Ketika Aisyah terjebak di Shanghai sebagai seorang imigran gelap, ia tak pernah membayangkan hidupnya akan berubah karena dua bersaudara dari keluarga Lin.
Lin Zhao memberinya rasa aman dan cinta yang tak pernah ia duga.
Sementara Lin Chou justru memberinya ancaman, kebencian, dan luka.
Namun siapa sangka, di balik semua kebencian itu tersimpan rahasia masa lalu yang mampu menghancurkan segalanya.
Tentang cinta yang tertinggal.
Tentang janji yang gagal ditepati.
Dan tentang seorang perempuan... yang memilih pergi setelah diam-diam menyelamatkan keluarga yang telah menyakitinya.
Di antara dua negara, dua budaya, dan dua hati yang dipertemukan takdir.
apakah cinta cukup kuat untuk melawan luka masa lalu?
Atau justru penyesalan akan datang... saat semuanya sudah terlambat?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 20
Wajah Lin Chou langsung berubah pucat, dia tidak tahu jika selama ini Wang Xuan selalu datang ke Indonesia..
"Lalu apa yang kalian temukan?"
"Maaf Tuan,kami hanya menemukan bahwa Wang Xuan sering ke Indonesia. Setelah disana semua informasinya menghilang seperti ada yang sengaja menghapus informasinya."
"Apa saja kerja kalian." ucapnya dengan lantang.
"Cari tahu semuanya sedetail mungkin."
Lin Zhao mendekati kakanya dan bertanya.
"Kak Lin ada apa?" tanyanya pelan.
Tidak ada jawaban dari Lin Chou dia hanya menatapnya sekilas kemudian pandangnya tertuju pada Aisyah yang sedari tadi menundukkan wajahnya.
"Aku ingatkan padamu jangan pernah jatuh cinta pada wanita yang hanya menginginkan sesuatu darimu. Kamu tidak mengenal dia seutuhnya."
"Mungkin saja dia tidak sebaik yang kamu kira."
Seperti mendapatkan tuduhan yang tak masuk akal membuat Aisyah mengangkat kepalanya.
"Kak Lin sudah jangan pojokan Aisyah lagi. Aku mengenalnya dan Kakak tak memiliki hak untuk mengkritik hubungan kami."
Lin Zhao pasang badan untuk melindungi Aisyah dia tidak ingin Aisyah kembali masuk kedalam kebimbangan.
"Kamu itu hanya melihatnya dari satu sisi Lin Zhao,dan suatu saat kamu akan mengerti ketika dia meninggalkan kamu. Di antara kalian banyak perbedaan apakah kamu tak sadar akan hal itu?"
Lin Chou kembali menekan pikiran Lin Zhao. Laki-laki itu terdiam untuk sesaat dan hal itu membuat Aisyah merasa bersalah.
Lin Zhao menatap lurus kearah kakaknya dan tersenyum..
"Dengan dia aku menemukan kedamaian dan ketenangan yang belum pernah aku temukan Kak. Dan aku akan membuat perbedaan itu menjadi sama."
Untuk sesaat ia seperti melihat dirinya sendiri bertahun-tahun lalu.
Dulu ia juga pernah mengatakan hal yang hampir sama kepada kedua orang tuanya saat memperjuangkan Alesya.
Namun kenyataan akhirnya menghancurkan semua keyakinannya.
Ucapan Lin Zhao terasa seperti tamparan untuk Lin Chou. Dia ingat betul dulu saat bersama Alesya sikap Lin Chou tidak setegas adiknya.
"Kamu yang lebih tahu."
Lin Chou menatap sekilas Aisyah yang berdiri dibelakang Lin Zhao kemudian ia pergi meninggalkan rumah adiknya itu.
***
Setelah melihat punggung Lin Chou pergi,Aisyah pun berpikir bahwa dirinya yang telah membuat hubungan adik-kakak itu merenggang.
Aisyah pun memutuskan sesuatu.
"Selama ini Mr. Wang selalu mengincar aku. Dan mungkin jika aku menyerah dan kembali kepada Mr.Wang hubungan Kak Lin dan Tuan Lin akan kembali membaik."
"Aisyah apa yang sedang kamu pikirkan?"
Suara lembut Lin Zhao membayarkan lamunannya.
"Jangan kamu pikirkan apa yang diucapkan oleh Kak Lin. Dia seperti itu karena memiliki sebuah alasan."
Aisyah tidak berani berkata apa-apa lagi dia hanya tersenyum menahan sesaknya didalam dadanya.
"Tidak Kak Lin. Aku tidak memikirkan itu. Kak Lin,kenapa saat ini aku merasa seperti ingin pulang ke Indonesia."
Kata-kata Aisyah membuat Lin Zhao langsung menatapnya.
"Aku memahami perasaan kamu Aisyah tapi aku belum bisa melakukan apapun sekarang. Aku minta kamu bersabar sedikit lagi oke. Aku akan bicara pada Kak Lin tentang ini?"
"Tapi apa Tuan Lin akan setuju membantu aku pulang ke Indonesia?"
Pertanyaan sederhana namun Lin Zhao tidak bisa memberikan jawaban..
"Aku akan mencobanya." jawabnya pelan.
Aisyah menatap wajah laki-laki yang nampak gelisah saat ini. Ia tahu dan ia sadar bahwa mungkin Aisyah memang harus berkorban pergi meninggalkan kelurga Lin.
"Kak Lin lupakan saja." Aisyah berbalik dan pergi masuk kedalam kamarnya. Kali ini dia ingin sendiri merenungi semuanya.
Di tempat yang berbeda Wang Xuan sedang duduk didalam kamarnya. Dia membuka nakas dan mengambil sebuah bingkai foto. Disana ada foto dirinya dan Alesya. Juga ada foto seorang gadis kecil yang baru berusia 12 tahunan.
"Maafkan aku jika aku menggunakan kamu untuk membalaskan dendam atas kematiannya. Aku berharap setelah semua berakhir kamu masih bisa memaafkan aku."
Dia mengusap bingkai foto itu dan kemudian memeluknya.
"Aku janji setelah aku merasa cukup aku pasti akan mengantarnya pulang dengan selamat."
Wang Xuan mengembalikan Fito itu ke laci dan menutupnya.
Dia berjalan keluar dari dalam kamarnya kemudian menemui anak buahnya untuk melakukan sesuatu.
"Apakah bulan ini kamu sudah mengirim uang ke keluarga Aisyah atas namanya?"
Wang Xuan selalu mengirimkan uang dengan jumlah yang cukup besar setiap bulan dan juga menuliskan sebuah surat agar keluarga Aisyah tak merasa khawatir.
"Om Rusdi,Tante Wati.. Aku pasti akan menjaga Aisyah dari jauh walaupun niatku kurang baik tapi aku tak akan pernah melukainya."ucapnya dalam hati.
"Sudah Tuan. Saya sudah mengirimkan uang siang tadi dan mungkin saat ini sudah diterima." jawaban itu yang selalu membuat Wang Xuan merasa tenang setidaknya kedua orang tua Aisyah tak pernah tahu apa yang terjadi dengan kehidupan Aisyah.
"Kerja bagus. Bagaimana informasi tentang Lin Chou. Apa yang dia lakukan lagi?"
"Mr.Lin masih berusaha untuk mencari identitas dan informasi tentang Tuan. Namun saya telah membuat kabar yang seperti Tuan minta. Saya hanya memberikan informasi bahwa Tuan sering ke Indonesia. itu saja Tuan."
"Bagus.."
Wang Xuan tersenyum. Dia telah menunggu selama tujuh tahun untuk melihat Lin Chou merasakan semuanya.
"Lin Chou sekarang giliran kamu membayar setiap luka yang Alesya terima. Aku telah membiarkan kamu bersamanya namun nyatanya kamu menyia-nyiakan kesempatan yang aku kasih hingga dia pergi. Aku pasti akan membuat kamu lebih menderita daripada mati."
Wang Xuan tertawa dia hanya ingin membuat orang yang telah membuat dunianya menghilang membayar harganya..
"Lin Chou pelan tapi pasti aku akan membuat kamu menangis darah. Aku akan membuatmu kehilangan segalanya sama seperti aku kehilangan dia.."