NovelToon NovelToon
Kontrak Naga

Kontrak Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Akademi Sihir / Epik Petualangan
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: aisy hilyah

Seorang gadis tanpa bakat.
Menjadi aib bagi sebuah keluarga sihir api yang berkuasa.
Sebuah pengkhianatan yang menjatuhkannya ke jurang maut.

Tapi di kegelapan jurang, takdir memilihnya.
Kontrak dengan naga kuno mengubahnya menjadi wadah dari seluruh elemen.

Dari sampah keluarga ... menjadi ancaman bagi dunia.
Dari yang dibuang ... menjadi yang ditakuti.

Ini kisah tentang kebangkitan.
Ini kisah tentang KONTRAK NAGA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aisy hilyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3 Sang Badai Dari Dunia Lain

BOOM.

Ledakan dahsyat terjadi di dalam jurang Lembaran Naga. Cahaya ungu dan emas menyebar di langit, menciptakan fenomena menakjubkan sekaligus menggetarkan jiwa setiap orang yang melihatnya.

Sekilas saja, kekuatan itu menjadi incaran setiap para Penyihir. Kekuatan kuno yang akan menjadikan mereka sosok penyihir yang tak terkalahkan.

Sementara di dalam jurang, tubuh Aurelia melayang di tengah-tengah kegelapan. Pengetahuan, sihir, dan sesuatu yang lain meledak di kepalanya. Semua yang dia tidak tahu, berkumpul di dalam otaknya yang kecil.

Bukan hanya sihir semata, tapi juga logika, strategi, dan cara berpikir orang modern. Semua itu masuk begitu saja ke dalam pikiran, berkumpul membentuk suatu kekuatan yang berakar di dalam kepalanya.

"Ini ... benar-benar menakjubkan!" serunya pelan.

Ia membuka mata, menatap dirinya sendiri yang berpakaian lusuh dan mengeluarkan aroma yang tak sedap. Amis darah bercampur keringat menyatu, ditambah tekad yang kuat.

Tujuh warna berputar di dalam tubuhnya, mengalirkan kekuatan di seluruh pembuluh darah. Lalu, di pergelangan tangannya muncul MAHKOTA ELEMEN pertama. Hanya saja masih kosong. Ia harus mencarinya untuk mendapatkan semua itu.

Aurelia tersenyum, tak percaya akan memiliki kesempatan untuk menjadi penyihir. Sayang, dia belum mempunyai sihir apapun.

"Kau ... berbeda," gumam Zharvion, menatap dengan intens pada sosok gadis muda di hadapannya. Dalam pandangannya, Aurelia bukanlah sosok biasa. Ia tidak semuda itu.

"Jiwamu tampak tua. Terlalu tua untuk tubuh ini. Usianya barulah tujuh belas tahun, tapi jiwanya sudah melebihi itu." Ia melanjutkan, sebagai binatang kuno dia tahu bahwa jiwa dan tubuh itu berbeda.

Tubuh itu sudah mati sebelum terjatuh ke dalam jurang, jiwanya yang baru menggantikan.

Aurelia berdiri tegak, kembali memandangi dirinya sendiri. Luka di tubuhnya sembuh, tak ada goresan sedikit pun. Dia benar-benar sembuh. Pakaian lusuh yang ia kenakan, kini ada ukiran naga yang samar. Terkoyak di beberapa bagian karena terjatuh ke dasar jurang.

Dulu aku analis data. Sekarang? Aku punya data terbesar, tujuh elemen. Wow! Ini benar-benar menakjubkan! Entah apa yang akan terjadi ke depannya. Rasanya aku tidak sabar.

Ia berseru senang di dalam hati, kemudian menatap Zharvion dengan senyum tersemat di bibir. Senyum yang tulus untuk pertama kalinya setelah dua kehidupan.

"Namaku Aurelia Veyra," katanya memperkenankan diri. Suaranya terdengar sangat tenang. Bukan suara gadis berusia tujuh belas tahun yang ketakutan. Itu suara seorang wanita dewasa yang sudah merasakan asam garam kehidupan.

"Tapi, mulai sekarang panggil aku SANG BADAI," katanya melanjutkan. Dengan penuh tekad dan keyakinan, juga semangat untuk berpetualang di dunia baru itu.

Ia berjalan ke tempat yang terang, tempat itu muncul begitu saja setelah kontrak di antara mereka terjalin. Zharvion mengikutinya di belakang. Menatap punggung gadis yang tampak ringkih itu sambil mengumpulkan pertanyaan.

"Rencana? Kau akan kembali ke rumah itu?" tanya Zharvion saat langkah gadis itu berhenti di tempat ia dijatuhkan oleh putri palsu yang busuk.

Aurelia menatap ke arah kota Ashfall yang jauh di atas sana. Ke sanalah dia akan kembali, untuk menuntut balas dan membuktikan diri bahwa dia bukanlah sampah yang tak berguna. Bukan pula aib keluarga yang memalukan.

Rahangnya mengeras, kedua tangan mengepal kuat. Matanya berkilat penuh dendam, emosi pemilik asli meledak dan bergejolak di dalam dirinya. Namun, ia harus menahan ledakan itu sampai waktunya tiba nanti.

"Belum saatnya. Aku butuh tahu dunia ini. Semua kekuatan dan kelemahan, juga aturan mainnya," jawab Aurelia sambil tersenyum tipis. Senyum CEO yang dulu sering dipakai ketika presentasi.

"Kita mulai perjalanan dari nol. Menyelamatkan orang-orang, desa-desa, membangun nama, dan mengumpulkan ketujuh Mahkota. Dan saat aku kembali ke keluarga Veyra ...."

Aurelia mengangkat kepalan tangannya. Angin di jurang berhenti berputar, lalu mengikutinya. Mengelilingi tubuh gadis itu seperti sebuah perisai.

"... aku akan buat mereka menyesal pernah membuang aset paling berharga," katanya penuh tekad.

Angin tersebut perlahan mereda saat emosi di dalam dirinya ditekan paksa. Aurelia turun dan mendarat dengan mulus. Sementara Zharvion, menatap antusias. Kepalanya mengangguk kecil, setuju dengan rencana yang dibuat gadis itu.

"Bagus! Kau memang seharusnya ditempa dulu untuk membangkitkan semua kekuatan. Kau wadah semua elemen. Tubuh yang sangat jarang ada. Terakhir kali muncul seribu tahun yang lalu, dan sekarang kau memilikinya," ujar Zharvion teringat seribu tahun lalu saat seseorang membangun sebuah kekuatan mengerikan.

Menguasai seluruh elemen hingga menjadi yang terkuat. Sayang, dia terlalu serakah hingga kekuatan itu melahapnya sampai menjadi abu.

Kuharap kau tidak memiliki keserakahan itu. Jiwamu murni, dengan aku di sisimu kau akan menjadi terarah.

Zharvion bergumam di dalam hatinya, menatap ambisi yang terbangun di dalam jiwa gadis itu.

"Baiklah. Kita akan memulai perjalanan ini. Mulai saat ini, namamu Eliya," tandas Zharvion.

"Eliya? Mmm ... boleh juga. Eliya Sang Badai. Aku akan memakai nama ini saja. Seorang gadis yatim piatu, tanpa nama keluarga. Aku tidak terikat dengan keluarga manapun," ucap Aurelia semakin erat jemarinya mengepal hingga buku-bukunya memutih.

Baiklah. Mulai saat ini namaku adalah Eliya.

1
Agus Tina
Baguus
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
Agus Tina
Tinggal buka kedok siapa itu Sherina, apa alasan dia meracuni Eliya sehingga kekuatan sihirnya tidak muncul saat usia 17 tahun. siapa yg membantu Sherina
..
Aisy Hilyah: hehehe bener
total 2 replies
Swety
💪💪
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
Elin Erliana
imajinasi yg luar biasa
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
Yue Li MZy
Membayangkan betapa ngerj nya di dalam sana,Mana suhu lava dan magma ny panas nya sampai membuat tubuh manusia terbakar dan hangus 😲😲
Aisy Hilyah: Bener banget itu
total 1 replies
Yue Li MZy
keserakahan Seraphina akan menyebabkan kehancuran dirinya,dan lord Ignis menyesal pun ga ada gunanya.ayooo Aurel balaskan dendam mu 🤭🤭
Aisy Hilyah: Bener banget
total 1 replies
Agus Tina
🤍🤍🤍
Dwi Setyaningrum
masak kalah lg sih..kalau kalah tamat dong ya ga thor 😁
Aisy Hilyah: ehehehe betul
total 1 replies
Dwi Setyaningrum
jd deg degan nih..
Aisy Hilyah: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Dwi Setyaningrum
semangat eliya💪jdlah lbh kuat utk mengalahkan kegelapan
Aisy Hilyah: siap! semangat pasti bisa
total 1 replies
Dwi Setyaningrum
waduh jgn mati dong msk pemeran utama mati Jadi apa nanti dunia kalau dikuasai dg kegelapan🤔
Aisy Hilyah: ehehe tidak tenang saja
total 1 replies
Agus Tina
Eliya, semoga kali berhasil
Aisy Hilyah: pasti berhasil
total 1 replies
Agus Tina
Jangan lama upnya y thor ...
Aisy Hilyah: bismillah insya Allah diusahakan
total 1 replies
Agus Tina
Bagus Eliya bongkar juga kejahatan mereka yg telah membuangmu juga kejahatan Seraphina yg telh meracunimu dulu
Dwi Setyaningrum
elemennya berarti sdh 7 kan ya🤔apa msh kurang 1🤔
Aisy Hilyah: Baru enam belum tujuh
total 1 replies
Dwi Setyaningrum
ikut tegang juga..bayangin betapa panasnya lava dan magma gunung bisa melelehkan apa saja apalg ini hanya kulit manusia bisa jd bubur nih😁
Aisy Hilyah: Bener bener banget
total 1 replies
Dwi Setyaningrum
eliya yg blm punya elemen api ya..🤔
Aisy Hilyah: betul
total 1 replies
Dwi Setyaningrum
kalau wajahnya sdh ada dimana2 kenapa ga nyamar saja sih jdnya ga kehambat utk menuju pencarian mahkota/elemen lainnya🤔
Aisy Hilyah: iya ya. mereka cuma nutupin pake jubah
total 1 replies
Dwi Setyaningrum
waow taktik yg cerdas..kerennn..👏👏
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
Dwi Setyaningrum
hadir thor...
Aisy Hilyah: terimakasih sudah hadir kakak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!