NovelToon NovelToon
TAKDIR

TAKDIR

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Cintamanis / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:184.8k
Nilai: 5
Nama Author: Haryani

REVISI BERJALAN

Jika memang ini takdir yang dipilihkan Tuhan untukku, maka aku menerimanya dengan ikhlas.

Sejak kecil aku sudah terbiasa sendiri, bahkan disaat aku kesepian aku hanya bisa berdoa padamu.

Kini engkau hadirkan ujian baru dalam hidupku, ujian yang bahkan aku tak memintanya, tapi jika memang ini terbaik untukku, maka aku ikhlas.

Tuhan, ijinkan aku bahagia meskipun itu tidak mungkin terjadi. Ijinkan aku untuk bisa bernafas lebih lama lagi, agar aku bisa membagiakannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KAGUM

Setengah jam berlalu, mobil sport yang dikendarai De telah memasuki halaman kampus. Tak lupa ia memarkirkan mobilnya di tempat biasanya.

Hari ini hanya ada satu mata kuliah. Tak butuh banyak waktu, ahirnya ia sampai di kelasnya. Sesaat kemudian ahirnya mata kuliah De dimulai.

Dua jam kemudian mata kuliahnya selesai, ia pun teringat akan permintaan tantenya tadi siang. Ia lalu melangkahkan kakinya menuju ruang dosen.

Setelah sampai, ia pun mengetuk pintu, dan permisi untuk mencari keberadaan pamannya itu. Terlihat dari luar pintu, ruangan itu sepi, mungkin para dosen sedang mengajar di kelasnya masing-masing.

Sorot matanya menyisir ke arah tempat duduk pamannya yang kosong. Mungkin di jam-jam seperti ini ia masih mengajar, ia pun berinisiatif untuk menunggunya di depan ruang dosen.

Beruntungnya ada kursi panjang di depan ruang dosen. Beberapa waktu kemudian muncullah dosen Lia.

Sebelumnya dosen Lia acuh pada De, tetapi kemudian ia memundurkan langkahnya lalu menyapa De.

"Kamu De bukan? mahasiswa DKV 1?"

De mengeryitkan dahinya ia bingung dengan istilah yang diucapkan dosen Lia barusan.

Dosen Lia menepuk jidatnya.

"Maksud saya, kamu De mahasiswa kelas Desain Komunikasi Visual 1 bukan?"

"Iya Bu."

"Lalu mau cari siapa?"

"Maaf apa Pak Raka ada di dalam?"

"Sepertinya kamu kurang beruntung, kemarin Pak Raka mengambil cuti untuk beberapa hari, katanya ia harus kembali ke kampung halamannya untuk menyelesaikan urusan pribadinya."

"Kampung halaman? bukankah pamannya sudah tidak mempunyai orangtua? lalu kemana perginya pamannya itu?"

De bermonolog sendiri, sedangkan dosen Lia melangkah masuk ke ruangannya meninggalkan De sendirian di tempat itu.

Setelah beberapa saat ia pun mengambil benda pipih di salah satu saku celananya. Ia pun men-dial nomor pamannya itu.

Tut

Tut

Tut

"Maaf nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan ...."

Karena tidak mendapatkan jawabannya. Ia pun memilih untuk menelpon ayahnya, siapa tau ia tau keberadaan sang paman. Menurutnya ia cukup akrab dengan ayah De.

"Hallo ada apa De?"

De masih terdiam untuk beberapa saat. Lalu ia mulai menanyakan keberadaan sang paman. Tetapi nyatanya dia juga tidak tau, lalu De mematikan teleponnya kembali.

Dengan langkah kesal De melangkah pergi ke tempat parkir. Ia masuk ke dalam mobilnya lalu mulai menginjak pedal gas-nya lalu pergi meninggalkan area kampus.

Pikirannya kali lagi tidak enak tetapi ia harus mampir ke kantor ayahnya untuk belajar bisnis disana.

Ia pun membelah jalanan ibukota menuju ke perusahaan sang ayah. Ketika sampai semua karyawan mulai dari resepsionis sudah menundukkan pandangan terhadapnya.

Mereka sudah tau kalau De adalah calon pemimpin perusahaan berikutnya. Oleh karena itu seluruh karyawan perusahaan sangat menghormati De.

De pun membalasnya dengan senyuman lalu melangkahkan kakinya menuju ke sebuah lift yang berada persis tepat disebelah meja resepsionis.

Ting

Lift pun terbuka, ia pun masuk lift khusus para petinggi perusahaan tersebut. Setelahnya ia menekan lantai dua puluh lima, tempat dimana ia harus belajar bisnis hari itu.

Di lantai itu ia akan dibimbing oleh sekertaris perusahaan Nona Chang. Selama masa belajar, De dibawah bimbingannya.

Ting

Dalam sekejap mata ia telah sampai di ruangan yang dimaksud, De dengan segera menuju ruangannya.

Disana nyatanya sudah ada sekertaris Chang dengan tumpukan dokumen yang menggunung di mejanya.

"Selamat siang Nona Chang."

"Siang De, kamu sudah datang?"

"Iya."

"Kalau begitu kamu pelajari berkas yang ada dimejamu itu."

"Baik Nona."

Dengan segera ia segera membolak-balik tumpukan kertas di depannya. Ia membaca dengan teliti satu persatu berkas di depannya lalu mulai mengerjakan tugas-tugasnya dengan segera.

De memang anak yang teliti dan cerdas. Apapun materi yang diberikan Nona Chang dengan cepat ia kuasai.

"Sungguh beruntung Pak Roy memilik putra sepertimu," batin Nona Chang.

Ia memang sesekali memperhatikan cara kerja De. Ia kagum dengan kemampuan yang dimiliki pemuda di depannya itu.

"Andai saja kamu putraku, akan aku rawat dengan sepenuh hati," ucapnya dalam hati.

.

.

...⚜⚜⚜...

...Mansion Lily...

Satu jam yang lalu Zara dan rombongan sudah sampai di mansion. Setelah sampai Zara mengistirahatkan dirinya di dalam kamar.

Mata sebelah kanan milik Zara mulai terasa sakit kembali. Kini rasa sakitnya bahkan menjalar dan menguasai sebagian dari kepalanya. Semakin lama semakin menyiksa hingga ahirnya perutnya pun ikut merasakan mual yang luar biasa.

Padahal ia baru saja makan, apakah ini efek dar8 sakitnya yang semakin parah?

Ia ingat betul perkataan dokter kapan hari tentang kondisinya. Jika sakit yang dialaminya semakin sering terjadi dan berulang itu artinya sel kanker di otaknya semakin berkembang pesat.

Terlebih jika ia menyerang dan sakitnya menjalar sampai ke perut sehingga mengalami mual, itu pertanda gejalanya mulai meningkat. Ia pun harus memeriksakan diri secepatnya. Itu artinya ia harus segera dirawat dengan segera.

Zara tampak menghela nafas, akankah ia hidup dalam bayang-bayang rumah sakit sehabis ini? Sungguh hal yang tidak pernah ia inginkan harus ia alami setelah ini.

Tetapi jika ia tetap egois, hal itu akan semakin memperburuk keadaanya. Entah kenapa rasa sakit yang ia rasakan kali ini begitu hebat. Bahkan hanya untuk menyentuh dan melihat pesan masuk di ponselnya saja, ia tidak kuat.

Matanya tidak mampu menerima cahaya yang dipancarkan oleh ponselnya. Jika ia memaksakan penglihatannya maka matanya akan sakit dan berair. Belum lagi sakit kepala serta rasa mual yang tidak tertahankan.

Mungkin dulu saat ia merasakannya pertama kali, ia menganggap hal itu sama dengan sakit kepala biasa, tetapi nyatanya semua pemikirannya salah.

Saat ia dibawa ke dokter, ia pun divonis terkena kanker otak stadium dua. Meskipun penderita kanker otak bisa sembuh setelah perawatan tetapi sel kanker itu bisa bertumbuh kembali di kemudian hari.

Di stadium II ini tumor atau sel kanker memang bertumbuh secara lambat, tetapi mungkin dapat menyebar ke jaringan di sekitarnya atau kembali setelah menjalani perawatan. Jadi memang inilah waktunya untuk lebih ikhlas menjalani takdirnya.

Ia juga tidak ingin merasakan pengobatan kemoterapi. Menurut orang-orang hal itu amat menyakitkan. Belum lagi ia harus merelakan rambut indahnya harus dicukur habis.

Ia tidak bisa membayangkan hidupnya setelah ini. Tapi setidaknya besok pagi adalah waktu chek up untuknya.

Mungkin kali ini ia harus bersabar dan berserah diri kepadanya. Jika memang waktunya sedikit lagi, ia ingin berusaha meninggalkan kenangan indah untuk orang-orang di sekelilingnya.

.

.

.

...Jangan lupa tanda cintanya akak.. semoga suka dengan part ini.. lope-lope sekebon buat yang sudah mampir dan membaca karya Fany....

...Jangan lupa jaga kesehatan❤...

1
Shifa Burhan
sad ending bukan berarti ceritanya tidak bagus tapi bagi aku cerita sad ending bisa buat galau berbulan2 karena itu aku sangat menghindari novel2 sad ending
Darah Biru (Bangsawan)
⭐⭐⭐⭐⭐
Darah Biru (Bangsawan)
fav and rate🥰 keren sayang🥰
Darah Biru (Bangsawan)
jangan bahas kata menikah 😄
🦊⃫⃟⃤Haryani_hiatGC𝕸y💞🎯™: mampir di karya terbaru dong kak🤭
total 1 replies
Anonim
kecewa sudah pasti sama author....
Fransiska Siba
kenapa harus meninggal
mama Al: mampir kak ke istri kesayangan Rangga
total 1 replies
Risky Titi sarlinda
kalau bisa si satukanlah mereka
Risky Titi sarlinda
Semoga udah liat wajah anak nya dia jadi luluh dan mereka bahagia ya
EuRo
halo kak aku mampir ... semangat terus. Salam buat Zara dari Langit Jingga.
✪⃟𝔄ʀ sⷡεͬɴͦɢͫᴏͦᴛ ʰᶦᵃᵗ🦈
bintang 5 buat takdir ,,selalu senyum y kak
Luki Lintang
lanjut kan jangan kelamaan nunggu
Risky Titi sarlinda
ia KK semoga ada keajaiban KK selalu sehat dan selalu bahagia
Luki Lintang
lanjut
Risky Titi sarlinda
wah ini juga alamat cinta akan kandas 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Risky Titi sarlinda: KK serius ini cerita KK sendiri
total 2 replies
Ardi mrongos
semua terjadi dgn adanya sahabat dan cinta, semua bs indah tp terluka jg jk tdk bijak menyikapi
Ardi mrongos
bnr itu anugerah terindah hny bs dinimati bahagia brsm org trkasih
Ardi mrongos
sehat selalu thor, biar bs up segera
💋ShasaVinta💋
get well very soon othor 🙏
Ryan cha
semangat terus upnya👍keren ceritanya
🦊⃫⃟⃤Haryani_hiatGC𝕸y💞🎯™: terima kasih kak, smoga suka🙏😊
total 1 replies
⸙ᵍᵏ 𝓓𝓲𝓲 𝓮𝓲𝓶𝓾𝓽
semoga othor cpt sembuh dan sehat kembali.. ttp semangat ya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!