NovelToon NovelToon
PILIHAN HATI HASYA

PILIHAN HATI HASYA

Status: tamat
Genre:Romansa / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta setelah menikah / Tamat
Popularitas:129.7k
Nilai: 5
Nama Author: Arisha Langsa

REVISI....


Ketika kamu ikhlas menerima semua takdir di hidupmu,maka Allah akan membalas tuntas semua kepahitan mu dengan beribu kebaikan.
Percayalah bahwa segala sesuatu yang baik untuk mu tidak akan Allah izinkan pergi dari mu, kecuali akan di ganti dengan yang lebih baik lagi (Ali Bin Abi Thalib).
Nasehat itulah yang menjadi penguat seorang gadis bernama Hasya Nur Shafiyyah,saat hidupnya di penuhi ujian pahit dan sakit, setelah ia menikah dengan pria pilihan Kakak nya.
" Kau boleh meminta apapun dari ku Hasya Nur Shafiyyah, kecuali nyawa dan perceraian, karena hanya kematian yang akan memisahkan kita" Ezar Atharizz calief.

kata-kata itu bagaikan alaram yang terus terngiang di telinga Hasya, bertahan ia takut sakit,namun pergi pun ia yakin itu akan sulit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arisha Langsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3

" Dia bisa mengenal saya setelah kami menikah,dia akan mendapatkan segala kemewahan,tak ada wanita yang tak menginginkan dan mencintai kemewahan,saya bisa memberikan semua itu padanya,maka dia akan mencintai saya"

Safea tersenyum mendengar ucapan Ezar,namun ia juga menggeleng,ia tau adik cantiknya bukan wanita seperti itu, Hasya nya adalah wanita yang sangat sederhana.

" Saya beri waktu sepuluh hari, hubungi saya saat tanggal pernikahan nya sudah di tentukan" Ezar kembali berucap masih dengan nada arogan, matanya melirik Reza asisten nya, memberikan perintah.

Dengan cepat Reza mengeluarkan satu kartu nama dari dalam saku jasnya dan menyerahkan nya pada Safea.

" Hubungi nomor yang tertera pada kartu ini" perintah Reza seraya meletakkan kartu nama di atas meja di hadapan Safea.

Safea tak memberikan respon yang berarti pada dua laki-laki yang kini melangkah meninggalkan nya,ia masih terpaku pada fakta yang saat ini ia hadapi.

Hingga beberapa saat kemudian,tubuh safea merosot ke tanah, wajahnya mendongak, menengadah mencoba sekuat tenaga menahan agar air matanya tak tumpah di tempat itu,safea tak ingin orang-orang tau tentang masalahnya.

Dengan sisa tenaganya dan tangannya yang bergetar,safea mengumpulkan beberapa foto yang Reza letakkan di atas meja,safea tak ingin ada yang melihat foto-foto dirinya dengan seseorang, dengan sisa tenaganya ia merobek semua foto-foto itu hingga benar-benar hancur tak berbentuk.

Matanya menatap nanar remahan foto-foto itu,air matanya mengalir tanpa lagi bisa ia tahan, hingga Mira asisten nya datang menghampirinya nya.

" Ada apa Fea?" Mira bertanya dengan nada heran, matanya melihat remahan foto-foto yang berserakan di hadapan modelnya.

Tak ada jawaban " are you okay fea?" tanya Mira lagi,kali ini ia sudah berjongkok di hadapan sahabat nya itu.

Safea menggeleng lemah" katakan Apa yang harus aku lakukan Mir? Aku sangat menyayangi adik ku" hanya beberapa kata itu yang mampu safea katakan, setelahnya tangis nya pecah saat Mira menariknya dalam pelukan nya.

Mira, asisten sekaligus sahabatnya itulah yang tau segalanya tentang dirinya, tentang kesakitan yang harus ia rasakan, hingga kehancuran nya,demi bisa melihat adiknya tetap tersenyum,tak merasakan kepahitan hidup setelah kepergian sang ayah.

Mira memeluk erat tubuh indah safea,mengusap lembut punggung nya,berusaha memberikan rasa tenang " ceritakan saat kamu sudah lebih baik, percayalah, semuanya akan ada jalan terbaik nya" Mira berusaha untuk membuat sahabat nya tenang.

Safea mengangguk, tubuhnya masih bergetar menahan isakan,jika sudah melibatkan adik dan ibunya,safea akan merasa sangat khawatir dan takut.

" Mir... apakah ini saat aku sudah di titik ini? Dimana aku harus ikhlas dengan apa yang terjadi, ya terjadilah".

" Tapi aku tak ingin menyerah Mir,aku akan belajar untuk menerima,tapi aku hanya manusia biasa yang hanya bisa mengantisipasi dan aku tak mampu mencegahnya, apalagi memaksakan dari sesuatu yang sudah terjadi "

" Sepertinya aku harus belajar menerima dan menjalankan akibat dari keputusan ku, mengambil makna dari setiap kejadian,lalu menguatkan diri untuk belajar jadi lebih baik lagi,aku juga harus mempersiapkan diri dengan kenyataan yang selanjutnya akan terjadi ".

Safea terdengar begitu putus asa saat mengucapkan semua itu,ia merasa putus asa atas dirinya sendiri,tapi ia terlihat tak ingin melibatkan adik kesayangannya.

" Ayo kita ke mobil,jangan sampai ada yang melihat kekacauan kamu,saat kamu sudah lebih baik, ceritakan pada ku,kita akan cari solusinya bersama, aku akan selalu ada untuk mu" Mira membujuk agar safea segera mengikutinya meninggalkan tempat itu.

Safea mengangguk patuh, untungnya Mira selalu ada untuk nya,Mira adalah gadis yang di besarkan di panti asuhan dan tidak mengenal keluarga nya,maka itu sahabat sekaligus asisten safea itu sangat dekat dengan keluarga safea.

Mira membantu safea berjalan menuju mobil, keduanya memasuki mobil dan meninggalkan lokasi pemotretan,mereka akan kembali ke villa yang di sewa selama satu Minggu untuk para model oleh agency.

" Mau langsung ke villa atau singgah di suatu tempat?" sambil mengemudi Mira bertanya pada Safea yang terlihat memejamkan matanya seraya menyandarkan punggungnya di sandaran kursi mobil.

" Kita cari tempat yang nyaman, aku ingin makan sesuatu,tapi bukan nasi, rasanya selera makan ku hilang " safea menjawab pertanyaan Mira tanpa membuka matanya.

Mira mengangguk, walaupun ia tau safea pasti tak melihat nya,ia mencari tempat yang terletak sedikit di pinggiran kota,cafe yang tak terlihat terlalu ramai,seraya mengemudi ia berselancar di dunia Maya,mencari tempat yang seperti Safea inginkan.

Dan akhirnya Mira menemukan beberapa tempat yang di rekomendasikan oleh aplikasi pencarian,Mira memilih salah satu nya.

" Ayo turun" Ajak Mira saat ia sudah menghentikan mobilnya.

" Sudah sampai,tempat apa ini?" sadea membuka matanya, menatap sekeliling, melihat teman seperti cafe yang terletak di pinggiran persawahan, terlihat cukup asri.

" Kita ke situ aja" tunjuk Mira pada pondok yang terletak cukup berjarak dengan pondok-pondok lainnya.

Sadea mengikuti Mira dengan patuh,sebuah pondok makan lesehan menjadi pilihan Mira,mereka duduk dengan nyaman,Mira memesan beberapa menu saat seorang pramusaji menghampiri pondok mereka, sampai-sampai Mira memesan rujak.

" Untuk apa kamu pesan rujak? seperti orang mengidam saja" safea memang tak akan bisa bersedih berlarut-larut jika bersama Mira.

" Untuk menyegarkan pikiran kita yang sedang mumet ini" Mira menjawab asal.

" Not bad" Safea menanggapi dengan santai.

" Mau cerita sekarang atau nanti,besok atau lusa?" begitulah seorang Mira, bicaranya terkesan santai,namun ada ketegasan di setiap katanya.

Safea menatap hamparan sawah di depannya,kuning padi yang mulai menua terlihat begitu menenangkan.

" Ternyata benar ya,semakin tinggi pohon,maka semakin kencang angin meniupnya,dan benar juga nasehat orang tua bahwa hiduplah seperti padi,semakin berisi semakin merunduk, apakah aku bisa seperti padi?"

" Semua orang bisa,jika memang berniat" Mira menjawab yakin.

" Siapa orang tadi? Apa yang ia katakan pada mu? Sampai-sampai membuat kamu kacau seperti ini?" pertanyaan-pertanyaan yang sejak tadi Mira tahan akhirnya keluar juga.

Safea beralih dari menatap padi kini menatap Mira, tatapan nya sendu dan terlihat ada ketakutan di sana.

" Aku tidak tau siapa dan dari mana asalnya orang itu,apa tujuan nya aku juga belum tau,tapi dia...." akhirnya secara perlahan safea menceritakan semuanya pada Mira, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk memberikan kesempatan pada pria itu,dan mereka akan menyelidiki motif di balik semuanya.

Hingga akhirnya pernikahan hari ini terjadi,itu atas keputusan Safea dan Mira, tentunya dengan penuh pertimbangan yang sangat-sangat sulit,Mira juga menyayangi Hasya seperti adiknya,ia merasa memiliki keluarga saat bersama keluarga Safea,tapi mereka terlalu Khawatir jika harus berurusan dengan Ezar, terlebih mengingat sang ibu yang tengah membutuhkan begitu banyak biaya untuk perawatan nya.

flash back of..

1
Rahmaniar
suka banget ceritanya,saking menikmati membaca nya tau tau udah tamat,sukses Thor untuk karya2 selanjutnya👍👍
.
smngat
🍅🍅
👍
Nazia wafa abqura
bagus banget thor
Muslika
tor kamu gak ada karya baru lagi kah yg mau rilis
Muslika: oke..sukses terus yaa torrr
total 2 replies
Kei
Meninggalkan jejak saja
🌶3
alhamdulillah akhirnya selesai... terimakasih bnyk up2 nya... smg stlg hasya ada karya baru lagi yg launching yang tak kalah seru juga
Atmita Gajiwi
/Rose//Rose//Rose//Rose//Heart/
Lilik Juhariah
makasih author dah tamat ya
mama yogi
Alhamdulillah, selesai cerita Hasya dan Ezar...sukses lanjut dg cerita yg lain nya ,yg novel 1 nya ga di lanjut'Thor?🙏
Siti Naimah
oh ga terasa kisahnya Hasya dah berakhir saja🤭... ditunggu karya selanjutnya kakak author...semangat berkarya 💪🙏
Ilfa Yarni
happy ending ditunggu karyamu selanjutnya thor
mheldaaa
yaaaa cepat bnget tamatny😭😭😭😭😭😭😭😭
irma hidayat
ditunggu cerita barunya thor, selalu semangat berkarya
Ilfa Yarni
ezar2 perhatianmu besar tp nafsumu jg besar ya hasya udah mau lahiran tetap minta jatah hadeh ezar tahan dikit napa
irma hidayat
mungpung belum puasa ezar
Ilfa Yarni
siapa dulu istri tuan mudanya ya hasya wezar dibuat bertukuk lutut sama istrinya
irma hidayat
ah ezar suami idaman banget
Lilik Juhariah
ha ha ha Hasya bisa bijak saat ngidam rujak , kereeeen
mheldaaa
kenapa ga up thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!