Maira adalah anak perempuan pertama dari keluarga yang sederhana , kehidupan maira berubah saat ia beranjak dewasa , di saat maira duduk di bangku smp ada seseorang yang datang di dalam hidupnya maira , ia adalah seorang adik laki-laki yang bernama fakhri dwi pangestu.
Maira ini dari kecil sudah di tinggalkan oleh ayah kandungnya, maira tak tau di mana ayahnya berada dan semua keluarga nya tidak mau memberitahu kan keberadaan ayahnya maira , sekarang ibunya maria sudah menikah lagi dan maira punya adik namun hubungan maira sama ayah tirinya tidak begitu baik.
Sekarang maira sudah duduk di bangku SMA kelas 12 , sebentar lagi dia lulus SMA dan ia ingin sekali melanjutkan ke jenjang kuliah tapi ibunya maira sudah tidak sanggup membiayai sekolahnya lagi. Gimana dengan kehidupan maira selanjutnya? Stay tune ya guys.
Maaf sebelum nya ges, novel ini di tamatkan terlebih dahulu, maaf jika alurnya tidak jelas, sia author sudah tidak ada waktu untuk menulis, jika suatu saat saya punya banyak waktu luang, maka saya akan menulis ulang novel ini, terimakasih yang sudah membaca nya sampai episode 70.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Retno Ningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 21
Pukul 11.30 ibunya maira sudah pulang, dan maira pun membantu menurunkan semua botol dan jajan yang ada di gerobak ibunya maira
"nanti jadi pergi ra?" kata ibunya bertanya
"enggak buk, ken bilang virus corona udah ada di indonesia" ujar maira
"virus yang ada di cina?" kata ibunya
"iya buk, katanya udah ada 2 orang yang terpapar" ujar maira
"ya udah, kamu jaga diri aja" kata ibunya
"iya buk," ujar maira
"malam ini kamu tidur di rumah nenek kamu ya ra," kata ibunya
"iya" ujar maira
"ya udah bawa semua ini ke dalam" kata ibunya
"iya." ujar maira
Maira membawa semua barang masuk ke dalam rumah, setelah itu maira masuk lagi ke kamar. Maira juga menonton tv di kamar nya dan maira melihat berita bahwa virus corona sudah masuk ke indonesia dan sudah ada lebih dari 50 orang terpapar virus itu. Maira pun langsung ngechat ken
"udah ada lebih dari 50 orang yang terpapar virus ken" ketik maira dalam chat
"iya ra, apa besok sekolahan masih buka apa enggak ya?" jawab ken
"gak tau, belum ada info" kata maira
"pusing gue ra" ujar ken
Tiba-tiba ada notif dari grup kelasnya maira.
"anak-anak, besok sekolahan masih tetap buka dan semua murid harus memakai masker" isi chat dari wali kelasnya maira
"iya bu" jawab temen nya maira
Lalu maira langsung chat ken
"masih berangkat weh, gue belum beli masker" ketik maira
"ya udah nanti gue jemput untuk beli masker ya" ujar ken
"okey, jam berapa loe kesini?" kata maira
"mungkin habis maghrib" ujar ken
"ya udah sekalian anterin gue ke rumah nenek gue ya" kata maira
"siap, besok gue jemput loe gapapa kan?" ujar ken
"oke gapapa" kata maira
Maira pun sudah mengakhiri chatan sama ken dan dia membuka buku novel nya untuk di baca. Pukul 17.00 wib maira mandi dan siap-siap untuk pergi beli masker sekalian ke rumah nenek nya maira. Pukul 18.00 wib ken sudah sampai di rumahnya maira tapi maira masih sholat maghrib, ibunya maira yang keluar untuk menemui ken.
"eh kenzie, ada apa?" kata ibunya maira
"mau jemput maira tan, mau beli masker sekalian nganterin maira ke rumah nenek nya" ujar ken
"ya udah ayo masuk dulu, maira masih sholat" kata ibunya maira
"saya nunggu disini aja tan," ujar ken
"ya udah silahkan duduk" kata ibunya maira
"iya tan." ujar ken
Ken pun langsung duduk di kursi, beberapa menit kemudian maira keluar untuk menemui ken
"udah sampe aja loe ken, ya udah ayok berangkat" kata maira
"ibu loe dimana?" ujar ken
"ibu gue ada dikamar sedang menyusui adek gue" kata maira
"ya udah ayok langsung pergi" ujar ken
Maira sama ken berjalan menuju mobil dan setelah itu mobilnya di lajukan menuju toko baju yang sudah menyediakan masker kain.
"beli disini? emang ada?" kata maira
"ada dong, gue udah cek kok" ujar ken
"ya udah kalau gitu" kata maira
Ken sama maira langsung masuk ke dalam toko untuk membeli masker.
"selamat malam mas, mba" kata pelayan yang ada di depan pintu toko
"malam juga mba" ujar maira
Ken langsung menggandeng maira ke tenpat masker kain.
"pilih aja" kata ken
"batik loh ini, pasti mahal" ujar maira
"cuma 10 ribu satu nya" kata ken
"ih mahal tau" ujar maira
"enggak lah, gue yang bayar" kata ken
"gue bayar sendiri aja" ujar maira
"nurut napa sih ra" kata ken
"iya deh, tapi gue juga harus beliin ibu gue ken" ujar maira
"ya udah ambil aja" kata ken
"makasih loh ya" ujar maira
"gimana kalau kita beli samaan?" kata ken
"boleh tuh" ujar maira
"gue motif ini, loe pilih motif mana" kata ken
"ini deh, untuk ibu gue satu aja yang ini" ujar maira
"beli dua kenapa sih, kita aja beli dua" kata ken
"boleh?" ujar maira
"boleh ra, ambil aja." kata ken
Setelah maira sama ken mengambil masker, mereka langsung ke kasir untuk membayar, setelah itu ken mengantarkan maira pulang ke rumah nenek nya.