NovelToon NovelToon
Bukan Inginku Jadi MADUMU

Bukan Inginku Jadi MADUMU

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Single Mom
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Risnawati

"Kamu harus tahu diri. Kamu wanita yang tidak pernah di inginkan oleh mas Yusuf. Jangan sesekali meminta perhatian darinya. ingatlah, mas yusuf menikahimu hanya ingin bertanggung jawab pada bayi itu!" tekan Nora.

"Aku tahu, Mbak. Maaf jika sikapku sudah membuat mbak nora tidak nyaman," jawab Siti hajar dengan wajah menunduk.

Kejadian yang tak terduga membuat Siti harus mengandung anak dari majikannya. Menjadi orang ketiga, dan di nikahi secara siri tidaklah membuat gadis malang itu bahagia. ia harus menerima segala hujatan dari nora istri sah Yusuf.

Bagaimana kisah selanjutnya? yuk ikuti ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Risnawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenapa ya Allah?

Mobil perlahan berhenti di halaman sebuah rumah sederhana namun bersih dan asri, dikelilingi pepohonan rindang yang membuat suasana terasa tenang dan sepi. Suara mesin mati, dan keheningan yang mendadak menyelimuti tempat itu seolah langsung merembes ke dalam dada Siti. Ia turun perlahan, masih memeluk erat tubuh mungil anaknya yang kembali terlelap. Angin sore yang sejuk menyapu wajahnya yang basah oleh air mata, namun ia tak berusaha menyekanya. Rasanya seolah seluruh kekuatan di tubuhnya telah hilang sejak ia melangkahkan kaki keluar dari rumah Yusuf tadi.

Siti melangkah pelan masuk ke dalam rumah itu. Ruangannya luas, bersih, dan lengkap dengan perabotan yang sudah disiapkan, persis seperti yang dikatakan Yusuf. Tempat ini nyaman, aman, dan layak huni—segalanya sempurna, namun bagi Siti rasanya seperti sebuah penjara yang indah. Di setiap sudut ruangan, di setiap benda yang ada, ia hanya bisa melihat bukti kebaikan Yusuf, sekaligus bukti bahwa ia bukanlah siapa-siapa di mata pria itu. Ia hanyalah seseorang yang ditanggung, seseorang yang dibantu, seseorang yang harus dipisahkan dan dijaga jaraknya.

Ia duduk di tepi tempat tidur yang empuk, menatap wajah bayinya yang damai dan polos. Air matanya kembali menetes deras, jatuh membasahi pipi dan selimut yang menyelimuti anaknya. Ia mencoba menahan isak tangisnya agar tidak membangunkan si kecil, namun dadanya terasa begitu sesak, seolah ada beban batu besar yang menindihnya.

Apakah aku sanggup hidup seperti ini? batinnya berteriak, pertanyaan yang terus menghantui pikirannya sejak perpisahan tadi. Apakah aku sanggup hidup jauh darinya, hanya mendengar kabar secara tidak langsung, hanya menerima bantuan namun tak pernah bisa dekat lagi? Apakah aku sanggup menahan perasaan ini selamanya, perasaan yang tak pernah bisa kuingkari, perasaan yang begitu dalam dan tulus terhadap Yusuf?

Siti memeluk tubuhnya sendiri, bahunya berguncang hebat karena tangis yang kini tak lagi bisa ditahan. Selama ini ia selalu berusaha meyakinkan dirinya bahwa ia bisa, bahwa ia ikhlas, bahwa ia tahu tempatnya. Ia selalu berkata bahwa ia hanya butuh bertanggung jawab atas anaknya dan berterima kasih atas kebaikan yang diterima. Namun kenyataan saat ini terasa jauh lebih berat daripada sekadar kata-kata. Perasaannya pada Yusuf tidak pernah pudar, bahkan semakin tumbuh kuat melihat betapa bertanggung jawab, baik, dan teguhnya pria itu. Namun rasa cinta itu justru menjadi sumber rasa sakit yang paling dalam, karena ia tahu betul bahwa Yusuf bukan miliknya, dan tak akan pernah menjadi miliknya sepenuhnya.

"Ya Allah..." rintihnya lirih, suaranya pecah di sela-sela tangisnya. "Kenapa Engkau berikan cobaan yang seberat ini kepadaku? Kenapa harus seperti ini jalan hidupku? Kenapa aku harus jatuh cinta pada seseorang yang tak mungkin kumiliki? Kenapa aku harus merasakan kebahagiaan dan perhatian itu, hanya untuk akhirnya harus duduk di sini, sendirian, jauh darinya, dan hanya menjadi orang luar dalam hidupnya?"

Ia menundukkan kepala, air matanya mengalir semakin deras, membasahi kedua tangannya.

"Kenapa, Ya Allah? Apa kesalahanku? Apa dosaku yang begitu besar hingga aku harus merasakan sakit hati yang begini dalamnya? Aku sudah berusaha ikhlas, aku sudah berusaha menerima semua ketentuan ini. Aku sudah tahu posisiku, aku sudah tahu batasanku. Tapi kenapa rasa ini tak bisa hilang? Kenapa setiap kali mengingat wajahnya, mengingat kebaikannya, mengingat setiap kata yang pernah diucapkannya, rasanya hatiku tercabik-cabik? Kenapa aku harus mencintai seseorang yang kehadirannya hanya bisa kurasakan dalam jarak yang begitu jauh dan dengan aturan yang begitu ketat?"

Siti mengusap wajahnya dengan kasar, namun air matanya tak kunjung berhenti mengalir. Ia menatap sekeliling ruangan yang sunyi itu, yang kini terasa begitu dingin dan sepi meski sebenarnya nyaman dan hangat.

"Apakah aku sanggup menjalani hari-hari ke depan dengan keadaan seperti ini? Hidup dengan membawa rasa cinta yang tak terbalas, hidup dengan terus mengingat seseorang yang tak bisa kucapai, hidup dengan selalu merasa kurang dan merasa kehilangan? Setiap bulan aku akan menerima kiriman darinya, setiap saat aku tahu dia ada di sana, hidup dan sehat, tapi aku tak boleh mendekat, tak boleh bicara, tak boleh berharap lebih. Apakah hati kecilku yang lemah ini mampu menanggung semuanya ini sampai kapan pun? Ya Allah, aku merasa begitu kecil dan tak berdaya di hadapan takdir-Mu ini..."

Siti kembali memeluk erat bayinya, mencari kekuatan dari sosok kecil yang menjadi satu-satunya ikatan yang tersisa antara dirinya dan Yusuf.

"Maafkan Bunda, Nak..." bisiknya dengan suara yang terputus-putus. "Bunda berjanji akan berusaha sekuat tenaga. Bunda akan merawatmu, mendidikmu, dan memberikan segalanya untukmu. Kamu adalah alasan Bunda bertahan hidup. Kamu adalah satu-satunya jejak yang tersisa dari kehadiran Ayah di hidup kita. Tapi percayalah, Nak... Hati Bunda sedang hancur lebur saat ini. Bunda mencintai Ayahmu dengan segenap jiwa dan raga, namun Bunda sadar betul bahwa cinta itu tak akan pernah menjadi milik Bunda. Bunda harus menahannya sendirian, harus memendamnya sendirian, dan harus hidup dengan rasa itu selamanya..."

Siti menengadah ke langit-langit kamar, air matanya masih terus mengalir, namun ada rasa pasrah yang mulai bercampur di dalam rasa sakitnya.

"Ya Allah... Jika memang ini jalan yang Engkau tetapkan untukku, berikanlah aku kekuatan. Berikanlah aku kesabaran yang tak terhingga. Ajarkanlah hatiku untuk ikhlas, ajarkanlah aku untuk menerima, dan ajarkanlah aku untuk mencintai-Mu melebihi segala rasa yang ada di hatiku ini. Jika memang Mas Yusuf tak pernah akan menjadi milikku sepenuhnya, jadikanlah rasa cinta ini sebagai amal, jadikanlah rasa sakit ini sebagai jalan pembersihan dosa-dosaku. Dan lindungilah Mas Yusuf, berikanlah ia kebahagiaan dan keberkahan dalam hidupnya, meskipun kebahagiaan itu tidak bersamaku. Itulah satu-satunya hal yang mampu membuat hatiku sedikit tenang..."

Tangisnya perlahan mereda, namun rasa sakit dan kerinduan itu masih tertinggal menancap kuat di dada. Di rumah yang baru, yang aman dan lengkap itu, Siti akhirnya sadar sepenuhnya bahwa perjalanan hidupnya yang sesungguhnya baru saja dimulai—perjalanan yang penuh dengan pertarungan batin, antara rasa cinta yang mendalam dan kenyataan yang keras, antara harapan yang diam-diam masih tersisa dan aturan yang tak boleh dilanggar. Ia tahu, ia harus berjalan terus, demi anaknya, demi janji yang telah diucapkannya, dan demi harga dirinya sendiri. Namun ia juga tahu, bahwa setiap langkah yang diambilnya akan selalu dibayangi oleh bayang-bayang sosok yang paling dicintainya, sosok yang kini hanya menjadi kenangan dan bagian dari masa lalu yang tak mungkin terulang lagi.

Bersambung....

1
Naufal Affiq
istrimu di tempat selingkuhan nya yusuf
Jetva
si Siti ga kerja..??
Jetva
Lah Siti ogeb....ga pux harga diri....
Dewi Habibah
endingnya sudah bisa di tebak🤭
Dewi Habibah
gimana Nora tidak mencari kebahagiaannya sendiri , suami yg di cintai si Yusuf itu memendam cita pada Siti dan Nora di abaikan , lebih baik Nora cari kebahagiaan sendiri la
❀∂я🌹WIDYA⒋ⷨ͢⚤
lanjut kak 👍
Naufal Affiq
kasihan aku lihat kamu yusuf,masih saja kau pikir kan perasaan istrimu yang tukang selingkuh di belakang mu
Tri Hastuti
mudah2an mereka bersatu,, nora tinggalin j
Naufal Affiq
nikahin siti yusuf,karena istri mu sudah selingkuh di belakang mu
❀∂я🌹WIDYA⒋ⷨ͢⚤
mau lihat reaksi nora gimana nanti 🤧
Suanti
nora sdh selingkuh yusuf tinggal cerai kan nora baru nikah lgi sm siti 🤭
❀∂я🌹WIDYA⒋ⷨ͢⚤: gampang sekali ya kak /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Meri Meri
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Sasikarin Sasikarin
bolak balik g up juga... kecewa sangat
❀∂я 𝗗𝗘𝗪𝗜 𝗥⒋ⷨ͢⚤ : Bentar ya kak, lagi nulis🤗
total 1 replies
Naufal Affiq
yusuf berusaha kuat lagi untuk mencari siti dan dafa,mereka ada di Kalimantan lho
Tri Hastuti
biarin j nora selingkuh, nti siti sama yusuf j 😂
❀∂я🌹WIDYA⒋ⷨ͢⚤
tapi kabar buruk dari ibumu Haikal , dia selingkuh 😭😭😭😅
❀∂я🌹WIDYA⒋ⷨ͢⚤
ini ada maunya raka 🙄
Suanti
semoga secpt nya yusuf ketemu siti dan daffa
untung nora semoga aja ank nya haikal sendri yg nampak mama nya selingkuh sm raka 🤣🤣🤣
❀∂я🌹WIDYA⒋ⷨ͢⚤
salah jalan kamu nora pelampiasan sama suami orang 🙄🤧
❀∂я🌹WIDYA⒋ⷨ͢⚤
ujungnya jadi selingkuh kalian 🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!