sesha yg duduk disebelahnya
Darren yg berada diseberang langsung menghampiri nadisya
"Kamu kenapa ?" tanya darren "aku tadi cuma becanda" ucap darren memegang punggung nadisya
"Nak disya kenapa?" tanya vitta
"Nggak, disya gapapa kok tante, disya ga nyangka aja disya bisa kaya gini, disya kaya punya keluarga lagi, disya bahkan lupa kapan terakhir disya makan dimeja makan disya lupa gimana rasanya makan masakan seorang ibu, bahkan disya lupa gimana rasanya bercanda dengan keluarga, disya baru sadar kalo selama ini disya itu sendirian" kata nadisya menghapus air mata dipipinya
"Kak disya sekarang ga sendirian lagi, kan ada sesha, mama sama kak darren, iya kan maa?" ucap sesha
Vitta bangun dari duduknya dan memeluk nadisya "tante mau kok masakin apapun yg disya mau"
****
"Terimakasih lagi" kata nadisya tersenyum bahagia
"Apa?" jawab darren sembari mengemudikan mobilnya
"Tempat ternyaman" kata nadisya "kamu tau ? Bahkan tidurku sangat nyenyak Semalem" kata nadisya lagi "kamu kok malah tidur di apartemen sih? Kalo aku jadi kamu aku pasti betah di rumah !! Kamu tahu? Aku berasa hidup seperti dulu saat dimana ada mama disisi aku" kata nadisya
"Kamu tau? Mama dan sesha itu segalanya bagi aku, sebenernya sih pengennya tinggal dirumah tapi jarak rumah ke kantor itu hampir sejam kalo dari apartemen kan cuma 15menit
***
"Mau kemana syaa, nay ?" tanya rafli
"Diandra ngajak makan siang bareng, kamu mau ikut?" tawar nadisya
"Gapapa gitu?" tanya rafli
"Ya gapapalah, ayo !!" kata nadisya
.
.
.
.
"Syaaaa ?" teriak diandra melambaikan tangannya saat melihat nadisya di pintu masuk
"Udah lama dii ?" tanya naira
"Baru aja kok, kita pesen yaa" ucap diandra
"Ya udah pesen aja, biar aku yg traktir deh" kata rafli
"Horee terima kasih rafli" ucap diandra tersenyum
Nadisya, naira, diandra dan rafli asik mengobrol sembari menunggu pesanannya
"Loh kamu disini dii?" tanya nadya
Semuanya mengalihkan pandangannya kearah Nadya dan alfa "eh ada nadisya, apa kabar sya ?" tanya nadya
"Baik nad" kata nadisya tanpa melihat kearah alfa
"Ya udah kita kesana dulu ya" kata nadya menggandeng tangan alfa
"Murahan" kata alfa pelan namun terdengar jelas
"Maksud kamu apa huhh " kata naira bangun dari duduknya
"Apa yg salah, temen disebelah kamu itu emang murahan kan, dan ga tau malu!!" kata alfa "dan kamu diandra, aku udah bilang jgn terlalu peduli sama wanita itu, dia itu munafik" kata alfa
Rafli bangun dari duduknya dan
Bughh
Rafli langsung meninju pipi alfa, semua pengunjung kafe melihat kearah mereka
"Raf raf udah" kata nadisya memegang tangan rafli
"Dia keterlaluan sya, dia pantes" kata naira
"Kita selesaikan diluar" kata rafli lalu keluar, nadisya berjalan setengah berlari
"Raf udah, kita balik kantor aja ayoo" pinta nadisya
"Minggir" ucap alfa mendorong nadisya hingga terjatuh lalu
Bugh
Alfa membalas pukulan rafli hingga lawannya terjatuh
"Kamu gapapa sya?" kata diandra membantu nadisya bangun
"Al kita pulang aja " kata nadya
"Kamu jangan ikut campur nad" kata alfa lalu hendak memukul rafli namun dengan cepat nadisya menghalanginya
Bughh
Sebuah tinjuan mendarat di pipi nadisya hingga ia jatuh tersungkur didada rafli
"Syaa? Kamu ngapain sih?" ucap rafli memegang nadisya
"Syaa? Bangun?" ucap naira "nadisya ??" ucapnya lagi sembari menepuk pelan pipi nadisya
Nadisya membuka matanya pelan "aku gapapa kok, anterin aku pulang aja, kepalaku agak pusing" kata nadisya
Tak ada respon apapun dari alfa, ia mendadak membisu
"Kamu tuh keterlaluan al, kamu kelewat batas, wanita yg kamu hina yg kamu sakiti ini ga..."
"Dii !!" ucap nadisya keras
"Tapi syaa dia ..."
"Udahlah dii" kata nadisya " kamuu !!" kata nadisya lagi pada alfa "kamu bilang dengan menyakiti aku membuat kamu bahagia bukan? Sekarang gimana? Kamu bahagia ? Kamu bahkan bukan hanya menyakiti aku hari ini, kamu menghina aku dan mempermalukan aku di hadapan semua orang, gimana?? Kamu bahagia? Aku bilang" ucapan nadisya terhenti saat rasa sesak terasa didadanya, ia menahan agar air mata tak jatuh dimatanya "aku bilang jika dengan menyakitiku membuat kamu bahagia, maka lakukanlah , aku harap kamu bahagia" kata nadisya "ayo raf, nay, dii kita pulang" kata nadisya lagi
Tak ada jawaban dari alfa, ia masih tetap membisu
"Al kamu gapapa ??" kata nadya
"Ga !! Kita pulang!!"
Tbc ;))
mari berimajinasi :)
jadi ikut melo
bagus
sukses
semangat
kemaren author Hiatus jd ikutan Hiatus jg bacanya.
kenapa baru baca lg Uda meweeek trus dari episode sebelumnya GK berenti2😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭 thor, kenapa dimasukkan bawang disini😭😭😭