NovelToon NovelToon
Istri Yang Kau Anggap Bodoh

Istri Yang Kau Anggap Bodoh

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Pelakor / Tamat
Popularitas:64.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yehppee

Raden Kirana Wijaya percaya bahwa pernikahannya adalah pilihan yang tepat.

Bukan karena cinta yang membara, melainkan karena kecocokan yang sempurna.
~

Status, latar belakang, dan masa depan yang terjamin.

Ia menikah dengan Adhikara Pradipta Mahendra, seorang pria yang tampak sempurna di mata semua orang.

Hingga suatu hari, masa lalu itu kembali.

Wanita yang pernah ia cintai...
wanita yang dulu ia lepaskan demi nama besar keluarganya...
kini kembali hadir, dan perlahan mengambil tempat yang seharusnya menjadi milik seorang istri.

Rana tahu.

Rana melihat.

Ia menyadari.

Bahkan lebih awal dari yang dibayangkan siapapun.

Lantas, apa yang akan Rana lakukan? Apakah ia lebih memilih bercerai dan rela kehilangan suami atau justru bertahan demi dua buah hatinya?

Ikuti terus tentang Rana disini, jangan lupa juga follow akun tiktok di Yehppee_26

Selamat membaca
please komen, subscribe, vote, dan like🫶

°°°°°

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yehppee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pucuk 3

Tepat jam sembilan pagi, sebuah gedung modern dengan sentuhan arsitektur Jawa kontemporer berdiri anggun di pusat kota Yogyakarta. Di bagian depan, logo My rich terpahat elegan- simbol prestasi yang saat ini di perhitungkan kalangan atas.

Adhikara Pradipta Mahendra melangkah masuk dengan tenang. Setelan jas abu gelapnya kontras dengan nuansa hangat interior lobi yang didominasi kayu jati dan pencahayaan lembut. Setiap langkahnya terukur, penuh wibawa.

"Selamat pagi, Pak Dipta."

Sapaan para karyawan hanya dibalas anggukan singkat.

Di lantai atas, ruang kerjanya luas dengan jendela besar menghadap lanskap kota. Dari sana, garis langit Yogyakarta terlihat tenang- jauh dari hiruk-pikuk kota, tapi justru menyimpan kekuatan tersendiri.

Ruangan itu dipenuhi blueprint, maket desain eksklusif, serta penghargaan yang berjajar rapi. Semua mencerminkan satu hal: standar tinggi yang tak bisa ditawar.

Dan Dipta adalah pusatnya.

Sebagai CEO di bidang desain interior furniture, namanya kerap diperbincangkan di lingkaran konglomerat. Banyak yang menginginkan sentuhan desainnya- namun hanya sedikit yang berhasil mendapatkan persetujuannya.

Ia selektif, perfeksionis. Tak memberi ruang untuk kesalahan.

Termasuk dalam urusan pribadi.

Sudah berkali-kali ia mengganti sekretaris. Bukan karena mereka tidak kompeten, melainkan karena mereka terlalu berani melangkah ke ranah yang tidak seharusnya.

Menggoda dirinya.

Dan itu adalah satu hal yang sangat ia benci.

Di usianya yang ke tiga puluh tujuh tahun, pesonanya masih menjadi daya tarik tersendiri. Wajah tegas, sorot mata dingin, dan aura dominasi membuat banyak wanita tanpa sadar mencoba mendekat.

Akan tetapi tidak satu pun berhasil menembus batasnya.

Bahkan sampai detik ini.

~

Jam dua belas lewat tiga puluh menit.

Udara siang di Yogyakarta terasa hangat, namun tidak menyengat. Dipta memarkirkan mobilnya di depan sebuah patisserie bergaya klasik modern yang cukup terkenal di kalangan atas kota ini.

Ia masuk dengan langkah santai.

Niatnya sederhana- membeli dessert kesukaan Rana. Mungkin dia akan memaafkan aku kalau aku belikan ini untuknya.

Sesuatu yang jarang ia lakukan.

Bel kecil di pintu berdenging pelan.

Aroma manis langsung menyambut, berpadu dengan alunan musik lembut yang mengisi ruangan. Saat ia memasuki area ruangan itu, langkahnya berhenti.

Matanya menangkap satu sosok.

Seorang wanita berdiri di depan etalase kaca, memperhatikan deretan dessert dengan ekspresi tenang. Gaun sederhana yang ia kenakan justru memancarkan keanggunan yang tak berlebihan.

Dipta mengenalnya. Bahkan sangat mengenalnya.

"...Laras?"

Wanita itu menoleh.

Dan waktu seakan melambat.

"Dipta?"

Tidak ada ada keterkejutan berlebihan. Hanya jeda singkat- cukup untuk menyadari bahwa masa lalu benar-benar ada.

Laras Ayu tersenyum tipis.

"Sudah lama, ya."

"Iya...lama sekali."

Percakapan mereka berjalan ringan. Aman. Seolah keduanya sepakat untuk tidak membuka lembaran lama terlalu jauh.

"Kamu, apa kabar?" tanya Dipta.

"Baik," Laras menjawab lembut. "Kamu?"

"Baik juga."

Hening sejenak.

Hingga suara kecil memecah.

"Mama..."

Seorang anak laki-laki berdiri di samping Laras, menggenggam tangannya erat. Wajahnya polos, matanya jernih- membuat Dipta menatap sedikit lebih lama dari seharusnya.

"Ini anak kamu?" tanyanya.

"Iya."

Dipta sedikit menunduk.

"Namanya siapa?"

"Raka"

Dipta tersenyum tipis. "Hallo, Raka."

Anak itu hanya mengangguk malu.

Sekilas, bayang Alaric melintas di benaknya.

Usia mereka...tidak jauh berbeda.

Dipta kembali berdiri, menatap Laras.

"Waktu cepat, ya."

Laras mengangguk pelan. "Iya...nggak terasa."

Tidak ada perasaan apapun pada hatinya, akan tetapi ada sesuatu yang tertinggal- sesuatu yang tidak bisa dijelaskan, hanya bisa dirasakan.

Dipta melirik etalase.

ke arah dessert ke sukaan Rana. Yang menjadi tujuan awalnya ia datang ke sini.

Tetapi untuk pertama kalinya hari itu entah kenapa niatnya malah terlupakan.

Dan bahkan tanpa Dipta sadari, jika pertemuan ini mungkin bukan sekedar kebetulan saja.

...****************...

Bersambung....

Hai jangan lupa komen, subscribe dan vote ya...makasih🫶

1
Bundanya Pandu Pharamadina
kak Author, terimakasih cerita bagus...
❤❤❤❤
Cheng Nyo
👍👍
Bundanya Pandu Pharamadina
Dipta Rana mungkin kurangnya komunikasi , semoga ga ada drama perempuan lain dalam rumah tangga kalian❤❤
Rosita Tumbelaka
Aq suka coment yg serius ajaa krn bikin Adrenalin ku naik..deg... deg... deg..
Rosita Tumbelaka
Ayoo Thor.... lanjut ...aneh istri nya bicara dgn pria lain di muka Umum marah. tapi suami berdua an dgn perempuan lain di tempat private mkn di resto ... apa itu pantas...
Bundanya Pandu Pharamadina
aduh Dipta gimana sih.... nggapeka dgn istri yg cemburu
Bundanya Pandu Pharamadina
Dipta jangan main api.. ingat istri juga anak² yg menunggu kepulanganmu
Bundanya Pandu Pharamadina
Laras ga tepat waktu klo telfon.. ga lihat waktu,
Bundanya Pandu Pharamadina
semoga ga ada drama kegoda masa lalu, tetap jadi keluarga harmonis Dipta Rana❤
Bundanya Pandu Pharamadina
masa lalunya Dipta kah laras....
Bundanya Pandu Pharamadina
ijin marathon kak Author🙏
Ririn Nursisminingsih
kereen rena👍👍
Ririn Nursisminingsih
syukurin Dipta terus aja bahagiain mntan kmu itu
Ririn Nursisminingsih
dipta kmu mulai main hati rena jg mudah percaya ini juga sang mntan ganggu aja
Sayekti 0519
baguss dan nyata sakitnya
Memyr 67
𝗆𝖺𝗌𝗂𝗁 𝖻𝖾𝗋𝗁𝖺𝗋𝖺𝗉 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝗆𝖾𝗆𝗂𝗄𝗂𝗋𝗄𝖺𝗇 𝖼𝖺𝗅𝗈𝗇 𝗃𝖺𝗇𝖽𝖺. 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝖻𝖾𝗇𝖾𝗋 𝗇𝗂 𝗌𝗎𝖺𝗆𝗂
Memyr 67
𝗌𝗎𝖺𝗆𝗂 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁. 𝖽𝗂𝗄𝗂𝗋𝖺 𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗆𝖾𝗇𝖽𝖺𝗉𝖺𝗍𝗄𝖺𝗇 𝗐𝖺𝗇𝗂𝗍𝖺 𝗒𝗀 𝗅𝖾𝖻𝗂𝗁 𝖾𝗇𝖺𝗄 𝗆𝖺𝗌𝖺𝗄𝖺𝗇𝗇𝗒𝖺 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗆𝖺𝗌𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂𝗇𝗒𝖺? 𝗅𝖾𝖻𝗂𝗁 𝗋𝖺𝗃𝗂𝗇 𝗆𝖾𝗆𝖻𝗎𝖺𝗍 𝗌𝗎𝖺𝗌𝖺𝗇𝖺 𝗋𝗎𝗆𝖺𝗁 𝗍𝖾𝗋𝗅𝗂𝗁𝖺𝗍 𝗇𝗒𝖺𝗆𝖺𝗇 𝖽𝗂𝖻𝖺𝗇𝖽𝗂𝗇𝗀 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂𝗇𝗒𝖺? 𝖽𝖺𝗌𝖺𝗋 𝗈𝗍𝖺𝗄 𝖽𝗂 𝖻𝗈𝗄𝗈𝗇𝗀
Nha_A
IRT apa thoor? Ibu Rumah Tangga? kirain kalo pembantu itu ART, Asisten Rumah Tangga
🍀 YEHPPEE 🍀: typo kayak nya hehe makasih koreksinya
total 1 replies
Heni Setiyaningsih
/Heart/
🍀 YEHPPEE 🍀: makasih
total 1 replies
Gemuruh riuh
akhirnya happy ending 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!