NovelToon NovelToon
KULTIVASI RAHASIA SANG TUKANG SAPU: SISTEM CHECK IN

KULTIVASI RAHASIA SANG TUKANG SAPU: SISTEM CHECK IN

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:20.3k
Nilai: 5
Nama Author: HINDRA10

"Dilahirkan dengan Tulang Roh yang Layu, Lin Chen dianggap sebagai aib terbesar bagi Kekaisaran Shenghuang. Setelah dijebak oleh saudara-saudaranya dan dibuang oleh ayahnya sang Kaisar, ia diasingkan ke Sekte Pedang Taixuan—sebuah sekte kuno yang hampir punah—dan hanya diberi pekerjaan sebagai murid tukang sapu.

Dunia mengira hidupnya telah hancur. Namun, mereka tidak tahu bahwa di hari pertamanya memegang sapu, sebuah Sistem Absensi Jejak Kuno bangkit di dalam jiwanya!

【Ding! Anda berhasil melakukan check-in di Gerbang Batas Taixuan. Hadiah: Tubuh Pedang Kekacauan Primitif!】
【Ding! Anda berhasil melakukan check-in di Makam Pedang Leluhur. Hadiah: Mata Dewa Kekacauan!】

Aturannya ketat: Hanya bisa check-in satu bulan sekali! Namun, setiap tempat yang pernah disinggahi para dewa kuno akan memberinya hadiah tingkat mitologi.

Ketika sekte-sekte besar mencoba menghancurkan tempatnya menumpang, dan Kekaisaran Shenghuang datang untuk menindasnya lagi, pangeran yang dianggap sampah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HINDRA10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30

Sinar fajar yang menembus sela-sela kabut tipis ibu kota tidak membawa kehangatan di dalam kompleks istana bagian dalam. Sebaliknya, udara pagi itu terasa sangat kering dan menggigit kulit. Di halaman kediaman sementara Lin Chen yang sederhana, embun pagi yang menempel di dedumunan tampak membeku, membentuk lapisan tipis yang berkilau dingin di bawah temaram cahaya matahari yang baru saja terbit.

Pintu kayu kediaman itu diketuk dengan ketukan yang ritmis namun sarat akan ketidaksabaran. Sesaat kemudian, seorang eunuch senior melangkah masuk melewati ambang pintu. Pakaian sutra ungu yang ia kenakan tampak sangat rapi tanpa kerutan, menunjukkan pangkatnya yang tidak rendah di dalam hierarki pelayan istana. Namun, wajahnya yang dihiasi senyum ramah buatan sama sekali tidak mampu menyembunyikan binar dingin penuh penghinaan di kedalaman matanya.

“Pangeran Kesembilan,” sapa eunuch itu dengan suara melengking tinggi yang dipaksakan agar terdengar khidmat. “Matahari telah naik setinggi galah, dan Baginda Kaisar secara pribadi telah menitahkan agar Anda segera menghadap di Aula Utama Istana sekarang juga. Mohon tidak membuat Yang Mulia menunggu terlalu lama.”

Lin Chen yang sejak tadi duduk bersila di atas ranjang kayu tipis perlahan membuka kedua matanya. Tidak ada kepanikan, tidak ada ketergesaan. Ia mengangguk dengan sangat tenang, lalu bangkit berdiri untuk merapikan jubah abu-abu sederhananya—pakaian pelayan yang masih ia kenakan sejak meninggalkan Sekte Taixuan. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun untuk membalas kepalsuan sang kasim, ia melangkah lebar mengikuti penunjuk jalan tersebut menuju jantung kekuasaan tertinggi Kekaisaran Shenghuang.

Sepanjang koridor batu giok putih yang menghubungkan wilayah pinggiran dengan kompleks inti, barisan pengawal berzirah besi berat berdiri tegak layaknya patung-patung tak bernyawa. Di sela-sela langkah kaki mereka yang menggema, para pejabat istana paruh baya dan dayang-dayang bergaun mewah yang kebetulan berpapasan dengannya langsung menghentikan langkah. Mereka memberikan pandangan melirik yang sarat akan cemoohan, berbisik-bisik di balik kipas sutra mereka tanpa ada niat sedikit pun untuk menyembunyikan rasa meremehkan tersebut. Bagi seisi istana, pemuda yang berjalan di depan mereka ini hanyalah seonggok sampah tak berbakat yang kebetulan memiliki setetes darah kekaisaran; seorang pangeran cacat yang sempat dibuang dan kini dipanggil pulang hanya untuk dijadikan pion tak berdaya di atas papan catur politik.

Gerbang Aula Utama Istana Shenghuang yang setinggi puluhan meter akhirnya terbuka perlahan dengan suara derit kayu kuno yang berat. Begitu kaki Lin Chen melintasi ambang pintu marmer hitam yang mengkilap bagai cermin, sebuah gelombang tekanan spiritual yang luar biasa masif langsung menghantam seluruh tubuhnya tanpa peringatan.

Tekanan itu begitu padat, dingin, dan berat—seolah-olah ada sebuah gunung raksasa yang mendadak runtuh dan melayang tepat beberapa inci di atas ubun-ubun kepalanya, siap untuk meremukkan setiap jengkal tulang dan sendinya dalam sekali embusan napas.

Aura mengerikan ini tidak lain berasal dari sosok yang duduk di atas tahta emas naga di ujung terjauh aula luas tersebut. Kaisar Shenghuang generasi ke-47, penguasa mutlak yang kultivasinya telah mencapai Ranah Transformasi Roh (Soul Transformation) tingkat tinggi. Hanya dengan duduk diam menyandarkan tubuhnya tanpa menggerakkan satu jari pun, eksistensi spiritualnya yang luar biasa dahsyat telah mampu memanipulasi kerapatan udara di dalam aula, membuat siapa saja yang tidak memiliki kekuatan mumpuni akan langsung berlutut gemetar dan mengalami sesak napas yang hebat.

Lin Chen merasakan tekanan maha luas itu laksana samudra tak bertepi yang mencoba menelan dirinya bulat-bulat. Namun, di balik permukaan luar tubuhnya yang sengaja ia buat sedikit bergetar halus untuk menjaga penyamarannya, kesadaran spiritualnya tetap kokoh tak tergoyahkan layaknya karang di tengah badai. Dengan langkah kaki yang sengaja dibuat agak lambat dan berat seolah-olah dirinya sedang berjuang keras menahan beban aura tersebut, ia berjalan perlahan ke tengah-tengah aula yang sunyi senyap, lalu menjatuhkan kedua lututnya dengan sikap yang sangat sopan dan tunduk.

“Anak Lin Chen, menghadap Ayah Kaisar.”

Suaranya yang tenang bergema pelan di dalam ruangan yang luas. Namun, baru saja kata “Ayah” terlepas dari bibirnya, sebuah bentakan dingin dan tajas langsung memotong kalimatnya dari arah barisan kanan aula, tempat para pangeran agung berdiri.

“Kurang ajar!” Pangeran Keempat, Lin Yun, melangkah maju satu langkah dengan wajah yang memerah penuh kemarahan yang dibuat-buat. “Di hadapan keagungan Kaisar yang suci, kau—seorang pangeran sampah tanpa kultivasi yang telah lama diasingkan—berani memanggil beliau dengan sebutan ‘Ayah’ secara sembarangan di depan umum? Sungguh tidak tahu sopan santun dan tidak tahu diri!”

Lin Chen tidak mendongakkan kepalanya. Ia tetap mempertahankan posisi menunduknya di atas lantai marmer hitam yang dingin, menjawab dengan nada suara yang sengaja dibuat sedikit gemetar seolah-olah dirinya sangat terintimidasi oleh kemarahan sang kakak. “Maafkan kesalahan saya, Pangeran Keempat. Saya... saya telah bertindak lancang karena kelalaian saya sendiri.”

Kaisar Shenghuang yang duduk di atas tahta emas naga tetap diam membisu. Wajahnya yang tampan dan paruh baya tampak sangat berwibawa, namun sepasang matanya yang sedalam jurang es menatap lurus ke arah putra kesembilannya dengan sorot dingin tanpa kehangatan sedikit pun layaknya seorang asing. Tekanan aura Transformasi Roh yang menyelimuti tubuh Lin Chen tidak berkurang satu desibel pun, terus menguji batas ketahanan fisik dan mental pemuda itu.

“Bangkitlah. Bagaimanapun juga, di dalam tubuhmu masih mengalir setetes darah keturunanku,” ucap Kaisar akhirnya dengan suara datar yang berat, bergema dengan kekuatan absolut yang langsung membungkam seluruh riak suara di dalam ruangan.

“Terima kasih, Yang Mulia,” jawab Lin Chen lembut sembari bangkit berdiri dengan perlahan, berpura-pura menyeka keringat dingin di dahinya.

Begitu ia berdiri tegak, ia dapat merasakan puluhan pasang mata dari saudara-saudaranya yang hadir di aula tersebut sedang menatapnya dengan berbagai ekspresi—mulai dari ejekan terang-terangan, ketidakpedulian, hingga tatapan tajam penuh perhitungan. Di barisan paling depan faksi pangeran, tampak Pangeran Ketiga, Lin Hao, berdiri dengan tangan terlipat di balik jubah sutra birunya. Sudut bibir Lin Hao melengkung, membentuk seulas senyuman tipis yang sangat sulit untuk dibaca maknanya, seolah-olah sedang menikmati panggung sandiwara yang sedang berlangsung.

Tanpa memberikan kesempatan bagi siapa pun untuk menyela, Kaisar Shenghuang langsung membuka pembicaraan inti tanpa basa-basi diplomatik yang tidak perlu.

“Kau dipanggil kembali ke istana pusat karena ada satu urusan krusial yang menyangkut kepentingan luar kekaisaran. Pihak Kekaisaran Timur baru saja mengajukan proposal aliansi pernikahan, menjodohkan putri ketiga mereka, Putri Xiao Qinglan, dengan salah satu pangeran dari garis darah Shenghuang. Setelah melalui berbagai pertimbangan dewan kekaisaran, kaulah yang terpilih untuk mengemban tugas ini.”

Mendengar nama tersebut, Lin Chen tetap mempertahankan ekspresi wajahnya yang datar dan patuh, meskipun di dalam kepalanya, seluruh basis data informasi mengenai lanskap politik luar negeri langsung terstruktur dengan rapi.

Putri Xiao Qinglan dari Kekaisaran Timur bukanlah sosok yang asing dalam rumor dunia kultivasi. Meskipun Kekaisaran Timur memiliki kekuatan militer dan sumber daya kultivasi yang setara dengan Kekaisaran Shenghuang, nasib putri ketiga mereka terbilang sangat tragis sekaligus unik. Gadis itu terlahir buta tanpa bisa melihat setitik pun cahaya dunia sejak hari pertamanya bernapas. Namun, rumor di kalangan kultivator ortodoks menyebutkan bahwa ia memiliki bakat persepsi spiritual yang sangat langka dan mengerikan, sebuah berkah tersembunyi yang mengimbangi keterbatasan fisiknya.

“Apakah... Ayah Kaisar telah menetapkan keputusan ini secara mutlak?” tanya Lin Chen dengan nada suara yang pelan, seolah-olah dirinya hanya bisa pasrah menerima takdir yang ditentukan untuknya.

Mendengar pertanyaan itu, salah seorang saudaranya yang berdiri di barisan tengah, Pangeran Kelima, langsung tertawa sinis dengan suara yang cukup keras. “Tentu saja keputusan itu sudah mutlak, Adik Kesembilan! Siapa lagi di antara kami yang lebih cocok untuk disandingkan dengan seorang putri buta dari kekaisaran asing selain seorang pangeran sampah yang tidak berguna sepertimu? Perjodohan ini murni merupakan transaksi diplomatik untuk menjaga stabilitas perbatasan timur tanpa harus mengorbankan pangeran berbakat kami. Kau cukup menjadi alat yang baik dan penurut di sana.”

Kaisar Shenghuang perlahan mengangkat satu tangannya yang dipenuhi cincin giok pusaka. Gerakan sederhana itu seketika membuat seluruh aula yang tadinya dipenuhi tawa tertahan kembali hening total dalam sekejap mata.

“Perjodohan resmi ini akan dilaksanakan dalam waktu tiga bulan ke depan. Selama masa persiapan itu, kau diwajibkan untuk tetap tinggal di dalam batas kompleks istana sementara ini dan dilarang keras untuk melakukan kontak luar yang tidak perlu. Jaga sikapmu, dan jangan pernah berpikir untuk membuat masalah yang bisa mempermalukan nama baik garis darah kekaisaran.”

Lin Chen segera membungkukkan tubuhnya dalam-dalam dengan sudut yang sangat sempurna penuh tata krama istana. “Anak mengerti dan akan mematuhi seluruh titah agung Yang Mulia.”

Pertemuan resmi yang menegangkan itu berakhir dengan sangat cepat tanpa ada ruang untuk diskusi lebih lanjut. Kaisar tidak berniat membuang-buang kata atau energinya untuk berbicara dengan putra yang dianggapnya sebagai aib keluarga tersebut. Saat Lin Chen melangkah mundur dan berbalik keluar dari pintu gerbang Aula Utama yang megah, tekanan gunung spiritual yang sejak tadi mengunci tubuhnya perlahan-lahan menguap dan menghilang tanpa bekas. Namun, indra spiritual Lin Chen yang tajam dapat mendeteksi dengan jelas bahwa sejak detik ini, ada beberapa pasang mata tersembunyi milik mata-mata istana yang mulai mengawasi setiap gerak-geriknya dari balik bayangan atap bangunan.

Saat ia berjalan menyusuri koridor batu luar istana yang panjang dan dikelilingi oleh taman air yang indah, sebuah langkah kaki yang santai terdengar mendekat dari arah belakang. Sosok Lin Hao muncul, berjalan sejajar di sampingnya dengan senyuman ramah yang tampak sangat hangat di permukaan namun dingin di dalam.

“Adik Kesembilan, selamat atas kepulanganmu yang megah ini,” ucap Lin Hao dengan nada suara yang lembut, seolah-olah dirinya benar-benar seorang kakak yang peduli. “Kuharap kau bisa menikmati masa-masa persiapan pernikahanmu dengan Putri Buta dari Kekaisaran Timur itu. Ini adalah kehormatan besar bagi seseorang dengan kondisimu, bukan?”

Lin Chen menghentikan langkahnya sejenak, lalu menatap wajah kakaknya dengan senyuman tipis yang ramah dan tulus yang dibuat-buat. “Terima kasih banyak atas perhatian dan doa baiknya, Kakak Ketiga. Saya tentu akan menjalankan tugas ini dengan sebaik-baiknya.”

Lin Hao tertawa pelan, menepuk pundak Lin Chen sekali dengan gerakan yang terkesan akrab sebelum akhirnya melangkah pergi mendahuluinya bersama rombongan pengawal pribadinya. Lin Chen memperhatikan punggung saudaranya yang menjauh dengan tatapan mata yang perlahan berubah menjadi sedingin es, sebelum akhirnya melanjutkan langkah kakinya sendirian kembali menuju kediaman sementaranya yang sunyi.

Begitu ia tiba di dalam kamar tidurnya yang kecil dan menutup pintu kayu dengan rapat hingga tidak ada celah udara yang terbuka, Lin Chen mengembuskan napas pendek. Ia berjalan ke tengah ruangan, menyilangkan kedua tangannya di balik punggung.

Tiba-tiba, sebuah kilatan cahaya biru transparan yang sangat redup dan tak kasat mata bagi orang luar mendadak muncul mengambang tepat di hadapan kedua matanya.

[DING!]

< Sistem Check-In Jejak Kuno siap digunakan >

< Waktu cooldown 30 hari telah selesai sepenuhnya >

< Lokasi check-in potensial berenergi tinggi terdeteksi di sekitar area Istana Kekaisaran Shenghuang >

Lin Chen berdiri diam tegak di tengah kesunyian kamarnya yang redup. Rasa dingin dan tekanan istana yang sejak pagi tadi mengitari dirinya kini terasa tidak lebih dari sekadar debu kecil yang tak berarti. Seulas senyuman tipis yang sangat dingin, misterius, dan penuh dengan aura kepercayaan diri seorang penguasa absolut perlahan terukir di sudut bibirnya yang tajam.

“Menarik sekali,” gumamnya perlahan dengan suara yang sangat rendah, hampir menyerupai bisikan angin malam. “Mari kita lihat kejutan apa yang disimpan oleh istana kuno ini untukku.”

1
Ilham Yono
terbaik
Hadi Hadi
semangat😍💪
Hadi Hadi
mantap😍😍
Ilham Yono
beuh /Determined/
Zahira Valen
Alkemia
Ilham Yono
hihihi/Facepalm/
Ilham Yono
coool🆒
Ilham Yono
kereeen thor/Angry/
Ilham Yono
terbaik Thor...bantai bantai gambatheeeee
Ilham Yono
mulai curiga kayaknya sih sudah tau pangeran 9 bukan kaleng kaleng
Ilham Yono
hem/Facepalm/
Ilham Yono
beuh berat berat ini guys
Ilham Yono
misteri/Shy/
Ilham Yono
hihi mau maen maen ma kita /Facepalm/
Ilham Yono
beuh kaga nyadr
Hadi Hadi
bantai💪
Ihya Ilmi
Terus ditunggu lanjutannya thor
Ihya Ilmi
Kata-katanya mantap poooollll
Ilham Yono
hihihi /Facepalm/
zerotwo
Tanpa ampun MC nya 👍👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!