NovelToon NovelToon
Dinikahi Calon Ipar

Dinikahi Calon Ipar

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: REZ Zha

Ini bukan tentang pengkhianatan atau perselingkuhan.

Ditinggal kabur calon suami sehari sebelum pernikahan demi wanita lain adalah hal memalukan bagi Kanaya. Namun, terjebak dalam pernikahan darurat dengan Yudha, calon adik iparnya yang 7 tahun lebih muda dari usianya, jauh di luar bayangannya.

Tanpa cinta, tanpa persiapan, dia harus memulai hidup seatap dengan laki-laki yang lebih pantas menjadi adiknya.

Inilah kisah dua jiwa yang dipaksa bersatu demi sebuah nama baik. Apa yang terjadi dengan kisah mereka setelah menikah? Akankah rumah tangga mereka bisa bertahan? Apakah rasa cinta akhirnya tumbuh di antara mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nggak Akan Ada Kata Bosan

Kamar Yudha

Kanaya menoleh ke arah Yudha yang merebahkan tubuh di sampingnya. Sementara notif pesan di ponsel Yudha terdengar beruntun. Namun, Yudha terkesan mengabaikannya.

"Hp kamu bunyi, terus itu, Yud!"

"Biarkan aja. Itu dari grup kantor. Aku baru kirim undangan virtual ke mereka. Mereka pasti sedang menggosipkan aku," jawab Yudha santai.

Yudha sengaja menyebar undangan virtual Jumat malam, karena ia malas menjawab pertanyaan satu persatu alasan mendadak menikah sembunyi-sembunyi.

"Pasti banyak yang patah hati dan kecewa kalau dengar kamu menikah." Kanaya yakin banyak wanita yang mengagumi Yudha dan berharap menjadi pendamping Yudha.

"Aku nggak perduli mereka, aku hanya ingin perduli pada istriku saja." Dalam sekejap tangan Yudha berhasil menarik pinggang Kanaya dan merobohkan istrinya itu di tempat tidur.

"Yud, udah, deh! Kita melakukannya tiap hari, apa kamu nggak bosan?"

"Nggak ada kata bosan untuk yang satu ini!" Yudha langsung melumat bibir Kanaya, membuat Kanaya hanya bisa pasrah menerima apa yang dilakukan suaminya.

***

Udara ibu kota Sabtu siang ini terasa menyengat, namun kesejukan langsung menyambut saat Kanaya dan Yudha melangkah masuk ke sebuah mall ternama. Tujuan utama mereka mengunjungi mall adalah mencari gaun untuk acara esok malam.

Awalnya Kanaya bersikeras memakai salah satu gaun pesta koleksi lamanya. Namun, Yudha menolak halus. Pria itu ingin mereka berdua tampil dengan pakaian baru di momen yang spesial nanti.

Kanaya mengarahkan langkah kaki mereka menuju butik langganan keluarganya. Tempat itu adalah andalan Kanaya, ibunya, dan kedua adik perempuannya setiap kali mencari busana hari raya atau acara formal. Kualitas jahitannya yang premium dengan desain eksklusif yang tidak pasaran selalu berhasil membuat ia dan keluarga enggan berpindah ke butik lain.

"Selamat datang di MeyMey Butik." Seorang pegawai langsung menyambut hangat. Matanya berbinar saat mengenali sang pelanggan. "Wah, ada pengantin baru, nih! Happy Wedding ya, Bu. Semoga Samawa." Kanaya hanya mengundang Meilan di acara pernikahannya kemarin. Tapi, sepertinya pegawai di butik itu banyak yang tahu dirinya menikah.

"Aamiin. Makasih, Mbak."

Kanaya tersenyum simpul. Kedatangannya yang terhitung sering membuat para staff di sana sangat akrab dengannya.

"Cici ada, Mbak?" tanya Kanaya kemudian.

"Ada, Bu. Silakan lihat-lihat dulu, saya panggilkan Bu Mey di dalam," jawab pegawai itu sopan sebelum bergegas ke ruang belakang untuk mengabarkan kehadiran Kanaya pada bosnya

"Oke, Mbak." Kanaya mulai melangkah di antara deretan rak display, jemarinya menyusuri gantungan baju. Ia menoleh ke arah suaminya. "Kamu duduk dulu saja, Yud," tunjuknya pada sofa empuk di sudut ruangan.

"Cari baju untuk acara apa, Bu Guru?" tanya seorang pegawai lain yang kini menghampiri, siap mendampingi Kanaya mencari apa yang diinginkan Kanaya.

"Mau cari gaun pesta, Mbak. Tapi yang simple saja," jawab Kanaya.

Tangannya kemudian tertarik pada sebuah gaun berwarna taupe. Berbahan brokat halus dengan potongan minimalis, namun memancarkan kesan elegan. Kanaya mengambil gaun itu, lalu berputar menghadap suaminya.

"Kalau yang ini bagaimana, Yud?" tanya Kanaya meminta pendapat.

Yudha mengangguk setuju dari tempat duduknya. "Bagus."

"Yang ini juga simple, Bu," Pegawai toko menunjukkan gaun lain berwarna marron pekat.

Kanaya mengambil gaun tersebut lalu menunjukkannya lagi pada Yudha. "Kalau yang ini?"

"Itu juga bagus," jawab Yudha. Kali ini tatapannya berubah intens dengan senyuman menggoda yang terkulum di bibirnya. "Kamu terlihat lebih seksi kalau pakai warna itu."

Kalimat blak-blakan itu sukses membuat Kanaya terkesiap dengan pipi seketika merona Ia buru-buru memalingkan wajah, menyembunyikan semburat merah yang menjalar di wajahnya.

"Astaga, di depan umum bisa-bisanya dia menggoda begitu," gumam Kanaya salah tingkah karena mendengar celetukan Yudha tadi.

Pegawai butik yang menyadari interaksi itu langsung terkikik geli. "Hihihi, pengantin baru memang beda ya, Aura kemesraannya bikin iri."

"Umm... ada pilihan gaun yang lain lagi nggak, Mbak?" Kanaya cepat-cepat mengalihkan pembicaraan sebelum wajahnya semakin merah menahan malu.

"Ada, Bu, sebentar ya," jawab pegawai itu tanggap.

Dari sudut matanya, Kanaya bisa melihat Yudha masih memperhatikannya. Pria itu menatapnya lekat-lekat dengan senyum tertahan yang menyebalkan membuat Kanaya memutar bola matanya, pura-pura kesal dengan tingkah suaminya.

"Eh, eh... ada pengantin baru rupanya!"

Suara familiar itu membuat Kanaya menoleh. Meilan, sang pemilik butik, berjalan menghampiri mereka.

"Eh, Ci ..." Kanaya mengembalikan gaun di tangannya ke rak, lalu menyambut Meilan dengan pelukan hangat dan kecupan di kedua pipi.

"Gimana kabarnya, Pengantin Baru?" tanya Meilan ramah, matanya melirik ke arah Yudha yang masih duduk di sofa.

"Baik, Ci," jawab Kanaya. Ia kemudian memberi isyarat pada suaminya. "Yud, kenalkan, ini Ci Meilan yang punya butik ini."

Yudha langsung bangkit berdiri dan mengulurkan dan menjabat tangan Meilan dengan sopan.

"Apa kabar, Bu? Saya sering dengar dari Kanaya kalau butik ini jadi tempat langganan istri saya." Yudha membuka obrolan, mencoba mencairkan suasana agar lebih akrab.

"Benar, Mas. Kanaya dan keluarganya itu pelanggan setia di sini. Makanya, tenang saja, nanti Cici kasih diskon khusus buat kalian," sahut Meilan menjanjikan discount khusus bagi pelanggan setia.

Perempuan paruh baya itu kemudian mempersilakan mereka untuk duduk santai di sofa. "Oh ya, omong-omong, ada apa yang membawa pengantin baru sampai datang kemari?" tanya Meilan.

"Kami lagi cari gaun untuk acara besok malam, Ci. Ada dinner sekaligus pesta dengan rekan-rekan kerja suami," Kanaya menjelaskan tujuannya datang ke butik milik Meilan.

"Oh, begitu? Kebetulan sekali! Kemarin baru ada koleksi baru yang masuk. Modelnya masih baru banget dan sengaja belum dipajang di depan. Nanti Cici suruh pegawai ambilkan di dalam," ujar Meilan bersemangat. Ia langsung menginstruksikan staff-nya untuk mengambil beberapa pilihan gaun eksklusif tersebut, memberikan privilege bagi Kanaya untuk memilih desain terbaru dari butiknya.

***

Malam yang dinanti pun tiba. Restoran mewah yang terletak di pusat kota itu tampak ramai pengunjung. Satu lantai penuh telah dipesan khusus demi menggelar pesta publikasi pernikahan Yudha dan Kanaya.

Sebelum menuju ke lokasi pesta selepas magrib tadi, Kanaya menyempatkan diri mampir ke salon milik Widi dengan ditemani oleh Yudha. Menyadari bahwa ia akan berhadapan langsung dengan lingkaran profesional suaminya, Kanaya ingin tampil semaksimal mungkin agar tak mengecewakan Yudha.

Ada kecemasan yang menggelayuti hatinya, meskipun Yudha sering kali meyakinkannya. Namun, perbedaan usia di mana dirinya berusia jauh di atas Yudha sering kali membuatnya khawatir akan menjadi buah bibir negatif dalam lingkungan tempat kerja suaminya. Ia tidak ingin Yudha kembali menjadi bahan pergunjingan jika ia tampil asal-asalan. Hal itu pasti akan merugikan Yudha.

Namun, kecemasan itu menguap begitu melihat tampilannya di cermin. Di bawah sentuhan tangan dingin Widi, penampilan Kanaya malam ini tampak anggun dan berkelas. Tubuhnya dibalut gaun berwarna rose gold, pilihan terakhir yang ia ambil dari butik Meilan kemarin. Warna itu tampak serasi berpadu dengan riasan wajahnya, memancarkan pesona elegan yang siap memukau siapa saja yang melihatnya.

❤️❤️❤️

Bersambung ...

1
sunaryati jarum
Siapa yang mengatakan pak Yudha apes,itu salah besar.Padahal.malah untung .Tidak keluar biaya sendiri tanpa persiapan dan lamaran langsung menikah.Malah lebih dewasa perempuan itu yang laki dimanja,lho.😉😉
ρυтяσ kang'typo✨
🧐🧐apa Ayumi dengar mereka gosip yaaaa, jangan sampe dia baper donk🤣🤣
ρυтяσ kang'typo✨
heh...ada kang ghibah😏😏😏

apa harus melihat perbedaan usia di saat menikah ya
ρυтяσ kang'typo✨
kenapa tadi u datang Yum kalo u pengen pergi secepat itu, bukan kah u juga penasaran dengan istri Yudha... sabar saja lah jangan terlalu terlihat kalo u itu kecewa banget, ingat jodoh rezeki maut g ada yang tau😇☺
Septi
eh eh eh.. nggak usah komen jelek deh.. kalau nggak tau hubungan mereka kayak gimana
Septi
ya emang niatnya nggak PHP tapi kamu yang deketin.. tetep aja Ayumi mikirnya kamu PHP.. 🤭
sryharty
hey Lusy itu mulut di jaga yah,,kayanya kamu sama Naya aja mukanya masih mudaa. Naya,dan pasti cantikan Naya,,
mau Naya lebih tua dari Yudha apa hak kamu,,toh mereka serasi ko,,
julid amat loh
Teh Fufah
klw ayumyum yg denger pasti masih menyimpan harapan
Teh Fufah
yeaaahhhh gosip nihhhh
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
coba Yudha denger mereka pada bergosip,pasti langsung di skakmat .biasa orang luar cuma denger ceritanya tapi gak tau gimana yang sebenarnya terjadi.
seolah olah Kanaya yang salah padahal pihak keluarga Yogi dan Yudha yang bikin masalah.
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
tapi Ayumi sudah terlanjur baper 😁
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
sekate Kate nih pak Yudha kalau ngomong.suka fitnes.belum amnesia kan kalau dia sendiri yang mengajukan diri menggantikan Yogi jadi mempelainya
Septi
sabar Yum. nanti pulang rumah puasin puasin nangis biar lega...
besoknya anggap angin lalu. siapa tau jodoh sebenarnya udah deket
Septi
Langsung tepat sasaran 🤣
Septi
ya ampun candaannya lepas banget.. 😅
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
Ayumi sudah berangan-angan terlalu jauh jadinya dia kecewa ketika yang diharapkan tidak jadi kenyataan.
terima nasib aja ayy,positif thinking aja kalau Yudha bukan jodohmu. jangan coba2 buat nikung ya,..
sryharty
berfikir positif aja yum yum,mungkin bukan jodoh kamu mas Yudha nya.
sryharty
jangan gitu yum,,kan mas yud2 pelum sempet katakan cinta sama kamu,baru mulai pedekate saja
nuraeinieni
kenapa harus sakit hati dan kecewa ayumi,lagi pula kan kamu dan yudha nggak pacaran,baru pedekate.
Teh Fufah
keren kamu nayaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!