NovelToon NovelToon
Memory Juwita

Memory Juwita

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Spiritual / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: siti aminah

Novel berantai.

1 JODOH AISYAH.

2 JANJI ANISSA.

3 ZAHIRA UNTUK YUSUF

Juwita adalah gadis non muslim. Suatu hari takdir mempertemukannya dengan pemuda muslim bernama Syakir. Juwita mengagumi Syakir dan agamanya.

Kehidupannya bersama sahabat sahabatnya memberikannya suatu pelajaran hidup. Hingga suatu hari iya ingin mengucapkan syahadat, iya ingin menjadi seorang mualaf dibantu oleh Syakir.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon siti aminah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Depresi

Keesokan harinya. Juwita sudah berkali kali pingsan semalam. Iya hampir tak percaya dengan semua kejadian semalam yang ditinggalkan sahabat sahabatnya sekaligus.

Juwita pun membuka matanya. Iya terbangun dari tidurnya. Dilihatnya sekeliling ruangan itu. Iya nampak mengernyit.

"Ini di rumahku?"

Juwita kembali menatap sekeliling ruangan itu. Dan benar kini iya ada di kamarnya, kamar rumah mewahnya bukan di tempat kos. Juwita mulai mengingat ngingat kembali saat terakhir dia sadar semalam.

"Bukankah semalam aku bersama Syakir dan Fadil?. Lalu kemana mereka?" ucap Juwita. Juwita pun teringat kembali. dengan Hani, Andin dan Joana. Isak tangis kembali mengiringi kesedihannya.

"Kenapa kalian meninggalkanku. Bukankah kita pernah mengucap sumpah. SAHABAT SEJATI AKAN SELALU HIDUP BERSAMA SAMA, MAKA MATI PUN AKAN BERSAMA SAMA. Bukan kah itu sumpah yang pernah kita ucapkan" Juwita terus menangis. Tiba tiba ada seorang pelayan datang membawa sarapan.

"Pagi non" sapa seorang pelayan yang usianya sudah paruh baya.

"Bibi, semalam aku diantar siapa kesini?" tanya Juwita.

"Semalam non diantar 2 orang laki laki kesini" jawab si pelayan. Juwita pun yakin kalau itu adalah Syakir dan Fadil.

"Apa mereka langsung pulang setelah mengantarku?" tanya Juwita. Si pelayan itu menggeleng.

"Tidak non, mereka langsung ditahan sama anak buahnya Bu Siska"

Juwita langsung mengernyit.

"Di tahan?. Lalu sekarang mereka dimana?" tanya Juwita khawatir.

"Mereka dikurung di gudang non"

Seketika itu pula Juwita langsung berlari menuju gudang. Dilihatnya gudang itu sudah ada yang menunggu di depan yaitu anak buahnya Tante Siska.

"Buka gudangnya" pinta Juwita dengan nada marah.

"Maaf non, Ibu Siska melarang saya untuk membuka gudang ini"

Juwita sudah kesal. Iya langsung mendorong anak buah tantenya itu.

"Minggir"

Juwita pun membuka pintu gudang itu. Dilihatnya Syakir dan Fadil sedang diikat, lalu mulutnya di sumpal.

"Syakir, Fadil"

Juwita langsung berlari dan membuka tali serta sumpalan di mulut mereka. Wajah Syakir dan Fadil nampak lebam dibagian pipi sebelah kanan.

"Syakir, Fadil bangun" ucap Juwita.

Syakir dan Fadil pun membuka matanya.

"Kalian tidak apa apa?" tanya Juwita, iya tak menyangka kalau Tante Siska akan berbuat itu pada Syakir dan Fadil. Juwita pun mengajak keluar.

"Juwi, anak buah tante mu pada sadis ya" ucap Fadil. Juwita langsung menunduk merasa bersalah.

"Maafkan tanteku ya"

Saat Tante Siska melihat Juwita membebaskan Syakir dan Fadil. Iya langsung mendekati mereka.

"Juwi kenapa kau membebaskan mereka?" tanya Tante Siska tak suka.

"Justru aku yang tanya, kenapa Tante mengurung Syakir dan Fadil, mereka ini temen aku Tante" tegas Juwita.

"Teman?, temanmu semua tidak ada yang bener. Kau lupa, si Hani meninggal karna kelakuannya yang seperti itu. Lalu si Andin, dia ditusuk suaminya karna ketahuan selingkuh. Si Joana, dia bunuh diri karna dia hamil di luar nikah. Semua teman temanmu mati secara tidak wajar semalam. Kau tidak lupa itu kan Juwita. Seharusnya kau bisa berhati hati mencari teman" tutur Tante Siska. Mata Juwita kembali berkaca kaca.

"Tante pun tidak habis pikir, sejak kapan kau berteman dengan pemuda pemuda muslim ini" tunjuk Tante Siska pada Syakir dan Fadil.

"Bukan kah semua orang berhak untuk menjalin silaturahmi dengan siapa saja" ucap Syakir.

"Aku tidak bicara denganmu. Dan sebaiknya kalian pergi dari sini" tegas Tante Siska.

"Juwi, aku sama Fadil pergi. Kau yang ikhlas dan sabar atas kepergian semua sahabatmu itu" ucap Syakir kembali. Juwita pun mengangguk, namun air mata tak henti hentinya membasahi pipinya Juwita, seperti ada luka dalam hatinya. Syakir dan Fadil pun pergi dari rumahnya Juwita. Semalaman mereka dikurung di gudang.

Saat Juwita bersiap untuk pergi ke makam sahabat sahabatnya itu, tiba tiba Tante Siska melarangnya.

"Kau mau kemana Juwi?" tanya Tante Siska.

"Aku mau ke pemakaman" jawab Juwita.

"Kau tidak boleh kemana mana. Sebaiknya kau tidak usah berurusan dengan teman temanmu itu, termasuk dengan kedua pemuda tadi" tegas Tante Siska. Juwita langsung mengernyit.

"Tante tidak bisa mengatur hidupku seperti itu"

"Kau tidak sadar Juwi, teman temanmu itu membawa pengaruh buruk untukmu"

Tante Siska pun menyuruh anak buahnya untuk mengurung Juwita di kamarnya.

"Sebaiknya kau istirahat, sepertinya pikiranmu sedang kacau, dan kau butuh istirahat" ucap Tante Siska. Juwita menggedor gedor pintu kamarnya agar ada yang mau membukakan pintu.

Sudah hampir dua hari Juwita tidak diizinkan keluar rumah. Iya hanya diam di kamarnya. Para pelayan rumahnya hanya datang untuk memberikan sarapan, makan siang dan makan malam. Lama lama Juwita mulai depresi. Iya hanya memeluk kakinya sambil duduk ditempat tidur. Iya selalu teringat dengan sumpah yang iya ikrar kan bersama sahabat sahabatnya itu.

"Mati pun akan bersama sama" batin Juwita.

Cekleeek. Tiba tiba Tante Siska datang sambil membawa sebuah obat dan satu gelas air putih. Tante Siska duduk disebelahnya Juwita, lalu mengelus kepala keponakannya itu. Sudah hampir berkali kali Tante Siska memberikan obat pada Juwita yang kini mulai depresi.

"Minum dulu obat pemenangnya ya" pinta Tante Siska. Juwita hanya diam saja, pikirannya entah kemana, pandangannya pun sudah kosong. Berkali kali Syakir menghubunginya namun Juwita seakan lupa dengan hidupnya. Tante Siska pun membantu Juwita meminum obat.

"Istirahatlah" ucap Tante Siska.

Setelah meminum obat, Juwita pun langsung tertidur. Kabar tentang sahabat sahabatnya itu kini mereka sudah dimakamkan di pemakaman yang sama. Jasadnya Joana telah ditemukan setelah seharian tim SAR mencarinya. Mereka dimakamkan sesuai tata cara agamanya.

Juwita kembali bermimpi. Ketika itu dirinya berjalan sendirian mencari cari sahabatnya itu ditengah malam.

"Hani, Jo, Andin kalian dimana" teriak Juwita, matanya menyapu pemandangan di kegelapan malam. Tiba tiba ada suara sahabat sahabatnya itu.

"Juwi sayang, ayo ikut kita, bukankah kita sudah bersumpah untuk hidup bersama sama dan mati pun akan bersama sama" ucap salah satu dari mereka.

"Ayo Juwi, pergilah bersama kami. Memangnya kau mau sendirian disana"

"Tunggu aku aku ingin ikut dengan kalian" teriak Juwita. Saat Juwita mau mengejar sahabat sahabatnya itu, sebuah tangan kembali menahannya hingga Juwita meronta ronta.

"Lepaskan aku, siapa kau, aku ingin ikut dengan mereka. Lepaskan" ucap Juwita sambil berusaha melepaskan tangan itu.

Juwita pun terbangun dari mimpinya. Nafasnya kembali terengah. Keringat pun mulai bercucuran. Pandangannya sudah buram.

"Jangan tinggalkan aku" ucap Juwita sambil mengusap ngusap kasar wajahnya. Tubuhnya bergetar, ada rasa takut dalam hatinya. Tiba tiba Tante Siska datang sambil membawa kertas dalam sebuah map.

"Juwi sayang kau kenapa?" tanya Tante Siska sambil memeluk Juwita yang kini sedang ketakutan.

"Tante mereka semua meninggalkanku" ucap Juwita ketakutan. Tante Siska pun tersenyum.

"Juwi kau tanda tangan dulu ya"

Tante Siska memberikan surat itu pada Juwita. Surat pengalihan harta dan kekuasaan.

"Ayo sayang tanda tangan disini" pinta Tante Siska sambil memberikan sebuah bolpoin pada Juwita. Juwita hanya diam, pikirannya yang kini sudah kacau membuatnya lupa segalanya. Kini Juwita sudah depresi. Selain karna kehilangan yang mendalam atas kepergian sahabat sahabatnya, Tante Siska juga sering memberikannya sebuah obat yang entah itu obat apa.

"Ayo sayang tanda tangan" pinta Tante Siska kembali. Juwita sama sekali tidak merespon. Iya hanya memandang dengan tatapan kosong pada kertas itu membuat Tante Siska kesal.

"Susah juga keponakanku ini di ajak komprominya. Sial" batin Tante Siska.

Tiba tiba Tante Siska tersenyum lalu mendekati Juwita dan berbisik ditelinga keponakannya itu.

"Dengarkan Tante ya Juwi. Bukankah kau itu pernah mengucap sumpah dengan teman temanmu itu. Kalian bersumpah akan selalu hidup bersama maka mati pun akan bersama sama, itu kan sumpah kalian. Sekarang mereka sudah mati semua, kecuali kau Juwi. Untuk apa kau hidup lagi, lebih baik kau mati bersama teman temanmu itu. Kau jangan mengingkari sumpahmu itu Juwi" bisik Tante Siska. Ada niat jahat dalam hatinya itu. Juwita langsung menatap Tante Siska.

"Mati?" tanya Juwita.

"Iya, mati" jawab Tante Siska.

1
Andhy Malbon
astaghfirullah ngakak 🤣🤣
Ghiets'Enay
sangat cocok bagi semua orang
Erna Masliana
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣roboh
Erna Masliana
👍👍 ustadz Usman
Erna Masliana
iya jahat kalo maksain kehendak mah
Erna Masliana
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣ah Fawwaz sini aku cubit
Erna Masliana
ho'oh hayang ngababuk si Yasmin ku daun pandan jadi Na teh..
Erna Masliana
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 Riziq kalo marah ending suka lucu..
Erna Masliana
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Erna Masliana
bener sih.. malah diberita ada ustadz cabul juga.. bikin was was ortu yang ngirim anaknya ke pondok pesantren
Erna Masliana
Juwita mualaf tapi dia lebih menjiwai keislamannya dari pada Yasmin yang seorang ustadzah
Erna Masliana
Aisyah tulus semua orang jadi suka beda denganmu yang masih menjunjung kasta
Erna Masliana
👏👏👏👏👏 Juwita 👍👍👍👍
Erna Masliana
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 Fawwaz lucu
Erna Masliana
iya betul
Erna Masliana
keren Riziq.. selalu keren 👍👍👍
Erna Masliana
ho'oh Yasmin egois.. yang menjalani rumah tangga itu anakmu bukan dirimu
Erna Masliana
dari jaman Aisyah Riziq ustadz Usman selalu paling tau...tau aja ada yang lagi kasmaran
Erna Masliana
aman kalo sampe Yasmin tau dan salah paham..habis si Juwi.. jadi mantu aja dia gak suka apalagi jadi madu bisa keluar tanduk Yasmin keluar semua ucapan pedasnya
Erna Masliana
seneng lihatnya udah akur
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!