Ibrahim Adlan baru menyadari telah jatuh cinta pada Najwa aulia,di saat gadis itu sudah di persunting oleh kakak sepupunya sendiri yang bernama Irfan Zidni.
Mempercepat keberangkatannya untuk melanjutkan study ke Ummul-Quro adalah langkah yang di tempuh oleh Ibrahim Adlan untuk menghindari pernikahan gadis yang di cintainya begitu dalam itu.
Disaat,Ibrahim Adlan sudah memiliki kemantapan hati untuk melupakan perasaannya setelah dua tahun berlalu,ia mendapat kabar kalau Irfan Zidni meninggal karna sebuah kecelakaan.Bukannya pulang untuk meraih kembali cintanya,Ibrahim Adlan justru menyerahkan perjalanan cintanya pada kehendak Taqdir.
Saat ia pulang dua tahun kemudian,keluarganya menjodohkannya dengan Aisha,gadis cantik yang sepadan dengannya.yakni sama-sama anak Kyai pemilik pesantren.Di saat yang sama ia juga kembali bertemu dengan Najwa Aulia yang masih di cintainya tanpa jeda.
Siapakah kemudian yang akan di pilih oleh Ibrahim Adlan.Apakah Aisha yang telah di anggapnya sebagai adik,ataukah Najwa yang berasal dari latar belakang yang berbeda dengannya,yang mungkin tidak akan di setujui orang tuanya..
Untuk tau jawabannya,simak ceritanya yukk..
ENGKAULAH TAQDIRKU.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon najwa aini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Engkaulah Taqdirku 20
"Aku terluka Najwa..aku baru tau,bahwa aku sangat terluka.saat ini aku benar-benar terluka..
Hanya sesaat aku menikmati perasaanku yang dengan segenap jiwa menggemakan keindahan tentangmu,sementara aku masih merasa perlu
meyaqini diri atas apa yang ku rasa tentangmu itu,
tiba-tiba kau sudah berpunya.Dan itupun oleh
kakakku sendiri.
Aku merasa ,Allah tak memberiku kesempatan,kecuali
hanya untuk sesaat..tetapi apalah dayaku,untuk menolak kehendaknya itu ....
Najwa Aulia ... Berbahagialah selalu... Aku harap dan Aku doakan kau selalu bahagia ....
Ibrahim Adlan menegarkan jiwanya untuk melangkah pasti tanpa menoleh lagi.Membawa sekeping hatinya yang terasa luluh lantak.
Dan itulah hari terakhir mereka bertemu.Karna Ibrahim Adlan benar-benar tlah pergi membawa dirinya,meneruskan pendidikannya ke Universitas Ummul Quroo Makkah.seperti yang di cita-citakannya selama ini.
*****
Ibrahim Adlan Fanani mendesah.
"Aku tak pernah merasakan perasaanku sehancur saat itu" ujarnya dengan nada dalam. "Aku tidak tau,sejak kapan aku mulai mencintai Najwa,tapi dari perpisahan yang merejam jiwaku dengan rasa sakit,
aku meyadari,bahwa aku sangat mencintainya"
Ujar pemuda tampan itu lagi dengan nada pasti.
Untuk kesekian kalinya,Fathan Abdillah menghela nafas.Ia masih tak mampu berkata apa-apa mendengar penuturan Ibrahim Adlan Fanani,yang menceritakan kisahnya,empat tahun lalu.
" Dan yang terjadi saat ini, bukanlah seperti sebuah ungkapan "Cinta lama bersemi kembali",karna cintaku tidak pernah berubah pada Najwa Aulia
hingga saat ini.'".
" Meskipun ia telah menjadi istri Kakakku,meskipun aku tau,terlarang mencintai istri orang,sampai saat ini gak ada yang dapat mengalahkan pesona Najwa
dalam hatiku" ucapannya penuh penekanan.Tatapannya menyiratkan kesungguhan.
"Kenapa dulu,Mas Adlan tidak mengungkapkan perasaan itu pada Mbak Najwa,kenapa Mas Adlan lebih memilih mengalah pada Mas Irfan??"
akhirnya Fathan Abdillah menyuarakan perasaannya.
" Awalnya,akupun berpikir begitu.Tapi begitu aku dengar dia bilang sudah merasa yaqin terhadap dirinya dan Mas Irfan.Aku merasa tidak punya hak lagi untuk memberitaukan apa yang ku rasa.".
" Setidaknya,beritaukan pada Mbak Najwa tentang perasaanmu Mas,tanpa membatalkan pertunangannya dengan Mas Irfan."
"Tidak" Ibrahim Adlan menggeleng tegas.
" Aku tidak ingin hadir hanya untuk menggelisahkan jiwanya " katanya lagi.
" Maksud Mas ??"
" Jika dia tau perasaanku,meskipun dia tak memiliki perasaan yang sama denganku,dia pasti akan merasa
bersalah dan terbebani.Dan itu akan mengganggu
waktunya untuk mulai menata hidup yang baru dengan suaminya.Pernikahan itu ibadah.Seorang suami ataupun istri tak akan khusuk menjalankan ibadahnya,jika pikirannya apalagi hatinya masih terpatri pada orang lain." Ibrahim Adlan menegaskan.
" Aku hanya ingin Najwa bahagia dengan pilihannya.."
" Meskipun Mas Adlan terluka ?"
" Awalnya ,aku merasa sangat terluka.Hingga tahap demi tahap rasa itu ku lalui,aku kemudian merasa sangat bahagia ... Meskipun perasaan cintaku belum ku ungkapkan.Tapi perasaan itu telah teruji.
"Dari fase awal orang mencintai,yang ingin memiliki
apa yang di cintai.Lalu di paksa harus berpisah.Terpaksa harus merelakan,harus melupakan,sampai lalu tiba pada titik rasa,bahwa
bahwa kewajibanku,hanya mencintainya.Terserah Tuhan mau menjadikan dia untukku atau tidak.
Sampai pada titik ini,orang mencintai itu akan selalu
merasa bahagia dengan perasaanya.Meskipun terpisah jarak dan waktu,ataupun terpisah keadaan yang menyebabkan tidak mungkin lagi bisa
bersatu."
Panjang lebar ia menguraikan semuanya dengan lancar.Karna memang segala yang di ungkapkannya,
adalah apa yang di alaminya.
Memang tidak ada sebuah pemahaman yang nilai
tingginya sebanding dengan hikmah yang dipetik
dari pengalaman hidup sendiri.
Dan sejatinya,dalam tiap masalah yang di hadapi,
adalah pendidikan dari Tuhan,untuk mahlukNya lebih arif lagi tentang kehidupan.
" Dan ketika aku sampai pada titik itu,kau memberi kabar kalau Mas Irfan meninggal karna kecelakaan" Ibrahim Adlan berkata lirih.
" Apa yang Mas Adlan rasakan waktu itu ?"
" Tentu aku sedih.."
Selama hampir dua setengah tahun Najwa Aulia menjadi istri irfan zidni,selama itu pula, Ibrahim Adlan
mendapat kabar dari orang kepercayaannya.Bahwa rumah tangga mereka nampak selalu harmonis dan bahagia.Dan itu merupakan kebahagiaan tersendiri
pula buat Ibrahim Adlan.
Tak bisa ia bayangkan betapa hancurnya Najwa Aulia,ketika suami yang di kasihinya itu di panggil berpulang begitu cepat.Bisa saja Ibrahim Adlan saat itu mengambil keputusan untuk pulang dan memenangkan hati wanita yang tetap di cintainya itu.Apalagi saat itu pendidikan S2 nya memang telah selesai.
Tapi ia sudah memilih mengiklaskan perasaannya pada Allah .Rasa cintanya.Rasa sayang, rasa rindu,semua telah ia sandarkan seiring berjalannya waktu.Ia yaqin.Bila Najwa adalah jodoh terbaik yang di ridhoi Allah untuknya,maka waktu untuk keduanya
hidup bersama itu pasti ada.
" Aku terus menanamkan keyaqinan itu dalam hatiku,hingga tiba waktuku untuk pulang."
"Aku percaya,jika Najwa Aulia itu adalah Taqdirku,biar apapun dan bagaimanapun,kami pasti bisa bersatu".
nangiss bombay malam2 😭😭