NovelToon NovelToon
Kecewa Yang Tidak Bertepi

Kecewa Yang Tidak Bertepi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Romansa Fantasi / CEO
Popularitas:463
Nilai: 5
Nama Author:

Di saat Alice selalu merasakan kekecewaan dari keluarga dan hubungan asmaranya, Carlos datang dalam hidup Alice untuk mengantikan rasa kecewanya menjadi kebahagiaan.. Namun di saat Alice sudah percaya dan memberanikan dirinya untuk berharap bisa bahagia di tengah kecewanya terhadap keluarganya, Carlos menghilang.. Carlos pergi tanpa meninggalkan jejak, seketika membuat Alice mempercayai jika di dunia ini tidak ada yang bisa membuatnya bahagia

Bab 20

Alice kebingungan melihat pesan dari Carlos, ia tidak tahu harus membalas gimana. Sampai akhirnya ia hanya membalas pesan singkat.

Me

Selamat malam, iya pak sama - sama..

Tidak lama kemudian, Carlos kembali membalas Alice.

Pak Carlos

Maaf, anak - anak bertanya.. apa besok mereka bisa makan siang bersama anda?

Setelah membaca pesan yang di kirim oleh Carlos, Alice dengan cepat memeriksa jadawal untuk besok.. ‘aduh.. ternyata besok seharian di kantor papa.’ Ucap Alice dalam hati..

Me

Bisa saja, tapi saya besok tidak ke Restoran, kalau anak - anak mau.. saya bisa sekalian jemput mereka di sekolah lalu bawa mereka makan siang, karena kebetulan saya ada meeting di luar selesainya pas jam makan siang.

Setelah membalas pesan Carlos, Alice kembali menonton kembali melanjutkan acara menontonnya.

Pak Carlos

Anak - anak sangat senang sekali karena anda yang menjemput mereka di sekolah, terima kasih telah menyempatkan waktu untuk anak saya. Nanti akan saya share lokasi alamat sekolah anak - anak dan jam berapa mereka selesai belajar..

Alice juga sangat senang bisa dekat dengan Liam dan Lillian, karena ia tahu rasanya tidak bisa merasakan kasih sayang ibu.. walaupun mereka berdua bukan anaknya, tapi dari awal bertemu dengan mereka berdua sudah bisa membuat Alice lebih merasa bahagia.

Me

Baik, terima kasih.. saya juga sangat senang bisa bertemu dan bermain dengan Liam dan Lillian..

Tidak ada lagi balasan dari Carlos, Alice tetap melanjutkan acara menontonnya.. tidak lama kemudian, ponselnya berdering dan tertera nama Kiarra. Melihat siapa yang menelpon membuat Alice merasa sangat senang..

Pada akhirnya Alice mengobrol dengan Kiarra selama sejam, setelahnya ia bersiap untuk tidur karena besok akan ada rapat di jam 10 pagi dan ada agenda menjempiut si kembar Liam dan Lillian. Mengingat agendanya besok membuat hati Alice semakin bahagia.

Keesokan harinya Alice mendapatkan pesan dari Carlos yang memberitahukannya alamat sekolah, jam berapa mereka pulang sampai posisi kelasnya juga di beritahukan oleh Carlos. Carlos juga sudah meinfokan ke Miss pendamping mereka jika Alice yang akan menjemput mereka, dan merasa tidak enak hati karena Liam dan Lillian bersih keras untuk memanggil Alice dengan mami padahal pada awal pertemuan mereka, Liam dan Lillian memanggilnya aunty.

Alice tidak mempermasalahkan soal panggilan yang terpenting anak - anak itu nyaman, dan walaupun mereka hanya baru sekali bertemu tapi Alice sudah sangat menyayangi mereka.

Alice tiba di Wijaya corp dengan wajah yang berseri dan sangat terlihat ia sedang bahagia. Monica melihat Alice seperti itu menjadi penasaran, ia langsung bertanya ke Kelvin. Apa ada yang membuat Alice bahagia Kelvin hanya mengatakan Alice akan menjemput anak angkatnya. Jawaban Kelvin membuat jiwa penasaran Monica meronta untuk segera mengetahui kenapa Alice tampak bahagia.

Alex memberi tahu ke Kelvin persoalan anak - anak Carlos.. dan Carlos meminta nomor ponsel Alice berujung Alice akan menjemput anak - anak Carlos di sekolah anaknya nanti. Carlos memberitahu kepada Alex karena Alex mengatakan jika Alice juga adiknya.

Alex langsung memberitahu ke Kelvin karena ia merasa Kelvin lebih berhak untuk mengetahui tentang adiknya. Sudah saatnya Alice pergi untuk meeting dengan Klien, Alice merasa waktunya sangat lama berlalu… mereka selesai meeting di jam 12.30 waktu Liam dan Lillian pulang sekolah.

Alice pun sudah tidak sabar untuk menjemput mereka, ia mengendarai mobilnya sendiri dengan tenang menuju sekolah si kembar.. ketika ia sampai, Alice tidak menemui anak - anak menunggu di depan. Alice segera mematikan mesin mobil dan mengambil tasnya lalu keluar dari mobil.

Alice bertanya ke Miss pendamping yang ada di gerbang, Alice di arahkan ke kelas si kembar. Ketika ia sudah sampai di kelas Liam dan Lillian, ia mendengar salah satu orang tua murid sedang marah - marah.. dengan rasa penasaran Alice masuk ke dalam kelas.

Betapa terkejutnya Alice melihat Liam sedang di gengam kuat tangannya dan hampir tertampar, sedangakan Lillian sudah menangis dalam diam, pundaknya bergetar agar suara tangisan tidak terdengar.

“Apa yang anda lakukan pada anak saya?!” Ucap Alice dengan menatap ke orang tua murid yang mengenggam tangan Liam.

Wali kelas Liam dan Lillian terkejut melihat kedatangan Alice, “nona Alice.” Ucap wali kelas Liam dan Lillian sambil membungkukkan badan ke Alice.

Alice langsung melepas tangan orang tua murid yang ada di tangan Liam, dan menarik Liam beserta Lillian untuk berdiri di belakangnya.

“Apa begini caranya anda menyelesaikan masalah miss Ratna?” Tanya Alice dengan nada agak meninggi dengan raut wajahnya yang sudah tidak bisa beramah tamah pada siapa pun.

Miss Ratna tidak berani menjawab pertanyaan Alice, sedangkan orang tua murid yang ingin menampar Liam bingung dengan miss Ratna yang sepertinya sangat hormat dengan Alice.

“Siapa anda mencampuri urusan saya?” Tanya orang tua murid itu dengan angkuhnya.

Alice melihat orang tua murid itu dengan tersenyum miring dan menatap ke miss Ratna agar menemuinya di ruang kepala sekola beserta orang tua murid dan murid yang bermasalah dengan Liam.

“Bawa mereka semua ke ruang kepala sekolah, jangan ada yang kurang dari jumlah orang yang ada di sini.. jika tidak, akan saya keluarkan anak mereka dengan catatan anak yang suka membully.” Ucap Alice dengan tegas.

Alice langsung menelepon Carlos agar langsung ke sekolah anaknya karena ada masalah dengan orang tua murid. Ketika sudah di ruang kepala sekolah, kakeknya terkejut melihat Alice datang dengan membawa 2 anak kecil.

“Ada apa nak?” Tanya kakek Arman.

“Sebentar ya kek, Alice tanya anak - anak ini dulu.” Jawab Alice.

Kakek Arman menganggukkan kepalanya.

“Siapa yang mau cerita ke mami, kalian kenapa? Jangan takut ada mami di sini.. kalian harus jujur..” tanya Alice.

Belum lagi Liam dan Lillian menjawab, Miss Ratna dan orang tua murid beserta anaknya masuk ke ruang kepala sekolah..

Melihat mereka masuk membuat Lillian ketakutan, Alice menyadari Lillian ketakutan, ia menoleh ke arah kakeknya. Kakek Arman menganggukan kepalanya pelan. Liam hanya diam menatap Lillian dan Alice

“Lilli sayang kenapa? Apa yang di buat oleh David ke kamu nak?” Tanya kakek Arman.

Lillian tidak menjawab pertanyaan kakek, ia tidak sengaja menatap mamanya David langsung tersentak dan semakin gemetaran.. Alice yang melihat itu semakin geram, ia langsung menangkup kedua pipi Lillian.

“Lihat mami sayang, jangan pernah takut selagi kamu benar.. Lillian kenapa? Kenapa mamanya David ingin menampar Liam. Katakan dengan jujur nak.” Tanya Alice.

“David bilang mereka tidak pantas berteman dengan kami..” jawab Liam, akhirnya Liam membuka suaranya.

“Kenapa mereka tidak pantas berteman dengan kalian?” Tanya Alice

“David bilang karena kami anak pembawa sial, karena kami juga mama meninggal..” jawab Lillian sambil menangis.

“Ketika Lilli marah, Lilli bilang ke miss Ratna.. miss Ratna bilang ke mamanya David soal itu, malah mama David yang marahi Lilli sambil cubit lengan Lilli dan bilang dasar anak pembawa sial. Abang melawan makanya abang mau di tampar sama mamanya David.” Mendengar itu membuat Alice emosi dan bertepatan dengan Carlos masuk ke ruang kepala sekolah..

Alice melihat Carlos datang, ia merasa lega..

“Pak tolong bawa mereka keluar dulu ya, nanti saya menyusul dan menceritakan semuanya.” Ucap Alice.

Carlos hanya menganggukan kepalanya sambil membawa anak - anaknya keluar.

“Kek.. izinkan Alice menyelesaikan masalah ini dengan cara Alice ya. Nanti Alice jelaskan.”Ucapnya sambil menatap Kakek Arman.

“Baiklah.. dia itu istri dari Rizal manager di restoran kamu.” Ucap kakek Arman.

Deg

Jantung mamanya David berdetak kencang karena mendengar apa yang di katakan oleh kepala sekolah.

Alice mendengar ucapan kakeknya langsung tersenyum miring sambil melangkah ke arah mama David berdiri.

“Sudah sehebat apa anda sampai bisa mengajari anak anda untuk mengatakan anak lain pembawa sial? Apa anda Tuhan? Jika mereka mau, mereka tidak ingin kehilangan mama mereka.” Ucap Alice dengan nada dingin..

Kakek Arman terkejut mendengar suara Alice yang berubah seperti itu dengan sikapnya yang tenang.

“Sekarang mereka sudah menjadi anak - anak ku, walaupun bukan aku yang melahirkan mereka. Tapi mulai dari detik ini mereka anak - anak ku.. tidak ada yang boleh menyakiti mereka.” Ucap Alice dengan suara yang dingin.

Mama David tidak berani berkomentar apapun lagi, karena dia sangat takut dengan suaminya. Dia juga takut anaknya akan di keluarkan dari sekolah.

Tidak lama Rizal sang manager masuk ke ruangan kepala sekolah.. Alice melihatnya masuk langsung tersenyum miring.

“Begini kamu membimbing istrimu hingga serasa seperti Tuhan yang bisa memvonis anak lain pembawa sial hanya karena mamanya meninggal saat melahirkan anak - anaknya?” Tanya Alice sarkas pada Rizal.

Deg

Rizal terkejut untuk kedua kalinya, melihat Alice di sini. Sebelumnya ia terkejut melihat Carlos bersama dengan anak - anaknya menunggu di depan..

“Maafkan saya nona.” Ucap Rizal sambil menundukkan kepalanya.

Mama David tidak berani membantah karena ia takut jika ia membantah akan membuat anak dan suaminya terkena masalah. Tapi ia tidak ingin meminta maaf juga, karena ia merasa apa yang ia katakan benar.

...****************...

Halo semua untuk besok aku libur dulu ya, Selamat hari Buruh..

Terima kasih yang sudah mampir, jika ada yang tidak suka dengan cerita ini maaf ya kalo ceritanya tidak seperti ekspektasi kalian..

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!