Bagaimana jadinya, hidup kembali sebagai wanita ahli pedang di zaman kuno?
Sudah pastinya begitu tidak menyenangkan, Anya seorang dokter Bedah yang meninggal karena di khianati oleh seorang sahabat nya.
Ia bereinkarnasi menjadi wanita ahli pedang di zaman Kerajaan China kuno. Bagaimana kisah nya?
Baca kisahnya... Di
— Cinta Wanita Pedang —
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20 Kutukan
Anya mengerjapkan matanya berulang kali, ia merasa seluruh tubuhnya sangat sakit sekali seperti habis di hajar dua penghuni kampung.
" Puteri Agung, Syukur lah kau sudah sadar apa yang kau rasakan? " Tanya lelaki paruh baya berstatus tabib Istana
" Aku-dimana? " Tanya Anya lirih
" Di Kediaman Yang Mulia Kaisar Tianqi Lii Yang Mulia " Sahut Barata Zhou membuat Anya berkerut dahi " Kenapa bisa? "
" Yang Mulia sangat khawatir dengan anda, Makanya yang Mulia meminta hamba untuk membawa Tuan Puteri " Jelas Barata
𝘒𝘳𝘦𝘬!
Pintu terbuka lebar menampilkan Kaisar dengan jubah emas tidak lupa mahkota yang bertengger di kepalanya, semua menjatuhkan lututnya ke lantai keplaa menunduk hormat
" Sembah Yang Mulia Kaisar Tianqi lii!, Semoga di berkati para leluhur, hidup Kaisar Tianqi lii " Sembah mereka serempak
Kaisar berjalan di iringi Pengawal pribadi nya, Lalu tangannya naik ke atas menandakan bahwa mereka boleh menghadap nya ia mendekati ranjang terlihat Anya yang terbaring lemah bibirnya pucat sekali.
" Ayahanda " Anya sedikit menundukkan kepalanya
Tianqi lii menatap lekat sang anak dengan tatapan sulit di deskripsi kan " Ayahanda meminta kau tidak mengikuti perang lagi selepas kejadian ini!, kamu bersiaplah menikahi putera mahkota dinasti Yan! " Kata Kaisar dengan suara berwibawa nya
Anya menggeleng kan kepalanya " Mohon maaf Ayahanda aku tidak bisa berhenti!, Ayahanda bukankah tahu kalau diriku tidak bisa berhenti karena kutukan? " Sahut Anya
" Kutukan itu, Ayahanda akan meminta para tetua untuk membantu melenyapkan nya agar kamu bisa hidup layaknya Puteri Agung pada umumnya " Cakap Kaisar hatinya terkikis melihat Puteri semata wayangnya harus menderita terjun ke medan perang karena kutukan dari Ibunda nya,
Anya menatap kosong ke depan kedua bahunya luruh, sebelum nya ia sudah di ceritakan oleh Barata kalau — Puteri Agung memiliki kutukan yang dimana ia akan selalu bermain pedang hingga akhir hayat. Yang bisa memutus kan kutukan Iblis pedang itu bila — Puteri Agung menemukan cinta sejatinya,
" Kau jangan cemas ritual nya akan Ayahanda tanyakan pada tetua, mereka akan membantu kita " Kata Kaisar memecahkan keheningan di ruangan tersebut
" Ayahanda apakah benar kalau kutukan itu bisa putus karena cinta sejati? " Tanya Anya dengan mata menatap Kaisar penuh tanda tanya
Kaisar mengghela napas panjang " Kau tidak bisa memilih cinta sejati Puteri!, kau tahu perjodohan mu dengan Putera mahkota hanya untuk membuat kerajaan kita dengan Kerajaan Putera mahkota bersatu?. Seperti kata Tetua hidup negeri kita akan damai Bila kalian menjalani ritual pernikahan " Jelas Kaisar dengan nada berat
Anya menghela kan napas dalam nya " 𝘛𝘦𝘳𝘯𝘺𝘢𝘵𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘯𝘪𝘬𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘪𝘯𝘪 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘵𝘢𝘴 𝘬𝘦𝘥𝘢𝘮𝘢𝘪𝘢𝘯 𝘯𝘦𝘨𝘦𝘳𝘪 𝘪𝘯𝘪. 𝘒𝘢𝘴𝘪𝘩𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘗𝘶𝘵𝘦𝘳𝘪 𝘔𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘚𝘢𝘳𝘪 𝘴𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶𝘩𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘢 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘵𝘦𝘳𝘵𝘦𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘢𝘥𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘗𝘦𝘳𝘯𝘪𝘬𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘵𝘢𝘴 𝘴𝘰𝘴𝘪𝘢𝘭 " Batin Anya
Sementara itu di negeri yang lain, Mayang sedang bersiap-siap untuk pulang di temani Wiko karena ia tahu gadis itu kehilangan ingatannya membuat Wiko yang akan mengantarkan nya ke Apartemen milik gadis itu.
" Sudah? " Tanya Wiko melirik ke Mayang yang sedang memakai topi berwarna merah muda, Gadis itu menganggukkan kepalanya
" Sudah " Wiko dengan lembut menuntun gadis itu turun dari ranjang rumah sakit, ia pun menaruh gadis itu di kursi roda karena Kaki Mayang patah karena kecelakaan waktu itu
" Makasih mas "
" Sama-sama, kamu tidak perlu sungkan karena kamu itukan teman aku dari kecil Anya. " Jelas Wiko tangannya mendorong pelan kursi roda tersebut
Saat mereka berjalan di koridor rumah sakit begitu banyak yang menyapa mereka, termasuk beberapa dokter dan perawat yang melewati koridor rumah sakit
Wiko membalas nya dengan ramah, lelaki itu membantu Mayang untuk masuk ke mobil Mayang begitu senang sekali di perhatikan dulu mungkin di Kerajaan nya ia selalu bisa sendiri sehingga dirinya selalu berkata kalau dirinya tidak butuh siapapun. Namun ia sadar diri nya terlalu jumawa namun di kehidupan nya ia selalu di ajarkan untuk tidak bergantungan sama orang lain,
" Apa yang kamu pikirkan? " Tanya Wiko melirik ke Mayang yang terdiam lelaki itu mendekat " Mau apa kamu? " Tanya Mayang gelagapan
" Mau pakaikan kamu sabuk pengaman!, biar ngga kenapa-kenapa! " Sahut Wiko sedikit tersenyum membuat Mayang menundukkan kepalanya ia mengigit bibir dalamnya, sebetulnya ia tidak pernah sedekat ini dengan lelaki.
Apalagi sama tunangannya Yan Qian hanya sebatas menanyakan kabar dan tentang perang saja, namun entah kenapa dengan Wiko seperti ada magnet yang membuatnya selalu ingin di dekat lelaki berlesung pipi tersebut
Mayang memegangi dadanya yang berdetak tidak karuan. " 𝘈𝘥𝘢 𝘢𝘱𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘳𝘪𝘬𝘶?, 𝘔𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢?.. 𝘈𝘱𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘢𝘬𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯. 𝘔𝘢𝘵𝘪 𝘮𝘶𝘥𝘢? " Batinnya
Ia menggeleng kan kepalanya entah kenapa setiap perilaku lembut lelaki berlesung pipi itu, membuat jantungnya berdetak pipinya memanas apakah ia akan mati muda?