NovelToon NovelToon
Penantian Ruby

Penantian Ruby

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:863.4k
Nilai: 5
Nama Author: Bundew

Usianya baru 18 tahun, saat Ethan Algheano Sanjaya terpaksa merenggut mahkota paling berharga milik Ruby Mikhayla Attala yang merupakan kekasih Ethan sejak SMP.

Papi Juna marah besar pada Ethan, karena selain merusak masa depan Ruby, Ethan juga terlibat perkelahian dengan Rumi Rajendra Attala hingga membuat saudara kembar Ruby itu menjadi koma.

"Ethan hanya akan menjadi anak tak berguna yang akan selalu merepotkanmu, Alvin!"

"Anakmu tak akan jadi apa-apa tanpa campur tanganmu dan keluarga besarmu!"

Sebuah kalimat yang dilontarkan oleh Papi Juna, membuat Ethan bertekad untuk mewujudkan mimpinya sebagai dokter tanpa bantuan atau campur tangan sang Dad maupun keluarga besarnya.

Apakah Ethan akhirnya bisa membuktikan kalau ia mampu mencapai kesuksesan tanpa campur tangan dari keluarga besarnya?

Lalu apa sebenarnya yang terjadi pada Rumi di hari saat perkelahiannya bersama Ethan?
Benarkah Ethan yang sudah membuat Rumi menjadi koma?

Apakah pada akhirnya, Ethan dan Ruby akan kembali bersatu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bundew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AYO MENIKAH!

"Pertunanganku dibatalkan dan aku tidak jadi bertunangan dengan Brigita," Ulang Ethan sekali lagi pada Ruby yang kini membulatkan kedua matanya.

"Kenapa?" Ruby tidak tahu kenapa justru pertanyaan itu yang meluncur dari bibirnya.

Ethan mengendikkan kedua bahunya lalu berjalan mendekat ke arah Ruby yang masih mematung.

"Brigita sudah menemukan cinta sejatinya, dan gadis itu juga sudah pergi jauh bersama cinta sejatinya." Ethan tertawa kecil mengingat pesan suara Brigita yang tadi sore ia dengarkan.

"Dan alasan lainnya adalah..." Ethan menangkup wajah Ruby yang kini merona merah.

"Karena di hatiku hanya tersemat satu nama yang selama tujuh tahun ini menjadi alasanku untuk berjuang." Jemari Ethan menyusuri lekuk wajah Ruby yang kini terlihat semakin dewasa dan semakin cantik.

"Nama siapa?" Tanya Ruby yang jemarinya juga sudah menyusuri dada Ethan yang tak tertutup selembar kainpun.

"Ruby Mikhayla Attala," jawab Ethan seraya menyatukan keningnya dengan kening Ruby.

"Maaf, karena sudah membuatmu menunggu selama ini, Ruby," ucap Ethan lagi penuh sesal.

Ruby menggeleng-gelengkan kepalanya dan gadis itu langsung menghambur ke dalam pelukan Ethan lalu menangis terisak di sana. Ruby tidak tahu kenapa, tapi Ruby hanya ingin menangis sekarang karena rasa rindunya pada Ethan yang sudah menggunung selama tujuh tahun ini.

Ethan dan Ruby masih saling diam dan memeluk, saat kemudian suara bel apartemen membuat keduanya terlonjak. Ruby buru-buru mengangkat kepalanya dari dekapan Ethan dan menghapus air mata yang membasahi wajahnya.

"Kau ada janji bertemu seseorang?" Tanya Ethan menyelidik.

"Tidak!" Jawab Ruby yang langsung menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Akan kulihat dulu siapa yang datang. Kau masuklah ke kamar," titah Ruby seraya mendorong tubuh Ethan yang masih bertelanjang dada masuk ke dalam kamar.

Ruby menyambar satu lembar tisu dari atas meja dan kembali menghapus sisa-sisa airmata di wajahnya, sebelum gadis itu membuka pintu apartemennya.

Ada Olivia yang berdiri di depan pintu apartemen Ruby bersama seorang pria yang tangannya melingkar di pinggang Olivia.

"Via?"

"Hai, Ruby. Maaf aku mengganggu," Olivia menyapa dengan canggung.

"Sama sekali tidak! Masuklah-" kalimat Ruby dipotong Olivia dengan cepat.

"Tidak usah! Aku hanya ingin memastikan apa Ethan sudah sampai disini dan menjelaskan semuanya?" Tanya Olivia yang terlihat khawatir.

"Aku disini, Via!" Seru Ethan dari dalam apartemen yang langsung membuat Olivia mendes*h lega.

"Syukurlah! Tolong jangan bertengkar lagi!" Olivia sedikit menggeliat karena pria yang datang bersamanya itu sedang menyusupkan kepala di pundak Olivia. Membuat Ruby harus menahan tawanya.

"Diamlah dulu!" Sentak Olivia galak pada sang pria yang sepertinya bucin akut tersebut.

"Kau sudah selesai belum? Ayo kita pergi!" Ajak si pria yang malah mengeratkan dekapannya pada Olivia.

"Ini makanan!" Olivia mengangsurkan sebuah kantung warna putih pada Ruby.

"Terima kasih," jawab Ruby yang langsung mengulas senyuman.

"Aku pergi dulu! Bye!" Olivia melambaikan tangan ala kadarnya pada Ruby yang hanya tertawa kecil melihat tingkah Olivia dan pria yang sepertinya adalah pacar Olivia tersebut.

Entahlah!

Ruby menutup kembali pintu apartemen dan saat gadis itu berbalik, Ethan tiba-tiba sudah berdiri di belakangnya hingga membuat Ruby menjadi terlonjak kaget.

"Olivia mengantar apa?" Tanya Ethan penasaran.

"Makanan!" Jawab Ruby seraya memberikan bungkusan yang diberikan Olivia tadi pada Ethan.

"Kenapa kau belum memakai bajumu, Ethan?" Tanya Ruby selanjutnya yang sudah masuk ke dapur mini di dalam apartemen tersebut dan meninggalkan Ethan.

Namun Ethan dengan cepat menyusul Ruby masuk ke dapur seraya membawa makanan yang tadi dibawakan Olivia.

"Bajuku kotor terkena noda darah tadi. Jadi aku tak bisa memakainya," jawab Ethan mencari alasan.

Ethan membuka satu persatu pintu di kitchen set untuk mencari keberadaan piring. Sementara Ruby hanya berdiri santai seraya menyandarkan punggungnya di meja dapur dan memegang gelas berisi air di tangan kanannya. Ruby memperhatikan Ethan yang begitu cekatan memindahkan makanan dari bungkusnya ke dalam piring.

"Jadi, kau akan bertelanjang dada begitu sepanjang malam?" Tanya Ruby mengendikkan dagunya ke arah tubuh Ethan yang sejak tadi terus membuatnya menelan saliva.

Ethan tak langsung menjawab. Pria itu malah menghentikan aktivitasnya dan mendekat ke arah Ruby yang masih di posisinya semula.

"Ya, aku mungkin akan begini saja sepanjang malam. Apa kau merasa keberatan?" Ucap Ethan sedikit berbisik di telinga Ruby. Hembusan nafas Ethan bahkan bisa Ruby rasakan di tengkuknya, membuat Ruby seketika meremang dan gadis itu harus kembali menelan salivanya.

Ethan ternyata sudah tidak sepolos tujuh tahun yang lalu!

"Akan ku telepon Sasha agar dia mengantar bajumu kesini!"

Dimana ponsel-" Ruby belum menyelesaikan kalimatnya saat tangannya dicekal oleh Ethan yang menahannya untuk tak beranjak.

"Ethan," Ruby hanya bergumam sambil menatap wajah Ethan dan menelisik jengkal demi jengkal wajah tampan berkacamata itu.

Ya, Ethan memang tampan sejak dulu. Dan sekarang pria ini terlihat semakin tampan dan dewasa.

Tatapan mata Ruby berhenti di bibir Ethan, satu-satunya bibir yang pernah menyentuh Ruby tujuh tahun lalu. Ruby kembali harus menelan salivanya dengan susah payah, saat Ethan semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Ruby.

Rasa panas tiba-tiba menjalari wajah serta tubuh Ruby yang hanya diam mematung saat Ethan yang tiba-tiba menyatukan bibirnya dengan bibir Ruby.

Tidak! Ini salah!

Tapi persetan karena kini Ruby juga menikmati cecapan bibir Ethan di bibirnya.

Ethan menggeram rendah di tenggorokan dan semakin memperdalam kecupannya di bibir Ruby karena kini Ethan sudah bisa melakukannya dengan benar. Pun dengan Ruby yang menyambut kecupan Ethan tanpa sama sekali menolaknya, membuat Ethan seolah mendapat berkah.

Segala rindu, amarah dan kesedihan seolah berbaur menjadi satu dan membuat dua insan itu semakin larut dalam keintiman hingga tak ada satupun dari mereka yang berniat mengakhiri ciuman yang semakin panas ini. Ethan mengeratkan dekapannya pada tubuh Ruby, saat pria itu merasakan tangan Ruby yang juga sudah menekan kepalanya bagian belakang dan semakin memperdalam kecupan mereka berdua.

Kelebat bayangan saat tubuh mereka pertama kali saling menyatu tujuh tahun lalu, tiba-tiba melintas di kepala Ethan dan membuat Ethan nyaris hilang kendali. Ethan segera mengakhiri ciumannya bersama Ruby dan pria itu menjatuhkan kepalanya di pundak Ruby masih dengan nafas yang terengah.

"Ada apa?" Tanya Ruby lembut seraya mengusap kepala Ethan.

"Aku tidak mau kita kebablasan," jawab Ethan sedikit bergumam. Pemuda itu menggeleng-gelengkan kepalanya yang masih bersandar di pundak Ruby.

"Kita sudah pernah melakukannya," ungkap Ruby tanpa raut penyesalan sedikitpun.

"Itu adalah kebodohanku di masa lalu," Ethan sudah mengangkat kepalanya dan menatap sendu pada Ruby.

"Itu bukan kebodohan Ethan." Ruby memainkan jemarinya di dada Ethan yang masih tak tertutupi selembar kainpun.

"Kau hanya sedang menolongku," lanjut Ruby lagi.

"Maaf," ucap Ethan penuh penyesalan. Kesedihan semakin tampak nyata di wajah pria berkacamata tersebut. Karena jika dirunut lebih detail, awal mula dari semua kekacauan yang menyebabkan renggangnya hubungan Keluarga Attala dan Keluarga Sanjaya adalah karena kejadian malam itu.

Ya, andai malam itu Ethan menelepon Papi Juna saja dan bukan malah meniduri Ruby, mungkin sekarang Keluarga Attala dan Keluarga Sanjaya masih bisa tertawa bersama dan duduk di halaman merayakan moment-moment penting.

Ethan benar-benar sudah membuat semuanya menjadi kacau dan berantakan. Dan kini, Ethan harus menanggung rasa bersalah itu seumur hidupnya. Mungkin ini memang hukuman untuk Ethan.

"Ethan," Ruby sudah menangkup wajah Ethan yang dipenuhi oleh kesedihan, rasa bersalah, serta penyesalan yang teramat dalam.

"Jangan memancingku lagi Ruby! Aku tidak akan menyentuhmu lagi sebelum kita menikah." Ethan berusaha menyentak kedua tangan Ruby yang masih berada di wajahnya. Namun sepertinya Ruby keras kepala sekali dan enggan menyingkirkan tangannya dari wajah Ethan.

Sial.

"Kalau begitu, ayo kita menikah, Ethan!" Ajak Ruby ringan sekali seolah tanpa beban.

"Apa?" Ethan masih berharap kalau ini hanya sebuah ilusi atau khayalan semata.

"Ayo kita menikah, Ethan Algheano Sanjaya!"

.

.

.

Yuk ah!

🤣🤣🤣

Jadi ingat si Liam pas ngomong, "Yumi, nikah yuk!" 🤣🤣. Anaknya Liam sama Yumi udah berapa, ya? 🤔🤔

Terima kasih yang sudah mampir.

Jangan lupa like biar othornya bahagia.

1
Si Memeh
Luar biasa
username9
.
ᶦ ᵃᵐℳႮ𝕾ᗅƎℕᗅvͫ𝖆ͮ𝖓ȡ𝖗𝖎𝖆☪︎
𝐬𝐮𝐤𝐚 𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐜𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐢𝐧𝐢
Kaizar Kaizar
keren
Maria Magdalena Indarti
Ruby kaget
Maria Magdalena Indarti
happy ending. tp msh penasaran siapa yg melukai Rumi?? Arkan??
Maria Magdalena Indarti
bagus kl Brigita sm Marcel yg mencintainya
Maria Magdalena Indarti
ethan & Ruby saling salah paham nih. Ruby belum tunangan
Maria Magdalena Indarti
flashback ttg Rumi donk spy jelas knp jd Ethan yg tertuduh
Widha Widya
kenapa ngga ada cctv nya di hotel...
kan bisa keliatan siapa yg ngasih obat kl ada cctv
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sulaiman Efendy
AKHIRNYA OTW HAMIL TU SI RUBY..
Sulaiman Efendy
GARA2 KASUS INI HAEZEL TRTIMPA MALAPETAKA YG LBH KEJAM DRI RUMI & ETHAN, MSKI SIREYNOLD ANJING IBLIS JUGA DPT AZAB DI BUNUH DN DI MUTILASI OLEH CHERYL, DN DIBEKUKAN SLMA 5 TAHUN POTONG2AN TUBUHNYA, TPI TK BSA MNGEMBALIKN SSUATU YG TELH MNIMPA MAYRA ISTRI HAEZEL DLM SEMALAM...
Sulaiman Efendy
JGN2 VIVIAN TAU YG TRJDI DGN RUMI 7 TH LALU
Sulaiman Efendy
SEMOGA HP ETHAN MSH NYALA, DN TRDENGAR OLEH MARCEL
Sulaiman Efendy
KLO LO TAU RUMI LUMPUH KRN ARKAN, DN YG KSI RUBY OBAT PRANGSANG JUGA ARKAN APA LO MSH MRH DGN RUBY, GARA2 LO TRLIBAT DGN SI BRATA, TU HAEZEL YG JDI KORBAN KRN USUT KASUS RUMI.
Sulaiman Efendy
PASTI VIVIAN, NNTI NGERAWAT RUMI
Sulaiman Efendy
ARKAN INI PENJAHATNYA YG MMUKUL RUMI, DN SI REYNOLD ANJING SDR ANGKATNYA,
Sulaiman Efendy
AWAS GK BSA JLN KALIAN BERDUA, NTAR SALING PAPAH..😂😂😂😂😂😂
Sulaiman Efendy
PASTI RUBY MAU DIJODOHKN SAMA ARKAN
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!