NovelToon NovelToon
Istriku CEO Terkaya: Pengawal Rahasia Sang Ratu

Istriku CEO Terkaya: Pengawal Rahasia Sang Ratu

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: aldolado

Maya Maheswari adalah CEO muda, anggun, dan dingin yang memimpin konglomerat terbesar di Indonesia. Sementara Leo, suami yang dinikahinya lewat perjanjian kontrak, hanyalah mantan prajurit berpenampilan santai yang bekerja sebagai pengawal pribadinya. Dianggap sebelah mata oleh keluarga besar Maheswari, Leo selalu diam dan berdiri tegap satu langkah di belakang sang istri.

Namun, di balik sikap tenangnya, Leo menyimpan identitas rahasia sebagai pendiri jaringan keamanan dan intelijen global yang memegang kendali atas data rahasia para elite dunia. Saat intrik pengkhianatan dari dalam perusahaan mulai mengancam nyawa dan takhta Maya, Leo perlahan membuka topengnya. Demi melindungi wanita yang dicintainya, sang pengawal siap mematahkan setiap konspirasi membuktikan pada dunia siapa penguasa sebenarnya di balik bayangan Sang Ratu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aldolado, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

lanjut bab 20

Dua teknisi gadungan yang sedang mengemas hard drive berharga triliunan rupiah itu mematung seketika. Sinar matahari siang dari luar yang terhalang oleh tubuh tegap Leo menciptakan siluet intimidatif yang membuat atmosfer di dalam boks truk berdinding logam itu terasa begitu menyesakkan.

"Si-siapa kamu?!" bisik salah satu teknisi dengan wajah memucat bagai kertas. Tangannya yang gemetar hebat secara tak sadar menjatuhkan kontainer penyimpanan ke lantai besi. PRANG!

Leo melangkah satu tindak lagi ke depan. Raut wajahnya sangat tenang, tak ada sedikit pun emosi yang terpancar dari mata hitam pekatnya.

"Orang yang memastikan bahwa aset milik istri saya tidak berpindah tangan ke tempat yang salah," sahut Leo dengan suara berat yang teratur.

Teknisi kedua, yang panik melihat dua pengawal taktis di luar truk sudah terkapar tak berdaya hanya dalam hitungan menit, mengambil keputusan nekat. Dari saku celana kerjanya, ia menarik sebuah pisau lipat taktis. Dengan gerak tangan gemetar, ia menyerbu ke depan, mencoba membenamkan bilah tajam itu ke dada Leo.

"Mati kamu!" teriaknya kalap.

Bagi seorang prajurit dengan pengalaman tempur tingkat tinggi seperti Leo, sergapan amatir seperti itu bergerak seolah dalam tempo lambat. Leo tidak membuang energi dengan gerakan berlebih. Ia cukup menggeser tumpuan kaki kanannya setengah inci ke samping, membiarkan mata pisau meluncur meleset menyapu udara kosong tepat di sisi kemeja putihnya.

Sebelum teknisi itu sempat memperbaiki keseimbangannya, tangan kanan Leo meluncur secepat kilat. Jarinya mengunci pergelangan tangan lawan, memutarnya ke atas hingga pisau lipat itu terlepas dan jatuh. Tanpa menghentikan momentum, Leo mengangkat lutut kanannya, menghantam siku tangan lawan yang terkunci.

KRAK!

Suara patahan sendi yang tertahan diiringi jeritan kesakitan yang langsung terputus saat tangan kiri Leo menyapu leher belakang pria itu dengan pukulan presisi. Pria kedua itu roboh, pingsan seketika di atas lantai truk.

Teknisi pertama yang menyaksikan rekan-rekannya dilumpuhkan tanpa perlawanan berarti langsung kehilangan seluruh keberaniannya. Pisau di tangannya terlepas begitu saja. Ia berlutut di lantai besi yang dingin, mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi ke udara seraya tubuhnya gemetar hebat.

"Jangan bunuh saya! Tolong! Kami cuma dibayar untuk mengangkut barang ini!" ratapnya histeris dengan deru napas yang memburu.

Leo menatap pria yang berlutut itu dengan pandangan tanpa ampun. Ia melangkah mendekati tumpukan hard drive berisi source code Nusantara AI, memeriksa kondisinya sejenak, lalu mengamankannya kembali ke dalam koper pelindung anti-benturan.

"Siapa yang memberi perintah terakhir dari Konsorsium Helios?" tanya Leo dingin, menundukkan tubuhnya tepat di depan wajah teknisi yang gemetar itu.

"P-pria asing... dia menyebut dirinya 'Vanguard'!" ratap pria itu tanpa berani menutup-nutupi apa pun lagi. "Dia menunggu pengiriman ini di Pelabuhan Tanjung Priok dermaga tiga! Kami cuma disuruh menyerahkan koper ini padanya jam empat sore!"

Leo menyunggingkan senyum tipis yang amat dingin. Informasi itu sudah lebih dari cukup. Dengan satu pukulan presisi di titik saraf leher teknisi tersebut, Leo membuatnya terkulai lemas, pingsan seketika di samping rekan-rekannya.

Tepat lima belas menit setelah ia melompati tembok beton perimeter luar, seluruh ancaman di dok pemuatan barang Laboratorium B telah dilumpuhkan total. Source code inti milik Maheswari Group terselamatkan tanpa ada satu celah pun yang bocor.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!