NovelToon NovelToon
Ruang Rahasia Milik Nona Su Ying

Ruang Rahasia Milik Nona Su Ying

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Iblis / Fantasi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: DewaC1nta

Di selamatkan oleh iblis saat nyaris di lecehkan oleh para bandit, seorang gadis kini harus menghadapi kenyataan kelam. ia bebas dari ancaman manusia, namun kini takdirnya terikat pada penghuni neraka. kontrak telah di tandatangani, dan meski iblis itu menjadi pelindungnya, harga yang harus di bayar jauh lebih besar dari sekedar nyawa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DewaC1nta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3. Kontrak dengan sang iblis (bagian kedua)

 Entah sudah berapa lama gerombolan penjahat itu terperangkap dalam jerat ilusi sang pemuda. Gadis malang yang semula menjadi incaran mereka telah lama meninggalkan pelataran rumah kuno itu, namun mereka masih saja didera siksaan kekuatan magis yang tak berujung.

 "Zhao Yun, bukankah sebaiknya kamu melepaskan mereka dari pengaruh sihirmu?, aku merasa mereka ini bisa berguna untuk misimu nanti." ucap seorang pria bertubuh pendek yang tiba-tiba muncul dari balik bayang-bayang rumah.

 Perawakannya ganjil, menyerupai kurcaci dengan proporsi tubuh yang tidak lazim. Wajahnya tampak menakutkan—penuh guratan yang membuatnya terlihat lebih tua dari usia sebenarnya—namun masih menyisakan ciri-ciri manusia. Ia berdiri dengan tenang, menatap gerombolan penjahat yang masih mengerang gila itu dengan tatapan menilai.

 "Mo Yan," Zhao Yun menyeringai tipis, seolah baru saja mendengar sesuatu yang menghibur. "Meski tubuhmu tak lebih dari seukuran telapak tanganku, harus kuakui kau memiliki otak yang lumayan. Hehehe..."

 Pria bertubuh ganjil itu hanya mendengus, tidak terlihat tersinggung oleh ejekan Zhao Yun. Baginya, pengakuan akan kecerdasannya jauh lebih berharga daripada hinaan terhadap fisiknya.

 "Berhenti menghinaku!" potong Mo Yan dengan suara parau yang terdengar seperti gesekan batu. Ia mendongak, menatap Zhao Yun dengan matanya yang sipit dan tajam. "Tubuhku mungkin tidak semegah wujudmu, tapi tanpa rencanaku, kau hanya akan menjadi ejekan bagi para petinggi iblis di neraka."

 Zhao Yun terkekeh pelan, sebuah suara yang terdengar meremehkan namun penuh wibawa. "Jangan terlalu cepat marah, kawan lama. Aku hanya menggodamu."

 Ia kemudian menoleh ke arah gerombolan penjahat yang masih tergeletak lemas. "Jadi, apa rencanamu untuk sampah-sampah ini?"

 "Apa sebaiknya, kamu mengikat kontrak juga dengan mereka?, dengan begitu poin kamu untuk merebut kembali kursi dewan akan semakin cepat. Kau tidak bisa hanya mengandalkan satu gadis untuk kembali ke posisi tertinggi itu Zhao Yun."

 Zhao Yun mengernyitkan alisnya, "Kata-katamu ada benarnya juga," ucap Zhao Yun dingin. "Tapi lihatlah mereka... mereka terlihat sangat tidak berguna. Mengikat kontrak dengan sampah seperti ini hanya akan mengotori daftar jiwaku. Apa yang bisa dilakukan oleh sekelompok orang yang tak berguna ini?"

 Ia melangkah mendekat, dan setiap langkahnya membuat para penjahat itu semakin merapatkan tubuh ke tanah, seolah-olah berat udara di sekitar Zhao Yun mampu meremukkan tulang mereka.

 "Tapi, baiklah. Kita lakukan saja sesuai rencanamu," ucap Zhao Yun dingin. Ia menjentikkan jarinya, dan seketika itu juga, jeritan gila dari gerombolan penjahat itu terhenti. Keheningan yang menyakitkan menyelimuti hutan.

  Para penjahat itu perlahan mengangkat kepala mereka. Mata mereka kosong, kesadaran mereka kembali namun kini telah ternoda oleh ketakutan yang absolut kepada sosok di hadapan mereka.

 "Ingat, Mo Yan," tambah Zhao Yun sambil menatap bawahannya yang bertampang seram itu. "Jika mereka terbukti benar-benar tidak berguna, aku sendiri yang akan mengumpankan sisa jiwa mereka ke gerbang neraka."

 "Tuan jangan terlalu cepat mengambil keputusan, kita harus menguji mereka terlebih dahulu." jawab Mo Yan dengan seringai yang membuat wajah seramnya semakin mengerikan.

 Zhao Yun menghentikan langkahnya dan menoleh sedikit, menatap Mo Yan dengan satu alis terangkat. Udara di sekitar mereka mendadak terasa lebih berat, seolah menunggu sang calon penguasa neraka.

 "Menguji?" gumam Zhao Yun pelan. "lalu, ujian seperti apa yang kau siapkan untuk sampah-sampah yang sudah kehilangan akal ini?"

 Mo Yan tersenyum tipis, matanya berkilat, "aku melihat ada banyak jiwa-jiwa yang nantinya akan berdatangan dengan suka rela jika mereka di lepaskan."

 Zhao Yun terdiam sejenak, lalu sebuah seringai dingin muncul di wajah tampannya. Ia memahami apa yang di maksud Mo Yan untuk para penjahat ini. Dengan semakin banyak mereka berniat untuk membunuh atau memperkosa kaum wanita, pasti akan semakin banyak korban-korban dengan sukarela akan mengikat kontrak dengannya untuk keselamatan mereka. "baiklah, melepaskan para bandit ini, sepertinya akan membawa banyak korban lagi. Tapi aku harus memasang segel iblis di nadi mereka." selesai perkataannya, ia pun mengangkat tangannya lagi dan dalam hitungan detik saja, seluruh pergelangan tangan para bandit itu terpasang sebuah tato berbentuk mawar hitam yang kemudian menghilang menyatu dengan tubuh mereka.

 Sementara itu, gadis malang yang berhasil bebas dari para bandit terus berlari dengan nafas tersengal. Langkah kakinya yang gemetar akhirnya membawanya masuk ke gerbang sebuah desa di bawah bukit. Namun, alih-alih merasa aman, justru bulu kuduknya berdiri tegak. Desa itu terlalu sunyi untuk waktu sedini ini.

 Di sisi lain, di tengah hutan sebelumnya, salah satu bandit mencoba bangkit dan menghunus pedangnya kembali ke arah Zhao Yun dengan amarah yang meluap. "sialan kau !, segel apa ini..."

 kalimatnya terputus. Saat niat membunuhnya memuncak, tato mawar hitam di nadinya berpendar kemerahan. bandit itu pun menjerit kesakitan, ia merasa darahnya mendidih seolah-olah ada ribuan duri tajam yang merobek pembuluh jantungnya dari dalam.

 "apa kalian masih belum puas untuk tersiksa?" ucap Zhao Yun dingin. kemudian sebuah seringai mengerikan tersungging di wajahnya, memancarkan predator yang haus darah. "baiklah, jika kalian masih belum puas, maka aku akan bermain-main dengan kalian sebentar," kata-katanya di iringi dengan gerakan tangan yang perlahan terangkat, bersiap merapal sihir yang jauh lebih mengerikan dari sebelumnya.

 Melihat gestur tersebut, para bandit yang tersisa, yang menyadari akan mengerikannya sihir dari pemuda itu, tanpa menunggu sedetik pun, mereka serempak menjatuhkan diri, bersujud hingga dahi mereka menyentuh tanah dan memohon pengampunan. "Ampun, ampun, ampun, anak muda. Tolong lepaskan kami."

...****************...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!