NovelToon NovelToon
RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)

RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:6.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sina Tu Narti Ajj

Warning!!! Bukan Adegan Wik-wik-wik, tapi di jamin bikin meleleh kayak kue luber+ senyum senyum sendiri. Kepoin kuy 😉

🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Mentari Putri Batara, bercita-cita menjadi sarjana. Namun, dia hanya mampu menelan rasa pahit keinginannya. Terlahir dalam keluarga kurang mampu, memaksanya untuk berjuang sendiri demi bisa berkuliah dan membahagiakan Amma-nya (Ibu).

RANTAU-lah jalan satu-satunya yang dia pikirkan. Hanya nama keberuntunganlah yang dia pertaruhkan di kota besar, tanpa adanya kenalan di sana.

OB, tukang sayur dan Asisten berikut jadi waiters pun Mentari kerjakan demi bisa membayar hutang dari orang yang bernama Sagara Biru Sunjaya.

"Satu kali ciuman, maka dua juta hutang kamu akan dianggap lunas." Sagara Biru Sunjaya-Bos yang amat tergila gila oleh Mentari.

"Hah...?!" Mentari.

Namun siapa sangka, karena Merantau, Mentari justru menemukan keluarga besar dari Amangnya yang kaya raya. Tapi...?

Penasaran? Yuk, kepoin penuh drama komedi kisah Anak Desa Masuk Kota.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sina Tu Narti Ajj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3

Kekurangan ekonomi plus banyaknya hinaan dan hutang piutang Keluarga, membuat Mentari membulatkan tekadnya untuk merantau di kota besar.

Kini restu sang ibu pun sudah di kantongi Mentari, Walaupun sangat berat hati untuk meninggalkan sang keluarga tercinta, Namun Mentari harus memilih jalan ini demi cita citanya yang ingin menjadi orang sukses dan membanggakan orang tuanya serta demi memberi hidup layak keluarganya.

Di sini, Mentari di atas kapal laut besar yang khusus untuk membawa penumpang menujuh ke kota Jakarta selama dua hari tiga malam perjalanan. ia memilih kapal laut dari pada harus memilih transportasi udara yang sangat mahal tiket pembayarannya.

kini Mentari sedang terlihat celingak celingukan mencari tempat tidur kelas ekonomi lantai dua yang tertuju seperti yang tertera di tiket Pelni yang telah di belinya.

""aduh...di manami ini tempat ku."" Bingungnya bermonolog sendiri dengan khas logat daerah.

Mentari terlihat bingung dengan tempat tidur yang panjang bersejajar terlihat sama semua sehingga ia tidak bisa membedakan tempatnya di mana?

""Pak, mau ka minta tolong."" ucap Mentari ke petugas kapal berseragam nahkoda yang berpapasan dengannya. Tak lupa logat kampungnya ia pakai.

Pria yang di panggil pak itu, seketika berhenti. pria itu menyerinyit menatap mentari dengan tatapan susah di artikan.

""Apa aku terlihat bapak bapak sehingga kamu memanggilku 'pak' ?"" Ucap sang Nahkoda berparas tampan dengan suara tegas nan beratnya, lingkaran matanya terlihat hitam seperti panda yang belum tidur beberapa hari. Pantes saja Nahkoda tidak mau di panggil bapak bapak orangnya aja seperti pangeran, tampan nan berkarisma.

Di dalam hatinya, Mentari sedikit takut dengan pria yang di panggil pak, yang aslinya Nahkoda tampan nan muda, bersosok tinggi putih.

""Galaknya."" gumam Mentari dalam hati.

Mentari menggeleng. "" cai bapak bapak, tapi Tedong."" (Bukan bapak bapak tapi kerbau) Mentari yang kesal di galakin hanya karena perihal bertanya, ia pun mengumpat terang terangan dengan bahasa planet buminya.

""Hah. todong...?"" Bingung sang Nahkoda. ""Apa tuh artinya.""

""Bukan Todong, tapi Tedong..Artinya, bapak keren."" Celetuk Mentari asal asalan

Mentari pun tersenyum kikuk lalu pergi meninggalkan sang Nahkoda sebelum mendapat suara berat lagi.

""Gadis Manis tapi aneh."" ucap sang Nahkoda. ""Aku Tedong.?"" (Aku kerbau.) Nahkoda itu tersenyum simpul di bilang keren oleh cewek manis, padahal tidak tahu saja jika Mentari malah mengumpatinya ia mirip kerbau.

*******

Senja pun tiba menyapa kapal laut yang Mentari tumpangi.

Anak desa itu terlihat merenung di pinggir kapal lantai paling atas yang berpengaman pagar besi.

indah laut yang berwarna emas akibat pantulan cahaya senja yang berwarna oranye tidak mampu menghipnotis Mentari seperti penumpang lainnya yang terlihat menikmatinya.

Gadis itu hanya sibuk merenungi nasibnya bagaimana setelah sampai di ibu kota. Tidak ada rumah yang di tujunya di sana, ia hanya bermodalkan nekad tanpa ada persiapan apapun, modal uang pun sangat tipis.

Senja berubah gelap seutuhnya, Mentari masih tak beranjak dari tempatnya, sementara penumpang lainnya sudah kembali ke tempat istirahat masing masing sebab pintu lantai itu akan di tutup jika malam sudah menyapa.

Dingin angin laut menerpa tubuhnya dan seketika tersadar dari lamunannya, ia terlalu asyik merenung sehingga tidak tahu jika di sekelilingnya sudah tidak ada siapapun.

""Yaa... sudah malam."" lirihnya tersadar.

Mentari menuju pintu yang akan mengantarkan dirinya masuk ke dalam badan kapal. Namun....

""ah, terkunci sih.."" kaget Mentari.

Ia pun menggedor gedor pintu yang terbuat besi seraya minta tolong untuk di bukakan.

dor..dor...dor.. Mentari menggedor gedor pintu masuk ke badan kapal.

""Woy... adakah orang di dalam.?"" panik Mentari. Namun tak ada sahutan.

Malam semakin larut, angin laut semakin terasa dingin masuk ke tubuh Mentari, Gadis manis itu sekarang meringkuk di sebelah pintu yang masih terkunci.

Ceklek...

Pintu yang terkunci tiba tiba terdengar terbuka, terlihat sosok tinggi yang berseragam putih berlambang khusus petugas kapal melangkah dari dalam.

Mentari yang mendengar pintu terbuka langsung bangkit dari ringkuknya.

""hey, nangapa pintu na ni kunci, nakke dingin ri kanne."" Oceh Mentari tanpa ba bi bu langsung berceloteh. ( hey, kenapa Pintunya di kunci, aku kedinginan di sini.)

Seketika sang petugas kapal tersentak terperanjat kaget, saat tiba-tiba ada suara cewek yang lagi mengoceh.

""Hai, Cewek Tedong, kita bertemu lagi."" Ucap sang Nahkoda yang sebelumnya Mentari tanyai beberapa jam yang lalu, kini wajah sang Nahkoda itu terlihat fresh, mata pandanya pun sudah tak nampak sebab kantuknya sudah di obati dengan tidur yang panjang dan sekarang giliran Nahkoda Tedong ini yang akan mengendalikan kapal atau ganti sif.

""He,"" Mentari melengos, ia di namai cewek kerbau oleh Nahkoda yang di julukinya sebagai kerbau.

""Kamu ngapain di sini ? bukannya di larang jika sudah malam berada di luar kapal?"" Heran sang Nahkoda Tedong.

""Aku...aku terkunci di luar, pasti kamu kan Tedong yang menguncinya."" tuduh Mentari.

""Yee...nuduh ! aku saja baru bangun tidur, dan baru keluar dari kamar untuk bertugas sudah di todong tuduhan."" protes Nahkoda.

""Maaf."" Sesal Mentari. "" kalau begitu saya permisi dan terimakasih sudah membuka pintunya."" sopan Mentari, tersenyum miring memperlihatkan bolongan kecil dari pipinya.

""Manis."" puji Nahkoda Tedong dalam hati yang terhipnotis lesung pipi Mentari.

Nahkoda itu langsung melayangkan tangannya sebelum Mentari melewati tubuhnya yang berdiri di tengah tengah pintu.

""Langit, nama ku Langit."" Ucap sang Nahkoda mengajak berkenalan dengan Mentari.

Seketika Mentari terngiang petuah temannya,Jum.

" Mentari, di sana harus pintar pintar jaga diri, katanya, orang orang yang ada di kota itu penuh dengan muslihat, apalagi seorang laki laki, baik jika ada maunya.""

""Maaf."" Ucap Mentari menangkup kedua tangannya di depan dada.

Gadis desa itu monalak untuk berkenalan.

""saya permisi."" Tambah Mentari berlalu melewati sisi tubuh sang Nahkoda muda yang bernama Langit.

""Ais...Langit Syaputra di kacangin, Menarik !"" Nahkoda yang memiliki gelar sebagai play boy seketika tertarik ingin mengetahui lebih dalam lagi soal Mentari.

""Gadis pertama yang menolak di ajak berkenalan dengan orang setampan diriku, tapi sangat di sayangkan, kita hanya bertemu di kapal ini, jika bertemu di darat aku akan berusaha mengetahui nama mu. ""

Nahkoda yang bernama Langit menggeleng geli setelah sadar sudah memuji ketampanannya sendiri, ia pun pergi menuju ke tempat dinasnya.

Sementara Mentari sudah berjalan cepat, menuju tempat tidurnya, tidak ada kekaguman untuk memuji ketampanan sang nahkoda, yang ia pikirkan jauh jauh dari kata bahaya dari orang orang asing.

Mentari bernafas lega, setelah mendudukkan dirinya di atas tempat tidur khusus kelas ekonomi, bukan hanya ia yang terlihat di situ melainkan banyak orang yang sudah pada terlentang di tempat tidur yang berjejer rapih.

1
johannes sinabutar
maaf kak , tulang itu di gunakan untuk Abang laki laki atau adik laki laki nya Amak/ibu/inang , klw untuk konteks kembaran bapak itu dipanggil Uda untuk yg lebih mudah dari bapak dan untuk yang lebih tua di panggil paktua , mohon koreksinya kak
elistya suci
gitu amat si thor sedihnya,ni sampe gemeter lo nangisnya😪😪
isnaini_jk 28
Luar biasa
muti ara
🤣🤣🤣🤣
muti ara
uhuuy meriah 😍😁😁😁
muti ara
tuh kan 😭😭😭😭😭😭
muti ara
😭😭
muti ara
🤣🤣🤣🤣🤣
muti ara
😂😂 dari palet mana sih loe. dari planet bumi 🤣😂😂
Ran Aulia
😥😥😥😥😥😥 huwa kejer
Ran Aulia
😥😥😥😥😥
Ran Aulia
😂😂😂😂😂
Ran Aulia
terharu 😥😥 tes tes
Ran Aulia
😂😂😂😂
Ran Aulia
bawangnya tersebar dimana2 😫😫😫😫😫
Ran Aulia
bebal ? mohon maaf setahu saya bebal artinya bodoh ya ? atau ada arti yg lain ? 🙏🙏🙏🙏
Ran Aulia
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ran Aulia
🤣🤣🤣🤣🤣
Ran Aulia
mengharu biru 👍👍👍👍👍

terimakasih ya author 😍😍😍😍😍😁😍
Ir Ma
sangat bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!