NovelToon NovelToon
My Boss My Husband

My Boss My Husband

Status: tamat
Genre:Tamat
Popularitas:6.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sept

Yuk senam bibir, cerita Sarasvati yang kocak dalam menghadapi majikannya yang lumpuh.

Terlahir kaya raya membuat Dewa bersikap arrogant dan dingin kepada siapa saja. Terutama mahluk yang bernama wanita. Namun, ketika melihat mantan pacarnya bermesraan di suatu pesta, ia menyeret dengan asal seorang gadis dan mengaku pada semua tamu undangan, mereka akan segera menikah.
Sartika Sarasvati, si gadis miskin yang tidak tahu apa-apa. Ia harus terlibat dengan bongkahan es tersebut gara-gara mengantar dompet pelangan yang tertinggal di cafe tempatnya bekerja. Ya, Tika hanya gadis pelayan di sebuah cafe. Tapi, malam ini semua mata tertuju pada gadis manis yang tangannya digengam oleh CEO Diamondland, perusahaan real estate nomor satu di Indonesia. Apa mereka akan menikah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dewi Jahil

Jerat Cinta Tuan Muda #20

Oleh Sept

Rate 18+

"Hi ... lama tidak bertemu," sapa Hera. Wanita berparas ayu, good looking dan memiliki senyum yang manis. Ia menyapa Dewa dan memperlihatkan lesung pipinya. Bibirnya yang tipis mengembang sempurna tak kala menatap Dewa. Dia adalah cinta monyet Dewa. Anak angkat dari kerabat jauh pria yang duduk di kursi roda tersebut.

"Kapan kamu kembali?" tanya Dewa dengan muka dingin.

"Kemarin, harusnya bulan depan aku pulang. Karena diajak Papi, aku putuskan mempercepat kepulanganku. Bagaimana? Kau suka kejutan dariku?"

Dewa diam, ia tidak merespon. Baginya Hera hanya masa lalu. Cinta monyet, cinta milik monyet. Bukan miliknya. Tidak ada jejak rasa yang tertinggal, karena waktu itu mereka baru kelas satu SMP.

Sementara itu, Tika langsung minder dengan aura kecantikan Hera yang bak dewi Yunani tersebut. Maha karya Tuhan yang nyaris sempurna. Bibirnya yang simetris dengan warna merah natural seperti orang Korea. Hidung mancung dan bentuk tubuh yang proporsional. Hera cocok jadi model. Apalagi wangi wanita itu, duh ... harum sekali.

"Oh ya, Mbak ... tolong ambilin minum."

Hera menatap Tika, meminta pada gadis itu segelas minuman. Karena mendadak ia merasa haus. Padahal, ia sengaja menyuruh Tika pergi. Ia mau bicara empat mata dengan mantan cinta monyetnya itu.

"Baik, Non!" Tika lalu keluar mengambil minuman untuk wanita cantik tersebut.

Sesaat kemudian setelah Tika pergi.

"Untuk apa kamu ke sini?" tanya Dewa dengan sinis.

"Astaga! Basa-basilah sedikit, Wa. Aku ke sini karena kangen sama kamu."

Dewa tertawa remeh, "Silahkan keluar!"

Hera mengeryitkan dahi, susah juga mengambil hati pria dingin itu. Tapi ia tidak mau menyerah. Demi kehidupan yang terjamin sampai tujuh turunan. Ia akan melakukan apa saja agar Dewa menikahi dirinya.

"Ayolah, Wa ... kau lupa dengan ciuman pertama Kita?"

Ketika Hera sedang menggoda Dewa, di depan pintu, si Tika sedang menguping. Ia kepo berat tentang hubungan keduanya.

"Jangan bicara omong kosong, pergi dari kamarku!" sentak Dewa dengan kasar.

Di depan pintu, Tika tersenyum, ternyata bukan hanya dia saja yang dikasarin Dewa. Bahkan wanita secantik itu pun kena sembur Dewa. Tika terkekeh sambil menutupi mulutnya. Takut suara tawanya terdengar sampai dalam.

"Aku tahu kamu pasti tidak percaya diri karena keadaan kamu sekarang. Tapi, bagiku itu tidak masalah. Kita akan mencoba pengobatan dan terapi terbaik. Bukankah kamu dulu pernah berjanji akan menikahiku?"

"Hera! Jangan ngelantur, keluar dari kamarku!"

Ganti Hera yang tersenyum kecut, ia pun melangkah mendekati Dewa. Kemudian berjongkok di depan pria itu.

"I miss you so much!"

CUP

Hera mengecup bibir Dewa dengan singkat, meninggalkan aroma manis karena lipgloss yang ia gunakan.

Dewa terbelalak, ia langsung mendorong tubuh Hera. Berani sekali Hera menciumnya tanpa ijin.

"Jangan gila! Berani sekali kamu melakukan ini?"

"Astaga! Itu hanya kecupan. Apa kamu mau yang lebih dalam dan hangat?"

Hera langsung menarik kera baju Dewa, wanita itu menyesap bibir Dewa dengan begitu berani.

Bruakkkk

"Aduh!" Hera memegang pinggangnya yang sakit, Dewa mendorong hingga menyentuh tepian kursi.

"Kamu keterlaluan Dewa!"

Hera menyalak marah, dengan emosi dia merobek sendiri baju atasannya.

"Hey! Apa yang kamu lakukan?" Dewa kembali terbelalak dengan aksi gila wanita cantik tersebut.

"Sepertinya kamu nggak bisa diajak diskusi, ayo selesaikan di depan keluarga besar Kita." Hera langsung berbalik, ia keluar dengan gusar. Baju atasan pun sudah robek, sekilas seperti ada yang merobeknya.

***

Tap tap tap

"Piii!"

Semua keluarga dan tamu yang datang langsung menatap ke tangga. Dilihatnya Hera dengan pakaian yang sobek-sobek.

"Hey! Habis diterkam singa di mana?" Ronald terkekeh melihat kondisi saudara angkatnya.

Hera langsung menghampiri papinya. Ia menangis di pelukan sang papi angkat.

"Siapa yang kurang ajar seperti ini?" Papi terlihat marah melihat putri kesayangannya dalam kondisi yang mengenaskan.

Mama Dewa, Nyonya Mira dan Ronald menatap aneh. Mereka berpikir ini jelas bukan kelakuan Dewa. Pria itu bahkan tidak mampu berdiri.

"Katakan! Siapa?"

Hera tidak menjawab, ia malah terus menitikan air mata buaya.

Ketika semua orang sedang tegang, tiba-tiba muncul Tika sembari mendorong Dewa.

"Nona itu mencium Tuan dengan paksa, jadi Tuan Dewa mendorongnya. Karena mara, Nona itu menyobek sendiri bajunya."

Tanpa ditanya, Tika langsung berbicara. Ia yang sejak awal menguping, tidak suka Tuan mudanya itu difitnah.

"Hey! Pembantu sialan! Apa yang kamu katakan!" Hera berteriak lantang, akibat teriakan itu. Ia sekarang jadi pusat perhatian. Bahkan, Mbak Mar yang sejak tadi di dapur, tidak mau ketingalan berita. Ia mengintip ingin melihat kegaduhan apa yang sedang berlangsung.

"Hera?" Mama Dewa menatap tidak percaya pada wanita yang menuduh putranya itu.

Sedangkan Nyonya Mira, ia hanya tersenyum kecut. Jurus basi, ia tidak menyangka. Hanya luarnya saja yang bagus. Dalamnya sangat-sangat busukk.

"Dewa, apa yang terjadi?"

Dewa langsung memutar kursi rodanya, ia pergi meninggalkan tempat itu. Dewa merasa jengkel, mengapa ia terlihat seperti korban kekerasan seksuall. Padahal ia kan pria. Sial! Dewa merutuk dalam hati.

"Tuan! Tunggu!" Tika mengikuti Dewa terus dari belakang.

"Kau menguping?" cibir Dewa dengan nada menyindir.

"Ah ... itu ... itu tidak sengaja."

"Terima kasih!" Dewa langsung melanjutkan kursi rodanya. Sedangkan Tika, ia tertegun. Dewa mengucap kata terima kasih, apa ia tidak salah dengar? Bersambung.

1
Winny Anpooh
Luar biasa
juwita
emg laki-laki mah pasti blgnya mijitin tp ujung"nya tanganya pijit yg lain. 🤣🤣
juwita
beda dr yg lain paku payung ini mah wkwkwk
juwita
pake cabe bibirnya biar panas 🤣🤣
juwita
satu x cium 20 jt 3 x dpt 60 jt sok lah gaskeun tika🤣🤣🤣
JesiraSeni
Luar biasa
Nurmiati Aruan
aih Mak .. bukan tangan dan kaki az yg kapalan.... lidah juga bisa kapalan 🤣
Nurmiati Aruan
itu mah dewa yang mau 🤣
Nurmiati Aruan
ahh si tuan muda jatuh cinta 🤭
Nurmiati Aruan
ada apa dengan mama nya dewa
Kaka Siregar
Lumayan
Mei Prw
luar biasa
Memyr 67
𝗲𝗶𝘁𝘀 𝗺𝗮𝗶𝗻 𝗻𝗶𝗸𝗮𝗵 𝗮𝗷𝗮. 𝗶𝘁𝘂 𝘀𝗶 𝗺𝗮𝗺𝗮 𝗱𝗮𝗵 𝘂𝗿𝗶𝗻𝗴 𝘂𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝗻
Memyr 67
𝗽𝗲𝗴𝗮𝘄𝗮𝗶 𝘀𝘂𝗸𝗮 𝗺𝗲𝗻𝗰𝘂𝗿𝗶 𝘀𝗲𝗲𝗻𝗮𝗸𝗻𝘆𝗮 𝗺𝗼𝗱𝗲𝗹 𝗺𝗯𝗮𝗸 𝗺𝗮𝗿, 𝗸𝗼𝗸 𝗱𝗶𝗽𝗲𝗿𝘁𝗮𝗵𝗮𝗻𝗸𝗮𝗻 𝗶𝗯𝘂𝗻𝘆𝗮 𝗱𝗲𝘄𝗮?
Memyr 67
𝘁𝗲𝗿𝗻𝘆𝗮𝘁𝗮 𝗱𝗲𝗮 𝗱𝗮𝗻𝗶𝗲𝗹, 𝘀𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗻𝗼𝘃𝗲𝗹 𝘁𝗼?
Henym
Luar biasa
oncom
😭😭😭😭😩🤙🏻🤙🏻
oncom
ahahahaha lucu
oncom
kurang asem ngabrut
oncom
hahahaha
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!