NovelToon NovelToon
A Kingdom Of Vampire

A Kingdom Of Vampire

Status: tamat
Genre:Fantasi / Barat / Tamat
Popularitas:38.1k
Nilai: 5
Nama Author: putriifrhm

Sebuah cerita tentang makhluk mitologi yaitu werewolf dan vampire, menyamar dan berbaur dengan manusia untuk menemukan putri yang hilang. Salah satu dari mereka ternyata adalah mate sang putri.

Namun setelah putri yang hilang ditemukan terjadi peperangan besar yang membunuh banyak vampire.

kisah ini menceritakan tentang dua golongan vampire dan juga dua golongan werewolf yang saling memperebutkan kekuasaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putriifrhm, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19. Death

Kevin menjentikkan jarinya, hal itu membuat cabang pohon di sekitarnya bergerak dengan cepat menuju Alex hingga berhenti tepat di depan lehernya, jika sampai menusuk, maka lehernya akan langsung putus.

"Aku akan terlalu mudah untuk menang," ujar Kevin dengan senyuman sombong, "Harus ku apakan kalian? Bunuh.. Atau...," ia menyeringai, "Siksa sampai mati?"

Alex tersenyum miring, "Sombong sekali, hmph, kau tak akan bisa menang dengan mudah,"

Wanita dengan jubah hitam menyingkap tudungnya dan berdiri di samping Kevin, "Adikku, Kevin. Tentu saja kita tak mudah menang dengan melawan kekuatan api hitam milik Alex," ujar wanita yang mengurung Leo dengan es.

"Kau benar Alice, di tambah adiknya dengan kekuatan petir itu," sahut pria ber brewok tipis dengan kekuatan Api itu.

Alex mengernyit, "Adik?"

"Bill, sudah ku bilang jangan beritahu!" pekik Kevin pada pria berbrewok tipis itu.

"Siapa adikku?" tanya Alex dengan tatapan mengintimidasi.

"Bodoh sekali kau! Manusia berambut pirang itu," bentak Bill.

"Apa maksudmu?!" tanya Rose, "Putra kami telah tewas karenamu,"

Kevin menghela nafas panjang, "Baiklah, aku akan mengirim ingatanku,"

___________

"Arnold!" jerit Rose, "Arnold! Hentikan!!" wanita muda itu menjerit

dengan seorang bayi di pelukannya.

Namun pemuda berwajah bengis itu tetap mempertahankan taring dan matanya yang mampu membunuh siapa saja yang menatapnya.

"Arnold!!"

Terukir jelas kemarahann di wajah bengis pria itu, rahangnya mengeras dengan tangan bergetar. Dipangkuannya terdapat mayat wanita dengan wajah paruh baya, ibunya.

Bill menyeringai tajam, tangannya mengepal kuat dan kemudian membuka ke arah Rose.

DUAAR

Istana meledak, membuat Rose dan bayinya terpental. Arnold berbalik badan dan melihat istrinya tak sadarkan diri dan juga potongan kepala bayi.

Bayi yang baru berusia 2 hari.

Arnold menghampiri istrinya dan berusaha membangunkannya.

Di sisi lain.

Kevin bersama Alice dan Bill tertawa puas, mereka telah menukar anak raja dan ratu Wetford dengan bayi milik warga biasa. Sehingga mereka mengira bayinya sudah tewas.

Tak seorang pun menyadarinya.

Hingga ratusan tahun berlalu.

_______________

Rose menutup mulutnya dengan wajah tak percaya.

Alex menatap lurus dengan tatapan kosong, kini kepalanya hanya berisikan saat-saat di mana ia menghabiskan waktu bersama Jane.

Jane menangis menatap punggung Alex dari belakang.

"Aku benci drama, sekarang aku akan menyiksa penduduk di sini dan selanjutnya kalian," kata Kevin di sertai dengan helaan nafas.

Ketiga Dryford itu terbang menuju pedesaan untuk menyiksa penduduk.

Alex tak tinggal diam, ia segera menyusul mereka.

Sementara Jane, ia merasakan lemas pada lututnya, ia tak tahu apa yang melanda pikirannya sekarang. Ia bahkan tak bisa mempercayai bahwa cinta pertamanya adalah kakaknya.

.

.

.

.

.

.

.

"Gyahahaha," gelak tawa kejahatan menggelegar saat sekumpulan warga berhasil di sandra oleh Kevin dan kawan-kawannya.

Alex yang baru saja tiba berusaha menahan diri untuk tidak membunuh ketiga vampire penghianat itu.

"Ada apa Alex? Apa kau ingin menyaksikan rakyatmu mati dengan mengenaskan di sini?" tanya Kevin dengan sedikit tertawa.

Sontak para warga berteriak, tak sedikit anak-anak yang tak berdosa ikut terlibat.

"Cih!" Alex hanya bisa berdecih.

"Ayolah, gunakan kekuatanmu, sudah lama sekali aku tak melawan musuh dengan kekuatan sebanding, ini pasti akan sangat menyenangkan," pancing Kevin.

Tiba-tiba suasana menjadi gelap, disertai api hitam yang menyelimuti tangan kekar Alex, ia mengangkat tangannya dan memberikan serangan pada Kevin.

Dengan sekejap, Kevin tergeletak di tanah, namun ia masih tetap menyeringai walaupun ia tahu bisa mati saat itu juga.

Alex meminta warga untuk masuk ke masing-masing rumah.

"Akhirnya, tapi kau terlalu labil untuk memiliki kekuatan sebesar itu," ujar Alice, kemudian ia pergi kembali menuju istana, meninggalkan Kevin dan Bill.

Alice langsung mengunci leher Jane, dan meletakkan kuku panjang miliknya tepat di bagian vital leher manusia.

Alex tiba membawa awan hitam di sekelilingnya, kesadarannya mulai hilang direnggut oleh amarahnya. Itulah sebabnya ia tak pernah menggunakan kekuatan spiritualnya

"Hentika panglima Alex!" sela Argus, ia sedaritadi pingsan di samping bongkahan es yang mengurung Leo.

WUSHH

Dengan sekali serangan, api, es, dan dahan yang mengurung Arnold, Leo, dan James hancur.

Api hitam menyambar Alice dari belakang, namun kuku tajam Alice berhasil mengenai pembuluh darah di leher Jane. Tubuh Jane kejang-kejang, darah segar mengalir deras dari lehernya.

"Jane!" jerit Rose.

Wanita yang tak lain adalah ibu Jane itu berlari menghampiri anaknya yang sekarat itu, ia segera menyembuhkan luka anaknya. Dengan waktu singkat, Jane selamat dari ambang kematian.

Leo, James, Arnold, dan Argus menggenggam erat Alice yang hampir berhasil melarikan diri. Jangan salah, walaupun ia wanita, kekuatannya 10 kali lipat dari kekuatan Leo.

Tiba-tiba, Alex meluncurkam serangan mematikannya. Tanpa peduli siapa yang tengah berada di dekat Alice, tentu saja ke lima orang itu terhempas kuat hingga beberapa meter.

Alice, gadis dengan rambut kriting kecoklatan itu tak mendapati luka parah, hingga ia dapat melarikan diri dari sana. Sementara, keluarga Arnold, mereka cukup merasakan 'pedih'nya serangan dari Alex.

"Leo!" seru James. Ia mengguncangkan tubuh Leo yang sudah mendapati luka bakar, James menempelkam telinga kanannya pada dada bidang Leo yang terekpos jelas karena bajunya telah sobek. "Oh tidak!" James menekan dada Leo seperti yang manusia lakukan pada umumnya untuk menyelamatnya nyawa orang, sesekali James memberikan nafas buatan.

Jane berlinangan air mata menghampiri Leo dengan tubuh sempoyongan, "Leo, ku mohon," ujarnya sambil menggenggam tangan Leo.

Alex yang tengah dikuasai amarah itu bahkan sekarang tak mengenali orang terdekatnya, manik merah menyala miliknya menatap kosong orang-orang yang mengerumuni Leo. Kemudian ia hendak pergi, namun Jane mendadak datang kehadapan Alex dan menahannya.

"Alex! Ada apa denganmu? Apa yang kau lakukan?!" bentak Jane sambil menangis, "Tidak, kau bukan Alex. Kemana Alex yang ku kenal? Kemana?!!"

Alex hanya menatap wajah gadis yang menangis di hadapannya dengan tatapan heran.

"Bahkan di saat seperti ini kau tak ingin bicara,"

PLAAKK

Sebuah tamparan mendarat di pipi Alex, namun malah tangan Jane yang terluka.

Jane menangis, tak menghiraukan rasa sakit di tangannya, ia memukul-mukul dada Alex sekuat mungkin. Hingga ia merasa lelah sendiri, ia terjatuh, namun Alex menangkapnya terlebih dahulu.

"Maaf," ujar Alex lirih.

Jane medongakkan kepalanya menatap Alex, air matanya terhenti saat mendengar kata 'maaf' dari mulut Alex.

"Alex?"

Alex tersenyum lebar, api hitam yang menyelimuti tubuhnya kini meredup. Ia kembali seperti semula.

"Uhuk.. Uhuk,"

Jane dan Alex menoleh ke arah sumber suara.

"Leo?" Jane menangis terharu melihat Leo kembali membuka matanya, ia kembali berlari menghampiri Leo.

"Jane, mengapa kau menangis?" tanya Leo sambil mengusap air mata Jane.

"Kau tadi mati," jawab Jane sambil terus menangis.

"Sekarang aku hidup kan? Jadi jangan menangis, sekarang aku lapar,"

"Leo! Kau masih bisa bercanda dalam keadaan seperti ini?" omel Jane sambil melipat tangannya.

Leo tertawa kecil, "Aku pikir kau akan tertawa,"

Namun Jane tersenyum lebar saat menatap wajah Leo yang tetap ceria bahkan saat setelah bangkit dari kematian.

"Omong-omong, bibirku terasa aneh,"

"James memberimu nafas buatan," sahut Alex.

Mata kekuningan Leo membelalak, ia langsung mengusap bibirnya berulang kali setelah mengetahui bahwa ia mendapat nafas buatan dari James.

"Kita tak bisa melawan mereka lagi, kita harus melarikan diri hingga benar-benar siap," ujar Alex.

"Menginap di tempatku saja," usul Leo.

"Maksudmu kerajaanmu?" Tanya Jane.

Leo mengangguk.

1
NOiR🥀
menarik.. novel nya ringkas
Dedek Fitria
Enakk
Herlin Todo
jgn prg jane nnt u dibunuh lagi
Herlin Todo
bgus ceritanya
zham
nyimak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!