NovelToon NovelToon
My Husband Is A Merman

My Husband Is A Merman

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: xeynica_10

Dilarang Plagiat Karya Saya ‼️

Hidup sendirian berada di suatu pulau terpencil, kawasan tersebut sama sekali tidak pernah dikunjungi oleh manusia. Letaknya sangat jauh dan tidak diketahui, namun pada suatu hari seorang wanita cantik tersesat ketika dirinya healing sendirian.

"Merman? Bukannya merman itu hanya dalam mitos belaka? Hahaha, itu bukan merman!"

"Merman tidak mungkin ada dan mustahil jika muncul di dunia nyata! Mitos tetaplah mitos, dan tidak akan pernah menjadi nyata!"

"Hufh... aku salah melihat pasti!" Namun dugaannya salah, makhluk yang ia anggap mitos ternyata memang nyata.

"Ace..." Merman itu bergumam pelan.

"Hah? Kau mengatakan apa?" Dahi wanita itu mengernyit kebingungan.

"Ace... mm ngan igi!"

"....." Mengerjapkan mata dan terdiam membisu.

"Maksudnya?" Pikirnya wanita itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon xeynica_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berinteraksi Dengannya

Dimana merman itu dengan raut wajah kebingungan ketika matenya pergi meninggalkannya.

"Iks, Ace.. Ace." Merman itu bergumam lirih seraya menangis dengan berderai air mata membasahi kedua pipi.

Dan tak lama kemudian...

Wanita itu kembali memasuki kamar sembari membawa nampan yang berisi makanan, berjalan dan menyimpan nampan itu di atas nakas. Wanita itu menghampiri merman itu namun sang merman tengah berbaring seraya memejamkan mata.

"Iks... iks." Merman itu masih menangis, sedangkan wanita itu merasa kasihan dan mengambil beberapa tisu lalu menghapus air matanya.

"Sudah jangan menangis ya. Dan maafkan aku ya, aku tadi habis ke dapur membuat makanan untukmu." Ucap wanita itu, dan tanpa diduga merman itu berhenti menangis. Dan saat ini merman itu terduduk dipangkuan matenya.

"Kau pasti belum makan? Aku suapin ya." Kata wanita itu dengan lembut.

"Ayo buka mulutmu, aaaaa" Akan tetapi mermaid itu tak kunjung membuka mulutnya, lantas wanita itu memperagakan bagaimana caranya membuka mulut dan ya benar, cara tersebut akhirnya berhasil. Setelah menerima makanan itu sang merman tidak bergeming, dan membuat wanita itu kebingungan.

"Hei, kenapa kamu diam saja hm? Apakah makanannya tidak enak ya?" Wanita itu bertanya pada merman itu. Tetapi merman itu tidak menunjukkan reaksi apapun, lalu membuka mulutnya kembali dan meminta agar matenya menyuapi dirinya lagi.

"Merman ini terlihat sangat menyukai makanan buatanku." Batin wanita itu, lalu wanita itu melanjutkan menyuapi merman itu dengan telaten.

***

Beberapa menit berlalu…

Setelah menyuapi Chio, wanita itu meletakkan nampan tersebut ke atas meja. Dan sekarang keduanya sedang duduk berhadapan, Chio menatap dirinya dengan tatapan polos sementara wanita itu menatap pria itu dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Lugu, polos, tidak tahu apa-apa." Ungkap wanita itu.

Wanita itu berdiam diri dan tidak tahu harus apa, berbicara dengan pria itu tidak mungkin karena belum lancar bicara dan ekstra bersabar saat nanti akan mengajari berbagai hal pada pria itu.

Tanpa disadari wanita itu, Chio menyentuh pelan tangannya lalu berkata.

"Ace." Chio memanggil matenya, namun wanita itu tidak bergeming sedikitpun.

"Ace." Chio kembali memanggil sang mate sambil menggoyangkan tangannya.

Merasa ada yang memanggilnya, wanita itu tersadar dari keterdiaman lalu berkata.

"Hah? Eh, iya ada apa Chio?" Tanya wanita itu dengan lembut.

"Ace." panggil Chio, dibalas senyuman tipis oleh matenya seraya dibelai wajah tampannya.

Kini tatapannya tidak lagi polos melainkan sayu, dan hal itu membuat wanita itu terdiam membisu.

"Tatapannya begitu." Batinnya wanita itu, lalu membuang muka ke samping dan jangan lupakan wajah cantiknya kian memerah.

Kemudian tanpa berkata apa-apa lagi, Chio memeluk tubuh matenya sembari menenggelamkan wajahnya ke perut sang mate yang terbalut oleh kaos.Sedangkan jantung wanita itu berdegup dengan kencang ketika merasakan sesuatu memeluk tubuhnya, lalu menunduk dan terlihat Chio tengah mendusel-dusel perutnya. Mereka berdua sama-sama terdiam tetapi saling bertatapan dengan intens, lalu Chio berkata padanya.

"Ace." Panggilnya pria itu.

"Ya? Ada apa, Chio?" Tanya wanita itu.

"Ace." Pria itu memanggilnya lagi.

"Hm?" Balas wanita itu dengan berdehem seraya mengangkat satu alisnya, pertanda mengatakan "Apa."

Tetapi tiba-tiba Chio menangis begitu saja sehingga wanita itu kebingungan.

"Iks, ikss.. huu." Tangisnya pria itu, sambil menatap lekat wajah matenya.

Lalu perlahan tangan berlendirnya menyentuh pipi matenya, lalu mengusap lembut. Sementara wanita itu masih membuka kedua mata sembari merasakan usapan dari pria itu.

"Ace." Chio mengatakan kata "Ace" lagi.

"Ace." ucapnya Chio begitu menyentuh hati wanita itu.

Lalu kemudian wanita itu membenarkan posisi mereka yaitu memeluk pria itu, dan saat ini keduanya berpelukkan mesra.

"Ace." Kata Chio dengan lirih.

"Sekarang tidurlah." Bisik wanita itu seraya mengelus punggung pria itu.

"Umm, mm Ace." Chio berkata lagi, dan tak terasa pria itu tertidur dalam dekapannya.

Chio akhirnya tertidur pulas, lalu wanita itu membaringkan tubuh pria itu setelah itu dirinya keluar dari kamar.

Sementara di ruang tengah…

Saat ini wanita itu sedang berbaring di karpet berbulu sembari menatap ke atas atap rumah, sedangkan pikirannya tengah berpikir.

"Aku dengannya bertemu di lautan aneh itu, setelah berjumpa pertama kali dengannya entah kenapa tiba-tiba pria itu mengklaim diriku sebagai matenya atau pasangan hidupnya. Memangnya aku ini matenya? Hm, aku sangat ragu sekali jadinya." Gerutunya wanita itu.

"Jikalau aku bukan matenya itu tidak masalah bagiku karena aku tidak berhak untuk memaksa dirinya, dan dia berhak mendapatkan kebahagiaannya sendiri tanpa adanya keterpaksaan dari pihak lain" Ujar wanita itu lalu memejamkan mata.

Lalu kemudian wanita itu bangkit dari terbaringnya, dan pergi menuju ke dapur untuk mengambil salad buah.

****

Sementara di kamar...

"Eugh" Chio terbangun dari tidurnya, dia menyadari bahwa matenya tidak ada disamping dirinya alhasil menangis pelan.

"Iks, iks uuu... Ace?" Chio berkata lirih, tangisannya mulai pecah.

Tidak lama kemudian pintu kamar terbuka, dan atensi pandangannya mengarah pada seseorang yang berjalan memasuki kamar.

Ceklek

"Ace" ucap Chio dengan mata berbinar.

Meskipun mendengar ucapan pria itu, akan tetapi wanita itu mengabaikannya lalu duduk di sofa dan melanjutkan memakan salad buah.

"Ace." Chio memanggilnya lagi, namun panggilannya ini diabaikan oleh matenya.

"Ace?" Chio berusaha memanggil matenya, tapi panggilannya terabaikan lagi.

"Iks iks, Ace iks." Bisik Chio disertai isak tangisnya, sedangkan wanita itu melirik sekilas ke arah pria itu lalu melanjutkan kegiatannya tanpa memperdulikan Chio yang masih menangis tersedu-sedu.

Chio terus saja menangis dan menangis, dia diabaikan lagi oleh sang matenya. Hatinya justru terasa sakit, kedua mata sembab. Namun pandangannya menatap intens matenya yang tengah memakan sesuatu dengan lahapnya, merasa diperhatikan wanita itu tidak menghiraukannya, setelah memakan salad buah dirinya keluar kamar dan meninggalkan Chio sendirian di dalam kamar.

***

Beberapa menit kemudian...

Wanita itu memasuki kamar lalu menaiki tempat tidur, dirinya berbaring dan perlahan memejamkan mata. Tanpa disadari wanita itu, Chio mendekat ke arahnya lalu memeluk tubuhnya.

Dirinya merasakan sesuatu yang tengah memeluknya, wanita itu membuka mata lalu perlahan melirik ke sebelahnya dan tidak sengaja bertatapan dengan Chio.

Deg

Tatapan matenya pada dirinya begitu dingin, sedangkan Chio menatap matenya dengan tatapan dalam.

"Ace.." Chio memanggil matenya dengan suara lirih.

Kapan cara pengucapan berbicaranya bisa lancar, pikirnya wanita itu.Dan tiba-tiba wanita itu beranjak dari terbaringnya, saat akan keluar kamar dengan cepat Chio mencekal tangannya lalu mendekap erat tubuh sang mate.

"Ace, ngan igi! Iks..ngan igi, Ace!"

Merman itu melarangnya tuk pergi, tapi wanita itu tak merespons apapun.

1
Tio Buki
Like iklan plus komen🙏🙏🙏
Tio Buki
Semangat ya dek🙏👍👍👍
Tio Buki
Lanjut dek👍👍👍
Tio Buki
Iya aku maafin kok
Tio Buki
Kemana dia
Tio Buki
Begitulah
Tio Buki
Iya, aku memang nakal
Tio Buki
Iya, itulah dia
Tio Buki
Gimana ya..
Tio Buki
Jelaskan saja
Tio Buki
Bingung kan
Tio Buki
Bintang lima untukmu dek🙏🙏🙏👍👍👍👍👍
Tio Buki
Lanjut dek👍👍👍👍👍
Tio Buki
Hadiah untukmu dek, ya 🙏🙏🙏
Tio Buki
Terbuka apa ya
Tio Buki
Akhirnya
Tio Buki
Pokonya ada deh
Tio Buki
Mengancam aku ya
Tio Buki
Kenapa begitu, kenapa tidak mau
Tio Buki
Cerita yang sangat bagus, alurnya sangat rapi, sangat asik buat baca di waktu luang, pokonya aku suka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!