NovelToon NovelToon
Jangan, Dia Datang!

Jangan, Dia Datang!

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Kutukan / Misteri
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Rain (angg_rainy)

Naja Belial muncul saat keadilan gagal. Dia tidak datang untuk menyelamatkan, tapi untuk memastikan dosamu dibayar lunas.

Saat hukum bisa dibeli.
Saat kebenaran dimanipulasi.
Saat manusia saling menghancurkan demi kepentingan sendiri…

Entitas urban legend itu akan datang.

Ada yang menganggapnya penyelamat.
Ada pula yang menyebutnya kutukan.

Lalu, apakah keadilan yang dipaksakan benar-benar lebih baik daripada kehancuran yang dibiarkan?

Story by Instagram & Tiktok @penulis_rain

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rain (angg_rainy), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 6 : Karma Nando

Sore ini, Nando diam-diam menyusup ke ruangan kontrol verdict yang ada di koridor bawah. Dia berjalan sangat pelan dengan pandangan datar, mencoba mengabaikan beberapa orang yang berjalan di sekeliling. Salah satu siswi menghampiri dia dengan mengerutkan kening.

"Nando, kamu mau ke mana? Ini kan sudah sore," tanya siswi itu sambil memandang gerbang, mengisyaratkan Nando untuk pulang sekolah juga.

Nando sempat bingung dengan pertanyaan barusan. Dia diam dengan tatapan panik. Sesaat, lelaki itu menghela napas panjang lalu tersenyum tipis.

"Aku ada panggilan dari guru sosiologi, katanya ada tugas tambahan," alibi Nando sambil menunjuk salah satu ruangan yang ada di pojok, tepat sebelah ruang kontrol verdict.

Siswi itu menoleh ke belakang sekilas, lalu menatap Nando. "Hanya itu? Aku harap kamu tidak masuk di ruang sebelah," ujarnya. "Karena ruangan itu privasi, tidak boleh sembarang orang masuk."

Mendengar teguran siswi itu, Nando hanya mengangkat bahu tak acuh dan tersenyum sinis dengan tatapan sombong. "Untuk itu tidak perlu khawatir, aku tidak akan melanggar aturan," jawabnya berusaha menenangkan.

"Kalau begitu, aku duluan ya!" Siswi itu melangkahkan kaki, pergi meninggalkan Nando sendirian di koridor.

Sesaat, sebelum siswi itu benar-benar keluar dari gerbang sekolah, dia mendadak merasa ada yang janggal di hati. Gadis itu menoleh ke belakang dan mengerutkan kening.

"Bukannya ruang guru itu ada di atas ya? Kenapa dia sampai ke ruangan pojok bawah?" tanya siswi itu dengan suara pelan. Dia menyipitkan mata, menatap Nando dari punggung lelaki itu. "Ada yang tidak beres," gumamnya.

Siswi itu hendak menghampiri Nando untuk mencegah. Namun, dia keburu dicegah oleh sopirnya yang baru saja datang menjemput. Gadis itu menghela napas panjang.

"Semoga saja dia tidak berbuat macam-macam," gumamnya sambil memandang Nando dari balik layar kaca mobilnya.

Sementara itu, Nando dengan hati-hati terus melangkah menuju ruang kontrol verdict. Dia sesekali menengok kanan kiri, berharap tidak ada yang mengikuti. Sesekali, ponsel lelaki itu bergetar dan notifikasi verdict muncul. Dia mengabaikan itu, rasa khawatir kalau dibuka hanya rekaman aib saja seperti tadi siang.

Menuju ruang kontrol verdict, suasana di sekitar tampak sepi dan sunyi. Lampu juga gelap, mungkin sudah dimatikan oleh salah satu staf sekolah. Nando mengangkat bahu acuh. Dia menyalakan lampu senter yang ada di ponsel dan membuka gagang pintu. Akan tetapi, pintu ruangan itu terkunci rapat.

"Sial! Bagaimana aku bisa membuka ini sekarang?" Nando kesal saat pintu itu bukan hanya dikunci tapi juga digembok.

Saat Nando sedang mengeluh, tiba-tiba saja pintu menampilkan notifikasi berupa pin untuk membuka pintu. Nando melihat itu tersenyum licik. Dia meraih ponselnya dan membuka percakapan rahasianya dengan salah satu orang kepercayaan ayahnya yang sudah ikut menyabotase sistem.

"Ini bukan hal yang sulit," gumamnya sambil menekan beberapa tombol kode untuk membuka pintu.

BIP

Pintu itu terbuka perlahan. Nando segera masuk dengan terburu-buru. Dia memandang sekeliling ruangan dengan melongo karena takjub. Ruang kontrol verdict ini cukup luas, rapi, dan dipenuhi beberapa mesin komputer serta satu layar proyektor. Cat putih yang ada di ruangan menambah kesan sunyi sangat dalam saat itu.

Pandangan Nando seketika tertuju pada layar utama sistem verdict. Dia menghela napas lega dan berjalan menuju alat itu. "Aku harap, sistem ini tidak rusak lagi. Aku sudah bayar orang mahal-mahal malah eror," gerutunya sambil mengotak-atik layar itu dengan serius.

Namun saat dia hendak menekan sebuah tombol, tiba-tiba alarm darurat itu nyala. Ruangan yang tadinya sunyi gelap berubah bising dengan lampu nyala mati berwarna merah. Nando terperanjat kaget mendengar suara keras di ruangan ini. Lampu merah yang kedap-kedip membuat matanya terasa perih. Dia memundurkan langkahnya dari layar utama verdict.

⚠️

[DATA PENYUSUP DITEMUKAN]

Itu bukan cuma notifikasi di ponselnya, tapi notifikasi di semua layar yang ada di ruangan. Bahkan suara alarm juga. Semuanya memunculkan notifikasi itu dengan gema yang sangat keras.

Jantung Nando berdebar-debar, keringat dingin mulai mengucur. Dia mengusap keringat itu dan mengedipkan mata. Lelaki itu menghela napas sambil tersenyum sinis memandang layar utama verdict.

"Ini hanya bahaya ancaman saja, tidak ada siapapun di sini," ucap Nando tenang sambil tak berhenti tersenyum puas.

Dia kembali mendekat pada alat itu. Namun, saat tangannya hendak menyentuh keyboard tiba-tiba saja salah satu jemarinya tersengat oleh aliran listrik yang membuatnya terlonjak. Jari telunjuk itu terasa panas dan memerah. Nando masih merasa kesakitan karena setrum itu. Lelaki itu tidak memedulikan rasa sakitnya dan nekat mendekat. Kali ini, kepulan asap menghalangi langkahnya.

"Ada apa ini?" Saat bertanya, sekali lagi, ruangan itu mati lampu meninggalkan kejutan di tengah kegelapan.

Nando terdiam. Dia tidak lagi agresif seperti tadi. Saat ini, dia berusaha tenang dan terus menarik napas dalam-dalam agar tidak menambah masalah. Lelaki itu memutar otak tapi sepertinya pikirannya terasa kosong. Dia menyalakan ponsel, hendak menyalakan ponsel tapi sayangnya ponselnya sudah mati.

⚠️

[AKSES TIDAK TERDETEKSI]

[AKSES DITUTUP]

"Apa lagi ini?" geramnya sambil mengepalkan tangan dan tidak sengaja menendang salah satu meja yang ada di ruangan.

Saat menoleh ke ujung jendela di ruangan, pandangan Nando tertahan. Terlihat ada sosok bayangan berjalan di antara kepulan asap yang ada di ruangan. Sosok itu berjalan tegas dengan kilatan cahaya karena sayapnya. Nando mendekat pada sosok itu, berusaha melihat lebih jelas tapi dia dikejutkan dengan kondisi ruangan yang tiba-tiba saja berubah menjadi ruangan operasi bedah.

Di sekitarnya, semua alat berubah menjadi mesin operasi yang menakutkan. Mulai dari pisau, tang, gergaji bedah, dan jarum suntik. Sementara meja tempat layar verdict berubah menjadi kasur operasi yang penuh darah. Jantung Nando terasa mau copot melihat itu.

Lelaki itu tanpa sadar memundurkan langkahnya dengan gugup, penuh rasa panik dan keringat dingin. Namun, saat hendak melanjutkan langkahnya lagi tiba-tiba saja kakinya luruh ke lantai. Rasa panik Nando makin bertambah. Saat hendak berdiri, dia kembali tersungkur.

"Bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Nando penasaran dan berusaha melihat apa yang terjadi pada kakinya.

Deg

Nando terkejut tak percaya saat melihat kaki kanannya terus mengeluarkan darah entah dari mana asalnya. Sementara kaki kirinya terasa kaku untuk digerakkan. Dia seperti terkunci di tempat, tidak bisa bergerak bebas seperti sebelumnya. Sementara jemari di kakinya terasa ingin lepas dan rasa pegal membuatnya merasa tertekan.

Saat Nando merasa lelah dan pusing, tiba-tiba saja seorang gadis datang dengan seringai. Sosok wajahnya yang retak, tatapan gelap, dan aura merah membuat suasana terasa tegang. Sayap belakang Naja terus menyala menggambarkan api yang membakar.

"Na-naja kah itu? Ampuni aku, aku mohon bebaskan aku," pinta Nando dengan suara serak dan gugup. Tanpa sadar, mulutnya ikut berdarah seolah menggambarkan rasa perih yang dirasakan tubuhnya saat ini.

Seketika Naja berubah menjadi sosok cantik lengkap dengan pakaian ala suster rumah sakit.

“Ckck… jangan panggil aku Naja. Sekarang panggil aku suster cantik.” Naja memutari Nando yang tidak berdaya beberapa kali, seolah buaya yang sedang bermain dengan mangsanya.

“A-ampun, mbak, kakak, Na-Naja.”

Naja terus bergerak seolah memilah dari ujung kaki sampai ujung rambut milik Nando. Beberapa saat lalu dirinya tiba-tiba menyeringai.

“Jadi? Yang mana ya, yang harus kucopot duluan? Hm? Jari? Lutut? Kepala\~?”

“HUWAAA… AMPUN…. TOLONG!!!”

Naja tidak mendengarkan permintaan Nando. Dia justru menendang kaki lelaki itu, menambah rasa sakit.

Tendangan itu mengingatkan Nando akan apa yang dia lakukan pada Satria dua hari belakangan.

Saat Nando memukulinya.

Seketika dirinya merinding dan gemetar. Hanya rasa takut dan menyesal yang sekarang ada di kepala.

"Itu akibat jika kamu main-main dengan sistem keadilan!" tegur Naja pada Nando yang saat ini tak berdaya karena lumpuh dipenuhi oleh darah di sekitar.

Nando yang melihat sosok Naja itu hanya diam dipenuhi rasa terkejut serta takut. Dia tidak bisa berkata-kata sampai akhirnya pandangannya buram dan dia pun pingsan di tempat.

1
SuryaNingsih
tuh kann ini tu tanah mereka tapi mau di rampas gitu
SuryaNingsih
Mau digusur demi bangun mall? ga ad hati klian ni
SuryaNingsih
Manaa🤣🤣
SuryaNingsih
naja itu santai tapi ngeselin tapi lucu🤣
SuryaNingsih
ooh si Naja nya mah udah tau ya🤣 cuma bru gentayangin aja
SuryaNingsih
sempet ketawa sama tepuk tangan🤣 lucu bgt ya🤣🤣
SuryaNingsih
jalur kakaen di desa penari kali ni andre🤭
SuryaNingsih
ramah pas ada maunya
SuryaNingsih
Lah yo si Andre dlu nganu 😡
Rosalina Ayyaee
Enak bgt jd Naja? dia smacem utusan tuhan ya?
Rosalina Ayyaee
Hadehh pak kepala dinasnya malah ky gt
Rosalina Ayyaee
Berhati lembut🤣 dia abis bunbun org🤣🤣
Rosalina Ayyaee
dia ngga mau kasus evan keulang lg salah tangkep
Rosalina Ayyaee
Hmm kek nya pembangunannya di tanah ilegal ya😡
Rosalina Ayyaee
seperti biasa mba Naja ini ngeselin tingkahnya🤣 tp bner sih kan yg di bully ya cewe itu
Rosalina Ayyaee
ooh semacem urban legend gt ya thor jd dy bales smua org gk cuma yg dsklh ini sj
Rosalina Ayyaee
Masih bgitu ya cuma dpn org dy pura2 pncitraan doang
Rosalina Ayyaee
Ya ampun andre kaya gitu dulunya😡
Rosalina Ayyaee
ya pasti wong korupsi kok
Wulandarry
Lhaa mala lari dy🤣 sukur dh d ksi sangsi sosial😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!