NovelToon NovelToon
Sekretaris Palsu

Sekretaris Palsu

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: REZ Zha

Demi memastikan calon tunangan yang akan dijodohkan orang tuanya, Bella terpaksa menyamar bekerja di perusahaan milik Gilang, pria yang dipilih oleh sang papa untuk menjadi suaminya.

Satria Wijaya,, papa Bella adalah seorang pengusaha kaya raya dan Bella adalah anak semata wayang pasangan Satria dan Hani. Bella tentu tidak ingin calon suaminya, bersedia menikah dengannya hanya karena harta dan ia pun ingin memastikan jika pria yang akan menjadi pendamping hidupnya adalah pria setia.

Namun, kesalahpahaman terjadi. Gilang justru menganggap Bella adalah wanita simpanan Satria karena Satria lah yang meminta Gilang untuk mempekerjakan Bella sebagai sekretaris Gilang tanpa melalui proses pengrekrutan karyawan pada umumnya.

Lantas, bagaimana perjalanan kisah mereka selanjutnya? Ikuti saja kisah Bella dan Gilang dalam novel Sekretaris Palsu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menerima Tawaran

Mungkin apa yang dilakukan Pak Satria terkesan ceroboh. menjodohkan putri kesayangannya dengan pria asing. Dia sendiri belum mengenal dekat Gilang, belum tahu jelas karakter Gilang seperti apa? Tapi, dia berani meminta Gilang menjadi menantunya. Bagaimana jika Gilang bukan pria baik dan tidak bisa membahagiakan Isabella? Tapi, feeling dialah yang seolah menggerakkan otaknya, hingga ia berpikir cepat ingin menjodohkan putrinya dengan Gilang.

"Kalau saya jodohkan Anda dengan anak saya, gimana?" Pertanyaan itu terucap tanpa keraguan dari bibir Pak Satria.

Gilang tersentak, tak menduga jika Pak Satria justru menawarkan menjodohkan dirinya dengan putri Pak Satria, hingga ia sontak menoleh pada Jimmy dengan penuh kebingungan.

Tak beda jauh dengan Gilang, Jimmy pun sama-sama terkejut. Namun, berbeda dengan Gilang yang tampak bingung, Jimmy justru tersenyum senang. Sudah berkali-kali ia mencoba mengenalkan Gilang dengan beberapa wanita, tapi, tak menampakkan hasil. Kini, justru Gilang ditawari menjadi calon menantu pengusaha terkenal dan kaya raya. Ini kesempatan emas, menurutnya. Bukan hanya membantu perusahaan Mahesa Persada untuk bangkit, tapi, ini juga peluang bagi Gilang untuk menjejaki kesuksesan sebagai pebisnis seperti Pak Satria.

"Terima, Lang! Jangan ditolak!"

Tatapan mata Jimmy pada Gilang, seolah mengatakan kalimat itu.

"Sialan kau, Jim! Ulahmu bikin aku malah ingin dijodohkan!"

Sementara tatapan mata Gilang menyiratkan rasa kesal dan mengumpat pada Jimmy.

"Saya akan ambil tiga puluh persen saham Mahesa Persada kalau Anda bersedia dijodohkan dengan putri saya."

Kalimat selanjutnya dari Pak Satria membuat Gilang dan Jimmy makin melongo.

"Semudah itu Pak Satria mengambil keputusan untuk memberi modal, bahkan menyerahkan putrinya untukku?" batin Gilang makin bingung.

"Gila! Ini sih, benar-benar gila! Apa jangan-jangan putri Pak Satria punya kekurangan, ya?" Sementara Jimmy justru berpikiran negatif pada rencana Pak Satria. Seorang pengusaha bonafit dan terpandang, seharusnya tidak sembarangan memilih calon menantu. Meskipun ia mengenal Gilang cukup baik, tapi, ia rasa banyak pria yang lebih sukses dari Gilang yang bisa dipilih oleh Pak Satria untuk menjadi menantunya.

"Hmmm, ini suatu kehormatan bagi saya, Pak. Saya berterima kasih sekali dengan kepercayaan Bapak kepada saya. Tapi, Bapak tahu sendiri, saya bukanlah siapa-siapa. Perusahaan saya juga saat ini sedang dalam masalah keuangan yang serius. Pak Satria juga belum mengenal saya lebih jauh. Saya rasa, apa itu bukan keputusan yang terburu-buru, Pak?" Gilang sangat tahu diri, dirinya tidak layak menjadi menantu Pak Satria, sehingga ia tak langsung menyetujui permintaan Pak Satria yang ingin menjodohkannya dengan putri Pak Satria.

Tak menampakkan gestur tersinggung atau marah dengan penolakan secara halus Gilang atas tawarannya, Pak Satria justru tersenyum tipis. Wajahnya tampak tenang dan teduh, menandakan kematangan usia dan sikap yang sejalan.

"Saya tahu itu. Tapi, entah kenapa? Feeling saya mengatakan kalau Anda sangat cocok menjadi pendamping untuk anak saya." Pak Satria menegaskan, jika keputusannya tidak hanya diambil dengan perhitungan yang matang, tapi juga feeling yang ia rasakan sangat kuat. "Saya rasa Anda tidak akan menyesal jika menjadi suami putri saya." Pak Satria mencoba meyakinkan Gilang yang tampak ragu dengan tawarannya.

Gilang mengusap tengkuknya. Dia terlihat nervous dengan perjodohan yang ditawarkan oleh Pak Satria. Apalagi Pak Satria begitu yakin dengan tawarannya tanpa ada rasa ragu sedikitpun.

"Sekarang juga saya bisa atur anak buah saya untuk memindahkan dana ke rekening perusahaan Anda, setengah dari nilai saham yang akan Anda jual, selebihnya akan saya selesaikan setelah anda mengambil keputusan tentang tawaran saya tadi," sambung Pak Satria kembali.

Gilang tertegun, seserius itu Pak Satria dengan niatnya? Setengah dari nilai saham yang dijual bukanlah nilai yang sedikit dan itu akan diberikan hari ini juga. Dia sampai tak bisa berkata-kata lagi.

"Pikirkan dengan baik tawaran saya itu, Pak Gilang. Nasib perusahaan Anda ada di tangan Anda sendiri dan saya sanggup memberi bantuan dengan syarat yang saya tawarkan tadi." sikap Pak Satria tampak dominan, membuat Gilang seakan tak bisa menolak.

Gilang kembali menoleh ke arah Jimmy, seakan meminta pendapat sahabatnya itu. Dia melihat Jimmy menganggukkan kepala pelan, seolah menyuruhnya untuk menerima permintaan dari Pak Satria.

"Baiklah, Pak. Terima kasih atas bantuan dan kepercayaan Bapak yang diberikan kepada saya. Saya berusaha semaksimal mungkin untuk tidak mengecewakan, apa yang Bapak percayakan kepada saya." Gilang tak bisa mengelak, akhirnya ia menerima permintaan Pak Satria untuk dijodohkan dengan putri semata wayang Pak Satria.

Setelah kesepakatan didapat dan mereka berbincang ringan, mereka pun akhirnya berpamitan meninggalkan kantor perusahaan Pak Satria.

"Ini karena kau, Jim!" Di mobil dalam perjalanan pulang ke kantornya, Gilang mengomel dan menyalahkan Jimmy yang menyebabkan dirinya dijodohkan dengan putri Pak Satria.

"Kenapa jadi aku yang kau salah, Bos? Bukankah misi kita berhasil? Bukan hanya dapat modal tapi juga dapat jodoh untukmu, hahaha ..." Jimmy tertawa senang seolah penuh kemenangan, karena akhirnya ada juga wanita yang akan diperistri oleh Gilang.

"Tapi, kita sendiri nggak tahu, anak Pak Satria itu seperti apa? Lagi pula aku harus serius memperbaiki kondisi perusahaan dulu." Sejujurnya Gilang masih ragu bisa menjalankan rumah tangga dengan baik bukan berdasarkan keinginan pribadinya.

"Semangat, Bos! Pak Satria sudah sangat percaya padamu. Belum tentu orang lain bisa seperti itu. Anggap saja ini keberuntunganmu, Bos." Jimmy menepuk pundak Gilang berusaha memberi semangat kepada sahabatnya yang kurang percaya diri.

"Tapi, jujur saja, aku juga heran, kenapa Pak Satria yakin banget sama kamu? Apa jangan-jangan anak Pak Satria itu punya kekurangan, ya?" Kepada Gilang, Jimmy menyampaikan kecurigaannya.

Gilang melirik ke arah Jimmy dengan memicingkan matanya. Dia tidak terima dengan tuduhan Jimmy, meskipun ia sendiri belum pernah bertemu dengan anak dari Pak Satria.

"Jangan asal bicara kau, Jim!" protes Gilang.

"Kau bayangkan saja. Nggak semua hal bisa diputuskan menggunakan feeling. Kalau anak Pak Satria itu normal, beliau pasti akan mencari suami yang mapan secara finansial. Pak Satria pasti akan memprioritaskan pria yang sukses dan punya modal yang kuat, bukan seperti dirimu yang saat ini sedang keteteran, kan!? Tapi, nyatanya beliau justru menunjuk pria yang baru dikenalnya untuk dijadikan menantu. Apa itu tidak aneh menurutmu?" Jimmy membalikkan pertanyaan kepada Gilang.

Gilang menghempas nafas panjang. Apa yang diduga Jimmy bisa saja terjadi. Tapi, ia teringat akan kata-kata Pak Satria tentang putrinya yang merintis usaha advertising di Amerika, itu yang membuatnya menarik nafas lega.

"Apa kau nggak dengar waktu Pak Satria bilang anaknya kuliah di Amrik dan membuka perusahaan advertising di sana?" tanyanya pada Jimmy.

"Iya juga ya?" Jimmy baru kepikiran. "Coba saja kau minta foto anak Pak Satria, Bos. Kau 'kan calon suaminya, masa nggak dikasih izin lihat calon istri sendiri!?" Jimmy menyarankan Gilang meminta foto anak Pak Satria.

"Gila, kau, Jim! Itu sama saja aku meragukan Pak Satria. Kalau beliau tersinggung gimana?" Gilang tak setuju dengan saran Jimmy.

"Lalu, gimana kau bisa tahu wujud calon istrimu itu, Bos?" tanya Jimmy menggaruk kepala yang tak gatal.

Gilang mengusap dagunya. Keningnya berkerut, sementara otaknya berpikir mencari cara, bagaimana ia bisa tahu, sosok wanita yang akan menjadi calon pendamping hidupnya itu.

"Akkhh, aku tahu!"

Suara Jimmy yang menyentak membuat Gilang yang sedang berpikir menoleh pada sahabatnya itu.

"Cari di G00gle! Pasti ada infonya!" Jimmy menjentikkan jarinya. Akhirnya ia menemukan cara, supaya mereka bisa melihat wajah dari anak Pak Satria.

❤️❤️❤️

Bersambung ....

Coba kalian cari di G00gle, apa beneran ada? 😁

1
ρυтяσ kang'typo✨
lagi kencan mala bahas boss🤣🤣🤣tapi q suka ko secara tidak langsung Jimmy memberi gambaran tentang Gilang pada Bella
ρυтяσ kang'typo✨
Jimmy gercep itu Lang... 🤣🤣🤣u mah fokus cemburu doang g ada misi apa pun 🤭🤭
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ՇɧeeՐՏ🍻
ada untungnya juga Bella pergi dinner sama Jimmy.rahasia tentang Gilang di umbar sama Jimmy tanpa perlu repot2 Bella mencari tau sendiri😄
bakal makin gencar gak nih Bella menggoda Gilang setelah dengar cerita Jimmy😁
Dest Cookies
secara tidak langsung jimmy sudah memberi gambaran tentang kepribadian gilang.. bella mulai kagum.. lama2 jatuh cinta...
Juwitae
Terbuka sedikit² supaya Bella tidak salah sangka terus sama Gilang
Esther
Jimmy gak sadar kalau Bela lagi cari informasi tentang Gilang😄
Juwitae
Dasar asisten ga ada akhlak🤣🤣
Dest Cookies
beneran cemburu nih gilang.. rasa yg belum disadari oleh gilang...
Esther
Tambah panas nih Gilang, asistennya selangkah lebih maju sudah berani mengajak Bella kencan🤭🤣
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ՇɧeeՐՏ🍻
panas pasti Gilang di ledek begitu sama asistennya sendiri. jangan2 Gilang ikut pergi memata-matai Jimmy sama Bella nih..
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ՇɧeeՐՏ🍻
sekarang ikuti dulu permainan Jimmy.setelah itu kasih dia shock terapi biar jantungnya kuat😂
Dest Cookies
waduh..gawat dong.. .. bella di dekitin sama jimy.. tp aku yakin bella bisa jaga diri.. jd tambah greget nih ..
.
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ՇɧeeՐՏ🍻
Bella yang gak mau kali Jim di goda sama kamu.dia bukan wanita yang mudah tergoda.tujuan dia di kantor Mahesa Persada kan untuk lebih tau Gilang seperti apa.kalau nanti pas tau Bella anak pak Satria,malu kamu seumur-umur Jim udah berani godain Bella😄
ρυтяσ kang'typo✨
eee ada yang g rela tuh kalo Jimmy mendekati Bella beneran, mana dia rela batal tunangan demi Bella 🤭🤭🤭
Juwitae
langsung di tembak kan. Ayo ngaku cemburu gak Gilang?🤭😄
ρυтяσ kang'typo✨
ciyeeeee cemburu... pasti mengelak tuh Gilang🤣🤣masa iya mau bilang cemburu g mungkin la ya
ρυтяσ kang'typo✨
waaaah.... makin seru ka, hayo loh u skakmat kan Lang🤣🤣🤣
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ՇɧeeՐՏ🍻
mati kutu deh Gilang.mau jawab apa coba Gilang. pengen tau gebrakannya kayak apa😄..Bella sih makin asik aja ngerjain ataupun godain Gilang
Dest Cookies
hayoo gilang ... kamu pasti kaget.. bella bisa seberani itu mengungkapkan kekesalannya..
Ernalita Sitompul
mskin seru😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!