NovelToon NovelToon
Mbak Mafianya Mas CEO

Mbak Mafianya Mas CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Cintapertama / Contest / Mafia / Chicklit
Popularitas:629.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Coretan Pena

Darah dibalas dengan darah begitupun nyawa dibalas dengan nyawa dan rasa sakit dibalas dengan rasa sakit.

Tak ada kata kasihan pada diri Lea Meowni,dendam yang ada pada dirinya sudah menutup mata dan hatinya untuk menerima kalau musuhnya adalah papa kandungnya sendiri.

Bagi Lea Meowni atau biasa dipanggil Meow, Air mata mamanya adalah kesakitan untuknya,siapapun yang menyakiti mamanya akan habis ditangannya termasuk papanya sendiri.

Banyak nyawa yang sudah melayang ditangan seorang Lea Meowni tapi siapa sangka demi membalaskan dendam kepada sang papa dia bisa berpura-pura menjadi cewek polos nan lugu.

Lea bertemu dengan CEO kulkas 99999999 pintu yang sangat dingin dan mau menjadi pacar bohongan dari pria itu untuk memperlancar rencananya menghancurkan papanya.

Cinta yang dulu hanya sebuah bohongan kini tumbuh nyata dihati seorang CEO KULKAS.

Bagaimana kisah mereka?
MARKICA( Mari kita baca)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Coretan Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AWAL PERMAINAN

"PAPA TOLONG."

Dengan langkah terburu-buru Darel berlari menghampiri istrinya didepan rumah.

"Astaga Gita,ini kenapa ma?"

"Mama gak tau pa, tadi mama lagi mau buka pintu karna ada yang ketok,pas keluar rumah nemuin Gita kaya gini." Jawab Lisa sambil menangis dan memangku kepala Gita.

Kondisi Gita pingsan dengan badan penuh luka dan darah,tangan dan kakinya juga diikat

"Ayo kita bawa kerumah sakit ma." Darel menggendong Gita sedangkan Lisa membukakkan pintu mobil.

.....

"Fano,kamu sudah sadar?"Seutas senyum terlihat dari bibir Fanya dan semua keluarga Brista.

"Aku kenapa Ma,kok aku disini?"

'Mama gak mungkin bilang kamu habis coba bundir,bisa kumat lagi ntar.'

"Kamu tadi jatoh di kamar mandi."jawab Rendra.

"Iya tadi kamu jatoh dikamar mandi."jawab Fanya lagi.

"Lea gak jenguk aku?"

'Duh gimana ini?' batin Rendra

"Kita belum kabarin Lea,ini udah malem,kasihan kalau dia harus kesini malem-malem,lo mau Lea diculik."jawab Jenni

"kan bisa suruh bodyguard kita yang jemput."

"udah lah kak,besok aja kita jemputnya biar keadaan lo juga udah mendingan biar Lea gak sedih."timpal Zidan.

"Hem yaudah deh."

"Ada yang sakit ngak Fan?"

"Gak ada pa."

......

Lea sudah selesai dioprasi dan sekarang dia juga sudah dipindahkan keruang rawat.

Keesokan harinya Zoe dan Desi sudah sampai di Itali dan mereka langsung pergi kerumah sakit tempat Lea dirawat.

"Meow." Desi menghampiri Lea yang masih belum sadar dan duduk dikursi sebelah ranjang Lea sambil memegang tangan Lea dan menangis.

"Sayang kenapa jadi gini?,bangun yuk,mama udah disini masa kamu mau tidur terus."rasa khawatir dan ketakutan akan kemungkinan buruk yang mungkin akan terjadi kepada Lea semua terbayang dikepala Desi membuatnya semakin tak bisa menahan tangis.

"Tante tenang,Meow gpp kok,kata dokter kondisinya sudah lebih membaik tinggal nunggu sadar aja." ucap Jebi berusaha menenangkan Desi yang masih terus menangis.

"Tapi kapan Meow bakal bangun Jeb,kenapa Meow jadi kaya gini? siapa yang lakuin ini sama Meow?"

Jebi terdiam,dia takut salah ngomong

"Kenapa diam,Zoe kamu pasti taukan siapa yang udah lakuin ini?"

Jebi dan Zoe saling pandang tak ada yang bisa menjawab pertanyaan Desi.

"Kenapa pada diam? jawab saya siapa yang lakuin ini?" Desi berbicara dengan nada agak tinggi membuat Jebi dan Zoe kaget.

"Darel pambuna tante." Jawab Zoe sedikit ragu takut kalau nanntinya Desi akan teringat semua perlakuan buruk Darel padanya dulu.

"Bang*at,Mau dia apa sebenernya,belum puas apa dia nyiksa saya sama Meow dulu." mata Desi memerah,tangannya mengepal kuat,terlihat sekali kemarahan yang Desi rasakan.

"Tante tenang,kita udah nyuruh orang Beyond buat nyiksa Gita bahkan badan Gita sudah kita kirim kerumahnya dalam keadaan penuh luka dan penuh darah,kalau gak cepat ditolong dia bisa lewat."ucap Jebi sambil mencoba meredam amarah Desi.

"Gita siapa?"

"Gita anak Darel sama Lusi."

"Siksa bapaknya juga,saya mau dia ngerasain apa yang kita rasain." perintah Desi masih dengan amarahnya.

'Kalau tante Desi udah nyuruh kita nyelakain orang berati udah gak ada maaf lagi buat dia." batin Zoe.

"Kita bakal nyiksa dia bukan dari fisik tante."

"Maksud kamu Jeb,kalian bakal nyiksa dari apa?"

"Kita bakal serang mentalnya." Smirk Jebi dan Zoe keluar seraya selesainya ucapan Jebi.

"terserah mau diapain yang penting jangan sampai hidupnya tenang setelah ini."

'Tante Desi kalau udah marah lebih serem dari Meow ternyata.'Batin Jebi.

"Kalau gitu kita pergi dulu tante,tante pantengin Tv ya." pamit Zoe

"Kak lo sini aja,jagain tante sama Meow."

"Lo bisa sendiri emangnya?"

"Bisa kok,lo pantengin tv aja."

"Yaudah sana ati-ati."

Jebi pergi bersama semua anak buahnya yang menunggunya diparkiran."

.......

"Meow belum dijemput?"tanya Fano sambil menonton tv.

"Ntar agak siangan aja kak,sekarang pasti dia lagi kerja." jawab Jenni.

"Iya ntar malah ganggu dia,jam makan siang kita jemput." timpal Zidan.

"kamu kangen sama Lea ya?"

"Iya Fano kangen,Fano mau minta maaf pa."jawab Fano sambil terus menggonta-ganti chanel tv.

Tak sengaja Fano sampai di chanel berita,dia sempet ingin memindah chanel tapi setelah dia mendengar kata Lea Meowni disebut dia mengurungkan niatnya dan mencoba menonton berita apa yang menyangkut Lea.

" Ini berita yang kita tunggu-tunggu dari kemarin,konfirmasi tentang apa yang sebenarnya terjadi pada pemilik perusahaan Cristal Corp yaitu ibu Lea Meowni."

"bisa kita lihat dari video kalau luka dari ibu Lea cukup parah bahkan mukanya sampai terturup darah,video ini kita dapat dari rekaman CCTV rumah warga yang ibu Lea lewati juga rumah sakit tempat dimana ibu Lea sekarang dirawat."

//Ini ceritanya sejenis konferensi pers tapi disiarin di tv,dibelakang tempat duduk mereka ada layar yang menampilkan videonya

"Bapak Jebi bisa anda jelaskan kronologinya."

"kemarin ibu Lea pamit pada saya untuk membeli makan didekat rumah tapi sudah kita tunggu lama dia tak kunjung pulang,sampai saya menyuruh orang buat mencari dia juga tetap tidak ketemu juga,akhirnya saya turun tangan buat ikut mencari Lea tapi hasilnya sama kita tak bisa menemukan dimana Lea,sampai ada 1 orang yang memberi tahu saya kalau Lea ditemukan dengan keadaan yang cukup parah seperti yang kalian lihat tadi,untuk lebih lengkapnya apa yang mereka lakukan mungkin ada baiknya pelakunya saja yang menjelaskan."

Jebi memberikan mic keorang disebelahnya yang tak lain preman yang sudah menghajar Lea.

"Saya hanya orang suruhan,saya hanya disuruh untuk menghajar dan menghabisi ibu Lea." jelas si preman dengan muka ketakutan,bagaimana tidak dia diapit sama Jebi dan Jadu.

"Apa bisa bapak kasih tau kita siapa yang menyuruh bapak melakukan itu semua?"

Preman itu diam,sontak langsung mendapat tatapan tajam dari Jebi dan Jadu.

Keringet dingin terus mengucur dari sekujur badan preman itu serasa ada api yang sedang membakar dirinya.

"Pak,apa bapak bisa memberi tahu kita siapa yang menyuruh bapak?"

"Da-rel pam-bu-na." ucap preman itu terbata-bata.

"Darel pambuna pemilik perusahaan Crombus dan Craffo?"

"iya." jawab preman itu.

Semua wartawan dan staf yang memang belum mengetahui dalang dari semua ini menganga mendengar siapa yang menyuruh para preman itu,selama ini image dari Darel pambuna sangat baik,dermawan dan loyal sekali tapi ternyata dibalik semua itu dia mempunyai perangai yang sangat buruk.

"Apa anda punya bukti kalau memang benar bapak Darel yang sudah menyuruh anda?"

"Di ponsel saya masih ada bukti panggilan dan chat saat bapak Darel mengirim foto ibu Lea."

Polisi yang memegang ponsel pelaku lantas memeriksa chat antara pelaku dan Darel dan benar saja ada chat Darel saat mengirim foto Lea dan chat jika Darel menyuruh pelaku menyiksa dan membunuh Lea.

"Semua sudah jelas bukan,saya harap bapak polisi bisa menindaklanjuti kasus ini sebagaimana mestinya."Ucap Jebi.

"Konferensi pers kita sudahi sampai sini,semua sudah jelas dan sesegera mungkin untuk bapak Darel pambuna anda bisa menyerahkan diri kepolisi atau kita akan menjemput paksa bapak dimanapun bapak berada."

pesan cinta dari polisi untuk Darel sekaligus akhir dari konferensi pers itu.

.....

"Pa ini bukan Leanya Fano kan pa,bilang sama Fano kalau itu bukan Leanya Fano." Fano menggoyang tangan Rendra yang ada disebelahnya.

"kamu tenang dulu,itu benar Lea yang kita kenal,tapi kondisi dia udah membaik kok tinggal nunggu sadar aja."

"Fano mau ketemu pa."Fano bangun dan ingin melepas infus ditangannya tapi ditahan oleh Rendra dan yang lain.

"Papa bakal anterin kamu kesana tapi jangan dilepas infusnya."

"Ayo sekarang."

"ini pa kursi rodanya." ucap Zidan sambil mendorong kursi roda.

Rendra dan Zidan menggendong Fano dan mendudukkan di kursi roda. Mereka pergi kekamar Lea yang berada 1 lantai diatas kamar Fano.

Desi masih menggenggam tangan Lea yang masih belum juga sadar.

"tante,makan dulu ya,dari kemaren malem tante belum makan."bujuk Zoe

"Saya gak laper Zoe." jawab Desi lemah.

"Tapi muka tante pucat gitu,ntar kalau tante sakit malah gak bisa jagain Meow,ini Zoe udah beliin nasi dikantin."

"Des makan dulu ya."bujuk Fanya yang tiba-tiba sudah berada disana bersama keluarganya."

Desi menoleh,mencari tau siapa yang berbicara "Fan,anak gue Fan." Air mata kembali turun membasahi pipi Desi,Fanya dengan sigap langsung memeluk Desi.

"Lea bentar lagi sadar kok,lo tenanng aja,lo yakin kalau Lea kuat kan?"

'Mereka saling kenal ya? berati mama kenal mamanya Lea harusnya mama kenal Lea juga dong.'Batin Fano yang melihat 2 orang sahabat yang sedang saling menguatkan.

"Gue yakin tapi gue takut."

"Percaya sama Lea,dia pasti sembuh,sekarang lo makan ya."

"Gue gak nafsu makan."

"Dikit aja biar perut lo isi,lo butuh tenaaga buat jagain Lea,apa mau gue suapin kaya dulu jaman kita sekolah?"

"Dulu gue yang nyuapin lo ya!"

"Sekarang gantian." Fanya meminta makanan buat Desi dan setelah Zoe memberikan makan Fanya langsung menyuapi Desi."

Fano duduk disebelah kiri kasur Lea sambil menggenggam tangan Lea dan menatapnya sangat dalam.

Belum sempat Fano ngomong,pintu kamar terbuka dan menampakkan Jebi dan Jadu disana.

"Gimana Jeb?"tanya Desi.

"Aman tante,cuma Darel belum ditangkap,kita mau nunggu dulu seperti permintaan tante,kalau dia gak nyerahin diri baru kita seret."

"Gimana Gita?"

"Dia akan merasakan apa yang Meow rasain." kini tatapan Jebi penuh amarah.

'Apa yang mereka lakukan sama Gita?' pertanyaan yang akan bersarang dipikiran semua keluarga Brista tali mereka memilih diam.

.............................................................

**BERSAMBUNG

Jangan lupa like dan komennya ya biar pena makin semangat,kasih kritik dan saran kalian biar pena bisa tau dimana letak kesalahan pena

PAPAY, SALAM PENA**

1
Dewi Agustin
Luar biasa
Jalitong Jalitong
thot cerita mu kok gitu,,,masa seorang mafia gug peka,,,di kasih makanan gug curiga sama sekali,,padhal pda saat fano dan ayah nya dia langsung thu klau miniman fano di kasih obat,,,
Jalitong Jalitong
thor kayak aneh dengan judul nya,,,kta2 mbak sama mas kan yg ada du indonesia,,,tpi di cerita ini kok di paris,,,trus ngomong nua lo sama gua,,itukan aneh,,
Cintiyakusuma ningrum
bagus kk seruh juga cerita nya
Rhinduku Ghenio
cerita terlalu kesana sini ribet.. bingung saya bacanya..
elena
ceritanya bagus
tapi jangan pakai saya kamu kesannya kaku
saran aja sich✌️
Desi Lahat
lanjut thor
Eliya riyanti
astaga gita kanibal gitu
Syahrudin
tolong di ubah sedikit alur ceritany berilah sedikit kebahagiaan buat mew dan keluarganya, jgn trs"an sedih
Syahrudin
sy sgt stju thor, kanjut dg semangat💪💪💪
Syahrudin
wah si fano gada kapok"nya y, ktnya bucib sama dea tp mlh berani bawa cewe kedpn dea, cari manpus lu fan
Syahrudin
lanjut kk
G
lanjut trus thooorrrrrrr
Juwairiyah Abdul Ghoni
kok aku tdk bisa lanjut baca cerita ini ya... apa ada yg salah
Juwairiyah Abdul Ghoni
jangan lama2 liburnya, lanjut cerita selanjutnya, smangat
Juwairiyah Abdul Ghoni
monoton
Juwairiyah Abdul Ghoni
ceritanya sangat menarik, cuma monoton dan membosankan
Heria Wita
lanjut dan semangat ya thor
Maulai7
awalnya pura pura tp lama lama lupa dengan kepura-puraannya..
nur afnyar
yg penting pembacanya ngk ikutan gila 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!