kisah dari seorang gadis yatim piatu bernama rere yang bekerja menjadi babysitter anak dari seorang ceo duda,kaya dan tampan. karena ada masalah yang menimpa rere,terpaksa ceo itu harus menikahi rere.
ada orang yang ingin membunuh rere.sang ceo berusaha menyelidiki masalah yang menimpa rere.
mampukah sang ceo mengungkap siapa dalang yang ingin membunuh rere?
apakah motif di balik masalah itu?
Ini novel pertamaku, mohon dukunganya ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon naya siswanto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 21
"kamu kenapa tidak bilang ,kalo kamu alergi udang re?" tanya mama sofia.
"gak apa-apa nyonya,rere hanya tidak enak harus menolak tawaran nyonya"
"panggil mama saja re biar enak",kata mama.
"i..iya ma,rere hanya tidak ingin mama kecewa karena menolak tawaran mama"
"tapi kamu jadi sakit begini kan re,untung elang cepat membawamu kemari"
rere melihat kearah revan yang sedang duduk di pangkuan opanya.anak itu hanya diam saja sambil memandangi rere.
"sayang,apa kamu tidak rindu mommy? kenapa diam saja"
"lindu mom,tapi dak boyeh cama opa.kata opa mommy lagi cakit"
"tapi kalo hanya peluk dan cium saja boleh kok.yang gak boleh itu kalo mommy gendong revan"
"cilius mommy",revan langsung berlari ke arah rere lalu naik ke atas tempat tidur rere dan langsung menciumi rere.
"cepat cembuh mommy"
"terima kasih sayang"
"tadi malam levan dak bisa bobok kalena dak ada mommy"
"benarkah,kalo begitu yang ngompol malam tadi siapa dong ya? jangan-jangan intan yang ngompol",mama sofia menggoda revan.
"oma...itu lahasia",kata revan sambil cemberut ke arah omanya.
hahahaaa....orang yang ada di ruangan itu pun tertawa melihat tingkah revan yang menggemaskan...
"permisi tuan dan nyonya,saya mau melepas infus nona rere",kata perawat yang baru saja masuk ke ruangan itu.
"silahkan",kata mama sofia.
perawat itu melepas infus dari tangan rere.
"ini resep yang harus di tebus nona",kata perawat itu sambil memberi rere secarik kertas berisikan resep obat.
"sini biar saya yang tebus",kata elang meminta resep itu.
"jangan lupa urus administrasinya lang,kita harus tetap ikut aturan rumah sakit",kata papa danu.
"baik pa,elang pergi dulu"
elang keluar dari ruangan itu untuk menebus resep obat rere.
"re,ini mama bawakan baju milik adiknya elang.mama tidak tau baju ini cocok atau tidak"
rere mengambil baju dari mama sofia,karena memang dia tidak bawa baju ganti.dia berganti pakaian di dalam kamar mandi.baju itu sangat pas di tubuh rere.selesai pakai baju,rere mencuci wajahnya.lalu keluar dari kamar mandi.
elang mendekati rere sambil mendorong kursi roda.
"duduklah",perintah elang
"saya bisa berjalan sendiri tuan"
"duduk atau aku gendong"
rere memilih duduk di kursi roda daripada harus di gendong elang.apa kata orang nantinya melihat seorang anak pemilik rumah sakit menggendong pengasuh anaknya,pikir rere dalam hati.
elang mendorong kursi roda rere menuju parkiran.papa,mama dan revan sudah menunggu di sana.
elang membuka pintu lalu membopong rere dan mendudukannya di kursi belakang.elang menyerahkan kursi roda pada petugas rumah sakit.kemudian dia masuk ke mobil dan duduk di samping rere.
"edo tidak ikut pa"
"edo ada kerjaan mendadak",kata papa danu sambil mengemudikan mobil.
"kerjaan apa pa,bukankah pekerjaan kantor sudah beres semua"
"nanti saja kita bahas di rumah"
semua yang ada di mobil pun memilih diam.
elang mengecek email di ponselnya.
mobil yang mereka tumpangi memasuki halaman rumah papa danu.elang turun lalu mengitari mobil dan membuka pintu untuk rere.
"ayo turun"
rere turun dari mobil dan hendak berjalan masuk ke dalam rumah,tapi tiba-tiba tubuhnya terasa melayang di udara.ternyata elang mengangkat tubuh rere ala bridal style.
"holee mommy di gendong daddy",teriak revan kegirangan.
wajah rere memerah mendengar kata-kata revan.rere menyembunyikan wajahnya ke dada bidang milik elang.
elang hanya tersenyum saja melihat ekspresi rere.