NovelToon NovelToon
Pernikahan Rahasia

Pernikahan Rahasia

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Diam-Diam Cinta
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: songjihee

Mala Jinaya tidak pernah menyangka satu malam akan mengubah seluruh hidupnya.

Ia hanya seorang junior di sebuah perusahaan yang terbiasa menunduk, mengalah, dan berkata "nggak apa-apa" setiap kali rekan senior memanfaatkannya.

Sampai sebuah kejadian membuatnya harus menikah diam-diam dengan Rafael Ibra—lead engineer yang bahkan nyaris tidak pernah ia temui di kantor.

Tidak ada pesta.

Tidak ada cinta.

Bahkan, tidak ada perasaan apapun di antara mereka.

Hanya sebuah pernikahan yang seharusnya tidak pernah terjadi.

Dan yang lebih buruk, mereka harus berpura-pura tidak saling mengenal di tempat kerja.

Namun akankah mereka akan tetap begitu? atau ada yang berubah seiring berjalannya waktu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon songjihee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

03. Lembur yang tidak sia-sia

Sore hari usai Naya menyerahkan berkas pada Lady pagi itu, suasana di lantai empat mendadak hening ketika pintu ruang manajer terbuka. Pak Danang, Manajer Operasional yang terkenal tajam dan hemat pujian, melangkah membawa satu bendel dokumen laporan penawaran proyek BSD.

​Pria paruh baya itu berjalan lurus menuju area Administrasi. Marina yang melihat hal itu segera merapikan bajunya, siap memasang senyum manis seperti biasa. Lady pun begitu.

​"Siapa yang menyusun dan merapikan seluruh rincian angka tagihan supplier BSD ini?" tanya Pak Danang dengan suara beratnya yang bergema di seluruh ruangan.

​Marina berdehem pelan, hendak maju untuk mengambil posisi. "Saya yang koordinir penyusunannya, Pak—"

​"Bukan kamu, Marina," potong Pak Danang cepat tanpa menoleh. Matanya mengunci Naya yang duduk membungkuk di mejanya. "Ini hasil ketikan dan verifikasi dari kamu kan, Jinaya? Kamu yang lembur semalam, kan?"

​Naya tersentak pelan, buru-buru berdiri dari kursinya. Matanya melirik Marina dan Lady bergantian sebelum menjawab ragu, "I-iya, Pak Danang."

Pak Danang menatapnya tajam, lalu Lady menarik Marina agar mundur dan berbisik, "Jangan ngomong dulu, pak Danang kayaknya lagi marah."

​Pak Danang yang tadinya menatap tajam Naya mendadak menyunggingkan senyum lebar—pemandangan langka yang jarang sekali terjadi di lantai empat.

"Kerja bagus yang luar biasa, Jinaya. Rincian angkanya presisi sampai ke rupiah terkecil, tidak ada satu pun nota yang melenceng. Sangat rapi!"

​Pak Danang merogoh saku jasnya, mengeluarkan sebuah amplop cokelat lumayan tebal dan meletakkannya tepat di atas meja Naya.

​"Ini bonus pribadi dari saya dan direksi buat kamu atas ketelitian dan kerja keras kamu sampai lembur semalam. Kamu anak baru, tapi kinerjanya jauh lebih memuaskan daripada yang sudah bertahun-tahun di sini," kata Pak Danang tegas, menyindir halus ke arah Lady dan Marina.

"Pertahankan!"

Naya yang sempat berpikir akan dimarahi pun menghela nafas lega. ​"T-terima kasih banyak, Pak Danang..." cicit Naya bingung sekaligus canggung, namun ada binar bangga di matanya.

"Oke, kalau begitu saya keluar. Sekali lagi, saya bangga sama kamu, Jinaya. Kasih tepuk tangan dulu buat rekan kita." Pak Danang bertepuk tangan diiringi yang lain yang ada di ruangan itu.

Ditempatnya Gea tersenyum kecil, bangga dengan si anak baru. Sementara Lady dan Marina memutar bola mata malas, bertepuk tangan tak ikhlas.

"Selamat, Naya," kata Bian dan Raka dengan senyum.

"Terimakasih, Kak."

​Setelah Pak Danang kembali ke ruangannya, atmosfer di ruangan itu berubah membeku. Amplop cokelat di atas meja Naya seolah menjadi bahan bakar yang membakar habis rasa dengki di dada senior-seniornya.

​"Cari muka banget, iyuh," celetuk Marina cukup keras saat melintas di depan kubikel Lady. "Muka polos tapi otaknya licik. Sengaja banget bikin kita kelihatan enggak becus di depan Pak Danang."

​"Biasa, anak baru haus validasi," sahut Lady sinis sambil melipat kedua tangannya. "Pakai sok-sokan terima bonus segala. Dipikir dia siapa? Baru masuk dua bulan aja gaya kerjanya udah kayak mau menguasai kantor."

​Cemoohan dan bisikan racun itu terlontar tanpa ampun. Suara mereka dengan jelas terdengar sampai ke kubikel seberang.

​Gea yang sedang mengetik di kursinya hanya menghentikan jemarinya sejenak, mendengus pelan tanpa berminat ikut campur. Sementara Raka dan Bian yang duduk berdampingan hanya saling melirik sekilas.

Bian memutar bolpoin di jarinya, menggeleng pelan mendengar sindiran tajam Lady dan Marina, namun memilih diam—dunia kerja menurutnya sekali lagi, akan aman selagi tidak ikut berurusan dengan drama orang lain.

"Dilarang iri." Ini suara Raka, tiba-tiba saja. Laki-laki sudah beristri itu tanpa menoleh mengucapkannya.

Marina menaikkan satu alisnya. "Apa? Iri?"

Raka menoleh. "Apa? Orang gue lagi baca caption."

Marina memutar bola matanya. "Gak jelas!"

​Naya ditempatnya hanya bisa menunduk dalam-dalam, meremas ujung kemejanya. Rasa senang atas bonus itu pahit seketika, berganti dengan rasa bersalah yang tidak seharusnya ia rasakan.

Meski begitu, diam-diam Bian memberikan pesan pada Naya, menyemangatinya dan menyuruhnya agar tidak mementingkan segala ucapan Lady dan Marina.

|Bian

Jangan terlalu dipikirin, orang dengki memang begitu. Kamu semangat ya Naya

***

​Beberapa hari kemudian, kabar besar berembus. Berkat susunan laporan penawaran BSD yang super rapi dan presisi hasil ketikan Naya, pihak klien tanpa ragu menyetujui seluruh proposal tanpa revisi sedikit pun. Proyek bernilai fantastis itu resmi jatuh ke tangan PT Aetheris Land & Development.

​Pak Danang tak henti-hentinya berterima kasih dan memuji kinerja divisi Administrasi, terutama Naya di setiap rapat evaluasi. Kemenangan besar ini langsung disambut gembira oleh jajaran direksi.

Sampai-sampai Naya diberi jatah libur, sebagai bonus lagi.

​Dan keesokan harinya, sebuah pengumuman resmi dikirimkan via email kantor tepat di jam makan siang.

Untuk merayakan keberhasilan proyek BSD, perusahaan mengundang seluruh karyawan untuk hadir dalam acara perayaan dan syukuran yang diadakan nanti malam di sebuah hotel bintang lima kawasan Jakarta Pusat. Acara ini bersifat bebas dan santai, bagi karyawan yang bisa dan berkenan hadir dipersilakan untuk bergabung.​

Naya menghela napas panjang menatap pendar layar komputernya. Notifikasi email resmi dari manajemen dan rentetan pesan yang terus membanjiri grup WhatsApp divisi Administrasi menunjukkan pengumuman yang sama, tentang perayaan kemenangan proyek BSD di hotel bintang lima malam ini.

​Bagi sebagian besar karyawan, ini adalah kabar gembira. Namun bagi Naya, undangan itu terasa melelahkan.

​Jemarinya perlahan menyentuh kelopak matanya yang terasa berat. Lingkaran hitam di bawah matanya tidak bisa bohong, tubuhnya sudah mencapai batas.

Beberapa malam berturut-turut ia mengorbankan waktu tidur demi merapikan tumpukan nota dan mengetik angka-angka presisi yang berujung pujian dari Pak Danang. Bonus yang ia terima memang menyenangkan, tapi rasa lelah yang menggerogoti fisiknya jauh lebih nyata.

​Aku mau pulang aja nanti malam, lagian enggak wajib juga, batin Naya.

​Naya sama sekali tidak berminat hadir. Lagi pula, acara itu bersifat opsional—siapa saja yang bisa dan berkenan hadir dipersilakan bergabung.

Dan berada di satu ruangan yang sama dengan Lady dan Marina dalam suasana informal hanya akan membuat kepalanya makin pusing. Sindiran tajam soal "anak baru cari muka" dan bonus dari Pak Danang masih terngiang jelas di telinganya.

​Sore itu, Naya mulai membereskan barang-barangnya dengan gerakan perlahan. Saat jam kerja mendekati akhir, ia mematikan layar komputer, berencana menyelinap keluar lebih awal sebelum rombongan divisinya bersiap-siap menuju lokasi.

​Namun, dunia kerja jarang membiarkan Naya lolos begitu saja dari genggaman rasa "tidak enakan".

​Saat Naya baru saja menyampirkan tas selempangnya di bahu, sebuah tepukan keras di meja kerjanya mengagetkan gadis itu.

​"Mau ke mana kamu, Nay? Kok udah rapi-rapi?" suara Lady menginterupsi tajam, memotong usahanya untuk kabur secara diam-diam.

​Lady berdiri memblokir jalan keluar kubikel Naya dengan melipat tangan di dada. Di sampingnya, Marina berdiri menyilangkan kaki sembari menyesap minuman kemasan dengan senyum culas yang sudah sangat Naya hafal.

​Naya menelan ludah, refleks memperbaiki posisi kacamatanya yang merosot. "E-eh... Kak Lady. Aku mau langsung pulang... Badan aku kerasa capek banget, mau istirahat di rumah..."

​Marina terkekeh sinis, menyenggol lengan Lady. "Duh, Kak Lady... lihat tuh si 'bintang utama' kita. Baru dipuji Pak Danang sekali aja kemarin lagaknya udah kayak bos besar. Masuk acara syukuran kantor sendiri aja enggak sudi."

​"Bukan gitu, Kak Marina..." Naya menyela panik, tangannya meremas tali tasnya erat-erat. "Aku beneran capek banget, beberapa hari kemarin aku kurang tidur—"

​"Siapa yang enggak capek di kantor ini, Naya?" potong Lady dengan suara menekan, melangkah satu tapak mendekati Naya hingga jarak mereka terkikis. "Kita semua juga capek! Tapi ini acara syukuran proyek BSD. Kamu itu admin yang megang berkasnya, masa orang yang paling banyak dapet bonus malah enggak kelihatan batang hidungnya? Mau ditaruh di mana muka divisi Administrasi di depan Pak Danang dan direksi nanti?!"

​"Tapi di email katanya bebas, Kak... yang bisa hadir aja..." cicit Naya pelan, berusaha membela diri meski suaranya makin kecil.

​"Itu bahasa halus manajemen, Naya! Dasar enggak peka!" celetuk Marina gemas. "Kalau kamu enggak datang, Pak Danang bakal mikir kita yang senior-senior ini yang ngelarang kamu ikut! Kamu sengaja ya mau bikin citra kita makin buruk di depan atasan?!"

​"Enggak, Kak! Beneran bukan begitu—"

​"Enggak ada tapi-tapian!" potong Lady tegas, memutus kalimat Naya tanpa ampun. Ia menunjuk wajah Naya dengan telunjuknya. "Malam ini kamu wajib ikut naik bus rombongan! Nanti sampai sana kamu tinggal duduk, berbaur sebentar, habis itu terserah. Tapi kalau sampai kamu nekad bolos malam ini..."

​Lady menggantung kalimatnya, menyunggingkan senyum dingin yang membuat bulu kuduk Naya berdiri.

"Itu, kerjaanku sama Marina kamu yang tuntasin," tunjuknya pada tumpukan berkas di mejanya dan Marina.

​Naya terpaku. Bencana baru menunggunya jika ia menolak. Rasa tidak enakan, ketakutan akan intimidasi yang makin brutal, serta ketidakmampuannya untuk berkata "tidak" kembali membelenggu lehernya erat-erat.

​Dengan bahu terkulai dan dada yang bergemuruh berat, Naya akhirnya menundukkan kepala dalam-dalam. "I-iya, Kak... Naya ikut."

​Lady dan Marina saling melempar pandangan puas. "Nah, gitu dong dari tadi. Jangan bikin emosi," cetus Lady melengos pergi bersama Marina yang tertawa pelan di belakangnya.

​Naya mendudukkan kembali tubuhnya di kursi dengan lemas. Rencananya untuk beristirahat di rumah hancur lebur.

Tanpa ia sadari, keputusan pasrahnya malam itu, membuatnya terjebak dalam hal yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

1
Agus Tina
Naya ...
Agus Tina
Ayolah Naya, Ibra ... putuskan cepat keburu perut Naya nggak bisa ditutupi lagi, apalagi modelan Naya hamil yg mualnya parah kayaknya ... berabe nanti kalau orang kantor sama orangtuanya menyadari perubahan itu ...
Agus Tina
Naya keras kepala sekali ...
Enz99
bagus sekali
Hosniyah Niyah
lanjut Thor ❤❤❤😘😘😘💞💞💞🥰🥰🥰👍👍👍👌👌👌
Agus Tina
Thor kutunggu up nya ...
Agus Tina
Naya, Ibra ... lama sekali kalian memutuskan .... greregaten banget
Agus Tina
Penasaran banget ... double up thor
Agus Tina
Ayolah Naya yg penting nikah aja dulu, nggak tinggal bareng juga gak pa2 sampai trauma kamu sembuh. Lama2 gregeten sama Naya ...
Makasih thor lanjut up ya
Agus Tina
Terimakasih sudah update ... ditunggu kelanjutannya
ronaaksara: terimakasih sudah rela menunggu🫶
total 1 replies
Agus Tina
Thor ,lama banget Naya ngambil keputusannya jadi pusing sendiri sama gregetan pakai banget ...
Aksara Nirmaya
akhirnyaa updateee, thanksss kakkk🫰
Aksara Nirmaya
kakkk kapannn updateeee😭😭
ronaaksara: haii, segera yaa. Masih sibuk rl😭😭
total 1 replies
Aksara Nirmaya
Ceritanya baguss, semangat kakk
ronaaksara: terimakasihhh, kamu juga yaa💪💪
total 1 replies
licy
alurnya sukaaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!