NovelToon NovelToon
Selir Favorit Sang Mafia

Selir Favorit Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Senja sastrala

Dijual oleh keluarganya demi melunasi utang, Aurora terperangkap dalam sangkar emas milik Gabriel Moretti—bos mafia paling dingin dan ditakuti di dunia bawah tanah. Meski hanya berstatus sebagai selir rahasia tanpa cincin di jarinya, Aurora menjadi satu-satunya wanita yang sanggup melunakkan kegelapan sang iblis. Di antara benturan bahayanya, ancaman musuh, dan obsesi Gabriel yang makin mengekang, Aurora harus memilih: menyerahkan hatinya secara utuh pada sang penguasa, atau bertaruh nyawa demi merebut kebebasannya kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja sastrala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3

Pintu jati berukir itu tertutup rapat dengan dentuman keras, memutuskan seluruh kebisingan dari ruang makan utama. Jamuan makan malam telah berakhir, namun ketegangan yang menyelimuti atmosfer kamar tidak surut sedikit pun.

Gabriel melempar jas *tuxedo*-nya begitu saja ke atas sofa kulit. Ia melonggarkan dasi kupu-kupunya dengan satu gerakan kasar, lalu membalikkan badan menghadapku. Sorot matanya malam ini berbeda—tidak hanya dingin dan tajam, tetapi menyala oleh kegelapan yang pekat. Tatapan Isabella dan tatapan meremehkan dari para tetua keluarga mafia tadi rupanya telah memancing sisi terliar dari dalam diri seorang Gabriel Moretti.

"Kau membangkang lagi dengan tatapanmu itu sepanjang makan malam, *Cara mia*," suaranya berat, bergema rendah di dalam ruangan yang hening.

"Aku hanya tidak suka dijadikan tontonan dan bahan hinaan calon istri sahmu," balasku, mencoba mempertahankan sisa keberanianku sambil melangkah mundur.

Namun Gabriel bergerak lebih cepat. Hanya dalam dua langkah lebar, ia sudah memotong jarak di antara kami. Tangannya yang kuat menyambar pinggangku, menarik tubuhku hingga menabrak dadanya yang kokoh.

"Tidak ada yang boleh menghinamu, dan tidak ada wanita lain yang memegang posisi ini," bisiknya tepat di ceruk leherku. Bibirnya yang hangat mulai mengaburkan fokusku, menyapu kulit leherku dengan sentuhan yang menuntut. "Malam ini, kau harus diingatkan kembali siapa pemilikmu yang sebenarnya."

Sebelum aku sempat memprotes, Gabriel mengangkat tubuhku dengan mudah ke dalam pelukannya, membawaku menuju tempat tidur berukuran *king-size*.

Ciuman ganas yang menuntut tak menberi celah sekedar untuk bernafas aku tahu betul bagaimana fantasi sex Gabriel tak manusiawi begitu banyak hal tak terduga BDSM begitu sangat menyiksa aku hanya bisa pasrah tampa bisa melawan gerakan pinggulnya yang begitu lihai dan cepat

Malam itu menjadi malam yang sangat panjang dan melelahkan. Gabriel mengambil kendali penuh tanpa memberi ruang sedikit pun bagiku untuk menghindar. Dominasi sang bos mafia terasa begitu nyata dan tak terelakkan. Dengan berbagai posisi dan ritme yang ia kendalikan sepenuhnya, Gabriel menuntut seluruh perhatian, napas, dan kepasrahanku.

Ia menikmati setiap detik perlawananku yang perlahan meleleh menjadi kepasrahan di bawah kendalinya. Ciumannya yang intens, cengkeraman tangannya yang posesif di pinggang dan rahangku, serta dominasinya yang tak kenal lelah membuat kamar megah itu terasa makin panas dan sesak. Pria itu memastikan aku merasakan keberadaannya di setiap inci tubuhku, menandai kekuasaannya sebagai seorang raja atas selir favoritnya.

---

Saat berkas sinar matahari pagi merayap masuk dari celah tirai kamar, suasana akhirnya kembali tenang.

Aku terbaring telungkup di atas seprai sutra yang sudah kusut. Seluruh tubuhku terasa remuk, sendi-sendiku ngilu, dan tenagaku terkuras habis tanpa sisa. Bahkan untuk sekadar membalikkan badan pun rasanya membutuhkan usaha yang luar biasa. Bekas perlakuan posesif Gabriel meninggalkan jejak memar samar di kulitku sebuah tanda kepemilikan mutlak yang tak terucapkan.

Di sampingku, Gabriel masih terbaring miring. Tangan besarnya yang berat melingkar posesif di pinggang telanjangku, mengunciku rapat di dadanya seolah memastikan aku tidak akan bisa melarikan diri bahkan dalam tidur.

Aku menatap wajahnya yang tertidur lelap. Tanpa tatapan tajam dan topeng dinginnya, Gabriel tampak sedikit lebih manusiawi. Namun, rasa pegal di sekujur tubuhku langsung menyadarkanku pada kenyataan: pria ini adalah dominasi itu sendiri, dan berada di sisinya berarti siap untuk dileburkan kapan saja.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!