NovelToon NovelToon
Naruto : Sistem Shinobi Tanpa Batas

Naruto : Sistem Shinobi Tanpa Batas

Status: sedang berlangsung
Genre:Naruto / Sistem / Reinkarnasi
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Barr

Ren, seorang pemuda yang hidupnya hancur di dunia modern, terbangun di dunia yang ia kenal hanya melalui layar kaca—dunia Shinobi yang penuh dengan darah, air mata, dan pengkhianatan.

​Tepat saat ia lahir di tengah kekacauan serangan Kyuubi, Ren menyadari bahwa ia tidak memiliki garis keturunan klan hebat, tidak memiliki chakra yang melimpah, dan hanya dianggap sebagai sampah oleh dunia.

​Namun, tepat saat ia menginjak usia 6 tahun, sebuah layar transparan muncul di depannya: [Selamat datang, Ren. Sistem Evolusi Shinobi telah aktif.]

​Dengan pengetahuan tentang masa depan yang pahit dan sistem yang memungkinkan segalanya, Ren bersumpah untuk mengubah nasib. Dari seorang anak yatim piatu yang diabaikan, ia akan bangkit, melampaui para Hokage, hingga menantang para dewa yang bermain-main dengan takdir dunia ini.

​Bukan sebagai pahlawan, bukan pula sebagai penjahat. Dia adalah Faktor X yang akan mengubah dunia Shinobi selamanya.



Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Barr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hambatan Meridian

Rasa ngilu yang tajam mencuat langsung dari pergelangan tangan kanan Ren, menjalar cepat menyusuri jalur radius hingga mengunci persendian siku. Sensasinya menyerupai jalinan serat kawat es yang dipaksa menembus pembuluh darah kapiler secara vertikal. Ketika Ren membuka kelopak matanya di atas ranjang panti asuhan yang keras, fajar baru saja menyingsing, namun sudut pandang visualnya sudah lebih dulu disambut oleh rentetan peringatan berona merah menyala.

​[Peringatan: Tekanan Mekanis pada Jalur Meridian Lengan Atas Terdeteksi!]

[Status Integrasi Jūken: 42% (Tertahan)]

[Analisis Kegagalan: Amplitudo Emisi Chakra Gaya Jūken Melebihi Batas Toleransi Daging Organik Subjek. Risiko Pecah Jaringan Sirkuit Saraf Kategori Tingkat 2 jika Replikasi Dipaksakan]

​[Rekomendasi Solusi: Ekstraksi Senyawa Bio-Chakra dari Tanaman Rambat Gekko-sō (Katalis Herbal Klasifikasi Kelas B) untuk Memperlebar Diameter Jalur Kecepatan Meridian Secara Instan]

​Ren mendudukkan tubuhnya perlahan, membiarkan punggungnya bersandar pada dinding papan yang dingin. Dia mengangkat lengan kanannya ke depan wajah. Di balik kulitnya yang pucat, dia bisa merasakan denyut konstan yang tidak beraturan—efek samping dari 42% data mekanis klan Hyuga yang bergesekan kasar dengan keterbatasan biologis tubuh seorang manusia sipil biasa. Teknik Jūken menuntut pelepasan chakra murni dari titik Tenketsu dengan presisi jarum mikro, sesuatu yang biasanya membutuhkan latihan memeras keringat selama bertahun-tahun atau kepemilikan mutasi genetik Byakugan.

​Sistem miliknya memang mampu memotong jalur waktu latihan tersebut melalui komputasi saraf, namun daging dan sirkuit energi mentah di tubuh Ren saat ini tetaplah sebuah wadah fisik yang memiliki batas elastisitas. Jika dia nekat mengeksekusi pukulan tersebut sekarang, jarinya mungkin akan menghancurkan organ dalam musuh, tetapi sirkuit meridian lengannya sendiri juga akan meledak dari dalam akibat tekanan balik energi.

​Ren membutuhkan stimulan eksternal yang masif untuk memaksa tubuhnya beradaptasi tanpa perlu membuang waktu bertahun-tahun. Mata spektrumnya bergulir memindai bank data geografi Konoha, langsung mengunci satu titik koordinat yang paling realistis di dalam area sekolah: Rumah Kaca Botani Medis Akademi, tempat di mana Tanaman Rambat Gekko-sō dibudidayakan secara ketat di bawah pengawasan divisi medis militer desa.

​Koridor Akademi tidak lagi dipenuhi oleh tawa riuh yang biasa. Pagi ini, suara seretan sandal kain para murid sipil tenggelam oleh derap konstan sepatu boot berat milik personel pengamanan tambahan yang hilir mudik. Di sudut-sudut persimpangan bangunan, instruktur yang biasanya bersikap santai kini berdiri dengan tangan bersilang di dada, mengawasi setiap pergerakan dengan mata yang awas. Lembar instruksi darurat bersampul merah marun di tangan mereka menegaskan bahwa pengetatan ini bukan sekadar formalitas biasa.

​Ren berjalan dengan langkah teratur, membiarkan tubuhnya berbaur di antara riak kepanikan kecil para murid. Ketika dia melangkah masuk ke dalam kelas, titik fokus pandangannya secara otomatis langsung tertuju pada bangku di dekat jendela bagian tengah.

​Sasuke Uchiha duduk di sana sendirian. Ruang kosong di sekitar mejanya seolah-olah dilingkari oleh garis tak kasat mata yang membuat murid-murid lain enggan mendekat. Penjagaan ketat pasukan Anbu di gerbang depan dan patroli kepolisian militer Uchiha yang saling melempar tatapan penuh permusuhan di distrik komersial pagi tadi telah menyebarkan aroma paranoia yang sangat pekat di kalangan anak-anak klan. Mereka tahu, fondasi politik internal Konoha sedang retak hebat.

​Ren mengaktifkan Indra Pelacak Tahap Tiga secara pasif dari balik kelopak matanya yang setengah tertutup. Tampilan spektrum energi segera membedah postur tubuh sang Uchiha.

​[Target Terkunci: Sasuke Uchiha]

[Kondisi Fisik: Mikro-Inflamasi pada Biceps Femoris Meningkat 18%]

[Analisis Psikologis: Tingkat Kortisol (Stres) Berada di Batas Atas. Target Memaksa Sirkuit Chakra Beroperasi dalam Mode Defensif secara Konstan]

​Cedera mikro pada otot paha belakang Sasuke dari sesi latihan semalam sama sekali belum pulih; cedera itu justru memburuk secara signifikan. Remaja klan Uchiha itu terus memaksakan batas fisiknya hingga ke titik ekstrem karena tekanan mental yang luar biasa. Melalui penglihatan termal Ren, dia bisa melihat bagaimana sirkuit chakra di sekitar mata Sasuke berjenis dengan ritme yang liar dan tidak stabil—sebuah indikasi bahwa emosinya sedang bergolak hebat menuju titik didih, mempersiapkan lahirnya kutukan mata klan tersebut.

​Ren menarik pandangannya kembali ke papan tulis dengan ekspresi datar yang dingin. Sistemnya dengan cepat melakukan kalkulasi probabilitas berdasarkan dinamika historis dan data taktis yang terkumpul. Ketegangan antara klan Uchiha dan struktur militer Hokage sudah tidak bisa diredam lagi oleh jalur diplomasi biasa. Skenario pembantaian berdarah yang menjadi rahasia tergelap desa ini bukan lagi sekadar kemungkinan jauh, melainkan sebuah hitungan mundur yang berjalan semakin cepat setiap detiknya.

​Bagi Ren, Sasuke yang hancur karena tekanan emosional adalah umpan balik yang bagus untuk mengalihkan perhatian semua orang dari keberadaannya. Semakin fokus desa tersedot pada pusaran konflik Uchiha, semakin besar ruang baginya untuk mengeksekusi operasi pribadinya di bawah bayang-bayang kegelapan.

​Saat lonceng tengah hari bergema memotong keheningan koridor, Ren bangkit dari tempat duduknya dengan gestur yang sangat natural. Dia memegang beberapa lembar kertas tugas kosong, berjalan dengan ritme langkah yang santai menuju arah sayap barat bangunan Akademi—jalur resmi yang menuju ke arah toilet umum dan ruang penyimpanan logistik sekunder.

​Namun, begitu dia berada di titik buta jangkauan pandangan jendela kaca luar koridor, langkah kakinya bergeser tanpa suara. Ren merayap masuk ke dalam celah ventilasi udara yang menghubungkan koridor dalam dengan koridor luar yang menghadap langsung ke arah halaman belakang fasilitas sekolah.

​Dari celah sempit tersebut, sepasang mata Ren mengunci struktur bangunan Rumah Kaca Botani Medis yang berdiri kokoh di balik pagar pembatas kayu besi. Bangunan itu dilapisi oleh kaca tebal khusus berwarna buram yang dirancang untuk menahan radiasi energi eksternal agar tidak merusak ekosistem tanaman di dalamnya.

​Ren menarik napas dengan tarikan yang sangat halus, menekan emisi listrik sarafnya hingga ke level minimum sebelum mengaktifkan fungsi pemindaian penuh Sistemnya.

​[Memulai Protokol Pemetaan Keamanan Fasilitas Botani]

[Target Lokasi: Vegetasi Tanaman Rambat Gekko-sō Terdeteksi di Sektor Inti]

[Deteksi Node Keamanan: Terbaca 3 Jalur Segel Alarm Chakra Tipe Hambatan Mekanis]

[Rotasi Personel: 2 Orang Chunin Divisi Logistik Medis melakukan patroli perimeter setiap 45 Menit]

[Analisis Titik Buta Sensorik: Sektor Barat Daya Mengalami Distorsi Frekuensi akibat Interfensi Struktur Akar Pohon Purba (Efisiensi Deteksi Keamanan Menurun 34%)]

​Garis-garis matriks hijau neon mulai memetakan seluruh jalinan benang chakra pelindung yang tersembunyi di bawah fondasi batu rumah kaca tersebut langsung ke dalam retinanya. Tiga buah segel alarm yang terpasang di daun pintu utama menggunakan sistem deteksi berat jenis chakra—artinya, setiap orang yang masuk dengan sirkuit energi aktif yang tidak terdaftar di dalam batu induk akan langsung memicu alarm gaib di kantor pusat penjagaan.

​Namun, Sistem milik Ren melihat celah yang fatal. Pada sektor barat daya, pertumbuhan akar pohon purba penopang Akademi telah menembus dinding bawah tanah rumah kaca, memicu kebocoran radiasi elemen tanah alami yang mengacaukan frekuensi pembacaan segel pelindung tersebut. Itu adalah titik masuk yang sempurna. Sebuah koridor buta yang tidak tersentuh oleh logika pertahanan para ninja Konoha.

​Sistem mulai memproyeksikan rute infiltrasi langkah demi langkah dalam bentuk simulasi garis putus-putus berwarna hijau di sudut retinanya, lengkap dengan penghitungan mundur detik rotasi langkah kaki para penjaga Chunin.

​Kembali ke ruang kelas sebelum jam pelajaran sore dimulai, Ren duduk dengan kedua tangan terlipat di atas meja. Wajahnya terlihat tenang tanpa riak emosi sedikit pun, layaknya permukaan air sumur tua yang mati. Tidak ada seorang pun di dalam ruangan itu—termasuk Iruka-sensei yang baru masuk membawa tumpukan buku catatan—yang menyadari bahwa di dalam benak anak sipil yatim piatu di pojok belakang ini, sebuah operasi infiltrasi tingkat tinggi telah terkunci dan siap dieksekusi malam nanti.

​Modal taktisnya untuk malam ini sudah jauh lebih dari cukup. Dengan integrasi memori saraf Shurikenjutsu klan Uchiha yang telah menyatu 100% dengan refleks motoriknya, Ren kini memiliki kemampuan kalkulasi balistik mekanis yang luar biasa presisi. Dia tidak perlu menggunakan senjata rahasia untuk membunuh; dia bisa menggunakan sebutir kerikil kecil atau pecahan kayu dengan sudut lempar melengkung yang tepat untuk memicu distorsi suara buatan guna memanipulasi arah pandang para penjaga Chunin tanpa meninggalkan jejak energi sedikit pun.

​[Persiapan Operasi Pemintalan Saraf: Selesai]

[Waktu Eksekusi Terkunci: 02.15 Dini Hari (Titik Terendah Kesadaran Biologis Manusia)]

[Status Daya: 100% (Optimal)]

​Ren sedikit melonggarkan sarung tangan hitam tipisnya, membiarkan rasa ngilu di sirkuit meridian lengannya menjadi pengingat yang konstan akan evolusi tubuhnya yang harus segera dituntaskan. Ketika kegelapan malam nanti kembali membungkus langit Konoha, sang Hantu akan kembali bergerak masuk ke dalam jantung fasilitas desa, merampas apa yang dia butuhkan untuk menempa dirinya menjadi predator yang sempurna di tengah badai kehancuran klan yang sedang mendekat.

1
Akbar Rifqi
typo
Axel
seringkih bubur itu apa thor?
Axel
dan kesaduran itu apa thor?
Akbar Rifqi: typo k
total 1 replies
Klarasya
lanjutt thorr, semangattt 😻
Mitha: oyong juahattt
total 2 replies
Klarasya
semangatt thorr 😻
Mitha: oyong juahat
total 1 replies
Klarasya
lanjuttt thorrr 😻
Klarasya
semangatt thorr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!