NovelToon NovelToon
Queenara Sheva

Queenara Sheva

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Idola sekolah
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mayra Zahra

Alih-alih menikmati fasilitas orang tuanya Sheeva memilih menepi dan hidup di panti asuhan sejak duduk di bangku kelas 8 menengah atas. Banyak hal membuatnya memutuskan demikian
lantas apa yang mendorong gadis sekecil itu menjauh dari dekapan hangat keluarganya ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayra Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan lagi ganggu Sheeva

   " Maafkan papa Queen.." Sheeva hanya tersenyum getir

  Kata maaf itu tak lagi mampu menyentuh relung hati Sheeva. Penyesalan Papanya sudah teramat terlambat baginya.

  " Sudahi dramamu pa. Ingat tujuan kita. Bawa putri Maharani itu pulang. Jangan sampai lepas lagi. Dia harus menikah dengan putranya tuan Prabu." Semua menatap Widya tak percaya.Jagad bahkan hampir saja mengumpat jika Sheeva tak mencengahnya.

   " Tidak cukupkah kalian melukai Sheevaku selama ini ?" Bunda Aya yang sedari tadi diam angkat bicara.

  " Kak Pandu, tidak ingatkah betapa Maharani sangat mencintaimu. Kamu sudah melukainya sedalam itu, sekarang masih sanggupkah kamu melukai putrinya juga ?''

  " Kalian waras nggak sih sebenarnya " Ucap pamungkas yang sedari tadi hanya memperhatikan.

  " Kenapa harus Sheeva yang berkorban, sementara yang menghabisakan harta kalian selama ini adalah Ajeng. Kenapa bukan dia yang kalian suruh nikah sama anak dari Prabu itu ?"

  " Kalian membesarkan tidak, membiayai juga tidak menghabiskan harta mamanya juga iya. Enteng banget kalian datang buat merengut kembali kebahagiaan dia yang tersisa. Benar-benar tak tau diri kalian " Umpat Pamungkas.

  " Anda ingin saya bertangung jawab atas apa lagi tuan Pandu ?" Pandu terdiam.

  " Usaha peninggalan mama Maharani bangkrut ?"

  " Anda butuh suntikan modal. Lalu, ingin saya menikah dengan seseorang demi menambah modal anda. Kenapa murah banget ya saya ini ?"

  " Ternyata anak buangan ini masih berguna juga ya ?"

  " Kalau memang keberadaan saya tidak berarti bagi anda. Kenapa anda tidak membunuh saya saja sekalian. Biar lebih tenang hidup anda tanpa bayang-bayang saya "

   " Bunda kita pulang saja, aku lelah. Percuma kita berbicara panjang lebar dengan orang yang sudah mati hati dan akalnya. "

  Sheeva menatap Kay, dari sorot matanya seolah berucap terima kasih. Lalu, dengan lembut dia melepas genggaman tangan kay.

  " Aku sama bunda saja kak " Kay mengalah, namum dia terus mengawasi Sheeva dia menyadari kondisi tubuh Sheeva melemah.

   Benar saja baru beberapa langkah tubuh Sheeva ambruk tak sadarkan diri. Beban ini terlalu berat. Semua terkejut.

  " Sheeva ..!" Kay langsung mendekat. Meski sudah bergerak cepat sayang tubuh Sheeva tak bisa dia tangkap. Tubuh mungil itu tetap terkulai di lantai.

   Dengan cepat Kay mengangkat tubuh Sheeva ke dalam pangkuannya. Bunda Aya dan Jagad pun sama segera mendekat kearah Sheeva.

   " Sheev bangun Sheev !" Kay menepuk lembut pipi Sheeva.

    Sementara Pamungkas berdiri. Berjalan dengan sorot mata penuh amarah ke arah keluarganya.

    " Sudah puas loe sekarang ?" Suara Pamungkas menggelegar, dia mendorong tubuh Anjani sampai terjungkal.

  " Loe bodoh boleh, bego jangan. Mata dan telinga loe buka lebar-lebar . Sudah tau kan sekarang faktanya."

  " Gue peringatin sekali ini saja ke loe. Jangan pernah sebut mama Maharani pelakor dan jangan sekalipun kamu ganggu Sheeva. Jika loe berani melanggar, habis loe sama gue. Gue nggak peduli loe kakak gue. Gue bahkan rela jika harus kehilangan saudara kandung macam loe "

  " Pamungkas !" Sentak Maharani.

 " Dan anda berdua " Pamungkas menunjuk kedua orang tuanya.

  " Jangan pernah sentuh Sheeva lagi atau anda dan anda akan berhadapan dengan saya."

  " Satu lagi !"

  " Segera kembalikan apa yang menjadi hak Sheeva " Pamungkas meninggalkan orang taunya yang sedang membantu Anjani bangun.

  Jagad hendak mengambil Sheeva dari pangkuan Kay. Namun urung karena melihat sorot permusuhan dari pandangan Kay.

  " Dia adik saya " Ucap Jagad penuh penekanan.

  " Tapi, anda gagal melindunginya bukan ?" Jawab Kay dengan suara dinginnya.

  " Pengawal...!" Beberapa pria berpakaian serba hitam mendekat.

  " Siap tuan muda "

  " Siapkan mobil "

  " Sisanya urus mereka. Meraka udah lancang mengusik nona muda kalian."

  " Siap tuan muda "

  " Pastikan mereka tak mengusik nona muda kalian setelah ini. Dan Blacklist mereka dari semua lini usaha milik Aditama group " Pandu dan Widya terkejut , saat mengetahui jika pria muda yang sedari tadi berusaha melindungi Sheeva adalah bagian dari seorang Aditama.

   Kay langsung mengangkat tubuh Sheeva. Dia membawa tubuh Sheeva ke mobil yang sudah di sediakan oleh pengawalnya.

   " Nak Sheeva mau di bawa kemana ?" Bunda Aya berusaha menyamakan langkahnya dengan Kay.

  " Kerumah sakit bu " Sejenak bunda Aya tertegun.

  " Jangan nak. Sheeva akan histeris kalau kita bawa kesana " Kay berhenti sejenak.

  " Masuk saja dulu bu. Sheeva harus segera mendapat penanganan dokter. Saya tidak akan membawa Sheeva ke rumah sakit jika itu memang tidak baik untuknya. Nanti biar dokter pribadi saya yang akan menangani Sheeva " Bunda Aya mengangguk lega.

   Beliau segera masuk kedalam mobil guna membantu Kay, menjaga Sheeva yang sudah di tidurkan oleh kay di jok penumpang yang sudah di rebahkan.

    " Kay gue titip adik gue " Kay menoleh. Tak menyangka Pamungkas mendekat kearah mereka.

  " Oke. Pastikan keluargamu tidak mengusiknya lagi. Loe tau kan betapa gilanya gue kalau milik gue di usik " Pamungkas mengangguk.

  " Gue boleh mintak tolong stu hal lagi " Kay mengurungkan niatnya masuk kedalam mobil.

  " Apa ?"

  " Tolong bantu gue ambil mini minimarket milik Sheeva yang sekarang ada dalam penguasaan nyokap gue. Iyu sepenuhnya hak Sheeva Kay "

  " Akan gue usahakan "

   " Thank's.." Kay mengangguk lalu, bergegas masuk ke dalam mobilnya.

  Pamungkas bukan tanpa alasan bicara begitu. Dia tau betapa gilanya seorang Kay. Dia tak mau Kay salah sasaran dia tidak tau saja kalau kay sudah mengetahui segalanya.

  Mobil milik Kay melaju meninggalkan Pamungkas yang masih terus menatap dari kejauhan.

  " Kamu kenapa biar kan orang itu bawa adik kita sih Kas ?" Jagad tak habis pikir dengan kelakuan adiknya.

  " Tak perlu khawatir bang. Dia pria baik, Sheeva akan lebih aman bersamanya di banding sama kita " Ucap Pamungkas sembari berjalan kearah mobil kakaknya.

  " Bang Jagad tak perlu khawatir. Asal abang tau, dia yang selama ini melindungi Sheeva kita. Kalau tanpa perlindungan dia, entah seperti apa nasib adik kita itu bang " Ucap pamungkas sembari bersandar di jok mobil abangnya. Kepalanya sanggat sakit. Dia tau adiknya tidak hanya sekedar pingsan karena tubuhnya yang lemah.

   " Sejak kapan ?" Ucap Jagad yang kini sudah duduk di sebalah Pamungkas.

  " Sejak Sheeva keluar dari rumah "

  " Dia menyukai Queen kita ?"

  " Jangan panggil dia dengan nama itu bang, dia tidak suka " Jagad menghela nafas.

  " Dia sangat menjaga Sheeva, kemungkinan besar memang karena dia suka sama adik kita. Dia buka orang sembarangan bang. Dia adalah pimpinan The King sekaligus putra mahkotanya Aditama Group. Sekarang abang percayakan jika dia jauh lebih aman di tangan Kay "

  " Namanya Kay ?" Ucap Erlangga yang menyimak melalui earphone yang tersambung dari ponselnya. Anak kedua Pandu itu memang tidak bisa ikut bergabung. Dia sedang ada di luar kota.

  " Iya dia Zalindra Kai Aditama "

  " Dia memang akan lebih aman jika bersama pria bernama Kay itu ketimbang bersama kita abang-abangnya yang hanya bisa melihat saat dia terluka " Jagad menghela nafas, apa yang di bilang Erlangga memang benar. Selama ini mereka tidak pernah berbuat lebih untuk melindungi Sheeva dari kejahatan ibu mereka sendiri.

  " Berasa nggak guna nggak sih kita sebagai abangnya ?" Ucap Erlangga sembari menyandarkan tubuhnya di sandaran Sofa.

  " Banget " Ucap Jagad.

  " Oya bang, apa abang sudah berhasil menemukan keluarganya mama Maharani ?" Jagad menghela nafas.

  Dia memang sudah menemui keluarga dari Almarhum Maharani.

   " Sudah, baru dua hari lalu abang bertemu mereka "

  " Bagaiamana reaksi mereka ?'"

  " Sedih pasti, terlebih setelah mereka tau jika mama Maharani telah berpulang dan tau tentang adik kita "

   " Marah tidak mereka sama abang ?"

  " Pasti, Kakak laki-laki mama bahkan hampir memukul abang kalau tidak di cegah sama neneknya Queen.."

  " Bang...!"

  " Iya Sheeva, maaf abang belum terbiasa.

  " Nenek dan kakeknya Sheeva sangat baik. Bahkan menerima abang dengan kedua tangan mereka terlebih setelah tau abang tumbuh dalam pengasuhan mama Maharani "

   " Kapan mereka akan menemui Sheeva ?"

  " Secepatnya setelah abang bicara sama adik kita "

  " Soal aset-aset mama Maharani bagaimana ?" Erlangga ingin memastikan semua milik ibu tirinya aman.

    " Aman, semua surat berharga sudah abang amankan. Semoga saja papa dan mama tidak menyadari jika sebagian besar surat-surat itu suah abang amankan. Termasuk surat wasiat mama Maharani yang asli. Semua sudah di tangan pengacara orang tua mama Maharani "

  " Semoga saja mereka tak sadar. Aku hanya ngeri aja kalau mereka nekad menjual aset mama Maharani yang sudah berhasil mereka balik nama "

  " Tenang orang-orang Kay tak akan tinggal diam "

" Kamu seyakin itu ?" Pamungkas mengangguk

1
Lisa
Segera pulih y Sheeva..
Lisa
Puji Tuhan Sheeva udh sadar..cpt pulih y Sheeva & beraktivitas kembali juga utk Bunda Aya cpt pulih.
𝐈𝐬𝐭𝐲
bangun sheeva banyak yg menunggu dan menyayangi mu...
Lisa
Cepat sadar y Sheeva..banyak yg masih sayang sama kamu.
Lisa
Moga Sheeva cpt sadar kembali..
𝐈𝐬𝐭𝐲
semoga sheeva lekas bangun dan baik2 saja...
terlalu berat beban hidup sheeva..
Lisa
Bpk macam apa itu..udh Sheeva anggap kmu g punya bpk..semangat y msh byk yg menyayangimu..
Sustika Ekawati
iiisssshhh....bener² ya...bapak g ada akhlak....semangat neng sheva💪💪💪
𝐈𝐬𝐭𝐲
masa² remaja adl masa² paling indah😂
𝐈𝐬𝐭𝐲: iya jadi pingin balik lagi ke jaman muda yg bisanya cuma happy² aja belum mengenal beban hidup😂😂
total 2 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
Pepet terus si sheeva, Kay🤣🤣
𝐈𝐬𝐭𝐲
cieee Kay gak mau kalah dari Yongki😂😂
Lisa
Makin seru aj nih ceritanya 👍👍
Erni Kusumawati
cara berfikir sheeva bagus nih,harus di tiru☺
Lisa
Sukses terus y utk tokonya Sheeva..👍😊
𝐈𝐬𝐭𝐲
aku juga mau kok kalo di traktir 😂😂
𝐈𝐬𝐭𝐲
toko sheeva jadi makin laris manis nih😂😂
Lisa
Sukses y utk toko sembakonya Sheeva
Lisa
Puji Tuhan tokonya Sheeva laris manis👍👍 semangat y Sheeva..
𝐈𝐬𝐭𝐲
up yg banyak thor....
Mayra Zahra: siap kak
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
ceritanya bagus aku suka😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!