Rachel adalah definisi dari kesempurna, masa depannya begitu cerah, hidupnya sudah diatur sedemikian rupa oleh Ibunya, hingga banyak yang merasa iri pada Rachel. Namun, tanpa mereka tahu, Rachel merasa hidupnya seperti boneka, terutama setelah perceraian Ayah dan Ibunya.
Hingga akhirnya, Rachel sudah muak dengan hidupnya yang selalu diatur oleh Ibunya dan memutuskan untuk pergi menemui Ayahnya dan memilih tinggal bersamanya, Rachel yang terbiasa dengan kemewahan, begitu tersiksa ketika berada di tempat Ayahnya yang jauh berbeda dengan kehidupan mewahnya bersama Ibunya.
Tanpa Rachel sadari, kedatangannya untuk menemui Ayahnya membawa sebuah takdir yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya, di mana ia dipertemukan dengan seorang pria dengan seribu macam permasalahan dalam hidupnya.
Bagaimana kelanjutannya? Apakah Rachel mampu bertahan tanpa kemewahan dari Ibunya? Siapakah pria dengan seribu macam permasalahan tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jangan Cari Aku
"Baik, Nyonya. Nona Rachel tidak mungkin menemukannya karena lokasinya di distrik pinggiran dekat pelabuhan dan sangat terpencil," jawab Dania.
Genggaman tangan Rachel pada tasnya mengerat hingga kuku-kuku jarinya memutih. 'Vietnam? Distrik pinggiran? Jadi, Mama sengaja menyembunyikan keberadaan Daddy dariku, biar aku nggak bisa ketemu Daddy,' batin Rachel.
Rasa muak yang selama ini ia pendam meluap seketika, kesempurnaan yang ia pamerkan di depan kamera tadi siang terasa seperti lelucon besar. Tanpa suara, Rachel berbalik arah dan tidak jadi mengambil berkasnya, ia berjalan menuju parkiran dengan langkah cepat.
Di dalam lift menuju parkiran, jantung Rachel berdegup kencang, bukan karena takut, melainkan karena adrenalin yang sudah bertahun-tahun padam kini menyala kembali. Selama ini ia adalah boneka pajangan di etalase toko yang mahal, namun malam ini, ia memutuskan untuk keluar dari bingkai kaca itu.
Rachel tidak pulang ke rumah Mommy Viona, ia justru pulang ke apartemennya. Rachel menarik kopernya dari dalam walk-in closet dan membukanya kasar di atas ranjang king size.
"Vietnam... distrik pinggiran pelabuhan," gumam Rachel dan tangannya gemetar saat mencari paspor di laci nakas.
Rachel menatap deretan pakaian di lemarinya, semuanya adalah pakaian pilihan Mommy Viona. Di mana, tidak ada satu pun kaus atau celana santai disana dan tanpa pikir panjang, Rachel menyambar beberapa potong dress dan blouse serta rok yang ia punya dan membawa heels dan sepatu yang ia punya.
Rachel segera membuka laptop dan mencari informasi tentang distrik pinggiran dekat pelabuhan di Vietnam, lalu Rachel memesan tiket penerbangan paling pagi menuju kota Ho Chi Minh dan menyambungnya dengan penerbangan domestik ke arah pesisir, ia meninggalkan surat singkat di meja makan apartemennya, hanya untuk memastikan Mommy Viona tidak melaporkan penculikan ke polisi.
^^^*Aku butuh waktu sendiri, jangan cari aku.^^^
Surat itu diletakkan tepat di bawah vas bunga lili putih yang segar, Rachel tidak membawa banyak barang, ia hanya satu koper dan tas tangan yang berisi dokumen penting yang mungkin saja dibutuhkan nantinya karena i tahu, jika kartu kreditnya pasti akan diblokir oleh Mommy Viona saat tahu tentang kepergiannya.
Benar saja, belum lama setelah kepergian yang Rachel, Mommy Viona sudah curiga, karena Rachel tidak bisa dihubungi.
Mommy Viona yang curiga pun langsung datang ke apartemen Rachel dan menemukan surat dari Rachel, tentu saja Mommy Viona marah dan segera menyuruh Dania untuk mencari tahu keberadaan Rachel secepatnya.
Dania bergerak cepat, sebagai sekretaris yang telah bertahun-tahun menangani sisi gelap bisnis Mommy Viona, melacak transaksi terakhir Rachel bukanlah hal sulit. Hanya dalam waktu dua jam, Dania berhasil mendapatkan informasi tentang kepergian Rachel.
"Nona Rachel membeli tiket ke Vietnam, Nyonya. Penerbangan paling pagi dan dia baru saja melakukan penarikan tunai dalam jumlah maksimal di bandara sebelum pergi," lapor Dania dengan suara bergetar.
Wajah Mommy Viona memucat lalu berubah menjadi merah padam, amarahnya meledak dan menyapu vas bunga lili di atas mejanya hingga hancur berkeping-keping.
"Sial! Dia mendengar percakapan kita!" teriak Mommy Viona.
Mommy Viona segera meraih ponselnya dan menghubungi satu nomor yang sudah dua belas tahun tidak pernah ia hubungi, nomor yang ia harap sudah mati bersama masa lalunya. Dengan tangan gemetar, ia menekan tombol panggil.
Di sisi lain, di sebuah kedai kecil yang pengap oleh uap kaldu sapi di pinggiran pelabuhan Vietnam, seorang pria paruh baya dengan kaos dalam putih yang sudah menguning sedang mengelap meja kayu dan bunyi dering ponsel usang di saku celananya membuatnya terhenti.
^^^Halo?^^^
Brian, ini aku. Rachel menuju ke tempatmu, dia kabur, jangan biarkan dia tinggal di sana! Hidupmu susah, Brian! Jangan bawa putriku ke dalam lubang kemiskinanmu!
^^^Rachel... ke sini? Bagaimana mungkin? Viona, kau tahu tempat ini bukan untuknya, di sini bahkan sering terjadi keributan...^^^
Aku tidak peduli! Pokoknya, kalau dia sampai di sana, pastikan dia merasa tidak betah dan ingin pulang! Aku akan mengirim orang untuk menjemputnya dalam tiga hari dan sampai saat itu, jaga dia!
Viona pun memutus sambungan telepon secara sepihak, kemudian Daddy Brian terduduk lemas di kursi plastik dan di belakangnya. Seorang wanita yang cantik namun tampak lelah mendekat sambil menggendong balita berusia 2 tahun, sementara bocah laki-laki berusia 5 tahun berlari-lari di antara meja kedai yang sempit.
Wanita itu adalah Anna, istri dari Brian. Mereka menikah lalu memutuskan untuk pindah ke Vietnam.
"Ada apa, Mas?" tanya Anna.
"Anakku... anakku dari Jakarta akan datang," bisik Daddy Brian cemas.
Daddy Brian menatap sekeliling kedainya yang hanya beratap seng dan dinding triplek, 'Bagaimana mungkin Rachel datang?' batin Daddy Brian.
Daddy Brian memandang sekeliling kedainya yang mulai dipenuhi buruh pelabuhan yang kelaparan, asap dari tungku besar mengepul, aroma kaldu sapi bercampur dengan bau amis garam dari dermaga.
Daddy Brian melirik jam dinding tua yang berkarat, pesawat Rachel pasti sudah mendarat di bandara utama dan sebentar lagi gadis itu akan menempuh perjalanan darat menuju distrik pelabuhan.
"Sayang, tolong jaga anak-anak dan awasi kompor sebentar. Aku harus memastikan seseorang menjemput Rachel, aku tidak bisa meninggalkan kedai sekarang, karena pesanan sedang membludak," ucap Daddy Brian dan diangguki Anna.
Daddy Brian merogoh saku celananya dan menghubungi kenalannya yang biasanya membantunya, saat ini Daddy Brian tidak punya pilihan lain dan hanya bisa meminta bantuannya. Di lingkungan keras seperti ini, ia butuh seseorang untuk memastikan putrinya tidak tersesat atau diganggu preman.
^^^Halo, Daniel? Kamu di mana?^^^
Di bengkel, Om. Kenapa? Motor Om rusak lagi?
^^^Bukan, Om minta tolong jemput putri Om di bandara. Namanya Rachel, tolong bawa dia langsung ke kedai, jangan biarkan dia keluyuran sendirian, keadaan distrik sedang panas sejak penggerebekan semalam.^^^
Putri Om yang dari Jakarta itu? Yang fotonya sering Om pandangi sambil nangis?
^^^Iya, El. Bisa kan?^^^
Oke, ciri-cirinya?
^^^Kamu akan langsung tahu, El. Dia terlihat seperti malaikat yang salah mendarat di neraka.^^^
Oke.
Sementara itu, pesawat kecil yang membawa Rachel mendarat di bandara domestik yang jauh dari kata mewah. Saat pintu keluar terbuka, hawa panas yang lembap dan bau garam laut langsung menyergap indra penciumannya sampai membuat Rachel terbatuk dan menutup hidungnya dengan syal sutranya.
Koper mewahnya tampak sangat kontras di atas lantai bandara yang retak-retak, Rachel mengedarkan pandangan dan mencari papan nama bertuliskan namanya atau sosok Ayah yang ia ingat sangat gagah. Namun, yang ia lihat hanyalah kerumunan orang yang saling berteriak dalam bahasa yang tidak ia mengerti.
"Gimana sih Rachel, ya jelas Daddy nggak ada. Kan Daddy nggak tahu kalau aku disini," gumam Rachel.
.
.
.
Bersambung.....
yaaa kaaannnnn
bahwa suatu saat Rachel akan kembali kepada Cintanya yg tinggal di Vietnam
akankah Daniel mengejar Rachel ke Indonesia
like lah Daddy Bryan sudak lampu ijo😁😁🤗
ini emaknya Rachel bener2 kebangetan deh, nyari anak kayak nyari tahanan yg kabur. gila sih udah kayak psikopat aja emaknya.😤😤😤
hemmmm bakal ngamuk nih nanti si daniel
dan sang alpha yg menjaga 🤭
dr interaksi kecil, sentuhan ringan, obrolan yg menjurus keranah pribadi. akhirnya nyaman😄😄😄
lanjut thorrr😁