NovelToon NovelToon
Benalu Dalam Rumah Tanggaku

Benalu Dalam Rumah Tanggaku

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cerai / Istri ideal / Ibu Mertua Kejam / Suami Tak Berguna / Pihak Ketiga / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:8.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: D'wie

Mentari merupakan seorang perempuan yang baik hati, lembut, dan penuh perhatian. Ia juga begitu mencintai sang suami yang telah mendampinginya selama 5 tahun ini. Biarpun kerap mendapatkan perlakuan kasar dan semena-mena dari mertua maupun iparnya , Mentari tetap bersikap baik dan tak pernah membalas setiap perlakuan buruk mereka.

Mertuanya juga menganggap dirinya tak lebih dari benalu yang hanya bisa menempel dan mengambil keuntungan dari anak lelakinya. Tapi Mentari tetap bersabar. Berharap kesabarannya berbuah manis dan keluarga sang suami perlahan menerimanya dengan tangan terbuka.

Hingga satu kejadian membuka matanya bahwa baik suami maupun mertuanya dan iparnya sama saja. Sang suami kedapatan selingkuh di belakangnya. Hanya karena pendidikannya tak tinggi dan belum juga dikaruniai seorang anak, mereka pun menusuknya dari belakang.

Tak terima perlakuan mereka, Mentari pun bertindak. Ia pun membungkam mulut mereka semua dan menunjukkan siapakah benalu sebenarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'wie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TIGA

Mentari tampak sibuk memencet tombol di layar tablet PC miliknya. Siang hingga menjelang sore hari merupakan kegiatan rutinnya memeriksa sesuatu yang hanya ia dan beberapa orang terdekatnya saja yang tahu. Mentari mengulas senyum, ternyata usahanya makin maju dan berkembang pesat.

Namun tiba-tiba bel rumahnya berbunyi nyaring. Ia pun bergegas menonaktifkan tablet PC miliknya kemudian menyimpannya di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan orang lain tentunya. Setelah itu, ia bergegas ke depan untuk memeriksa, siapa yang datang.

"Heh, buka pintu aja lama banget! Pasti kamu sengaja kan!" hardik Rohani saat pintu baru saja terbuka.

Lalu masuk begitu saja sambil menabrakkan bahunya pada Mentari membuat Mentari sampai terhuyung ke belakang. Untung saja ia bisa menjaga keseimbangannya jadi ia tidak sampai terjatuh. Kemudian di belakang Rohani, ikut masuk juga Septi dan Erna yang Mentari ketahui anak teman Rohani. Mentari tersenyum getir, tentu ia paham apa tujuan sang ibu mertua tersebut.

Kemudian mereka tanpa malu menghenyakkan bokong mereka di sofa ruang tamu sambil bergurau seakan mereka berada di rumah milik mereka sendiri.

Mentari hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap ibu mertua serta adik iparnya yang tidak pernah sekalipun menghargainya.

"Heh! Ngapain. bengong di situ! Cepat buatkan kami minum!" hardik Rohani lagi membuat Mentari menghela nafasnya. "Kamu mau minum apa Erna sayang? Bilang aja! Nanti mama bilang ke perempuan benalu itu untuk membuatkanmu minuman," tukas Rohani seraya memasang senyum semanis mungkin. Senyum yang tak pernah diberikan mertuanya padanya dari sejak pertama kali bertemu hingga kini di usia pernikahan mereka yang kelima tahun.

"Emmm ... apa aja deh, ma! Kasihan sama Mbak ... eeee .. siapa ya namanya? Maaf mbak, saya lupa! Hehehe ... " ujar Erna sambil terkekeh. Namun, Mentari tentu dapat menangkap arti dari tawa tersebut. Apalagi saat mendengar Erna memanggil mertuanya itu 'ma'. Sungguh, Mentari sebenarnya sedikit terusik. Mentari akan lihat, sampai batas mana ibu mertuanya itu akan ikut campur dalam urusan rumah tangganya.

"Aduh mbak Erna, buat apa sih ingat-ingat nama perempuan itu, nggak penting banget tau!" imbuh Septi acuh tak acuh. Ibu dan anak itu memang sama saja, sejak awal tidak menyukai Mentari menjadi istri Shandi. Bagi mereka, Shandi pantas mendapatkan perempuan yang lebih baik dari Mentari. Lebih baik bukan dalam arti sifat ataupun kecantikan, sebab sebenarnya mereka pun menyadari Mentari lebih baik dan cantik dari Erna. Tapi yang mereka utamakan justru kekayaan. Mereka menyukai Erna karena memiliki pekerjaan yang bagus. Selain itu, melihat Erna memakai barang serba branded dan bergaya glamor, tentu membuat mata mereka berbinar-binar. Berharap mereka dapat ikut merasakan menjadi seperti Erna. Sangat berbeda dengan Mentari yang kerap bergaya sederhana. Dan mereka tidak menyukai itu.

Mendengar kata-kata pedas itu, Mentari bersikap masa bodoh. Telinganya sudah kebal mendengar entah itu sindiran, cibiran, bahkan makian, ia sudah biasa. Entah terbuat dari apa hati Mentari. Tapi ingat, hati-hati dengan marahnya orang sabar. Sebab orang sabar dan diam, bila ia sudah sampai pada titik kesabarannya, maka kemarahannya bisa menghancurkan. Bisa menghanguskan. Bisa meluluhlantakkan.

Diam bukan berarti kalah Diam juga bukan berarti lemah. Tidak percaya, silahkan dicoba!

Sebagai tuan rumah yang baik, Mentari pun bergegas membuatkan minum untuk ketiga tamu tak diundang tersebut.

Setelah selesai, Mentari pun segera menghidangkan 3 cangkir teh chamomilel kesukaannya. Aroma harum bunga chamomile menguar sesaat setelah disajikan. Tak lupa Mentari menghidangkan sepiring pie brownies yang sempat dibuatnya pagi tadi ke hadapan mertua dan adik iparnya juga tamu tak diundang satunya.

Kemudian mereka pun. menyantap hidangan itu tanpa rasa malu dengan begitu nikmatnya. Mentari hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah ketiganya.

"Ma, rumah mas Shandi besar juga ya! Isinya juga perabot mahal semua. Pasti gaji mas Shandi gede banget ya, ma. Beruntung banget perempuan yang bisa jadi istri Mas Shandi," puji Erna sambil mengedarkan pandangannya. Ia bahkan sampai berdiri memperhatikan satu persatu perabot yang ada di rumah 2 lantai itu.

"Iya, perempuan itu yang beruntung, tapi kemalangan bagi Shandi. Udah punya istri udik, miskin, nggak berpendidikan, nggak ada penghasilan, eh mandul pula. Benar-benar sial kan!" ucap Rohani pedas dan tajam. Telinga Mentari terasa panas. Tapi ia memilih diam. Enggan menanggapi. Berharap mereka tutup mulut sendiri nantinya. Tapi ... mungkinkah itu terjadi?

"Iya mbak Erna. Ah, coba aja kak Shandi kenal mbak Erna lebih dahulu. Pasti kalian sudah menikah dan pastinya juga aku udah punya ponakan yang lucu-lucu sejak lama. Nggak kayak sekarang, rumah aja gede, tapi sepi. Nggak ada anak-anak. 5 tahun nikah tapi nggak hamil-hamil, apa itu artinya kalau bukan mandul," imbuh Septi sambil melirik sinis Mentari yang duduk tak jauh dari mereka.

"Apa buktinya kalau mbak mandul?" sergah Mentari yang mulai jengah mendengarkan penghinaan demi penghinaan yang dilontarkan oleh ibu mertua dan adik iparnya itu padanya. "Memiliki anak itu hak prerogatif Allah, bukan kehendak manusia. Selain itu, anak itu terjadi karena hubungan dua manusia yang berbeda jenis kelamin jadi jangan hanya menyalahkan Mbak kalau Mbak belum bisa hamil sampai saat ini," sahut Mentari tenang sambil memainkan ponselnya.

"Heh, jadi kamu mau nuduh anakku mandul begitu?" hardik Rohani tak terima dengan apa yang baru saja Mentari katakan. "Asal kamu tahu ya, di dalam keluarga besar saya, tak ada keturunan yang mandul. Baik dari keluarga mendiang papa Shandi, maupun keluarga besar saya jadi jangan asal bicara kamu. Beda dengan kamu, udah yatim piatu, nggak ada saudara sama sekali, jadi kelihatan bukan siapa yang kemungkinan memang mandul?" imbuh Rohani menggeram murka.

"Ada apa ini ribut-ribut?" Tiba-tiba terdengar suara lembut oleh 4 perempuan itu.

Melihat kepulangan suaminya, Mentari pun segera beranjak untuk menyambut kepulangannya. Namun, belum sampai Mentari di depan Shandi, tampak Erna sudah lebih dahulu menyambut kepulangannya dengan meraih tas kerja dan menyalaminya seperti seorang istri yang menyambut kepulangan suaminya.

Mentari mengerutkan keningnya tak suka. Shandi pun gelagapan melihat ekspresi tak suka sang istri.

"Ini lho istri kurang ajar mu ini, masa' dia bilangin kamu mandul. Mana mungkin anak-anak mama mandul. Tidak ada riwayat keluarga kita satupun yang kesulitan punya anak apalagi mandul. Dasar menantu kurang ajar, nggak punya akhlak sembarangan aja kalau ngomong," adu Rohani dengan wajah merah padam.

Shandi yang mendengar aduan itu lantas mengerutkan keningnya, merasa tak percaya dengan apa yang dikatakan sang ibu. Tapi ia juga tidak mungkin tidak mempercayai sang ibu apalagi sang adik ikut menimpali.

"Iya kak, kurang ajar bener emang mbak Tari itu, seenaknya aja ngomong. Kalau kak Shandi nggak percaya, tanya aja mbak Erna, benar kan mbak, mbak Tari nuduh Kak Shandi mandul?" ujar Septi meminta dukungan pada Erna.

"Benar begitu?" tanya Shandi sambil mengarahkan pandangannya pada Erna yang berdiri tak jauh dari tempatnya berdiri. Bukannya meminta penjelasan dengan Mentari, Shandi justru menanyakannya pada Erna.

"Aku nggak maksud bilang begitu, mas!" sergah Mentari kesal karena merasa disudutkan oleh ibu mertua dan adik iparnya itu. Tapi bukannya mendengarkan, Shandi justru mengangkat tangannya agar Mentari tidak bicara terlebih dahulu.

"Eee ... itu ... anu ... i-iya. Maaf ya mbak Tari, aku ... aku nggak bisa bohong soalnya," cetus Erna seolah merasa bersalah dengan Mentari.

...***...

...HAPPY READING 🥰🥰🥰...

1
Rismawati Damhoeri
aku suka cerita happy ending, protogonis sama antagonisnya sama2 bahagia, selamat!!
Rismawati Damhoeri
kata lama dari org2 tua jaman dahulu, sesal kemudian tiada berguna,🤣/Puke//Cry/
Rismawati Damhoeri
udah talak 3 shandii....
Aghitsna Agis
harusnya jgn mentari sendiri yg ke adm tapi didampingi suami salah itu
Lesmana
asal jgn ada kejadian ky asha ke2 nih.. ngorbanin 1 anak kandung demi anak kandung lainnya..🙄🙄
Netra Wati
tiba2 ada pendatang baru ni
Diana Napitupulu
karna itu ada...
Diana Napitupulu
kuburlah masa lalumu tari...
Diana Napitupulu
mertuanya lupa x kalo py anak cewek....bgmn kalo hal yg dialami mentari terjadi pd putrinya../Hey/
Diana Napitupulu
waduh..g kuat yah py keluarga yg bisanya ngerongrong../Facepalm/
Bela Viona
aku masih bingung..
shandi punya adik cewe nma ny siapa ?
dan adik cowo nma nya siapa ?
septi apa tian
atau septian 22 ny
neng ade: Septi adik perempuan nya dan Tian itu adik laki-lakinya
total 1 replies
Bela Viona
Dari Tiktok mampir kesini. salam kenal Author 👋
D'wie author: Salam kenal jg, Kak. Smg suka ceritanya. ☺️
total 1 replies
shesil
kan dia abis dari sidang perceraiannya. Di tengah jalan dapat info Jea masuk RS
MifadiruMzn
jangan jangan si erna mau dijodohkan karena menurutnya shandi itu kaya.
MifadiruMzn
udah dipermalukan kek gitu, masih saja mau bertahan. hedeuh
MifadiruMzn
fiks menantu bego. untuk apa buat kue ultah? buat cape badan aja. udah dibuatin kek gitu, nggak akan ngaruh pada sikap mertua. pura pura nggak tau aja dia ultah kenapa sih.
Bela Viona: sabar...
msh awal...
total 1 replies
MifadiruMzn
kau pun agak ada bego begonya tari, udah tau mertua dan adik ipar kek gitu, kok nyimpan duit di lemari sih. kalau udah tau kek gitu, disembunyikan dimana gitu. itu sama saja kau ngasi jalan kemereka untuk ngambil uangnya
MifadiruMzn
ini lah salah satu penyebab saya nggak mau nikah sebelum saya punya uang sendiri, jika mendapat mertua dan adik ipar kek ini, langsung minggat saja. gak guna juga dipertahankan manusia kek gini
MifadiruMzn
ya ampun bu, anak laki laki setelah menikah memang tetap milik ibu, tapi jangan berlebihan gitu lah bu, boleh minta jatah tapi jangan dikuasai semuanya, begitupun menantu, jangan kuasai sepenuhnya uang suami. karena sebelum menikah, yg menyekolahkan dia, adalah ibunya. intinya jangan berlebihan dan berkuasa sendiri. anak orang dinikahin bukan untuk dijadikan pembantu gratis
MifadiruMzn
sifat buruk yang sudah mendarah daging, tidak akan mudah berubah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!