NovelToon NovelToon
Ranjang Pria Tua

Ranjang Pria Tua

Status: tamat
Genre:Patahhati / Tamat
Popularitas:422.9k
Nilai: 5
Nama Author: sayonk

Kenzia seorang anak yang selalu memimpikan Daddy Ardhan. Ia sudah jatuh cinta pada sahabat sang ayah. Namun ia harus menerima kenyataan pahit, bahwa Daddy yang selalu dekat dengannya tiba-tiba menikah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sayonk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#3 : surat

Tepat jam 12 malam, Ardhan telah sampai di Apartementnya. Sebelum memasuki Apartement itu, dia menatap pintu yang di samping pintu Apartementnya.

"Mungkin dia sudah tidur," gumam Ardhan tersenyum. Hatinya begitu bahagia bertemu dengan Gadis kecilnya.

"Tuan." Sapa Jack. Pria berjas hitam itu menyapa sang majikan yang masih tersenyum. "Sudah pasti nona sudah tidur," ucap Jack.

"Iya, semoga dia menyukai hadiah yang aku berikan padanya."

Sebelum melakukan perjalanan jauh, Ardhan sempat memesan sebuah boneka beruang dengan memegang love. Dia bermaksud memberikannya pada Kenzia. Esok hari, ia akan menjadi tetangga yang ramah.

Ardhan memencet tombol Apartementnya, masuk ke dalam dan menyapu ruangan itu. Ia cukup nyaman dengan Apartement baru yang ia tempati pertama kalinya.

"Jack, kau beristirahatlah."

"Baik, Tuan." Jack menyeret kopernya ke kamar tamu lantai bawah. Sedangkan Ardhan menaiki anak tangga menuju lantai atas.

"Hah," Ardhan begitu menyukai suasana di kamarnya yang bernuansa ke emasan. Dia jadi teringat dengan Kenzia yang menyukai warna biru langit. Bahkan kamarnya di rumahnya yang menjadi tempat Kenzia saat libur dan tinggal bersama di ubah dengan sesuai warna kesukaannya.

"Apa di kamarnya akan bernuansa biru? Dia penyuka Doraemon."

Ardhan menarik tirai yang menutupi kaca jendela bening itu. Dia menatap ke arah gedung yang di penuhi cahaya lampu. Indah, pantas saja Kenzia tidak pernah pulang ke Jakarta.

Dia mendorong pintu kaca itu ke samping. Langkah kakinya menuju balkon. Ia melihat kaca pintu itu sudah tertutup dengan tirai berwarna biru.

"Kenzia, kita akan bertemu." Gumam Ardhan tersenyum.

Keesokan paginya.

Kring...

Kenzia mengucek kedua matanya, ia melirik jam weker di atas nakas itu, tangannya mematikan alarm itu. Tepat jam 4 subuh jam itu akan berdering sesuai jadwalnya setiap harinya.

Di pagi hari, dia akan bersantai di balkon sambil melihat matahari terbit di temani dengan secangkir kopi esspreso.

Kenzia melihat ke arah cermin, kedua matanya masih sangat mengantuk. Dia mengambil sikat giginya, lalu berkumur.

Kenzia mengelap bibirnya, ia menghembuskan nafasnya dengan kasar. Dia rindu Mama dan Papanya, apa lagi Daddy Ardhan. Dia merindukannya, tapi hatinya belum siap menemui Daddy Ardhan dan istrinya, Berlin.

Tangannya memukul dada yang terasa sesak itu. "Aku tidak boleh seperti ini terus, sudah bertahun-tahun Daddy Ardhan sudah bahagia dan aku harua bahagia."

Kenzia membasuh wajahnya, lalu mengelap wajahnya dengan handuk kecil.

Dia pun beralih ke dapur, membuat telur mata sapi untuk sarapan paginya. Di Jakarta dia terbiasa dengan makan nasi, pagi hari ia akan makan nasi dari pada makan roti. Perutnya tidak akan kalau hanya makan roti saja dan segelas susu.

"Hah."

Dia membuat segelas jus kacang hijau, setelah meneguk sampai setengah gelas. Dia melanjutkan membuat kopi kesukaannya.

Kenzia duduk dengan santai, udara pagi sangat segar, sehingga tubuh lelahnya langsung sirna. Namun ada yang aneh, ia merasa jantungnya berdetak dengan kencang.

"Aneh, tidak akan terjadi apa-apa kan?"

Dia mengambil benda pipih itu, lalu memainkannya. Kemudian menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi putih itu.

Dia menaruh benda pipih itu kembali dan menyeruput kopi esspresonya.

Deg

Kenzia merasakan ada seseorang yang sedang mengawasinya. Dia menoleh dan melihat bayangan seseorang di dekat jendela.

"Apa Apartement sebelah sudah ada yang menempati?"

Kenzia menaikkan kedua alisnya, ia tidak peduli. Lagi pula kalau bisa akrap, berarti dia akan memiliki tetangga baru.

Ting

Suara bel berbunyi, kenzia beranjak dari kursinya.

"Tunggu sebentar." Kenzia membuka pintu Apartementnya, ia melihat kanan kiri, namun tidak ada orang.

"Kemana orangnya?"

Kedua matanya pun tertuju pada sebuah kado di lantai bawah. Dia mengambil kado dengan pita berwarna pink itu. Di atasnya terdapat setangkai bunga mawar merah.

Kenzia menghirup bunga mawar merah itu, wangi bunga mawar itu memenuhi tenggorokannya.

Ia membuka kado itu dan melihat sebuah boneka kecil. Di sebelah boneka itu terdapat sepucuk surat.

"Hai..

  Salam kenal.."

Dan senyuman emoticon.

"Sepertinya tetangga sebelah sangat ramah." Gumam Kenzia. Dia memikirkan bagaimana cara membalasnya. Padahal ia tidak tahu, tetangga sebelahnya seorang perempuan atau laki-laki.

"Aku kasik surat aja dulu,"

Kenzia mengambil secarik kertas, dia menanyakan tetangganya laki-laki apa perempuan atau sudah berkeluarga.

1
ayu cantik
bagus
Visencia Alingga
👍👍👍👍❤❤❤
Yani Cuhayanih
Fiona itu siapa yaah..aku kenal nya kenzia
Jamilatul Fauziah
thor padahal bagus ceritanya, tapi kok buru" di tamatin😤
Hully Gabriel
penulisnya salah nyebut nama paling
Desi deshiny
kenzia atau fiona thor
mama fia
bagus thor
Adawiyah Bulia
Luar biasa
Taty Hartaty
itu bodyguard dimana sih
Melani Sunardi
ceritanya cukup menarik dan sebenarnya cukup singkat thor...... ending nya terlalu cepat.
tapi makasih ya thor.....
Melani Sunardi
walaupun sedih, tapi salut dengan mom Aira dan daddy..... the best 👍👍👍👍
Melani Sunardi
kenapa Zia tidak setuju Ardhan menceraikan istrinya..... bodohnya Zia
Melani Sunardi
kalo kamu tidak bisa bertindak tegas dalam hubungan, orang lain pasti tetap menyalahkan Zina sebagai pelakor lah Ardhan.... Buat kejelasan status dong
Melani Sunardi
salah pilih pasangan hidup Ardhan
Melani Sunardi
Ternyata banyak ya case yg seperti ini, dari mengagumi akhirnya jatuh hati.
Sandisalbiah
kok gantung banget end nya....btw thanks thor.. ceritanya keren.. sukses buat emosi turun naik ngikuti alur...
Sandisalbiah
percuma Ardhan.. mungkin berlian sudah mengirim video sir kalian pd zia...
Sandisalbiah
hah.. lucu sekali...
Sandisalbiah
nah loh... bertunangan dgn org lain.. apa lagi ini..?
Sandisalbiah
wes.. angel.. ambyar....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!