NovelToon NovelToon
Ajudanku, Si Dingin Pembuat Panas

Ajudanku, Si Dingin Pembuat Panas

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita / Cintapertama
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fafacho

"Salahmu sendiri terus menggodaku, jangan salahkan aku kalau sampai hilang kendali dan melepas paksa pakaian mu"


~~Ares Reindart Darmaji~~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fafacho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3.

“Kalian tidak usah sungkan dengan saya, kita sama disini sebagai rekan kerja” ucap Ares pada dua rekan lainnya, Dimana mereka sekarang duduk di depan rumah tempat mereka stand by. Di pagar depan sendiri ada beberapa security yang bekerja di rumah ini.

“Tapi Kapten, pangkat kita jauh. Saya nggak enak manggil  nama saja” ucap Topan pada Ares.

“Nggak pa-pa bang, lagi pula kita beda kesatuan. Abang dari polisi kan?” tanya Ares, karena dia mendengar yang jadi ajudan dirumah ini dari anggota semua.

“Iya bang, saya dari Polisi.” Jawab Topan.

“Kalau bang Gofar dari polisi juga?” tanya Ares menatap penasaran.

“Bukan, ndan..saya dari PM. Tapi pangkat saya jauh dari komandan”  jawab Gofar terlihat sungkan menjawabnya.

“Nggak masalah, tetap panggil saya Ares saja. Lagi pula ini bukan di lingkungan dinas resmi. Selain kalian ada ajudan lain kan?” Ares terlihat ramah, meskipun ia sesekali terlihat dingin dengan orang.

“Iya ada ndan, tapi mereka sedang cuti” jawab Topan.

“Iya saya tahu salah satunya teman saya” balas Ares,

Keduanya hanya mengangguk-angguk, lalu topan menatap kearah Ares.

“Oh iya ngomong-ngomong kenapa bang Ares jadi ajudan, bukannya seharusnya dengan pangkat abang sekarang abang jadi Danki?” tanya Topan penasaran, Gofar yang mendengar pertanyaan itu juga menatap Ares penasaran.

“Saya di tunjuk langsung oleh Pangdam”  jawab Ares.

Keduanya mengangguk mendengar jawaban singkat dari Ares, dan keduanya memilih diam tak banyak tanya lagi. Mereka bertiga menikmati kopinya sore ini tapi baru saja kopi akan mereka seruput. Dua ajudan yang duduk di sebelah Ares langsung menaruh kopi mereka dan berdiri dengan cepat saat melihat Flo berjalan keluar dari pintu depan. Keduanya langsung berlari menghampiri Flo sebelum pergi, Ares yang melihat itu kaget sekaligus heran. Tapi ia perlahan menaruh kopinya juga dan menyusul kedua rekannya.

Di sisi lain Gofar dan Topan tampak terengah-engah di depan Flo

“mau apa kalian?” tanya Flo menatap keduanya yang kini menghalangi langkahnya.

“Mbak Flo mau kemana sore-sore begini?” tanya Gofar sambil mengambil nafas dalam-dalam karena masih Lelah.

“Kalian tidak perlu tahu gue mau kemana, minggir kalian” Flo menyuruh mereka minggir, dan akan melewati mereka. Tapi mereka Kembali menghadangnya.

“Maaf mbak, tapi untuk seminggu ini mbak Flo di larang keluar selama bapak dan ibu masih di luar negeri” jelas Topan sambil masih menghadang Langkah Flo.

“Gila kalian, kalian siapa berani melarangku keluar. Minggir,..” Flo mendorong Tofan dan akan Kembali berjalan. Tapi langkahnya Kembali di hadang tapi kali ini bukan oleh dua orang itu tapi di hadang oleh Ares.

“Aish, lo lagi. Minggir lo” Flo tampak muak dengan Ares, tangannya mendorong Pundak Ares. Tapi Ares tak bergeming sama sekali, malah tangannya saat ini mencengkram pergelangan tangan Flo yang masih di pundaknya.

Mereka berdua saling tatap, Flo melihat tangannya yang di cengkram oleh Ares.

“Lepasin tangan gue?” sinisnya menatap sekilas pergelangan tangannya.

“Saya lepaskan kalau anda masuk kedalam” ucap Ares menatap tajam Flo yang juga menatapnya tak kalah tajam.

Flo menarik paksa tangannya hingga terlepas dari genggaman Ares,

“Lo siapa berani nyuruh gue hah” Flo malah menantang Ares, dia mendekatkan dirinya dengan membusungkan dadanya menantang.

Ares tak mundur sama sekali, dia masih berdiri di tempatnya dengan tatapannya tak kalah dari Flo. Sehingga dada Flo membentur dada bidang Ares.

“Minggir sekarang atau gue bisa lebih kasar?” Flo menyuruh Ares untuk minggir, dia sudah sedikit emosi saat ini. Flo masih membusungkan dadanya sehingga menempel dengan tubuh Ares.

Ares malah tersenyum mendengar itu tapi bukan senyum menawan melainkan senyum meremehkan. Melihat itu Flo mereasa bingung, dia tak sadar mundur selangkah menatap heran pria di depannya yang malah tersenyum.

“Kenapa lo, lo gi..”

“Dada kecil begitu mau kau pamerkan, ingin menggodaku dengan dada kecilmu itu” sinis Ares dengan senyum miringnya.

Flo terpaku di tempatnya, dia tak menyangka mendengar ejekan begitu. Dia ternganga mendengarnya, dan ia sedikit menunduk melihat dadanya.

“Lo barusan ngehina gue, lo..argghhh..awas aja lo” tangan Flo mengepal di udara, dia geram saat ini. Tapi rasa malu memenuhinya, Flo langsung berbalik arah Kembali lagi kedalam rumah sambil memaki Ares.

“Brengsek, pria mesum. “ makinya sambil berjalan pergi.

Gofar dan Topan langsung menghampiri Ares yang akan Kembali ketempatnya, 

“Saya kasih selamat buat kamu bang, karena bisa buat mbak Flo balik ke rumah tanpa kekerasan” ucap Topan merasa senang.

Ares yang sudah melangkah berhenti,

“Kekerasan? Maksudnya?” tanyanya bingung.

“Mbak Flo jago bela diri bang, biasanya dia kalau di hadang bakal ngebanting orang di depannya” jelas Gofar.

Ares diam mendengarkan, dia tak memberikan respon lain setelah itu ia Kembali berjalan pergi dan di ikuti oleh dua orang tersebut.

………………….

Flo merasa kesal sendiri saat ini, dia melampiaskan kekesalannya itu dengan minum wine di tepi kolam renang. Dengan pakaian seksinya itu dia menikmati angin malam di pinggir kolam. 

“Brengsek, pria itu berani merendahkanku” geramnya, lalu dia memegang pelan PYD nya sendiri.

“Masa sih kecil, apa gue perbesar aja ya. Aishh,.kenapa gue insecure begini” gumamnya, lalu Kembali meneguk segelas wine di tangannya.

“Siapa yang bilang boleh minum alkohol  dirumah ini,.” Suara tegas mengalihkan Flo, Flo langsung menoleh melihat siapa yang bicara.

“Lo lagi, lo mau apa hah?” Flo berdiri dari duduknya, ia sedikit sempoyongan karena sudah setengah mabuk.

Dengan Langkah tegapnya Ares berjalan mendekat, dia langsung mengambil segelas wine itu dari tangan Flo.

“Lo siapa berani ngelarang gue, kembalikan” Flo akan mengambil Kembali gelasnya tapi langsung di jauhkan oleh Ares.

“Lo cuman pembokat, lo babu ngerti..lo gak bisa ngatur gue” Flo menunjuk-nunjuk dada Ares

“Saya nggak perduli, anda mengatai saya apa. Ini sudah menjadi tugas saya, dan saya tahu aturan di rumah ini. Jadi saya berhak melarang karena aturan sudah tertulis jelas,”

“Dirumah ini ada aturan? Cihhh, aturan dari hongkong. Oh iya aturan hanya buat gue ya..gue kan disini di penjara oleh kalian semua.” Ucap Flo dengan melantur, dia sudah terlihat jelas mabuk.

“lebih baik anda masuk sekarang, ini sudah malam. Tidak baik diluar dengan pakaian minim seperti ini” ucap Ares dan menyuruh Flo masuk. Dia hanya sekilas memperhatikan penampilan Flo. 

Flo menatap Ares, dia yang Sempoyongan hampir saja jatuh. Untung dengan sigap Ares menahan pinggang Flo.

“Lo perhatian banget sama gue hah, orang tua gue aja nggak perhatian sama gue. Memperhatikan pakaian gue juga lagi, atau jangan-jangan lo tergoda ya sama gue. Eh mana mungkin lo tergoda,.lo aja ngatain dada gue kecil. Cckk..kecil? hahaha” Flo sudah mulai melantur dan tatapannya hanya tertuju pada Ares.

Ares berusaha menahan tubuh Flo,

“Ayo masuk kedalam,” ucapnya  mengajak Flo masuk. Tapi tangannya yang kosong di pegang oleh Flo dan membuatnya kaget seketika saat Flo menaruh tangannya di PD Perempuan itu.

Mata Ares melebar, ia tampak syok menatap Flo yang malah tertawa.

“Rasakan saja, aku tidak masalah rasakan kecil atau besar dadaku”

Ares mencoba menarik tangannya tapi di tekan terus oleh Flo,..

***

1
Piet Mayong
jadi bener Ares suka sama adek tirinya Flo??
kok pas di mall kemaren Ares g negur si Farah kan mereka sempet ketemu Thor??
Fafacho: disini belum author ceritain
total 2 replies
vita
ceritanya menarik dan bagus
Piet Mayong
ini juga pejantan mau mau aja di sosor...
😄😄😄
Piet Mayong
nekat amat jadi cewek kau Flo....terlalu frontal 🤭🤭🤭
Piet Mayong
semoga Ares g jatuh cinta sama Flo, beda level ini wir....
Piet Mayong
bener bener cewek gila si Flo ini ya Thor...
hehehehhe...
lanjut ya
Piet Mayong
jangan mau meluk cewek hantu laut res...
hahhahaha
Piet Mayong
gak ada penjelasannya gitu
Fafacho: penjelasan soal apa ya kak?
total 1 replies
Saefuroh Zt
aq nungguin updetnya
Piet Mayong
flo udh mulai nekat...
kita tunggu kegilaan apa yg bakal kalau lakukan flo???
Piet Mayong
bagus ini ceritanya....
lanjut lagi donk....
Piet Mayong
rajin up ya Thor biar aku rajin juga ngasih gift
Piet Mayong
apakah ada udang di balik batu??
mama tiri berusaha JD peri atau penyihir nih🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!