Gea menerima tawaran bara yang mengajaknya menikah,walaupun ini awalnya hanya pernikahan kontrak namun gea berharap akan tumbuh cinta diantara mereka. Atau justru harapan gea harus pupus dengan kehadiran orang ketiga yang menyukai bara? Akankah hidup gea berubah atau justru ia akan semakin merasakan sakit?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risti rika safitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20
Ayu disebrang sana terdiam mendengar ucapan putrinya,ada rasa nyeri dihatinya. Ia memang tak pernah memberikan waktunya untuk gea. Ia dan suaminya selalu menyibukkan diri dengan bekerja dan bekerja.
"Kamu tahu sendiri gea mama dan papa bekerja juga untuk kamu"ucap ayu
"Untuk aku? Ma yang aku butuhkan kasih sayang mama,waktu mama bukan hanya uang dan uang. Aku juga ingin merasakan bagaimana ditanya saat pulang kuliah dan kerja,aku ingin bisa merasakan canda dan tawa saat kita berkumpul. Mama dan papa pulang hanya untuk mengambil pakaian dan setelah itu pergi"sahut gea
"Udah ma aku gak mau memperburuk suasana hatiku,aku memang diculik saat itu namun mas bara juga langsung menemukanku dan sekarang aku sudah pulang"sambung gea lagi lalu mematikan telponnya
Bara langsung memeluk istrinya yang menangis,ia merasa sakit dan marah namun ia saat ini tak bisa berbuat banyak. Biar bagaimana pun ayu adalah mertuanya ibu yang sudah melahirkan gea.
"Sabar sayang,mas tahu ini sakit tapi kamu harus bisa mengontrol emosi kamu ya"ucap bara
"Maaf ya mas tadi mama sempat nyalahin kamu,padahal itu semua karena kecerobohan aku"ucap gea
"Gapapa sayang saya juga salah karena terlalu fokus kerja hingga melupakan kamu"sahut bara
"Sudah jangan menangis,besok setelah selesai kuliah dan bekerja kita kunjungi mama dan papa ya"ucap bara
Gea hanya menganggukan kepalanya,ia juga sudah rindu dengan orang tuanya namun ia takut jika kehadirannya justru tak dianggap oleh ayu dan reo.
\~
Ayu yang baru saja menelpon gea terduduk disofa kamarnya,saat ini ia sedang berada di rumahnya.
"Ma kamu kenapa kok melamun?"tanya reo
"Pa mama barusan nelpon gea,mama tanyain soal penculikan itu dan benar saja dia memang diculik. Gea malah bilang jika selama ini ia menginginkan waktu kebersamaan bersama kita. dia bilang kita terlalu sibuk dengan pekerjaan dan melupakan dia"jawab ayu lirih
Reo menghela napas panjang,ia juga sebenarnya merindukan putri satu-satunya itu namun apa daya pekerjaan nya begitu banyak dan menumpuk.
"Kita memang harus atur waktu untuk bertemu dengan dia ma,semenjak menikah kita tidak pernah bertemu dengan putri kita. Papa juga rindu dia,tapi kita juga tak bisa meninggalkan pekerjaan terlalu lama"ucap reo
"Nanti kita beri dia penjelasan pa agar dia paham,kita juga harus beritahu bara untuk menjaga putri kita dengan baik"sahut ayu
"Udah mama jangan sedih besok mama masak makanan kesukaan dia ya"ucap reo menyemangati istrinya
"Iya pa mama akan masak untuk gea besok semoga dia masih suka sama masakan mama ya pa"sahut ayu tersenyum
Reo menganggukkan kepalanya,ia juga ikut tersenyum. Semoga saja besok tak ada pekerjaan yang menganggu waktu ia untuk bertemu dengan putrinya.
\~
Elsa yang baru pulang dari perusahaan bara merasa kesal dan emosi. Bayang-bayangnya ingin memanasi bara lenyap begitu saja.
"Jika saja aku tak mempunyai pekerjaan waktu itu mungkin bara tak akan menikahi gadis itu"ucap elsa
"Kenapa juga bara bisa menikahi gadis itu? Tidak mungkin kan jika gadis itu hamil? Bukankah juga selama ini bara tak pernah dekat dengan perempuan mana pun"sambung nya lagi
"Elsaaaaa!"
"Apaan si lo ngagetin aja"ketus elsa
"Lo si fokus banget sampai gue datang aja ga sadar"ucap hani
"Gue lagi pusing banget"sahut elsa memijit keningnya
"Kenapa pusing karna kerjaan?"tanya hani
"Lo tau bara kan? Temen sekolah kita dulu? nah sekarang dia udah nikah"jawab elsa
"What! Lo serius sa?" tanya hani terkejut
"Iya gue serius,dia nikah sama mahasiswi dikampus tempat dia ngajar"jawab elsa menghela napas
"Gilaa muda banget dong istrinya"ucap hani
"Iya dan lo tahu kan gimana perasaan gue sama bara"sahut elsa
"Itu salah lo dulu sa gak jujur,lo juga dulu sibuk banget sama kerjaan lo"ucap hani
"Gue kan mikirnya bara itu cuek jadi gak mungkin ada yang mau sama dia,tapi sumpah pas gue pulang dan langsung kerumah dia gue kaget banget liat dia udah nikah"sahut elsa
"Yaudah biarin aja si,dari awal juga gue lihat dia gak suka sama lo"ucap hani
"Ck lo bukan nya ngehibur gue malah bikin gue ga mood aja"ucap elsa
"Ya abisnya lo ngapain si mikirin dia yang udah nikah,harusnya lo nyusul gitu. Lo gak ada niatan mau jadi pelakor kan sa"tuduh hani
"Kalau gue mau kenapa?"tanya elsa tersenyum
"Gue bakal berhenti jadi sahabat lo"jawab hani ketus
"Hahahaha"
Elsa tertawa melihat wajah kesal hani,memang sejak dulu hanilah temannya yang tak berubah bahkan tak pernah meninggalkannya dalam keadaan susah.
Mereka pun melanjutkan obrolan mereka yang tak jauh dari membicarakan bara dan gea.
\~
Disebuah perusahaan kini ada seorang pria yang sedang fokus dengan tumpukan berkas-berkasnya.
"Pak kita belum menemukan model yang tepat untuk produk baju yang akan kita keluarkan nanti"ucap jimmy
"Kamu carilah model yang bagus jangan asal model saja"sahut fandi
"Saya sudah menghubungi beberapa namun belum ada jawaban pak"ucap jimmy
"Tidak usah hubungi orang yang tidak niat bekerja"sahut fandi
"Baik pak saya masih ada satu orang lagi yang belum saya hubungi,nanti saya coba hubungi pak"ucap jimmy
"Iya kamu aturlah saya terima bersih,tapi sebelum itu kamu temui saya dulu dengan orangnya"sahut fandi
"Iya pak"ucap jimmy
"Oh ya jim tolong kamu atur waktu kita untuk meeting dengan perusahaan bar company 3 hari lagi ya"ucap fandi
"Untuk tempatnya dimana pak?"tanya jimmy
"Bebas asal tak menganggu saja nanti"jawab fandi
"baik pak"ucap jimmy
Fandi adalah seorang pengusaha muda mungkin umurnya sekitar 25 tahun. Fandi dikenal sebagai pengusaha dengan kejeniusan diatas rata-rata. Ia hampir mirip dengan bara mempunyai sikap cuek kepada perempuan.
\~
Bara dan gea sedang dalam perjalanan untuk pulang,bara selalu memegang tangan gea. Raut kesedihan tak dapat ditutupi oleh wanita itu.
"Sayang kamu masih sedih?"tanya bara
"Aku selalu sedih jika membahas orang tua mas,apa keinginan ku saat ini sungguh berat? Aku hanya ingin mereka memiliki waktu untukku"jawab gea
"Mereka selalu saja sibuk dengan bekerja,banyak diluar sana orang tua yang sibuk bekerja namun masih bisa meluangkan waktunya untuk anaknya. Kehadiran ku mungkin memang tidak penting untuknya dan aku sadar itu. Mereka hanya bisa bilang jika bekerja hanya untukku,namun sampai saat ini aku juga bekerja sendiri"sambung gea lagi
Bara hanya diam dan tidak menjawab ucapan istrinya,ia membiarkan gea menumpahkan segala keluh kesahnya.