Tiga tahun lalu, Ye Chen, pewaris tunggal klan misterius terkuat di Yanjing sekaligus penguasa Kuil Naga Langit (Tianlong Dian)—organisasi militer, finansial, dan medis paling ditakuti di dunia—diserang oleh pengkhianat internal hingga mengalami luka dalam yang melumpuhkan meridiannya. Dalam kondisi sekarat dan hilang ingatan sementara di pinggiran Kota Jiangcheng, ia diselamatkan oleh seorang gadis berhati lembut bernama Su Qingxue.
Demi membalas budi sekaligus memulihkan kekuatannya secara diam-diam sesuai petunjuk mendiang kakeknya, Ye Chen bersedia masuk ke Keluarga Su (keluarga kelas tiga di Jiangcheng) sebagai menantu numpang hidup. Selama tiga tahun pernikahan di atas kertas, Ye Chen menyembunyikan taringnya: ia memasak, mencuci pakaian, dan menerima segala hinaan dari ibu mertua yang matre, ipar yang sombong, serta kerabat Keluarga Su yang memandangnya tak lebih dari sampah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4: Kontrak yang Dirobek & Ejekan Seluruh Aula
Hening selama tiga detik penuh.
Setelah itu, tawa terbahak-bahak meledak di seluruh Aula Perjamuan Teratai Emas, jauh lebih keras daripada sebelumnya!
"Hahaha! Apakah telingaku tidak salah dengar?! Menantu sampah yang makan dari uang istrinya ini barusan bilang kontrak utama senilai seratus juta yuan dari Grup Shengshi ada di tangannya?!"
"Astaga, kurasa dia benar-benar sudah gila karena takut diceraikan! Kontrak Grup Shengshi itu bahkan sedang diperebutkan oleh keluarga kelas satu seperti Keluarga Zhao dan Keluarga Song. Bagaimana mungkin sampah yang kerjaannya mencuci toilet bisa mendapatkannya?!"
Di atas panggung, Su Haoran memegangi perutnya sambil tertawa terpingkal-pingkal. Ia melangkah maju, lalu mengambil gulungan dokumen bersegel emas yang dilemparkan Ye Chen ke atas meja utama.
"Adik ipar, kau ini kalau mau berbohong setidaknya modal sedikit!" ejek Su Haoran lewat mikrofon sambil mengibas-ngibaskan map dokumen itu di udara. "Kau pikir dengan mencetak sampul bertuliskan 'Grup Shengshi' di tempat fotokopi pinggir jalan seharga lima yuan, kami semua akan tertipu?!"
Wajah Liu Lanfang, ibu mertua Ye Chen, sudah berubah sewarna hati babi karena malu. Ia berlari ke tengah ruangan dan hendak mencakar wajah Ye Chen.
"Ye Chen! Dasar binatang tak tahu malu! Kalau kau mau mati, jangan menyeret keluarga kami!" teriak Liu Lanfang histeris. "Tuan Muda Zhao sudah berbaik hati membawa mahar sepuluh juta yuan dan jaminan sub-kontrak asli, sedangkan kau malah mengeluarkan kertas sampah untuk mempermalukan Nyonya Besar! Cepat berlutut dan minta maaf kepada Tuan Muda Zhao sekarang juga!"
Su Qingxue juga tampak cemas. Ia menarik lengan baju Ye Chen dari belakang dan berbisik dengan suara bergetar, "Ye Chen, sudah cukup... Aku tahu kau ingin membantuku menjaga harga diri di depan mereka, tapi kontrak Grup Shengshi itu dijaga sangat ketat oleh Presiden Qin Wan'er. Jangan memaksakan diri lagi, ayo kita pulang..."
Ye Chen menoleh sedikit dan menepuk punggung tangan Su Qingxue dengan lembut. "Percayalah padaku, Qingxue. Kertas yang ada di tangan Su Haoran itu adalah kontrak asli yang sudah ditandatangani oleh pihak Grup Shengshi. Tinggal tanda tanganmu saja yang belum tertera di sana."
Mendengar itu, Zhao Tianhao yang berdiri di samping panggung mendengus dingin dengan tatapan penuh penghinaan.
"Kontrak asli?" Zhao Tianhao melangkah mendekati Ye Chen, lalu mengembuskan asap cerutunya tepat ke arah wajah Ye Chen. "Ye Chen, ayahku sendiri harus mengantre tiga hari di lobi gedung Grup Shengshi hanya untuk bertemu dengan sekretaris Presiden Qin Wan'er demi memohon sub-kontrak senilai dua puluh juta yuan! Sedangkan kau? Pakaian di tubuhmu dari ujung kepala sampai ujung kaki bahkan tidak sampai dua ratus yuan! Kau bilang Presiden Qin menyerahkan kontrak seratus juta yuan kepadamu secara cuma-cuma?"
Zhao Tianhao menoleh ke arah Su Haoran dan memberi isyarat dengan dagunya. "Tuan Muda Haoran, karena sampah ini bersikeras bahwa itu kontrak asli, kenapa kau tidak merobeknya saja? Kalau itu memang dokumen palsu yang memalukan nama Grup Shengshi, merobeknya justru akan menyelamatkan Keluarga Su dari tuntutan hukum pemalsuan dokumen!"
"Benar sekali kata Tuan Muda Zhao!" seru Nyonya Besar Su dengan wajah murka sambil mengetukkan tongkatnya. "Haoran, robek kertas sampah itu! Jangan biarkan benda pembawa sial dari menantu tak berguna itu mengotori aula ulang tahunku!"
"Dengan senang hati, Nenek!"
Su Haoran menyeringai kejam ke arah Ye Chen. Tanpa membuka atau memeriksa isi segel pengaman di dalam dokumen itu sedikit pun, kedua tangannya langsung mencengkeram map kontrak tersebut dan—
Sret! Sret! Sret!
Dalam hitungan detik, kontrak kerja sama proyek Kota Baru Jiangnan senilai seratus juta yuan itu dirobek-robek menjadi puluhan kepingan kecil, lalu dilemparkan tinggi-tinggi ke udara oleh Su Haoran!
Potongan-potongan kertas putih bersegel emas itu berhamburan jatuh seperti salju di lantai karpet merah di depan kaki Ye Chen.
"Hahaha! Sudah kurobek, Ye Chen!" tantang Su Haoran sambil membusungkan dadanya. "Katanya ini kontrak seratus juta yuan milik Grup Shengshi, bukan? Ayo, suruh Presiden Qin Wan'er datang ke sini untuk menangkapku! Kalau hari ini Presiden Qin benar-benar datang demi dirimu, aku, Su Haoran, akan berlutut dan menjilati sepatu murahanmu di depan semua orang!"
"Benar! Kalau kontrak itu asli, aku sendiri yang akan memakan semua potongan kertas di lantai itu!" tambah Su Meimei sambil tertawa sinis.
Seluruh kerabat Keluarga Su ikut tertawa mencemooh. Su Dahai menutup wajahnya dengan kedua tangan, sementara Su Qingxue memejamkan matanya rapat-rapat karena tidak sanggup lagi menahan rasa terhina di dada.
Namun, Ye Chen sama sekali tidak marah.
Ia hanya menatap potongan kertas di lantai, lalu mengangkat wajahnya menatap Su Haoran dan Nyonya Besar Su dengan tatapan kasihan—seolah sedang melihat sekelompok badut yang baru saja menggali kuburan mereka sendiri.
"Su Haoran, ingat baik-baik ucapanmu barusan," kata Ye Chen datar. "Kau baru saja merobek satu-satunya kesempatan Keluarga Su untuk naik kelas di Kota Jiangcheng. Tiga menit lagi, jangan menangis dan mengemis di depanku."
"Cih! Masih berani besar mulut!" Zhao Tianhao kehilangan kesabarannya. Ia melambaikan tangan kepada keempat pengawalnya yang bertubuh kekar. "Seret sampah ini keluar dari hotel dan patahkan salah satu kakinya agar dia sadar diri! Hari ini Su Qingxue harus menandatangani surat cerai itu, suka atau tidak suka!"
Keempat pengawal Keluarga Zhao langsung melangkah maju dengan wajah beringas, hendak mencengkeram bahu Ye Chen.
Tepat pada detik itu—
Brak!
Pintu utama Aula Perjamuan Teratai Emas kembali terbuka lebar!
Kali ini, dua barisan pengawal elit berjas hitam dengan lencana naga perak di dada melangkah masuk dengan derap langkah serempak yang menggetarkan lantai, langsung membuka jalur kehormatan dari pintu masuk menuju ke tengah ruangan!