NovelToon NovelToon
Cinta Dan Belenggu

Cinta Dan Belenggu

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Dark Romance / Nikah Kontrak
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Lenny Utami

[NIKAH KONTRAK]❗
[OBSESI] ❗
[DARK ROMANCE] ❗

start proses : Juni 2026-Ongoing

by Leni Utami

"Cinta yang seharusnya membuat Layla merasa bebas, justru menjadi rantai belenggu yang mengikat erat dirinya. Di antara kekuasaan dan luka masa lalu serta hasrat panas membara, ia terjebak di kobaran asmara yang gelap. Bayangan kelam masa lalu masih menghantuinya. Akankah ia bisa memilih melepaskan diri dari belenggu yang menyiksa batinnya atau memeluk belenggu itu selamanya?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lenny Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CDB 3

Saat perjalanan pulang dari pekerjaan part timenya, Layla bertemu seorang pemuda yang sedang di bully oleh pemuda sebayanya. Sepertinya pemuda itu masih menjalani pendidikan di bangku perkuliahan. Layla melihat di kejauhan, sekelompok pemuda mendorong tubuh gemuk itu hingga tasnya terjatuh. Dompetnya dirampas, sementara tawa mengejek menggema di pinggir jalan. Orang-orang hanya melirik sekilas sebelum berlalu seolah tak terjadi apa-apa. Layla menolong pemuda itu dan mengajaknya berbincang di halte bus.

‎"Sebenarnya apa masalah mu dengan mereka?" tanya Layla kepada pemuda itu.

‎"Entahlah, mereka selalu menghina fisikku yang gemuk dan menuduhku berbuat curang atas prestasi-prestasi yang aku capai," pemuda itu menunduk sedih.

‎"Itu berarti mereka hanya iri padamu. Tapi tindakan mereka tidak di benarkan, apalagi merampas uang-uangmu. Aku masih punya sedikit uang. Ambillah, anggap saja sebagai pengganti uangmu yang dirampas tadi," ucap Layla.

‎"Aku tidak butuh uangmu, ambil saja kembali," kata pemuda itu sambil mendorong tangan Layla tanpa melihat wajah Layla.

‎"Jangan sok enggak butuh, aku memaksa. Ambil nih..," kata Layla santai.

‎"Ok, terimakasih," sang pemuda agak malu-malu menerimanya.

"Perbuatan mereka seperti anak kecil saja, mereka tidak pantas di sebut orang dewasa," Layla tersenyum kepada pemuda itu untuk mencairkan suasana. Pemuda itu diam dan tertunduk tersipu malu, karena senyum Layla yang cantik menghiasi wajah indah Layla.

‎"Ini buat kamu," Layla menyodorkan barang itu ke pemuda itu.

‎"Apa ini?" tanya pemuda itu penasaran.

‎"Alat pelindung diri. Ada semprotan merica, kejut listrik mini dan alat self defense lainnya. Aku punya dua, aku kasih satu untukmu," Layla menjelaskan.

‎"Warna pink?" kata pemuda itu sambil cemberut karena tak terima di kasih warna pink.

‎"Siapa bilang pink cuma buat perempuan? Dulu di Eropa, justru banyak bangsawan laki-laki memakai warna pink sebagai lambang keberanian. Jadi jangan protes," ujar Layla.

‎"Itu kan dulu," pemuda itu kesal ekspresi wajahnya masih cemberut.

‎"Sudah... jangan banyak ngeluh, ambil aja. Aku saranin kamu buat bentuk fisik dan mental yang lebih kuat supaya bisa membungkam mereka yang menghina dan merendahkan mu. Kalau boleh kasih saran, coba mulai jaga kesehatanmu. Bukan demi orang lain, tapi demi dirimu sendiri. Sudah dulu ya bis ku datang. Selamat tinggal," ucap Layla sambil melambaikan tangan dengan ramah. Ia melangkah pergi masuk bus meninggalkan pemuda itu disana.

‎"Akhirnya dia mengejekku juga, dasar" kata pemuda itu kesal.

Pemuda itu menggenggam alat pelindung diri berwarna pink itu. Ucapan Layla memang terasa menusuk harga dirinya, tetapi untuk pertama kalinya ada seseorang yang menolongnya tanpa mengharapkan imbalan. Pemuda itu lalu berkata dengan semangat yang berapi-api, "Jika aku ingin berada di puncak berarti aku harus berbenah, akan ku rebut semua yang seharusnya menjadi milikku," gumam pemuda itu sambil mengepalkan tangannya kuat-kuat.

Tak lama kemudian bus sampai di depan gang masuk menuju dorm karyawan, Layla melintasi gang yang sepi dan lampu yang remang-remang, karena beberapa waktu lalu lampu jalan di gang itu terkena angin yang kencang sehingga rusak, warga di sana sudah melaporkan ke pihak yang berwajib untuk di perbaiki namun belum kunjung di perbaiki. Setelah berjalan beberapa menit, Layla masuk ke gedung dorm langsung menuju tangga akses ke kamarnya. Ia satu kamar dengan Alea.

‎"Eh, Layla. Baru pulang?" Lea basa-basi.

‎"Hai Lea, ya ada lembur dikit di toko bunga," sambil merapikan tempat tidur dan bersiap untuk tidur.

‎"Kamu mau tidur? Emangnya kamu sudah mandi? Bau tau kalo belum mandi," tanya Alea.

‎"Udah tadi di toko bunga" jawab Layla singkat.

‎"Ohhh ok selamat tidur" timpal Alea.

‎"Selamat tidur juga" sahut Layla.

Layla belum bisa memejamkan matanya, ia masih kepikiran pemuda itu. Ia merasa bersimpati atas apa yang di alami pemuda itu, ia berharap pemuda itu bisa melaluinya dengan kuat. Namun setelah di pikir-pikir, tidak ada ucapan terimakasih yang terlontar dari mulut pemuda itu. Saat di tolong ia malah seperti merasa terganggu. Layla menghela nafas panjang. "Hhhuuuuuuhhhhh. Aku enggak ngerti pemikiran anak muda jaman sekarang," gumam Layla.

****************

1
Lenny Utami
terimakasih support nya...😭
Tulisan__mawar
Lanjut semangat.
Tulisan__mawar
Layla kamu sangat baik🥹
Tulisan__mawar
Kak soal jalan ceritanya aku suka, tapi terlalu panjang paragraf nya kak.
Tulisan__mawar
Bullying ini namanya. benar itu, mereka hanya iri padamu.
Tulisan__mawar
Ngeselin emang punya mertua nggak tahu malu gitu. kasian loh anak-anaknya, Itu cucu-cucu mu buk.
Tulisan__mawar
Itu memang benar, akhir-akhir ini terasa sangat panas, sangat panas bahkan.
onimaru rascall
up 10 bab di hari Sabtu nanti aku gift kopi🤫🤫🤫
Lenny Utami: hiikkkkssss😭
total 3 replies
Lenny Utami
sudah bagus tapi harus banyak belajar lagi, semangat untuk diriku. aku bangga pada aku
Lenny Utami
terimakasih koreksinya
Lenny Utami
iya...💪
The_D
pelajari lagi dialog tag yah
Nova Indriyani
Semangat /Angry/
Lenny Utami: terimakasih atas dukungannya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!