NovelToon NovelToon
KAMAR KOSONG

KAMAR KOSONG

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Anyue

Murni dan Samsuri beserta ketiga anaknya tinggal di rumah selama bertahun-tahun lamanya tidak pernah tahu kalau ada kamar kosong di rumahnya .

Salah satu anak dari mereka melihat kamar kosong berada di ruang bawah tanah ketika tidak sengaja membuka lemari pakaian di kamarnya saat sedang merapikan pakaiannya .

Kejadian demi kejadian mereka alami setiap malam dan mereka sangat terganggu sehingga setiap malam terjaga .

Apakah yang akan dilakukan satu keluarga tersebut ketika mengetahui adanya kamar kosong di dalam rumahnya ?

Ikuti kisahnya sampai selesai

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anyue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Penemuan Mayat

Dua anak pasangan Murni dan Samsuri naik kelas dan satu lulus sekolah . Alif melanjutkan sekolah tingkat atas di sebuah sekolah negeri . Hari ini masih libur sekolah ke tiga anak remaja itu sedang membersihkan kamarnya masing-masing, dari mulai tempat tidur sampai mengepel .

Murni juga libur bertepatan dengan hari Minggu ia gunakan membersihkan dapur yang sudah acak-acakan tidak rapih . Samsuri membersihkan halaman belakang sambil menanam beberapa bibit sayuran .

"Ibu ... Ibu tahu tidak buku yang kemaren aku beli aku taruh di meja tv ?' tanya Manaf menghampiri Murni di dapur . Murni menghentikan aktifitasnya mengingat saat ia membereskan ruang tv . "Oh ibu kira itu buku kakakmu ibu simpan di kamar kakakmu Alif , coba kamu tanyakan sama kak Alif ," Murni kembali melanjutkan aktifitasnya .

Manaf pergi ke kamar Alif melihat pintu kamar kakaknya yang terbuka ia masuk tanpa permisi . Alif terkejut melihat adiknya masuk tanpa memberi salam .

"Cari apa kamu ?" tanya Alif melihat Manaf mengacak buku milik Alif . "Aku mencari buku , kata ibu , ibu menyimpan di kamar kak Alif ," jawab Manaf masih terus mencari buku miliknya .

"Seperti apa bukunya ?" tanya Alif sambil merapikan tempat tidur . "Ada gambar seremnya juga , judulnya aku lupa karena aku baru beli ," jawab Manaf kesal , ia tidak menemukan buku tersebut .

"Nanti kalau kakak melihat buku itu kakak kasih ke kamu ," sahut Alif melihat Manaf keluar kamarnya dengan wajah kesal .

Manaf melihat buku miliknya ada di pinggir pintu Alif langsung mengambil lalu berjalan ke kamarnya . "Kok bisa di bawah pintu kamar kak Alif ya ," gumamnya membuka buku tersebut dan membacanya .

Manaf begitu serius membaca cerita seram tidak ada rasa takut sama sekali , saking seriusnya ia tidak menyadari ada sosok misterius di sudut kamarnya sedang melihat Manaf dengan mata menyala seolah ingin menerkam Manaf .

Tiba-tiba tengkuk Manaf merinding , ia menoleh ke segala arah dikamarnya lalu melanjutkan membacanya sampai selesai satu bab rasa kantuk tidak bisa di tahan ia pun tertidur di meja belajar .

Makhluk tersebut mendekati Manaf sambil membelai wajahnya , kemudian tertawa seperti senang mendapatkan apa yang ia inginkan . Makhluk tersebut masuk ke dalam mimpi Manaf di siang hari .

Manaf terbangun melihat ke sekeliling merasa aneh , ia belum pernah ke tempat seperti itu . Manaf berjalan perlahan mengitari tempat tersebut matanya menangkap sosok pria misterius berdiri di bawah pohon beringin dengan pakaian compang- camping memandang ke sebuah rumah mewah .

Dengan berjalan perlahan-lahan Manaf mendekati pria tersebut dan memberanikan diri menyapa ."Permisi ," sapa Manaf .Pria tersebut menoleh menatap Manaf tanpa ekspresi.

Manaf terkejut melihat wajah pria tersebut sangat jauh dari kata sempurna , mulutnya sobek hidungnya patah , di mata sebelah tertancap sebuah jarum , dada pria tersebut banyak bekas cambukan . Manaf merasa ingin mual melihat kondisi pria tersebut mundur lalu berlari sekuat tenaga .

Murni sedang membersihkan ruang tamu mendengar suara dari dalam kamar Manaf berlari masuk , begitu membuka pintu Murni melihat Manaf mengigau sambil menjejakkan kakinya terdengar sampai di luar .

"Manaf ,,, Manaf ,,, Manaf , " Murni mengguncang tubuh Manaf dengan kuat , setelah lama membangunkan Manaf membuka mata sambil ngos-ngosan . “ Ibu ," Manaf terkejut melihat Ibunya berdiri disampingnya .

"Kamu mimpi buruk ya ? " tanya Murni melihat wajah Manaf sangat pucat dan berkeringat . "Iya ,Bu ... Aku melihat seorang pria dengan wajah hancur dan tubuhnya seperti ada bekas cambukan ," jawab Manaf menceritakan mimpinya .

"Makanya kalau tidur itu berdoa , lagian kamu ini tidur kok di meja itu tempat tidurmu menganggur ,"Murni melirik ke tempat tidur Manaf .

Jantung Manaf berdegup sangat kencang mengingat pria dalam mimpinya menatapnya dingin seperti menyimpan dendam .

           _________________

Sore hari Abdul pergi mancing bersama dua teman Joko dan Toni di sebuah sungai letaknya berada di tepi kampung . Sungai dengan lebar sepuluh meter banyak ikan mulai yang kecil sampai yang besar , jarang orang memancing di sungai tersebut .

"Jok ,umpanmu apa?" tanya Abdul kepada Joko yang sedang memasang umpan ke kail alat pancing . " Cacing , Dul ," jawab Abdul yang sudah siap memancing . Ia duduk di batu besar agak ke tengah sungai .

Joko duduk di belakang Abdul tapi di batu lain ,Toni sedangkan Tony berseberangan di depan Abdul . "Ini ikannya ngumpet dimana ya ,kok tidak nongol ," Toni menggerutu . “Sabar , memancing itu tidak seperti arisan kocok langsung dapat ," canda Joko tertawa senang .

"Memangnya umpanmu apa ,Ton ?" tanya Abdul ."Ulat ," jawab Toni dengan wajah kesal . biasanya langsung dapat ikan ini sudah setengah jam belum dapat satu pun Abdul sudah dapat lima sedangkan Joko dapat tiga .

Tiba-tiba pancing Toni terasa ketarik , Tony terkejut langsung di tarik dengan kuat . Melihat Toni kewalahan Abdul langsung membantu menarik . "Ayo lebih kuat lagi ," kata Abdul .

Mendengar dia temannya heboh Joko menoleh betapa terkejut pancing Toni menyangkut pada sebuah plastik hitam . Ia pun tertarik ingin tahu ketika plastik hitam di angkat dan diletakkan di atas batu .

Ketiganya membuka plastik dengan rasa penasaran . Setelah terbuka sempurna mata ketiganya melebar sempurna , sebuah potongan tubuh manusia dalam keadaan membusuk .

Ketiganya merasa mual hendak muntah . "Mayat , " teriak Joko . "Jangan teriak , kita lapor ke Pak RT atau Pak Kadus ," kata Abdul memberi ide . "Oke , ayo kita ke sana , mayat ini biar di sini dulu ," kata Toni .

Ketiganya berjalan meninggalkan sungai menuju rumah Pak RT . "Permisi ," sapa ketiga anak remaja di depan rumah Pak RT bernama Hasan . Pintu di buka dari dalam oleh istri Pak RT bernama Sari .

"Masuk dulu duduk dulu , bapak sedang makan tunggu sebentar ," sapa Sari . Hasan keluar dari ruang makan lalu duduk menemui ketiga remaja .

"Ada keperluan apa kalian datang kemari ?" tanya Hasan menatap heran pada ketiga remaja tersebut . "Begini pak , kami menemukan mayat di dalam kantong plastik di sungai ," jawab Abdul .

Hasan terkejut mendengar penjelasan Abdul . "Mayat laki-laki atau perempuan ?" tanya Hasan perasaannya merasa tidak nyaman . "Kami kurang tahu , Pak , soalnya kami belum sepenuhnya tahu ," sahut Toni .

"Baiklah kalau begitu ayo ke sana kita selidiki ," ajak Hasan beranjak dari tempat duduk melangkah keluar rumah diikuti ketiga remaja tersebut . Begitu sampai di tepi sungai mereka melihat kantong plastik .

Hasan penasaran dengan plastik tersebut langsung membukanya . Begitu terlihat sebuah mayat Hasan merasa hendak muntah perutnya jadi mual . Ia sama dengan ketiga remaja segera melakukan panggilan telepon dengan pihak tim forensik untuk menyelidiki mayat yang ditemukan pemuda remaja tersebut .

Beberapa menit kemudian tim forensik datang ke tempat kejadian membawa ke rumah sakit untuk diotopsi .

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!