NovelToon NovelToon
Aku Antagonis?, Ok

Aku Antagonis?, Ok

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Teen School/College / Romantis / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Cintapertama
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: Zakiya el Fahira

HELENA KANAYA ATMAJAYA gadis enam belas tahun yang masih duduk di bangku sekolah, sejak kecil Helena sudah di jodohkan dengan anak teman mendiang Ibunya, yang bernama RAVELO TRIAN ADITAMA yang sama sama masih duduk di bangku sekolah, kebetulan Helena dan Velo masih satu sekolah namun beda kelas.
Dari dulu Helena memang sudah menyukai Velo, dan saat tahu kalau keduanya di jodohkan Helena semakin menempel pada Velo, membuat Velo terkadang merasa risih sendiri.
Helena sebenarnya gadis yang baik, hanya saja dia memiliki sifat posesive pada sesuatu yang memang sudah jelas jelas miliknya termasuk pada Velo. Helena tahu kalau Velo dekat dengan gadis satu kelasnya yang bernama HANA LARASATI, jadi Helena selalu berusaha menjauhkan Hana dan Velo.

Dan sikap Helena yang seperti itu, membuat semua murid di sekolahnya mengecap Helena sebagai gadis Antagonist, awalnya Helena tidak terima dirinya di anggap Antagonist, namun pada akhirnya Helan benar benar memerankan sosok Antagonist yang sebenarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Selama di perjalanan pulang, Exel yang tengah mengemudikan mobil BMW milik Helen, diam diam melirik Helen yang duduk di jok sampingnya.

''Hel''

''Hem''

''Lo masih marah sama Velo?'' tanya Exel.

Helen terdiam sejenak lalu menggelengkan kepalanya.

''Terus, kenapa lo masih diemin dia?'' tanya Exel.

''Gue takut di buat kecewa lagi sama dia'' jawab Helen.

''Tapi kalau gue perhatikan, dia sepertinya beneran menyesal'' ucap Exel.

''Gue gak perduli'' timpal Helen.

Exel langsung diam dan tidak bicara lagi, dia memilih fokus mengemudikan mobil milik Helen.

Selang beberapa menit mereka sudah sampai di kediaman Atmajaya, dan kebetulan ada mobil land rover yang sama sama masuk ke dalam gerbang, dan berhenti di halaman kediaman Atmajaya.

''Hel, siapa mobil yang baru datang itu?'' tanya Exel saat menghentikan mobil milik Helen di depan teras rumah besar Atmajaya.

''Om Anton'' jawab Helen.

Exel beroh ria saja, lalu dia membuka pintu mobil dan keluar, begitu juga dengan Helen.

Antonio yang baru keluar dari dalam mobilnya, langsung bergegas menghampiri Nona Mudanya, sembari membawa berkas di tangannya.

''Nona Muda''

''Tuan Exel'' sapa Antonio, dan Exel menganggukkan kepalanya.

''Ada apa om?'' tanya Helen sembari menutup pintu mobilnya.

Antonio tidak langsung mejawab, dia melirik Exel yang berdiri di depan mobil milik Nonanya, lalau saat beralih menatap Nonanya, dia melihat Nonanya memberi isyarat dengan kedipan mata, seakan akan mengatakan kalau tidak apa apa.

''Ini berkas kerja sama yang di kirim oleh Tuan Ardan'' ucap Antonio.

''Oh, om letakkan saja di ruang kerja Papa''' perintah Helen.

''Baik Nona'' Antonio langsung berjalan masuk ke dalam rumah besar milik keluarga Atmajaya.

Sedangkan Exel dia sedikit merasa aneh dengan yang di ucapkan oleh Antonio, yang dia kenal sebagai asisten Papanya Helen itu, untuk apa Antonio memberitahu Helen tentang berkas kerja sama dari perusahaan lain, seakan akan Helen yang memutuskan kerjasamanya pikirnya.

Helen mengetuk kap mobilnya beberapa kali, saat melihat Exel yang terdiam seperti sedang melamun, membuat Exel tersentak kaget.

''Ada apa Hel?'' tanya Exel.

''Lo sedang ngelamunin apa?'' tanya Helen balik.

Exel menggeleng sembari tersenyum. ''Tidak ada'' jawabnya.

Helen ber oh ria saja.

''Ayo masuk dulu'' ajak Helen.

''Gak usah Hel, terimakasih, gue langsung pulang saja, oh ya, ini kunci mobilnya'' tolak Exel sembari memberikan kunci mobil milik Helen pada pemiliknya.

''Loh, lo pulang naik apa?'' tanya Helen.

''Gue udah pesen taksi saat di jalan tadi, sebentar lagi juga sampai'' jawab Exel.

''Oh gitu, ya sudah, makasih ya Xel, udah nganterin gue'' ucap Helen.

''Iya sama sama, lo juga istirahat sana, biar cepat sembuh'' balas Exel dan Helen menganggukkan kepalanya saja.

Lalu Exel berjalan pergi ke arah gerbang, karna taksi yang di pesannya sudah menunggunya di sana.

Dana setelah kepergian Exel, Helen langsung masuk ke dalam rumahnya dan pergi ke ruang kerja Papanya, untuk memeriksa berkas kerjasama yang di bawa oleh Antonio, dan Antonio juga masih ada di sana untuk menunggu perintah selanjutnya dari Nonanya.

Malam harinya Helen yang sudah tidak merasakan sakit di perutnya, dia keluar dengan mengemudikan mobilnya dan pergi ke rumah Rania, walaupun Helen belum pernah ke rumah Rania sama sekali, tapi bukan hal yang sulit untuk Helen bisa mendapatkan alamat rumah Rania, tadi dia sudah meminta Antonio untuk mencari alamat Rania, dan dalam waktu kurang lebih dari satu jam, Antonio sudah mendapatkan alamat rumah Rania.

Sebelum sampai di rumah Rania, Helen lebih dulu berhenti di supermarket untuk membeli oleh oleh, dari aneka macam snack, minuman kemasan, buah buahan hingga sembako.

Beberapa menit kemudian Helen sudah sampai di tempat tinggal Rania, yang terletak di area kontrakan yang ada di pinggiran ibu kota, dari luar saja sudah terlihat jika rumah itu sangat kecil, tapi di antara rumah kontrakan yang lain, rumah yang di tempati Rania jauh lebih bagus dan terlihat bersih dari luar.

Dan kedatangan Helen membuat tetangga kontrakan Rania heboh, pasalnya ini pertama kalinya mereka melihat ada mobil mewah berhenti di area kontrakan kecil di pusat ibu kota.

Setelah menutup pintu mobilnya, Helen langsung masuk ke halaman rumah kontrakan Rania, karna kebetulan pintu gerbangnya tidak di tutup, lalu Helen mengetuk pintu rumah Rania.

Tok

Tok

''Permisi'' seru Helen.

Ceklek

Helen tersenyum saat melihat seorang wanita paruh baya membuka pintu.

''Maaf, Nona cari siapa?''

''Saya cari Rania, Tante'' jawab Helen sembari tersenyum ramah.

''Oh, Nona temannya Rania'' ucap Ibu paruh baya itu yang tak lain adalah Ibunya Rania.

Helen mengangguk dengan tersenyum. '' Maaf Tante, Ranianya ada?'' tanya Helen.

''Itu Ranianya baru saja keluar sama adiknya, mungkin sebentar lagi pulang'' jawab Ibu Rania.

''Oh, iya Tante, ga papa saya tunggu saja'' tukas Helen.

Wanita paruh baya itu langsung mempersilahkan Helen masuk dengan ramah ''Ayo Nak masuk, nunggu Rania di dalam saja''

Helen mengangguk dan melangkah masuk ke dalam rumah kecil itu, lalu duduk di sofa ruang tamu yang ukurannya tidak lebih besar dari kamar mandinya di kediamannya.

Selenga beberapa menit terdengar suara tangisan anak kecil di luar, dan juga suara Rania sepertinya sedang mengomel, jadi Ibu Rania bergegas keluar untuk melihat.

''Rania, adik kamu kenapa?'' tanya Ibu Rania di depan teras.

''Ini Bu, Rama minta jajan, Rania gak bolehin karna uangnya gak cukup, jadi dia nangis'' jawab Rania.

Ibu Rania langsung membungkuk di depan putra bungsunya yang masih berusia tujuh tahun sembari mengusap kepalanya.

''Rama, besok saja ya beli jajannya, sesudah Ibu pulang jualan'' ucap Ibu Rania dengan lembut.

Adik Rania yang bernama Rama itu mengangguk sembari terisak. ''Iya Bu''

Ibu Rania tersenyum lalu menegakkan badannya kembali.

''Rania di dalam ada teman kamu'' ucap Ibu Rania.

''Siapa Bu?'' tanya Rania, namun Ibunya menggelengkan kepalanya. ''Ibu belum sempat bertanya namanya, keburu dengar adik kamu nangis''

Lalu Rania bergegas masuk ke dalam, dan dia kaget melihat gadis cantik duduk sendiran di sofa ruang tamunya yang kecil.

''Helen''

''Hai Ran'' sapa Helen berdiri dan menghampiri Rania.

''Kamu kok tahu rumah aku?'' tanya Rania.

''Bukan hal yang sulit'' jawab Helen tersenyum, dan Rania langsung faham seketika.

''Kamu ke sini sama siapa?'' tanya Rania.

''Gue ke sini sendiri'' jawab Helen.

''Terus, mobil kamu mana?'' tanya Rania.

''Tuh, di depan'' jawab Helen menunjuk mobilnya yang terparkir di sisi jalan.

Sontak Rania langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal. ''Sepertinya mataku minesnya makin parah deh'' gumamnya.

Helen terkekeh. ''Mungkin lo terlalu fokus ngomeli adik lo, jadi gak lihat ada mobil parkir di depan sana''

Membuat Rania tertawa.

Saat Helen melihat Ibu Rania membawa Rama masuk ke dalam rumah, Helen langsung menghampiri Rama.

''Adek mau jajan?'' tanya Helen.

Rama mengangguk dengan semangat. '' Iya, Rama mau'' jawabnya.

''Rama'' tegur Rania.

Helen langsung menoleh pada mereka. ''Ga apa apa Ran, kebetulan gue bawa jajan banyak di mobil, ayo kita ambil'' ucap Helen.

''Benar kah, Kakak cantik bawa jajan?'' tanya Rama.

Helen mengulum senyum saat Rama memanggilnya dengan sebutan kakak cantik.

''Iya dong'' jawab Helen.

''Ayo kita ambil jajannya'' ajak Helen menggandeng tangan Rama, dan membawanya ke mobilnya.

Rama loncat loncat kegirangan saat Helen membuka bagasi mobilnya yang di penuhi dengan oleh oleh yang di belinya di supermarket tadi.

''Kaka cantik, itu buat Rama semua?'' tanya Rama.

''Tentu dong'' jawab Helen.

''Ayo, bantu Kakak bawa masuk ke dalam'' pinta Helen.

''Tunggu ya Kakak cantik, Rama panggil Kak Rania dulu, soalnya itu banyak banget'' timpal Rama.

''Kak Rania, sini bantu Rama!'' teriak Rama nyaring.

Rania yang di panggil bergegas keluar. ''Ada apa dek, teriak teriak, Kakak lagi buat minum untuk Kak Helen tahu'' omel Rania.

''Ran, bantu gue bawa ini masuk ke dalam'' pinta Helen.

Rania membulatkan matanya melihat bagasi Helen yang di penuhi makanan.

''Hel, ini banyak banget'' ucap Rania.

''Ga apa apa, ayo, bantu gue bawa masuk ke dalam''

Lalu Helen, Rania dan Rama, sama sama memindahkan semua oleh oleh yang di bawa Helen dari bagasi mobil ke dalam rumah Rania, dan membuat rumah itu terlihat seprti akan membuka warung saja, karna sangking banyaknya oleh oleh yang di bawa Helen.

1
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣 senjata makan tuan🤣🤣🤭🤭
kaylla salsabella
walah kira" siapa yang kena sup
kaylla salsabella
ealah .. bukanya sadar malah makin menjadi deh
kaylla salsabella
om Antonio mungkin suka sama Helen
Adinda
Antonio sama Helen aja
Sribundanya Gifran
lanjut up lagi thor💪💪💪💪💪
Sulati Cus
wah jgn jgn 🤔oom suka sm Helen berharap kembar 3 buat beli, Exel sm Antonio
Sribundanya Gifran: wah ternyata ad yg sepemikiran🤔🤔.
pertanyaaan buat author pernhkah antonio bersentuhan dgn helen?
total 1 replies
kaylla salsabella
si Exel suka sama rania🤭🤭🤭
Sribundanya Gifran
lanjut up lagi thor
Tiara Bella
udh sadar km Maxim klu Hana itu nyebelin dan g suka sm kamu....
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣 habis ini udah gak ada yang perduli sama kamu han🤣🤣
tinie
idiih gak nyadar masuk tim beasiswa
coba KLO dicabut apa kamu masih bisa sekolah disitu,
saat kamu dan ibumu di usir dari rumah majikan🤣🤣🤣
tinie
ini typo bukan sii
kan Hana yg keliling lapangan
bukan Hellen,,
Sribundanya Gifran
lanjut
Adinda
maxim sama rania aja, Axel sama velo biar rebutan Helen
Tiara Bella
meledak jg akhirnya velo....
tinie
mampus loo
kan malu sendiri udah nantangin masa dibatalin👊👊
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣🤣
Adinda
Helen cocok sama Axel biarin aja velo menyesal
paijo londo
hel ayo jangan beri maaf ma velo biar kapok walaupun udah tau watak Hana yg pbb
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!