NovelToon NovelToon
The Real Of Ketempelan ~Mafia Bucin~

The Real Of Ketempelan ~Mafia Bucin~

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mafia / CEO
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nana_Jm

"Eh...anak kecil minggir kamu!!"-usir bodyguard Naren-

"Lahh...aku duluan yang disini"-jawab Rena dengan ketus-

"Makanya datang lebih pagi dongg...gimana sih!!!"-berkacak pinggang di hadapan Naren-


Seorang Serena yang tidak tahu jika orang dihadapannya adalah ketua Mafia yang paling kejam Narendra Oliver Pradipta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana_Jm, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Narendra Sakit

Selama beberapa hari dirinya menginap bersama dengan Narendra yang pada dasarnya adalah seorang ketua mafia, terkenal kejam dan sadis di mata musuh-musuhnya. Namun untuk Serena pria itu menjadi sangat lembut dan penuh perhatian, tak terlihat aura bos mafia di wajahnya.

"Rena....jangan pernah jauh dariku yaaa?"-menatap sendu ke arah Serena-

"Kenapa?!! Lagi sakit kamu? Aneh banget!!"-jawabnya sedikit ketus-

"Nggak....aku hanya khawatir saja! Tiba-tiba kamu pergi menjauh dariku"-jelasnya dengan lembut-

"Aneh orang ini!! Kamu habis mencuri yaaa?!! Hayo mengaku!!"-celetuk Serena iseng-

"Iyaaa....aku habis mencuri!! Mencuri hati kamu?!!"-tersenyum manis-

"Heeeeehhhhh!!! Nggak beres dia nihhhh!!!"-mencubit lengan kekar Narendra-

Narendra memeluk tubuh Serena dengan erat, dirinya sama sekali tak bergeming saat gadis kecil itu berusaha melepaskan dirinya. Serena mulai merasakan panas saat bersentuhan langsung tangan Narendra.

"Kok panas yaaa?! Dia habis minum air panas atau gimana?!!"-gumamnya pelan-

"Lepasinnn!!!! Badan kamu panas tauuuu!!"-mencubit lengan kekar Narendra-

Pria itu mulai tertidur pulas, nafasnya mulai teratur, namun wajahnya mulai tampak pucat. Serena menyentuh dahinya, dirinya terkejut saat mendapati suhu badan pria itu terhitung melebihi batas.

Serena bergegas mengambil kompres untuk meredakan demam Narendra, ia juga membeli beberapa obat untuk mempercepat demamnya menurun.

"Bisa sakit juga orang ini!!"-ucapnya gemas-

"Kalau sehat aja nyebelin banget!! Lagi sakit juga lebih nyebelin!!"-gerutunya sendiri-

"Nggak ikhlas ya rawatnya? Biarin aja kalau begitu"-celetuk Naren datar-

"Nanti juga sembuh sendiri!! Emang orang sepertiku tidak pantas di perhatikan"-kembali memejamkan matanya-

"Hadehhhh.....berlebihan banget sih!!"-gumamnya kesal-

"Biarkan aku sendiri saja!!"-jelasnya dengan pelan-

Gadis itu berlalu pergi meninggalkan Narendra seorang diri dalam kamarnya, ia mengecek stok bahan makanan di dalam kulkas. Hanya ada beberapa buah dan roti yang tersedia di dalamnya, alhasil ia membuat salad buah seadanya dan roti panggang untuk Narendra.

"Hemmm.....tinggal ini aja yang ada?!! Dia makan apa sih selama ini?!!"-celetuknya heran-

"Oh iyaa...dia kan bisa langsung beli aja! Nggak perlu repot masak"-ucapnya sambil terkekeh pelan-

Pria itu memantau gadis kecilnya melalui kamera CCTV yang tersambung di ponselnya, ia tersenyum gemas melihat tingkah random Serena yang terlihat dari kamera.

"Lucu juga anak ini?! Haish....Naren!! Sadar diri dong!"-mengomeli dirinya sendiri-

"Jangan jatuh cinta dengannya!! Kamu tidak pantas untuknya Narendra!!"-memukul dirinya sendiri-

"Dia biasa makan salad buah nggak yaa?! Nanti aku tanya deh"-berlari kecil ke kamar Narendra-

"Tiang Listrik? Eh...Pak Tua?? Kamu pernah makan salad buah nggak?!!"-ucapnya sedikit teriak dari balik pintu-

"Buat saja sebisamu!! Pasti aku makan"-jawabnya singkat-

"Okeee....aku buat roti panggang juga ya? Nanti tinggal di beri selai saja"-jelas Serena sambil tersenyum manis-

Narendra hanya menoleh sekilas begitu saja dan kembali lagi menutup matanya menahan pusing di kepalanya. Baru kali ini ia sakit demam dan pusing, biasanya hanya terluka akibat perkelahian saja.

"Salad buah?! Makanan apa itu? Baru mendengarnya"-gumamnya pelan-

"Bisa juga dia perhatian! Aku pikir dia akan pergi begitu saja"-lanjutnya lagi sambil tersenyum tipis-

Beberapa saat kemudian ia terbangun dari tidurnya, ia melihat sekeliling tak ada gadis kecil incarannya itu. Hanya ada makanan yang sudah tersedia di meja makannya.

"Dia pergi kemana?! Beneran pergi?!!"-ucapnya sambil memijat pelipisnya-

"Pusing banget sih ini!! Sialan!!"-celetuknya dengan kesal-

"Heiii...kamu udah bangun?! Masih pusing nggak?!! Aku udah beliin obat nih"-melompat kecil sambil membawa plastik isi obat-

"Beli obat?!! Ke apotik sendirian kamu?"-menatap tajam Serena-

"Jelas dongggg....kamu kan sakit? Gimana sih orang ini!!"-jawabnya dengan santai-

"Di luar bahaya!! Kenapa ceroboh sekali sih?!!"-celetuk Naren emosi-

Gadis itu sama sekali tidak begitu mendengarkan ucapan Narendra, ia justru hanya tertawa kecil sambil memberikan obat untuk pria yang ada di hadapannya.

Serena langsung saja mengambil alih makanan yang ada di meja dan menyuapi Narendra dengan lembut.

"Siniiii....buka mulutnya?! Aaaaaaa....."-ucapnya dengan santai-

"Kamu pikir aku bayi? Pakai cara begitu segala"-jawab Naren dingin-

"Cih....nyebelin banget sih ni orang!! Sakit juga masih bisa nyebelin!!"-mendengus kesal-

"Udah...cepetan sinii"-menyuapi Naren kembali-

Di sisi lain pria dingin itu merasa senang ada yang perhatian terhadapnya, meskipun ia harus tetap memasang wajah yang dingin dan cuek ke Serena saat itu. Tak ada protes atau keluhan dari Narendra, ia sangat menyukai saat gadis itu menyuapi dirinya dengan lembut.

"Suka nggak salad buahnya? Takutnya kamu nggak biasa makan salad"-jelasnya dengan lembut-

"Sejak kapan lembut begini?!! Tenang saja nanti aku ganti uangnya!"-celetuknya tengil-

"Haaaa? Ganti uang apaan sih?! Aneh ini orang"-menghela nafas panjang-

"Uang beli obat sekaligus uang udah mau perhatian denganku!!"-ucapnya dingin sambil menatap tajam-

"Simpan aja uangmu itu....aku punya uang sendiri yaa"-jawabnya dengan tengil-

Narendra tersenyum tipis mendengar jawaban tengil Serena, baru kali ini uangnya di tolak oleh perempuan yang bisa dekat dengannya. Untuk kalangan perempuan di luar sana banyak yang ingin mendapatkan seorang Narendra karena kekayaan yang dia punya.

Namun kali ini sangat berbeda, gadis ini sama sekali tidak tertarik dengan apa yang ia punya dan miliki. Terlebih Serena memiliki bisnisnya sendiri, meskipun tidak sebesar milik Narendra.

"Kirim nomer rekeningmu! Aku transfer uangnya"-ucapnya masih berusaha membujuk-

"Haish.....udah di bilang nggak perlu!! Masih aja tanya terus"-celetuknya kesal-

"Sudahlah....katakan saja!! Butuh uang berapa?"-ucap Narendra penuh tekanan-

"Makan tuh makan aja!!! Ribet banget!!!"-memukul dada Naren dan mencubit lengannya-

Serena bergegas pergi meninggalkan Narendra begitu saja, ia kembali ke rumah sewa itu sendirian. Dirinya sama sekali belum menyimpan nomer ponsel kedua orang tuanya yang saat ini sudah ada di dekatnya.

Karena sesuatu hal hubungan mereka sedikit canggung, akibat kurang komunikasi dan salah paham yang sangat lama.

"Kenapa sih Pak Tua itu?! Nggak jelas banget!"-mendengus kesal sambil bersandar di kursi taman-

"Udahlah.....laper banget ini? Sampai lupa makan jadinya"-gumamnya kesal-

Sesampainya di kawasan rumah sewanya, ada beberapa orang yang sedang berjaga disana memakai baju serba hitam. Nampak disana ada sosok pria yang mirip dengan Ayah Narendra sedang berbicara dengan Bu Thian.

"Siapa ya? Pernah lihat wajahnya!"-gumamnya sambil mengingat kembali-

"Kenapa terlihat Bu Thian sudah kenal lama dengan orang itu?"-ucapnya pelan-

"Siapa Nona?! Ada perlu apa datang kesini?! Tempat ini dalam pengawasan ketat"-celetuk salah satu penjaga-

"Lho....aku tinggal disini kok? Gimana sih!"-ucapnya sedikit kesal-

"Ini kenapa sih!! Semua orang menyebalkan"-celetuknya dengan emosi-

"Nona? Ada apa? Terjadi sesuatu?"-tanya Bu Thian khawatir-

"Mereka nih....menyebalkan sekali!!"-menyilangkan kedua tangannya-

Naresh menahan tawa melihat kekesalan gadis incaran putranya, namun dirinya heran melihat gadis itu pulang sendirian. Tak terlihat Narendra ada di sekitar gadis itu, justru gadis itu terlihat kesal dan emosi.

"Kamu pulang sendirian Cantik? Kemana Narendra?"-tanya Naresh dengan lembut-

"Bapak siapa?! Temennya si Pak Tua itu?"-mendengus kesal-

"Pak Tua?!! Siapa dia?"-celetuk Naresh bingung-

"Si Narendra itu lah!! Siapa lagi? Dasar menyebalkan sekali"-menerobos masuk begitu saja-

Sang ayah tertawa pelan mendengar jika putra tunggalnya di panggil Pak Tua oleh seorang gadis incarannya sendiri. Sontak saja ia segera menghubungi Narendra untuk tahu cerita sebenarnya.

"Tuan...saya temani Nona Serena dulu"-menunduk sopan-

Bu Thian menyusul Serena dari belakang, ia tak mau gadis itu merasa khawatir dan ketakutan di rumahnya. Ia juga membuatkan makanan untuk Serena, karena sejak lagi ia belum makan.

"Kamu dimana Naren?!! Kenapa Serena pulang sendirian?!!"-cerca Naresh dengan emosi-

"Dia pulang kemana?"-jawabnya singkat-

"Ke rumah sewa lah! Kemana lagi?"-jelas Naresh kesal-

"Baguslah kalau begitu!"-ucapnya santai-

Narendra langsung menutup panggilan dari sang Papa begitu saja, ia tidak mau membahas tentang Serena. Kepalanya tambah pusing dan demamnya semakin menjadi, obat yang dibeli oleh gadis itu belum juga diminum olehnya.

"Renaaaa....kepalaku sakitttt"-ucapnya meringis kesakitan-

"Kamu dimanaaaa? Serenaaa...."-gumamnya pelan-

"Serenaaa....aku butuh kamuuu"-ucapnya semakin pelan-

Tiba-tiba saja "BRUKK" tubuh kekar Narendra tumbang dengan wajah yang pucat, demamnya juga tinggi. Tak lama kemudian Serena datang membawa makanan untuk dirinya, baru masuk beberapa langkah ia gadis itu mendapati Narendra tergeletak tak berdaya di lantai.

"YAAAA!!! Dia kenapa ini?!! Demam lagi!!"-menyentuh dahinya-

"Duhhhh....berat banget sih badannya?! Gimana dong ini"-gumamnya panik-

Serena menarik perlahan tubuh kekar Narendra ke sofa terdekat, supaya bisa memeriksa suhu badan pria itu.

"Huft...tinggi banget sih suhunya!!"-menghela nafas panjang-

~Guyur air aja tuh Ser...pasti bangun dan langsung adem tuh demamnya~🤭

1
Hasniza Babab
sangat bagus /Good/
Karo Karo
pak tua yg akan membucin
Karo Karo
orangnya dong Thor 😁
Karo Karo
singgah Thor 🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!