NovelToon NovelToon
INDIGO

INDIGO

Status: tamat
Genre:Horor / Contest / Indigo / Mata Batin / Hantu / Tamat
Popularitas:595.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Riumi

On IG: @ry_riuu
Ini kisah tentang Seorang gadis bernama Renara Maharani memiliki kemampuan untuk melihat mereka yang tak kasat mata. Kesehariannya di kelilingi oleh nyawa tanpa raga atau sering di kenal sebagai hantu, dimana pun dirinya berada mereka yang tak kasat mata selalu menganggu ketenangan yang dirinya inginkan selama ini.

Percaya atau tidak mereka yang kalian sebut sebagai hantu itu hidup saling berdampingan dengan manusia dan apa kalian merasakan bahwa saat ini disamping kalian ada mereka yang tak kasat mata sedang melihat kalian membaca coretan kisahnya sambil berbisik "Aku ada disini."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps. 20 [PACAR]

Renara mengerjapkan matanya, menyesuaikan sinar matahari yang menganggu tidurnya itu.

"Makan dulu Ra," ucap Angkasa yang duduk berada di samping Renara.

Renara langsung terlonjak kaget menatap Angkasa yang sedang duduk menatap dirinya.

"Eh, kakak, kenapa disini?" tanya Renara yang langsung duduk dari tidurnya.

"Gak apa-apa, tidur aja kalau punggungnya masih sakit," ucap Angkasa yang melihat Renara kesakitan saat bangun dari tidurnya.

"Engga kak, Nara gak apa-apa kok," ujar Renara.

"Nih makan dulu," ucap Angkasa sambil memberikan semangkuk bubur yang masih terlihat panas.

"Buat Nara kak?" tanya Renara bingung.

"Iya, buat Nara, disini gak ada orang lagi," jawab Angkasa sambil menatap wajah Renara yang terlihat menggemaskan. Renara yang mendapat perkataan seperti itu, langsung melihat sekeliling tenda dan dirinya baru menyadari tidak ada orang lagi selain dirinya dan Angkasa.

"Iya kan? Jadi, makan buburnya, keburu dingin," ucap Angkasa saat melihat Renara baru menyadari hal tersebut.

"Makasih," ujar Renara sambil mengambil bubur yang berada di tangan Angkasa, jujur saja, perutnya sangat lapar saat aroma dari bubur itu masuk kedalam indra penciumannya.

"Sama-sama," ucap Angkasa yang menatap Renara memakan buburnya.

"Kakak mau?" tanya Renara saat melihat Angkasa terus menatap dirinya.

"Kakak udah tadi, Nara aja yang makan," jawab Angkasa sambil merapikan rambut Renara yang menghalangi makannya.

Renara masih memakan bubur itu dengan lahap tanpa melihat perlakuan Angkasa pada dirinya, yang penting perutnya terisi.

"Kakak yakin gak mau makan? ini buburnya enak," ucap Renara. Angkasa yang mendapat tawaran seperti itu langsung membuka mulutnya untuk menerima suapan dari Renara.

Dia yang melihat Angkasa membuka mulutnya itu, memberikan suapan pada Angkasa.

"Enak kan?" tanya Renara dengan senyuman manisnya. Angkasa hanya menganggukkan kepalanya sambil menatap lekat mata Renara.

Baru-baru ini, Angkasa seolah terhipnotis eh mata dan senyuman milik Renara, padahal banyak wanita cantik lainnya yang ingin berada di posisi Renara, bisa sedekat ini dengan pradana putra.

"Kak," panggil Renara saat merasa Angkasa terus menatap dirinya, hingga tidak menyadari mangkuk yang berisi oleh bubur tadi sudah habis tak tersisa.

"Eh, kenapa?" tanya Angkasa.

"Kakak emang kayak anak kecil ya kalau makan?" tanya Renara sambil membersihkan sudut bawah bibir Angkasa yang belepotan karena memakan buburnya.

Angkasa yang mendapat perlakuan seperti itu dari Renara langsung bersemu, terlihat dari pipi nya yang memerah.

"Eh, maaf kak," ucap Renara yang menyadari sikapnya itu sudah keluar dari batas pertemanan. Angkasa langsung gelagapan saat Renara menatap wajahnya yang memerah.

"Itu, tadi temen-temen kamu kesini," ujar Angkasa mengalihkan pembicaraan.

"Metta sama Safira kesini?" tanya Renara.

"Kakak gak tau siapa namanya, tapi tadi ada dua orang yang kesini," jawab Angkasa.

"Iya Kak, itu temen Nara, yang cantik, pendek, rambut panjang, itu namanya Metta nah kalau yang cantik, tinggi, rambut panjang itu nama nya Safira, mereka berdua temen Nara," ucap Renara yang memperkenalkan teman-temannya.

"Iya, mereka bilang katanya kalau udah bangun ke tenda sebentar," ujar Angkasa yang sedari tadi mendengar Renara berbicara panjang lebar.

"Yaudah, Nara mau ke tenda dulu," ucap Renara yang kini berdiri dari duduknya.

Angkasa yang melihat itu membantu Renara untuk berjalan.

"Nara gak apa-apa kak," ujar Renara.

"Kakak tau, kamu gak baik-baik aja," ucap Angkasa yang kini menggenggam tangan Renara.

"Ra," panggil seseorang.

"Sam," sahut Renara yang masih belum melepaskan genggaman tangannya dari Angkasa.

"Udah makannya?" tanya Irsyam dengan raut wajah dingin dan melihat kearah tangan Renara yang sedang berada dalam genggaman tangan Angkasa.

"Eh, udah," jawab Renara yang melepaskan genggaman tangan Angkasa.

Entah kenapa dirinya seolah terhipnotis dengan tatapan Irsyam untuk melepaskan genggaman tangan Angkasa.

"Ayo," ajak Irsyam dengan tatapan dingin.

"Mau di bawa kemana? dari tadi Nara sama gue," ucap Angkasa saat mendengar ajakan Irsyam.

"Gue di suruh abang nya buat suruh Renara ketemu sama dia," ujar Irsyam sambil menatap Angkasa dingin yang di balas tak kalah dingin oleh Angkasa.

Renara yang melihat tatapan dingin antara Irsyam dan Angkasa itu malah menjadi takut sendiri.

"Kak, maafin Nara ya, Nara harus ketemu sama Bang Daren," ucap Renara.

"Hm," gumam Angkasa sambil menatap ke arah Renara.

"Makasih buburnya," ujar Renara sambil melangkahkan kaki keluar tenda, meninggalkan Irsyam dan Angkasa yang saling menatap tajam.

"Gue gak bakalan biarin Nara jatuh ke tangan lo," ucap Angkasa dengan nada tajam dan berlalu begitu saja. Sedangkan Irsyam yang mendengar ucapan seperti itu hanya tersenyum sinis dan berlalu pergi menyusul Renara.

"Sakit?" tanya Irsyam yang kini berada di samping Renara.

"Engga, Nara baik-baik aja," jawab Nara yang sesekali merasakan linu di punggung nya saat sedang berjalan.

"Yakin?" tanya Irsyam sambil menyentuh punggung Renara.

"Sakit!" bentak Renara saat tangan Irsyam tepat mengenai punggung nya yang terasa nyeri.

"Katanya tadi gak sakit," ucap Irsyam.

"Gak harus gitu juga sam," ujar Renara kesal.

"Ngapain tadi berdua sama dia?" tanya Irsyam mengalihkan pembicaraan.

"Gak ngapa-ngapain," jawab Renara.

Irsyam langsung menatap tajam ke arah Renara yang di balas tak kalah tajam oleh Renara.

"Apa?" tanya Renara sewot.

"Gue pernah bilang, gue gak suka lo. deket-deket sama cowok selain gue sama Daren, jangan biarin cowok nyentuh lo." bisik Irsyam.

"Lo milik gue," sambung Irsyam.

"Lo cuman punya gue," ucap Irsyam.

"Gue gak minta jawaban dari lo, tapi lo udah punya gue," ujar Irsyam.

Renara yang mendapat bisikan seperti itu hanya diam mematung, apa maksudnya? Apa Irsyam mengajak dirinya untuk pacaran?

"Tapi.. " ucap Renara yang langsung di sanggah oleh mata teduh dan indah milik Irsyam.

"Gue gak minta jawaban, intinya sekarang lo punya gue." ujar Irsyam sambil mengecup kening Renara.

Sedangkan si pemilik kening itu hanya diam mematung sambil merasakan ada kupu-kupu yang berterbangan di perutnya bahkan jantungnya sudah seperti lari maraton dan mungkin saat ini wajahnya sudah seperti kepiting rebus.

"Sam," panggil Renara saat Irsyam masih belum melepaskan kecupannya itu di kening Renara.

"Hm," gumam Irsyam sambil melepaskan kecupan yang berada di kening Renara, menatap dirinya dengan tatapan teduh.

"Jadi?" tanya Renara yang sedang menundukkan kepalanya. Perlakuan Irsyam tadi membuat dirinya seolah terbang tinggi. Ternyata kehidupan novel yang pernah dirinya baca, saat ini sedang dia rasakan.

"Lo punya gue dan gue punya lo," jawab Irsyam.

Namun saat Renara ingin mengajukan pertanyaan, Tiba-tiba saja ada seseorang yang menghampiri dirinya.

"Kalian kenapa malah berduaan disini?" tanya Daren yang kini berada di samping Irsyam.

"Gue lupa bawa Nara," jawab Irsyam sambil tersenyum tipis saat Renara menyerahkan kepada dirinya untuk menjawab pertanyaan Daren.

"Lo gimana sih Sam," ucap Daren.

"Kamu baik-baik aja kan?" tanya Daren.

"Nara baik-baik aja bang, Nara boleh gak ke tenda?" tanya Renara sambil menatap ke arah Daren dan Irsyam.

"Gak." jawab Daren dan Irsyam kompak.

Sedangkan Renara yang mendapat perkataan tersebut langsung menatap mata Daren dan Irsyam dengan tatapan memohon.

"Boleh ya?" tanya Renara.

"Ra," ucap Irsyam sambil menatap ke arah Renara.

"Eh, bentar, kalian berdua?" tanya Daren yang melihat keanehan antara Renara dan Irsyam.

"Gue pacaran sama adik lo," jawab Irsyam dengan santainya, sedangkan Renara hanya menundukkan kepalanya malu.

1
ranval Anval
assalamu'alaikum
slm knl y
aku pecinta hl2 yg berhubungan dg alm ghoib
mkny aku snng skli mmbca novel in 🥰🥰🥰
Sabariah Riah
kak lanjut lagi ya , LG seru kak cerita nya , semngat 💪💪
Suwarni Anny
up lgi donk kak
Nura
Kak Riumi, novelnya masih lanjut kan? Pliss kak, lanjutin ya. Sayang banget novel sebagus dan seperfect ini harus berhenti. Yaaa.. Walau udh tiga tahun gak up, tapi coba kakak baca lagi dan lanjutkan. Sumpah, sayang banget kalau harus berhenti. Yang baca jadi penasaran sama kelanjutannya. Novel kakak itu bagus semua loh, beneran. Jadi pliss lanjutin ya kak. Maaf banget kalau maksa😅. Ini suara hati dari penggemar Renara-Irsyam yang udah terlanjur baper sama ceritanya. Kayak di tinggal tanpa kabar pas lagi sayang sayangnya. Lanjutin ya kak😁😁
Semoga aja kak Riumi nya baca...
Fala Fala
up dong thor!
nggak sabar nungguin kelanjutanny nih
Indy
terkadang sejenak berpikir, apa iya di real kehidupan ada yg persis sama kayak di novel².. andai iya,,
Nuna98
kapan up nya thor?
Arnhy Suwarni
kak ko enggak ad kelanjutanya ya padahal bgus lo ceritanya
ncsa
kakkk riuuu ini udahhh 2023 smnjakkk trkhir 2021 udahh brpaa lamaa tuhh, ayooo dilanjutt kakkk sklian smaa teror jugaaa kak riuu beneran bikin penasaran dehhhh up scptnyaaa kakkk smngttt🥺🥰🥰🥰
vivi yahya
udah 2023.. ini orngnya masih hidup kn ? kok udah lama gk up
Tamtam Tamiazahra
ayuh d lanjut ka ...nunggunih lanjutnya
anton sobekti
Kecewa
AFM_real
kak kpn nih up nya? jangan kelamaan di gantung sakit tw kak🙂
Susi Zahra
bagus cerita. gk banyak episode tapi ngena banget sama yang baca.
emng the best cerita kak riumi.
AyuUnnie
ditunggu² loh Thor up nya indigo sma terror apalagi indigo
Septyawati Denita
lama sekali Thor.............
fatmah nolly
baca ni dulu lagi bosen sm cerita ceo yg modelannya sama
Ngah Ry
menarik ceritanya
plus seram 😃
semangat Thor👍💪💪
yumna
cerita kk tuh bagusssss banget bisa bikin baper ya baca tpi knpa harus di gantungin cerita nya mulai dari indigo sampai teror ngk ada lagi sambungan nya 😧 jujur kak penasaran banget sama ending nya.semoga kk nya sehat sehat hingga bisa up lagi yaaa 😉😊😊😊
레지나
Up lagi kak cerita nya baguss
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!