Cerita Chef yang ogah nikah dan Dokter yang juga ogah menikah.
Arletta Peterson, cucu-cicit-buyut chef terkenal dari keluarga Reeves McCloud itu belum kepikiran menikah di usianya yang menginjak 26 tahun. Chef cantik itu sangat menikmati hidup lajangnya. Hingga di bulan Desember, dia melayani pesta natal di sebuah rumah sakit di London Inggris . Disana Arletta bertemu dengan Dokter Jeff Clarke yang 12 tahun lebih tua darinya. Gara-gara sebuah mistletoe dan kecerobohan Arletta, dokter Jeff mencuri dua kali ciuman dari chef cantik itu. Pertemuan kacau mereka, membuat dokter tampan itu jatuh cinta pada Arletta. Bagaimana cara Dokter Jeff bisa meyakinkan chef cantik itu kalau mereka memang berjodoh?
Generasi ke delapan klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Begitulah
Arletta mendelik saat Jeff mencium bibirnya dan gadis itu hanya bisa memegang kerah sneli pria itu. Arletta bukannya belum pernah berciuman tapi dicium mendadak oleh orang tidak dikenal — yang namanya baru diketahui tiga puluh detik sebelumnya — itu sangat Membagongkan!
Jeff menarik bibirnya dan tersenyum ke arah Arletta yang menatapnya tajam.
"See, tidak ada yang terluka kan ... Addduuuhhhh duh duh!" Jeff menjerit kesakitan saat Arletta menarik hidung mancungnya.
"Sekarang ada yang terluka!" bentak Arletta. "Dokter mesum!"
Arletta melepaskan jepitan hidung Jeff lalu pergi meninggalkan dokter yang masih memegang hidungnya.
"Ouch! Japitannya kuat juga!" gumam Jeff yang merasa hidungnya panas. "Tapi ... Bibirnya seksih sih."
Semua orang disana melongo melihat Jeff tersenyum sementara ada satu orang yang menatapnya tajam.
"Dokter Jeff Clarke! Bisa kita bicara?"
Jeff menatap Rasendriya Bianchi yang melototi dirinya. Duh! Salah apa aku?
***
Arletta berjalan menuju mobil van restauran nya dengan mengomel panjang lebar, kesal karena ada seorang pria dengan santainya mencuri ciuman di bibirnya. Di bibirnya!
"Dasar brengseeekkkkk! Dokter mesum! Harusnya tadi aku banting saja!" Arletta ngomel-ngomel hingga ke mobilnya.
Dua pegawainya yang sedang memotong daging, terkejut melihat Bossnya datang marah-marah.
"Chef, ini sudah mau selesai," ucap pegawainya dengan sedikit takut.
"Bukan masalah daging!" jawab Arletta ketus.
Dua pegawainya saling berpandangan. Apakah si Boss lagi PMS?
"Mana dagingnya? Kita bawa ke dalam!" perintah Arletta.
"Baik chef!"
***
Ruang Praktek Rasendriya Bianchi
Rasendriya menatap tajam ke Jeff Clarke yang berdiri dengan wajah bingung.
"Enak cium bibir Letta?" tanya Rasendriya tanpa basa basi.
Letta? Kenapa Dokter Bianchi memanggil dengan nama kecil? Apa hubungannya?
"Letta? Apakah dokter Bianchi mengenalnya?" tanya Jeff bingung.
"Dia keponakan aku! Tentu saja aku mengenalnya!" jawab Rasendriya ketus.
Jeff terkejut. "Ke ... Keponakan anda?"
"Yes!" Rasendriya membenarkan posisi berdirinya dengan bersandar di meja kerjanya sambil bersedekap. "Jadi ... Enak sudah mencium bibir keponakan aku?"
"Well ... Aku akan mengatakan yang sejujurnya, Dokter Bianchi. Bibir Chef Arletta memang enak dicium ...." Jeff menatap tanpa rasa ragu dan bersalah. "Bukan salah aku bukan karena kami di bawah mistletoe. Jadi ... Yeah, aku suka mencium keponakan anda."
Rasendriya menatap tajam. "Apakah kamu tahu siapa ayahnya?"
"Siapa Dok?"
"Scott Peterson, Chief FBI International. Yeah, Arletta orang Amerika bukan Inggris!" jawab Rasendriya. "Beruntung aku yang ada di sini, bukan Scott!"
Jeff hanya mengusap tengkuknya. Siapa mengira jika gadis cantik itu punya ayah seorang agen FBI!
***
Arletta melayani para dokter dan perawat serta pegawai rumah sakit lainnya. Bahkan ada beberapa pasien yang ingin ikut acara pesta natal untuk mencicipi masakan salah satu restauran terkenal di dunia. Arletta sudah kembali menjadi dirinya yang ceria dan ramah. Tidak sedikit yang meminta foto padanya apalagi dia terkenal menjadi juri MasterChef Australia yang fun dan hilarious.
Arletta saat menjadi juri dikenal sebagai orang yang presisi dan mengutamakan detail. Bahkan gadis itu sudah tahu rasanya sebelum mencicipinya apalagi jika cara seasoning peserta kurang.
Dari ketiga juri itu, Arletta memang yang paling blak-blakan tapi dia juga memberikan ilmu kepada para kontestan. Pamornya sebagai buyut Rain Reeves, cucu Eagle McCloud dan putri Elfesya McCloud Peterson, pewaris RR'S Meals. Sekarang, juri cantik itu ada di Royal Hospital, menjadi bagian penyelanggara pesta natal.
Arletta mendapatkan pujian dari direktur rumah sakit dan panitia pesta Natal karena semua hidangan yang disajikan semuanya enak dan membuat semua senang.
Rasendriya pun mendatangi Arletta yang sudah menyiapkan permintaan Oomnya itu. Arletta bahkan menemani Rasendriya untuk makan tanpa memedulikan sekelilingnya. Arletta tidak memperhatikan kalau Jeff menatap dirinya dari jauh.
"Oom tahu siapa yang mencium aku tadi?" tanya Arletta.
"Namanya Jeff Clarke, orang Amerika. Dulu dia di Chicago terus pindah ke London bersama tunangannya. Sayangnya, tunangannya meninggal karena kecelakaan sepuluh tahun lalu. Dia hidup macam biksu sejak itu dan tidak mau kembali ke Amerika dan sudah nyaman di London."
"Umur berapa? Sepertinya dia sama tuanya dengan Oom Lucky, suaminya Dash deh!" celetuk Arletta.
"Memang! Jeff Clarke berusia 38 tahun." Rasendriya dan Arletta sengaja mengobrol dengan bahasa Indonesia.
"Dih! Yakin Oom dia selibat? Macam biksu? Bukannya dia seorang g@y?" cecar Arletta sebal.
Rasendriya tersenyum. "Terlepas Oom tidak suka dengan kacaunya kalian tadi akibat di bawah mistletoe tapi jangan benci sama orang. Bahaya. Oh, Jeff nggak g@y kok, Letta. Hanya patah hati kelamaan yang jadinya selibat."
"Biarin! Masih untung aku tidak banting dia! Masih untung aku masih ingat dimana!" omel Arletta. "Tidak yakin ada pria normal seperti itu! Yakin Oom anunya nggak diasah?"
Nyaris Rasendriya menyemburkan minumannya.
"Letta!" tegur adik Rania Bianchi itu.
"Lha dinalar saja Oom!" balas Arletta. "Benar kan?"
Rasendriya menggelengkan kepalanya. "Oh Letta, Oom harus kembali ke New York akhir bulan ini karena kontrak Oom disini sudah selesai dan tidak memperpanjang lagi."
"Sudah kangen New York ya Oom?" goda Arletta.
"Iya. Ternyata Oom kangen New York."
***
Jeff menikmati kopinya sambil menatap Arletta yang sedang asyik mengobrol dengan Rasendriya Bianchi. Pria itu seperti baru tergugah jiwa romantisnya setelah terkubur satu dekade. Dirinya tidak menduga akan merasakan bibir feminim setelah sekian lama.
Aku sudah kelamaan menjadi biksu - batin Jeff.
"Bagaimana rasanya mencium bibir Chef cantik, Dok?"
Jeff menoleh dan tampak Chubby sedang menikmati soto dari mangkuknya.
"Kepo!" balas Jeff.
"Dok, baru kali ini anda terlihat tertarik dengan seorang wanita. Padahal sekian tahun anda berada disini, nyaris tidak terlihat tertarik dengan wanita secantik apapun! Tapi dengan Chef Arletta ... Bagaimana anda bisa tertarik?" ucap Chubby.
"Chubby ...."
"Ya Dok?"
"Kalau kamu selalu kepo, aku tarik tiket Chelsea kamu."
Chubby yang fans Chelsea, auto melongo. "Jangan dong! Dok, tolong ... Itu Derby London."
"Makanya jangan kepo!" Jeff pun berdiri menuju ruang kerjanya. Dirinya merasa lelah dan ingin pulang dari pesta ini.
***
Arletta membantu para pegawainya membereskan semua peralatan bekas pesta. Gadis itu melirik ke smartwatch Huaweinya yang menunjukkan pukul sebelas malam. Rasendriya sudah pulang karena lelah usai melakukan operasi rumit pagi sebelumnya.
"Chef, sudah semua ... Kita kembali ke RR'S Meals?" tanya Tara.
"Bawa semuanya. Bilang bagian cuci piring, lembur dulu."
"Baik Chef."
Arletta memeriksa ulang ruangan pesta itu guna memastikan tidak ada yang ketinggalan atau rusak. Setelah semua aman, Arletta pun berjalan keluar menuju parkiran dimana semua barang-barang dimasukkan ke dalam dua mobil van milik RR's Meals.
Arletta menunggu dua mobil van itu pergi meninggalkan rumah sakit sementara dirinya menuju mobilnya yang terparkir. Gadis itu melihat sebuah mobil Porsche berada di sebelah mobil Mini Cooper miliknya.
"Kayaknya tadi bukan Porsche deh yang parkir disini," gumam Arletta.
Terdengar suara langkah kaki dan Arletta yang bersiap masuk ke dalam mobilnya pun menoleh. Tampak Jeff berjalan menuju mobil Porsche di sebelah Mini Cooper Arletta.
"Wah Chef Arletta, apakah ini seperti kebetulan yang agak kebetulan? Bagaimana bisa mobil kita saling berjejeran?" senyum Jeff.
Arletta hanya melengos dan masuk ke dalam mobilnya.
***
Yuhuuuu up malam yaaaaa gaaeeessss
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
letta mulai nyaman dg jeff ya😁😁😁
chef Letta tampaknya mulai ada rasa penasaran 🤫
Jeff kaga usahh ke GR an yaa gegara di kirim makan sama Letta
menyebalkannya tapi ngangenin lho😅😅🤭