Cerita ini mengisahkan tentang seorang gadis tomboy yatim piatu, yang ingin menikah dengan papa sahabatnya sendiri, namun ia malah di jebak sang sahabat dan kekasihnya untuk tidur dengan kakak tertuanya yang super dingin, kejam dan anti wanita,
bagaimana nasib pernikahan sang gadis yang masih berstatus sekolah dengan sang pria kejam yang terpaut usia 6 tahun darinya itu??
Sewindu Putri gadis cantik yang tomboy berusia 18 tahun, dia seorang gadis yang energik serta baik hati dan memiliki hobi mandi.
Beno Satria Pratama, sahabat baik Windu, seorang laki-laki yang tampan di sukai banyak gadis berusia 18 tahun
Zaky Satria Pratama Kakak tertua Beno, berumur 24 tahun seorang pria tampan pekerja keras namun memiliki sifat dingin, super cuek dan anti wanita ia sangat mencintai kebersihan,
Pratama Bagaskara, Papa dari Zaky dan Beno, berumur 42 tahun seorang pria yang dewasa namun terlihat masih muda dari usianya, berhati lembut dan penuh kasih sayang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ibun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Siapa dia??
Pagi ini seperti biasanya telah banyak tersaji makanan hingga cemilan dia atas meja sang ketua OSIS yaitu Beno, dengan tubuh tinggi semampai dan hidung bangirnya membuat banyak gadis mengidolakan dirinya, kecuali windu, di hati dan pikiran gadis tomboy itu hanya lah Om Tama semata,
Sambil membawa tas di atas pundaknya, windu berjalan memasuki kelasnya,
"Pagi...Beno!!"
"Wahhh....rezeki orang baik memang selalu mujur, pas perut lapar ehh makanan udah terhidang" Windu mulai menduduki dirinya di kursi sebelah Beno duduk,
"Hmm ... kebiasaan Lo Ndu, abisin tu makanan, gue udah kenyang lihat nya,"
"Makasih Beno sayang!! Lo memang sahabat terbaik Sewindu !!"
Windu mulai membuka satu persatu kotak makanan yang ada di depannya,
"Wahhh...nyam..nyamm enak semua ini!!"
"Hmm...emang apa yang gak enak untuk Lo kalau gratissan!!! paham mah gue rumus hidup Lo!!"
"Hahah...bisa aja Lo Ben...kalau ngomong selalu aja bener..!"
Dengan lahap Windu mulai memasuki satu-persatu makanan Yang ada di atas mejanya,
"Hmmmm... memang baik cewek-cewek yang ngefans sama Lo!!"
"Hmmm.. males gue dengarnya..."
Dan akhirnya tak menunggu waktu lama semua makanan dan cemilan yang ada di atas meja mereka hampir habis di lahap Windu seorang,
"Egghh....Wahhh kenyang banget...Lo nyesal gak nyoba Ben!!"
"Gue malah nyesel kalo makannya!! jangan-jangan ada yang naruh jampe-jampe untuk gue!! bisa berabe entar!!"
"Idihhhhh....sok banget gaya lo!!!"
Dan pada suapan terakhir Windu pun mulai mengehentikan makannya saat bel masuk sekolah telah berbunyi, Beno yang melihat kegiatan sahabatnya itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya,
***
Hari ini seusai pulang sekolah Windu yang masih penasaran dengan wanita yang pergi bersama Om Tama,langsung mendatangai rumah Beno sang sahabat,
"Beno...Beno..."
Karena tak mendengar jawaban dari Beno Windu langsung nyelonong masuk melalui pintu samping rumah Beno yang tidak pernah terkunci,
Dengan menyelinap Windu mulai mencari keberadaan Beno di kamarnya, ia mulai melangkah kan kakinya naik ke lantai atas di mana kamar Beno berada,
"Ceklek"
"Ben.....?"
"AAAAAAAAAAA"
Windu berteriak sangat kencang, ia pun langsung ngacir keluar kamar saat melihat Beno yang tanpa busana,
"Winduuuu...Lo gak bisa apa ketok pintu dulu...main nyelonong aja!!!"
"Sorry Ben, gue gak tahu kalau Lo lagi ganti baju, lagian kenapa pintunya gak Lo kunci !!"
Sambil terus menutup kedua matanya windu berusaha terus untuk mengalihkan otaknya yang sudah ternodai,
"Amit..amit...amit..mata gue udah berdosa ...gara-gara Beno !!"
Dia langsung merasa gugup dan terus memukul pelan matanya yang telah ternoda dengan benda pusaka yang tak sengaja terlihat, olehnya di kamar Beno,
Tak berapa lama akhirnya Beno mulai keluar dari kamarnya,
"Hmmm...ngapain Lo di sana??"
Windu yang masih membelakangi Beno, tidak berani untuk melihat ke arah sahabatnya itu,
"Lo udah pakai baju belum??"
"Ya udah lah...emang gue udah gila apa telan-jang di luar!!"
Beno langsung mendekat ke arah windu dan langsung memberikan satu jitakkan di kepala sahabatnya itu,
"Plak"
"Aduhhhhh...asem Lo Ben!!!"
"Makanya mikir tu yang positif...!! "
"Aduhhhhh....sakit loh...!!"
Windu terus mengusap kepalanya yang terasa lumayan sakit,
"Masa sih cuma pelan kok!! sini coba gue lihat!!"
Beno langsung menarik paksa kepala windu, untuk lebih dekat,
"Gak ada apa-apa juga, ...cuma?"
"Cuma apa???"
"Udah berapa lama lu gak cuci rambut !!! ketombe Lo anjim banget..."
"Hmmmm...wangi banget rambut Lo Ndu,.."
Lain di mulut namun lain di hati, Beno mencoba untuk menggoda sahabatnya yang terlihat begajulan namun selalu bersih dan wangi itu,
"Kampret...enak aja Lo...gue rajin keramas tahu..udah lepas kepala gue!!! entar rambut gue bisa terkontaminasi sama tangan Lo!!"
"Yeeeeeyyy......ya udah ngapain Lo ke sini!! gue capek mau istirahat, entar malem aja main PS nya!!"
"Ihhhhh...siapa juga yang mau main PS, gue udah janji sama Tante Via gak bakal main game lagi tahu!!! gue ke sini mau tanya yang kemarin!! Lo gak lupa kan??"
"Hmmmm ... dia sekretaris papa, namanya mbak Rere, udah jelaskan!! nah pintu sebelah sana ...nya!!"
"Ehhhhh...tunggu dulu enak aja Lo..." Windu langsung menarik tangan Beno yang ingin masuk kembali ke kamarnya,
"Tunggu gue belum puas dengan jawaban Lo!!"
"Apa lagi Sewindu???"
"Ada hubungan apa Om Tama dengan wanita itu selain sekretaris, dan dia udah nikah belum atau punya pacar??, dan di mana rumah wanita itu??" Tanpa ada jeda, titik dan koma, windu terus bertanya lebih mendalam tentang sekretaris Om Tama,
"Windu...stoppp...!!!, gue gak tahu windu, gak mungkin juga gue tanya hal kaya gitu ke bokap gue!!"
Windu langsung memanyunkan bibirnya, dan menatap Beno sendu,
"Lo kok gitu sama gue Ben?? Lo gak mau lagi bantu gue??"
"Huuuffft...okeh...okeh ... nanti Lo datang malam ke rumah gue, dan Lo bisa dengar sendiri jawabannya dari bokap gue!!"
Tanpa basa basi Windu langsung memeluk tubuh sahabatnya itu,
"Terimakasih Beno...Lo memang the best.... ya udah kalau gitu gue pulang dulu ya, gue ngerjain Pr dulu...biar entar malam Tante via ngizinin gue keluar!! bye Beno..."
Windu langsung berbalik dan berjalan pulang ke rumahnya yang terletak di depan rumah Beno,
"Hmmmm, dasar cewe aneh!! "
Beno pun langsung kembali masuk ke dalam kamarnya,
Bersambung....🤗🤗