NovelToon NovelToon
Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Dokter / Tamat
Popularitas:7.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Tri Ani

Felicia Daryl adalah gadis yang kurang beruntung di lingkungannya, saat semua anak seusianya sudah menikah dan memiliki anak, dia masih saja setia dengan kesendiriannya. Hingga sebuah rencana besar di lakukan untuknya, orang tuanya akan menjodohkannya dengan pria yang tidak di kenal membuatnya memutar otak untuk bisa terhindar dari perjodohan itu.

Di tengah kegundahaannya, akhirnya ia di pertemukan dengan seorang dokter muda yang dengan tulus menolongnya. Sebuah ide gila pun muncul, Felicia merancanakan sebuah pernikahan dengan dokter muda itu.
Frans Aditya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Reoni SMA

“Fe…., tadi ibu dapat ini di depan rumah, sepertinya ini untukmu!” ucap ibu Felic

sambil menyiapkan bekal untuk ayahnya. Ayahnya seorang satpam komplek perumahan

elit. Ia tidak akan sempat pulang untuk makan siang, hari ini ayahnya mendapatkan sift jaga siang.

Felic sedang berdiri di atas tangga, ia sudah bersiap untuk bekerja. Felic melihat ayah dan ibunya sedang berada di meja makan.

“Apa bu?” Tanya Felic, ia sudah menenteng tasnya hendak berangkat kerja. Ia dengan

penampilan yang apa adanya itu, celana panjang dan kaos.

“Nggak tahu, kayaknya undangan!” ucap ibu Felic sambil menunjukkan sebuah undangan.

"Undangan pernikahan lagi ya Bu?" tanya Felic malas, ia paling kesal setiap kali mendapat undangan pernikahan, pasti ujung-ujungnya selalu sama, pertanyaannya kapan nikah? kapan nyusul? itu adalah pertanyaan-pertanyaan yang paling di hindari oleh Felic dari pada membuat moodnya ancur.

"Bukan deh kayaknya!"

Felic pun memilih menuruni tangga, ia ikut duduk bersama ayahnya. Tidak biasanya ia

sarapan di rumah, biasanya ia lebih suka makan nasi pecel milik bu Tumi yang

berada di pinggir jalan dan membungkusnya di bawa ke tempat kerjanya. Tapi

karena undangan itu ia jadi ikut duduk bersama ayah dan ibunya di meja makan.

Ia begitu malas setiap kali berada di meja makan, pasti topiknya akan sama. Felic

membuka undangan itu dan membacanya.

“Reoni!?" baca Felic pada kertas itu.

Rasanya malas mengikuti reoni seperti itu, ia teringat reoni tahun lalu. ia bahkan

menjadi bahan gossip seluruh temannya, hanya dia yang tidak membawa

pasangannya. Sebelum acara di mulai ia memilih untuk pulang lebih dulu karena nggak suka dengan komentar-komentar teman-temannya.

Kalau cowok sih mending, nggak akan ada yang ngomongin, tapi entah

kenapa jika itu seorang wanita yang tidak menikah-menikah akan jadi bahan

gossip di manapun tempatnya.

“Reoni …?” ibu Felic tersenyum senang.

“Itu bagus …, kamu harus ikut! Kamu bisa dapat jodoh nanti di sana, kan teman-teman SMA kamu yang cowok banyak yang belum

nikah, dekati salah satu dari mereka …”

“Males ah bu …!” jawab Felic dengan nada malas-malasan. Ia benar-benar tidak tertarik dengan acara reoni itu, selain harus ngeluarin uang, dia juga bakalan jadi bulan-bulanan.

Felic tahu pasti akan seperti itu jadinya. Ia memilih bangun dari duduknya dan segera

meninggalkan meja makan. Ia tidak jadi sarapan di rumah, ia memasukkan undangan

itu ke dalam tas kainnya. Meninggalkan ibunya yang terus mengomel tidak jelas

karena Felic selalu saja menghindar setiap kali berbicara soal menikah.

"Fe ....., ibu belum selesai bicara ya ......!" teriak ibu Felic. Tapi tetap saja Felic tak menghentikan langkahnya.

“Sudah lah buk, jangan terlalu keras sama Fe …, nanti dia malah kabur, kita yang

repot! Biarlah ...., dia sudah dewasa juga ...., kalau sudah waktu ketemu jodohnya, anak itu juga akan nikah!”

"Tapi kapan yah, anak kamu itu cueknya minta ampun!"

"Sabar ....., ayah jamin nggak akan lama lagi!"

“Mau gimana lagi yah …., ibu malu setiap hari jadi omongan tetangga!”

“Sudah jangan di pikirkan, ayah berangkat dulu!”

Sebenarnya Felic masih mendengarkan pembicaraan orang tuanya dari luar, ia hanya bisa menghela nafas. Sebenarnya kasihan melihat ibunya selalu jadi bahan gossip seluruh

tetangga, tapi mau bagaimana lagi ia belum berminat untuk menikah, masih banyak

yang ingin ia raih. Termasuk cita-citanya untuk menjadi penulis tentunya. Ia takut jika menikah makan cita-citanya akan menguap begitu saja karena ia terlalu sibuk dengan urusan rumah tangganya.

Ia segera mengayuh sepeda nya saat mendengar ayahnya keluar, ia tidak mau ayahnya melihat kesedihannya. Ayahnya adalah ayah yang pengertian, ia tidak pernah

memaksakan kehendaknya untuk Felic. Semua terserah Felic.

Tempat kerja Felic tidak terlalu jauh dari rumahnya hanya butuh waktu setengah jam

untuk mengayuh sepeda mininya. Jalanan masih sepi setiap kali ia berangkat

kerja. Ia seorang office girl di sebuah bank swasta, ia mendapatkan pekerjaan

itu dari temannya yang juga bekerja di situ, temannya menjadi service center di

sana.

Pendidikannya yang hanya mencapai SMA membuatnya kesulitan mencari pekerjaan. Mendapatkan pekerjaan sebagai office girl aja sudah sangat untung. Ia punya cita-cita

menjadi seorang penulis, tapi lagi-lagi keterbatasan yang membuatnya tak bisa

berkembang, ia hanya bisa menulis online saja.

“Fe…, tumben siangan!” sapa sesama teman satu pangkat dengan Felic sama-sama cleaning service.

“Iya bang …., tadi ada urusan sedikit! Ya udah bang saya siap siap dulu!” jawab Felic dengan senyumnya yang terasa ringan ia angkat dari bibirnya walaupun rasanya tubuhnya kelu di terpa kerasnya kehidupan.

Ia punya rekan kerja namanya bang Ilham, usianya sebenarnya tak jauh beda sama

Felic. Tapi dia sudah punya istri dan dua anak. Felic memulai kesibukannya,

menyapu, mengelap kaca, mengepel dan membuang sampah adalah rutinitasnya setiap

hari, semuanya harus bersih saat bank mulai buka.

Felic meregangkan otot-ototnya saat yang teras kaku, ia membuka nasi pecelnya yang

tadi sempat ia beli di warung bu Tumi. Perutnya sudah sangat lapar pengen di

isi. Ia memakan nasi pecel itu di sudut pentry.

“Dorrr…!” seseorang mengagetkannya dari belakang.

“huk huk huk ….!” Felic tersedak , ia segera mengambil minumannya dan meminumnya.

“Maaf …, maaf …, gue nggak sengaja!”

“Ada apa sih Sya?”

Ersya adalah teman yang telah merekomendasikan Felic bekerja jadi office girl, dia cukup beruntung bisa kuliah dan mendapatkan pekerjaan yang bagus, dia juga

teman satu SMA Felic.

“Besok ikut Reoni ya ….!”

“Nggak ah Sya …, males!”

“Kenapa? Padahal gue pengen banget datang, suamiku lagi tugas di luar kota, gue nggak mungkin datang sendiri, temani gue ya …, gini deh gaunnya nanti gue yang beliin deh!”

Sebenarnya Felic begitu malas untuk datang di acara reoni itu, tapi melihat Ersya memohon

seperti itu membuatnya tidak tega. Apalagi Ersya adalah sahabat baiknya, dia

juga sangat berjasa dalam hidupnya.

“Baiklah …, gue akan ikut!”

“Yes …, makasih ya …., ya udah gue kerja dulu. Nanti sepulang kerja kita ke mall,

gue yang belanjain!”

Felic hanya bisa mengangguk. Ia tidak mungkin menolak permintaan Ersya. Lagian kali

ini Ersya tidak dengan suaminya jadi, dia akan punya teman nanti. Ia tidak

bingung mencari teman ngobrol seperti tahun lalu.

Sore ini setelah pulang kerja, Ersya mengajak Felic ke mall. Ia membelikan gaun dan

sepatu untuk Felic. Harganya memang tidak mahal tapi akan terasa mahal jika ia

membeli dengan uangnya sendiri, gaun dan sepatu itu harganya setengah gajinya

sebulan. Cukup mahal untuk Felic.

Ia kan berpikir ribuan kali untuk membeli gaun semahal itu, tapi Ersya tetap

memaksanya walaupun felic menolak. Ia tidak bisa mengganti uang itu.

Sekeras apapun kita menolaknya …, jika kita di takdirkan untuknya, maka banyak jalan

yang akan membuatnya bertemu …

Bersambung

Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya

Follow Ig aku ya

tri.ani.5249

Happy Reading 😘😘😘😘

1
Momcia
Reoni...
Marhaban ya Nur17
ayolah Frans lu nyuruh felic buat jauhin mantannya eh malah lu sendiri yg kejebak
Marhaban ya Nur17
gw jg ikut tegang klo ada nyonya ratih wkwkwkw
Marhaban ya Nur17
ceroboh kau fe kwkwkwkkwi
Marhaban ya Nur17
kos-kosan lagi
Marhaban ya Nur17
gw jg ketawa 😀🤪😝
Marhaban ya Nur17
balok es pasti nanya nya itu wkwkwkkw
Marhaban ya Nur17
rangga tuh nanti jd asistennya rendi kan ????
Marhaban ya Nur17
😔🤭
Marhaban ya Nur17
oh kamar mandi felix pake shower jg y 😄 tak kira msh pake gayung
Marhaban ya Nur17
abi = rangga
Marhaban ya Nur17
apakah rangga abi itu ????
Marhaban ya Nur17
keprawanan bibir wkwkkw
Nurmala M Manik
apa judul cerita ersya dan divta y thor
Tri ani: jaka rasa duda, kak
total 1 replies
Mbs Madu Gomilk
iya dehh,,,
sekalian biar para suami merasakan gimana susahnya ibu hamil,,,
ehh tp kasihan jg sihh, nanti gk bisa kerja malah tiduran aja, yg repot istri juga,.. tp kalo suaminya sultan mah duwit ngalir sendiri 🤭🤭🤭🤭🥺
Mbs Madu Gomilk
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 lucu deh abang Wilson nya
Masniah Hilwan Iin
mf biasa aj
Agung
suka deh sama visualnya Wilson
Yuni Luthfi Jamilah
sangat bagus cerita nya
Ida Ida
baru mau komen pak Seno nikah SMA bini aj kan s bibi msh single..dh kenal lgi pasti Rangga SMA zea setuju ..itung2 sambil ngerawat cucu..sambil d dampingin istri baru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!