NovelToon NovelToon
Since The Beginning In You

Since The Beginning In You

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mafia / Kisah cinta masa kecil / Cinta Murni / Rebirth For Love / Idola sekolah
Popularitas:606
Nilai: 5
Nama Author: Xi Xin

Felyn Rosalie sangat jatuh cinta pada karya sastra, hampir setiap hari dia akan mampir ke toko buku untuk membeli novel dari penulis favoritnya. Awalnya hari-harinya biasa saja, sampai pada suatu hari Felyn berjumpa dengan seorang pria di toko buku itu. Mereka jadi dekat, namun ternyata itu bukanlah suatu pertemuan yang kebetulan. Selama SMA, Felyn tidak pernah tahu siapa saja teman di dalam kelasnya, karena hanya fokus pada novel yang ia baca. Memasuki ajaran baru kelas 11, Felyn baru menyadari ada teman sekelasnya yang dingin dan cuek seperti Morgan. Kesalahpahaman terus terjadi, tapi itu yang membuat mereka semakin dekat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Xi Xin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari Yang Aneh

Keesokan harinya, Felyn kembali ke Gramelove untuk membeli kembali novel yang sama seperti kemarin. Dia terpaksa membeli lagi, karena novel yang sudah dibelinya kemarin hilang.

Dengan langkah cepat sambil bergumam sepanjang jalan, Felyn tiba di Gramelove dan langsung masuk untuk membeli novel L&M 2 lagi. Awalnya lancar-lancar saja, Felyn mengambil novel itu dengan perasaan yang biasa. Namun, disaat yang sama seseorang pria mengambil buku yang sudah dipegangnya, sontak Felyn langsung menoleh ke belakang.

Betapa kesalnya Felyn saat melihat ternyata pria yang kemarin datang mencari masalah lagi dengannya.

"Maaf, masalah Anda apa sih Mas? Sampai harus ikutin saya. Kemarin bukannya Mas sudah beli buku ini, ya? Kok, sekarang jadi ikut balik lagi?" ketus Felyn.

"Saya gak ada maksud buat ngikutin kamu! Kemarin saya tidak jadi membeli bukunya karena...apa untungnya juga saya menjelaskan? Intinya, ini tempat umum, kamu tidak ada hak untuk melarang saya berada di sini." Pria itu dengan jelas menyangkal pikiran negatif Felyn.

Seseorang gadis berseragam SMP tiba-tiba menghampiri Wira dan Felyn yang sejak tadi sibuk menatap satu sama lain.

"Emm, permisi .... Kak, bisa tolong ambilkan saya buku itu?" tanya gadis itu sambil menunjuk ke arah rak buku yang ada di depan Wira dan Felyn.

Felyn tersenyum licik, "Mas, aja yang ambil kan deh! Saya juga gak nyampe tuh," sindirnya.

Wira mengela napas, lalu terpaksa tersenyum. "Ya, saya akan mengambilkannya!" Dia mengambil buku L&M season 2 yang berada di bagian atas, lalu memberikannya pada gadis itu. "Nih, bukunya."

Gadis itu terlihat senang, bola matanya bersinar-sinar. "Wah, covernya sangat cantik diliat dari dekat. Gak sabar pengen baca!" Ia bergumam sambil membolak-balikkan buku itu.

"Hah, dasar laki-laki aneh! Tersenyum saja terus sampai toko ini tutup," batin Felyn sambil melirik Wira dengan rasa kesal.

"Kamu suka dengan buku itu juga ya?" tanya Wira pada gadis itu.

Gadis itu mengangguk tanpa ragu, "Hehe, iya Kak. Saya suka banget sama ceritanya, ada sedihnya, senangnya, keselnya, semuanya terasa!" jawabnya.

Wira mengangguk mengerti sambil tersenyum. Gadis itu memperhatikan Felyn yang berdiri di samping Wira dan tengah sibuk sendiri. Gadis itu mengira kalau Felyn dan Wira adalah sepasang kekasih yang mempunyai kegemaran yang sama.

"Emm, kakak berdua ini .... pacaran, ya?"

Wira dan Felyn terkejut dan langsung saling menatap satu sama lain. "BUKAN!"

"Ish, gak mungkin lah! Asal ngomong aja kamu," jawab Felyn.

"Ya, Tuhan. Is this really done by this little kid? Gila!" batin Felyn dalam hati.

Wira menggeleng, "Astaga, kenapa .... Baru juga ketemu, ini gak bisa di skip aja?" batinnya.

Felyn tampak kesal, "Udahlah, gue cabut duluan!" ucapnya sambil berjalan meninggalkan Wira dan gadis itu.

"Oh, iya. Terima kasih, sudah membantu saya, Kak! Kalau begitu saya duluan, ya. Sampai jumpa lagi!" salam gadis itu dengan sangat sopan pada Wira.

"Ah, iya. Sama-sama," jawab Wira dengan nada pelan.

Setelah Felyn dan gadis itu pergi meninggalkannya, Wira tiba-tiba mengeluh karena ia kelelahan menunduk terlalu lama. Tinggi badannya 180 cm, sedangkan Felyn 155 cm, dan gadis SMP itu 160 cm, sungguh menyiksa Wira pada saat itu.

"Huufhh, gila! Tu dua cewek beneran manusia apa gak sih? Pendek banget, sakit kepala nih jadinya." Wira bergumam sambil mengelus belakang lehernya.

Wira lalu pergi ke kasir untuk membayar buku yang sudah ia beli itu.

Di tengah perjalanan pulang, Felyn membaca buku yang baru saja ia beli itu sambil menelusuri tortoar jalan. Ia tak melihat sekitar, banyak orang yang lewat di sampingnya membicarakan tentang dirinya yang tidak tahu tempat saat membaca buku.

Eh, liat tuh! Anak zaman sekarang emang gak tahu tempat ya?!

Ish, iya. Jatuh baru tahu rasa tuh.

Baca buku di rumah dong, bukan sambil jalan gitu! Napa sih?

Bikin orang risih aja liatnya, entar kalau kenapa-napa mampus!!

Felyn mendengar semua omongan itu, tetapi bukan Felyn Rosalie jika ia mendengarkan apa yang dikatakan oleh orang-orang itu dan membuatnya marah. Saat ia tengah sibuk membaca buku menuju ke halte busway, busway yang akan ia naiki sudah akan berangkat, ia pun bergegas masuk ke dalam bus supaya tidak tertinggal.

"Astaga, gue hampir ketinggalan!"

Setibanya di rumah ....

Felyn mengetuk pintu lalu masuk ke dalam, "Felyn, pulang!" teriaknya sambil melepas sepatu sekolahnya, lalu meletakkan di rak sepatu yang ada di samping pintu.

Tak lama kemudian, datang seorang wanita yang tampak sudah berumur. "Felyn, sudah pulang, Nak?" tanya ibunya dengan nada lembut.

"Iya, nih. Udah balik, sebenarnya udah dari tadi, tapi .... Biasalah, ibu tahukan kalau Felyn ...."

"Iya, ibu tahu kok. Ibu gak bakal marah, karna ibu tahu kamu gak akan kemana-mana selain ke sana."

"Ya udah, kamu masuk dulu gih! Mandi, terus kita makan malam, ya!" ajak ibunya sambil tersenyum kecil.

Felyn mengangguk, "Iya, Felyn ke kamar dulu ya, Bu!" Ia melangkah menuju ke kamarnya.

Saat ia selesai mandi dan berganti pakaian, Felyn keluar dari kamar dan menghampiri ibunya yang masih sibuk menyiapkan makan malam di dapur.

Felyn memeluk ibunya dari belakang, "Ibu, Felyn kecil sudah lapar nih!"

Ibunya berhenti memasak seraya menggenggam tangan Felyn yang ada di pinggangnya. "Iya, sayang. Ibu sudah siap kok, masaknya! Tunggu di meja makan saja sana."

Felyn melepas pelukannya, "Ah, Ibu! Padahal mau nostalgia masa kecil, tapi Ibu gitu. Gak seruu tahu!" ucap kesal Felyn.

Ibunya tertawa karena sikap Felyn yang masih seperti anak kecil. "Ahaha, iya. Kamu kan sudah SMA, masa mau ibu terus yang kasih tahu kamu ini dan itu? Gak mungkin kan."

"Iya, iya. Aku nunggu di meja makan aja! Ibu lanjut masak aja, tuh." Felyn berjalan menuju ke meja makannya dengan muka masam.

Ibunya masih tidak bisa berhenti tertawa karena Felyn. "Iya, begitu."

"Huhh, dasar! Kenapa juga aku tiba-tiba jadi anak ingusan begitu sih tadi?" batinnya kesal.

Tak lama, ibunya membawa makanan yang sudah dimasak tadi, satu per satu supaya tidak tumpah. Felyn membantu dengan merapikan letak makanan itu supaya terlihat rapi dan tidak memakan banyak tempat di meja.

Ibunya duduk di kursi, "Akhirnya siap juga. Ayo, makan! Katanya tadi lapar."

"Iya, Bu. Ibu juga makannya yang banyak, supaya bisa masakin Felyn terus!"

Felyn mengambil nasi dan lauk pauk yang sudah ada di depan matanya itu, tampak di wajahnya ia sudah sangat merasa kelaparan.

"Enak gak?" tanya ibunya.

Felyn yang sedang mengunyah makanan di dalam mulutnya mengangguk. "Tentu saja enak. Kan ibu yang masak!" jawabnya sambil menelan semua makanannya.

"Pelan-pelan makannya, Fel! Nanti tersedak."

"Iya, Bu."

Tok .... Tok .... Tok

Suara ketukan dari pintu, sepertinya ada yang datang. Felyn dan ibunya seketika diam dan mendengarkan suara ketukan yang tidak berhenti.

"Fel, temen kamu gak tuh?" tanya Ibunya.

Felyn menggeleng kebingungan, "Tidak tuh. Aku kan tidak punya teman!"

Ibunya berdiri dari kursi, berniat untuk membukakan pintu dan melihat siapa yang datang. Tetapi Felyn langsung berdiri dan mengatakan kalau dia yang akan membukakan pintu.

"Jangan, Bu! Biar Felyn aja yang liat di depan siapa. Ibu lanjut makan aja, paling orang salah alamat ini pasti!" ucapnya lalu berjalan menuju ke ruang depan untuk membukakan pintu.

Felyn berhenti di depan pintu, dengan wajah penasaran tapi hati yang ragu, ia memberanikan diri untuk membuka pintu. "Ah, bodoh amat! Mungkin aja tetangga."

Saat ia memitar gagang pintu, Pintu terbuka, dan .... "Ya, siapa?" Kedua bola mata Felyn langsung membesar dan matanya tak berkedip.

BERSAMBUNG…

1
SISIN [Snow Fuyu]
Kisah cinta remaja yang tidak biasa
SISIN [Snow Fuyu]
Yuk mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!