NovelToon NovelToon
Cinta Dan Belenggu

Cinta Dan Belenggu

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / CEO / Romansa Modern
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: Lenny Utami

"Cinta yang seharusnya membuat Layla merasa bebas, justru menjadi rantai belenggu yang mengikat erat dirinya. Di antara kekuasaan dan luka masa lalu serta hasrat panas membara, ia terjebak di kobaran asmara yang gelap. Bayangan kelam masa lalu masih menghantuinya. Akankah ia bisa memilih melepaskan diri dari belenggu yang menyiksa batinnya atau memeluk belenggu itu selamanya?"


[DARK ROMANCE]
[OBSESI]
[CEO]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lenny Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CDB 3

"Hei, gendut! Berani melawan kami?"

Sebuah tas melayang dan jatuh menghantam trotoar.

Layla yang baru pulang dari toko bunga spontan menoleh ke arah keributan itu.

Sepertinya mereka masih menjalani pendidikan di bangku perkuliahan.

Layla melihat di kejauhan, sekelompok pemuda mendorong tubuh gemuk itu hingga terjatuh tersungkur ke trotoar. Dompetnya dirampas, sementara tawa mengejek menggema di pinggir jalan. Orang-orang hanya melirik sekilas tak ingin ikut campur.

Layla menghampiri mereka dengan langkah yang mantap dan berani.

Layla memasang wajah galak.

Ia bertanya dengan tegas.

"Ada apa ini?"

Sontak suara itu mengalihkan perhatian mereka dan menoleh ke arah Layla.

Kemudian salah satu mereka berkata...

"Nona sebaiknya anda tidak perlu ikut campur,"

Korban perundungan tertunduk diam. Ia meremas ujung bajunya erat-erat.

Layla melihat kondisi korban.

Ia mengepalkan tangannya.

"Hei anak nakal, siapa namamu?" tanya Layla.

Dengan sikap yang angkuh pemuda itu menjawab,

"Wang," jawabnya singkat.

Layla menarik nafas sebelum berbicara tegas kepada mereka.

"Wang dan yang lain tolong hentikan perbuatan kalian atau aku panggil polisi."

Wang dan teman-temannya tertawa merendahkan.

"Silahkan nona. Kami tidak takut," ucap Wang.

Layla melirik jalan raya di belakangnya. Beberapa kendaraan masih lalu-lalang. Setidaknya ia tidak benar-benar sendirian.

Layla melemparkan kerikil dan pasir dari tangannya yang sudah ia genggam dari tadi sebelum ia menghampiri mereka. Kerikil dan pasir itu mengenai mata mereka.

Lalu ia menambahkan semprotan cabai ke arah mereka.

Layla berlari ke arah korban perundungan lalu menarik tangannya dan kabur bersama menuju tempat aman, Halte bus.

Setelah di rasa aman. Mereka duduk di halte bus dengan sedikit lebih santai.

Layla terdiam sejenak sebelum berbicara.

"Apa kamu sering di ganggu mereka?" ucap Layla.

Pemuda itu tertunduk dan mengangguk pelan.

Kemudian Layla kembali bertanya...

‎"Sebenarnya apa masalah mu dengan mereka?"

Pemuda itu tertunduk murung dan menjawab,

‎"Entahlah, mereka selalu menghina fisikku yang gemuk dan menuduhku berbuat curang atas prestasi-prestasi yang aku capai,"

Layla tersenyum...

‎"Itu berarti mereka hanya iri padamu. Tapi tindakan mereka tidak di benarkan, apalagi merampas uang-uangmu. Aku masih punya sedikit uang. Ambillah, anggap saja sebagai pengganti uangmu yang dirampas tadi," ucap Layla.

Pemuda itu merasa harga dirinya sedang di rendahkan karena menerima uang dari seorang wanita.

Ia mendorong tangan Layla tanpa melihat wajah Layla dan berkata,

‎"Aku tidak butuh uangmu, ambil saja kembali,"

Layla tersenyum tipis...

Dengan santai Layla berucap.

‎"Jangan sok enggak butuh, aku memaksa. Ambil nih," ucap Layla.

Pemuda itu tampak malu-malu menerima uang kecil itu dari Layla.

‎"Terimakasih," kata pemuda itu.

Layla mengambil nafas dan tersenyum ke pemuda itu.

Ia mencoba mencairkan suasana.

"Perbuatan mereka seperti anak kecil saja, mereka tidak pantas di sebut orang dewasa," ucap Layla.

Pemuda itu diam dan tertunduk tersipu malu, karena Layla terlihat cantik saat tersenyum.

Layla merogoh tasnya.

Ia menyodorkan suatu barang ke pemuda itu.

‎"Ini buat kamu," ucap Layla.

Pemuda itu menoleh kearah tangan Layla.

‎"Apa ini?" tanya pemuda itu penasaran.

Lalu Layla menjawab...

‎"Alat pelindung diri. Ada semprotan merica, kejut listrik mini dan alat self defense lainnya. Aku punya dua, aku kasih satu untukmu," Layla menjelaskan.

Pemuda itu mengeryitkan dahinya.

‎"Warna pink?" kata pemuda itu.

Ia terlihat kurang senang dengan warna yang terkesan sangat perempuan.

Layla tersenyum lalu berkata,

‎"Siapa bilang pink cuma buat perempuan? Dulu di Eropa, justru banyak bangsawan laki-laki memakai warna pink sebagai lambang keberanian. Jadi jangan protes," ujar Layla.

Dengan wajah cemberut pemuda itu berkata,

‎"Itu kan dulu."

Layla berdiri dari tempat duduknya. Sebelum pergi ia tersenyum kearah pemuda itu lalu berkata.

‎"Sudah... jangan banyak ngeluh, ambil aja. Aku saranin kamu buat berubah. Supaya kamu bisa membungkam mereka yang menginjak-injak harga dirimu. Bukan demi orang lain, tapi demi dirimu sendiri. Sudah dulu ya bis ku datang. Selamat tinggal," ucap Layla.

Layla melambaikan tangan dengan ramah. Ia melangkah pergi masuk bus meninggalkan pemuda itu disana.

‎Pemuda itu masih berdiri memandangi bus yang membawa Layla pergi.

Tangannya menggenggam erat alat pelindung diri berwarna merah muda pemberian wanita itu.

"Bukan demi orang lain tapi demi dirimu sendiri."

Kalimat itu terus terngiang di kepalanya.

Tak lama kemudian, sebuah mobil sedan hitam berhenti tepat di depan halte.

Seorang pria berjas turun dengan tergesa-gesa.

"Tuan muda! Syukurlah Anda tidak apa-apa."

Pemuda itu mengembuskan napas panjang.

"Ayo pulang."

Pria berjas itu membuka pintu mobil dengan penuh hormat.

Sebelum masuk ke dalam mobil, pemuda itu menoleh ke arah bus yang telah menghilang di balik tikungan.

"Aku ingin bertemu lagi dengan wanita itu," ucap pemuda itu lirih.

"Hortensia," tambahnya.

Pemuda itu menamai wanita tak dikenal itu dengan nama bunga Hortensia.

Untuk sementara, ia akan memanggilnya dengan nama bunga tersebut.

Ia menggumamkan nama itu pelan, seolah takut melupakannya.

Mobil hitam itu pun melaju meninggalkan halte.

Tak seorang pun tahu, pertemuan singkat malam itu akan mengubah hidup mereka berdua.

Tak lama kemudian bus sampai di depan gang masuk menuju dorm karyawan, Layla melintasi gang yang sepi dan lampu yang remang-remang.

Lampu itu sudah lama rusak, namun tak kunjung di perbaiki.

Setelah berjalan beberapa menit, Layla masuk ke gedung dorm dan langsung menuju tangga akses ke kamarnya. Ia satu kamar dengan Alea.

‎"Eh, Layla. Baru pulang?" Lea basa-basi.

‎"Hai Lea, ya ada lembur dikit di toko bunga," sambil merapikan tempat tidur dan bersiap untuk tidur.

‎"Kamu mau tidur? Emangnya kamu sudah mandi? Bau tau kalo belum mandi," tanya Alea.

‎"Udah tadi di toko bunga" jawab Layla singkat.

‎"Ohhh ok selamat tidur" timpal Alea.

‎"Selamat tidur juga" sahut Layla.

Layla belum bisa memejamkan matanya, ia masih kepikiran pemuda itu. Ia merasa bersimpati atas apa yang di alami pemuda itu, ia berharap pemuda itu bisa melaluinya dengan kuat.

Namun setelah di pikir-pikir, tidak ada ucapan terimakasih yang terlontar dari mulut pemuda itu.

Saat di tolong ia malah seperti merasa terganggu.

Layla menghela nafas panjang.

"Aku enggak ngerti pemikiran anak muda jaman sekarang," gumam Layla.

Pelan-pelan Layla menutup mata dan tertidur

****************

Ini novel pertama ku semoga kalian enjoy bacanya ya temen-temen.

Terimakasih yang udah dukung aku

semoga hidup kalian lancar jaya..❤️

Jangan lupa like, komen, share, gift juga boleh, kasih bintang juga boleh...☺️

1
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
baru sembuh udah di suruh nikah. enggak beres ini si paman nya
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
dih
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
makin parahlah obsesi nya. enggak heran
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
kamu ini perempuan loh
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
siapa itu?
james
semua aku dirayakan ~Nadin
Mingyu gf😘
caramu salah zhao lee, kali ini aku mendukung layla membencimu
Mingyu gf😘
gak usah marah marah atuhh
Mingyu gf😘
aduhh baik banget rekan rekam baru kamu layla
Lenny Utami: lebih takut ke Zhao Lee seh ini /Sweat/
total 1 replies
james
akal-akalan cindo
james: awokawok
total 2 replies
james
untung saja dikasih
james
akit sih/Sweat/
RahmaYesi
Yok Monggo Layla, bawa aja Zhao Lee ke neraka sekalian
Lenny Utami: ya jangan dong ntar GK ada vilainnya 🤣
total 1 replies
RahmaYesi
waduhhhh 🫣
RahmaYesi
Benar banget, Zhao Lee curang
RahmaYesi
Loh loh loh....
Lenny Utami: ngapa mak
total 1 replies
Lenny Utami
Layla kamu yakin baik² saja?
Lenny Utami
Layla dah move on🤧
رزقي سانتوسو
berpikir positif: mungkin lagi sakit🙃
Lenny Utami: ayolahh traveling lahh 🤣🤣
total 1 replies
arsyila putri
waw, fantastis nilainya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!