Dania, seorang gadis yang akhirnya melakukan perjalanan waktu dan pindah ke dalam tubuh seorang putri kekaisaran yang sangat disayang dan dicintai oleh kaisar, permaisuri dan juga saudara-saudaranya.
dia adalah Diana deniela.
kekaisaran deniela dikenal sebagai kekaisaran yang lemah, miskin, dan bahkan rakyatnya serta prajurit-prajuritnya hidup susah.
tetapi walaupun begitu, walau kekaisaran deniela ini adalah kekaisaran yang kecil, tapi kekaisaran kekaisaran besar di luar sana, tak ada yang berani mengincar kekaisaran kecil ini. tak ada yang mau merebut atau menjatuhkan kekaisaran ini, karena alasannya tanah kekaisaran ini semuanya gersang.
bahkan, kalaupun harus mendapatkan wilayah kekaisaran deniela yang tidak seberapa, juga tidak akan bisa membuat kehidupan kekaisaran lainnya menjadi makmur.
tetapi jangan salah, walaupun kekaisaran kecil ini miskin, tetapi para penduduknya sangat setia. mereka dengan senang hati memikul semua beban kekaisaran dan saling berlomba-lomba.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hayu Nissa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20. rencana budidaya
sekitar dua hari lamanya, akhirnya kondisi para pangeran pun mulai pulih. bahkan titah kaisar langsung turun untuk mengurung anak-anaknya tetap berada di dalam kekaisaran. dan para pangeran tentunya tidak bisa membantah titah ayah mereka.
kegiatan dan rutinitas setiap harinya, mulai dilakoni dan ditekuni. bahkan sudah 3 hari berlalu, para warga bolak-balik pergi ke kekaisaran tetangga untuk berdagang dan menjual ikan asin.
ikan asin ini benar-benar sangat laku di pasaran. di zaman ini, orang-orang memakan ikan asin itu dengan cara direbus, dan kemudian ditambahkan dengan bumbu-bumbu lainnya.
sebelum benar-benar bisa menikmati ikan asin itu, lebih pertama dan utama sekali, mereka merebus ikan asin tersebut agar rasa asinnya sedikit berkurang. setelah itu baru dinikmati. rasa kuahnya sangat enak, apalagi dicampur dengan beberapa rempah yang sangat umum.
walaupun para warga atau para pembelinya cukup sayang menggunakan rempah-rempah umum, karena itu dianggap sebagai obat-obatan, tapi mereka tetap menggunakannya.
sementara itu, setelah berlatih dan memberikan instruksi serta hal-hal yang harus dilakukan oleh para prajurit untuk memperkuat sistem pertahanan kekaisaran mereka, Putri Dania tampak duduk sambil sedikit melamun. walaupun beberapa hari ini kehidupan mereka sudah dibilang jauh lebih baik, bahkan tanah gersang di kekaisaran ini perlahan mulai menjadi hijau, namun semuanya masih belum bisa dikatakan berhasil.
karena, perut rakyat harus diperhatikan dari sekarang sampai nanti di masa depan.
(kita tidak harus terus mengharapkan makanan dari luar. setidaknya kita bisa memproduksi sendiri. tapi untuk sekarang, kalau harus membuka lahan untuk menanam padi, butuh teknik juga agar padi bisa tumbuh. apalagi tanah di sekitar tempat ini masih banyak yang kering dan gersang. walaupun perlahan-lahan mulai mengandung air di dalamnya.) batinnya.
puk
Putri Dania yang sedang melamun itu, tiba-tiba langsung dikejutkan dengan tepukan tangan saudaranya di atas pundaknya.
"apa yang kamu pikirkan dek.. ? mengapa terlihat sangat serius." ucap pangeran mahkota yang merupakan kakak pertama Putri Dania.
"eh kakak.. aku sedang memikirkan bagaimana cara membudidayakan makanan. agar nanti kita tidak kekurangan stok bahan makanan." pangeran mahkota yang mendengar penuturan adiknya mengerutkan kening.
"budidaya..? apa itu budidaya ? apakah Budi yang berdaya..?" tanyanya dengan tampang polosnya. sementara Putri Dania yang mendengar penuturan abstrak sang kakak langsung terkekeh.
"astaga!! bukan itu kak. budidaya itu, sama artinya dengan menanam bahan makanan, agar kita punya stok. itu loh, seperti menanam tanaman sayur-sayuran, kita bisa produksi sendiri, dan kemudian bisa konsumsi sendiri tanpa takut akan kehabisan. pokoknya, menanam dan menumbuhkan serta menyimpan bahan makanan lah.." ucapnya yang tentu saja bingung bagaimana cara menjelaskannya.
mendengar itu, pangeran mahkota mengangguk mengerti.
"iya kah!! mengapa ada istilah seperti itu ? apa salahnya kamu mengatakan, kalau kamu sedang berpikir, bagaimana untuk mempertahankan bahan pangan kita. mengapa harus pakai kata istilah seperti itu dik..?" tanyanya. Putri Dania yang mendengar penuturan sang kakak pertama pun terkekeh.
"istilah seperti itu terlalu panjang. makanya disingkat saja dengan kata budidaya. dan arti dari kata budidaya itu sudah melingkupi semuanya." pangeran pertama pun langsung melakukan kepalanya.
"oh begitu?? terus, kamu punya rencana apa dek ?"ternyata, baru dua hari mereka kembali ke kekaisaran ayah mereka, di sini Mereka melihat banyak aktivitas penduduk yang menurut mereka tak pernah ada sebelumnya.
bayangkan saja, jangankan kekaisaran mereka, kekaisaran kekaisaran besar yang punya kekuasaan luas dan besar di mana-mana, tak pernah kepikiran untuk menangkap ikan di pantai atau di laut. justru mereka melarang warganya untuk mendekati bibir pantai, karena air laut yang selalu bergulung dan menghantam tepian pantai itu dianggap sebagai tempat yang berbahaya. tempat di mana bersarangnya banyak monster.
tetapi, para rakyat dari pelosok kekaisaran manapun sangat meminati dan menyukai daging ikan. baik itu ikan yang berasal dari sungai, maupun ikan dari air laut. harga ikan per ekornya pun sangat mahal, Karena untuk mendapatkannya pun cukup sulit.
tak hanya berhenti di perikanan, bahkan sistem pemasaran yang dilakukan oleh kelompok pedagang itu berbeda dengan sistem pemasaran mereka yang monoton. justru, di sana Putri Dania mempraktekkan setiap hari bagaimana cara menarik pelanggan, dan berjualan agar pelanggan-pelanggan itu mendekat.
di sisi lain, dulu sebelum mereka meninggalkan kekaisaran dan mencari pekerjaan di luar, mereka tahu kalau para warga hanya akan makan sekali dalam sehari. bahkan banyak anak-anak kecil yang kekurangan nutrisi dan akhirnya meninggal karena kelaparan.
tapi sekarang, rakyat maupun penguasa, mereka semua sudah bisa makan 3 kali sehari, dan bahkan tak akan berhenti mengunyah dengan keberadaan buah-buahan di sekitar pemukiman mereka.
"dek.. bukannya kakak meragukan kamu.. tapi kakak hanya ingin bertanya saja. kamu dapat pengetahuan seperti ini dari mana ? tampaknya, semua ide, dan hal yang kamu haturkan itu benar-benar seperti telah dipertimbangkan selama bertahun-tahun. apalagi, senjata dan pelatihan militer kita. aku melihat, para prajurit tampak sangat berdiri tegap dan disiplin. bahkan harus kompak, dan bahkan ada pelajaran untuk menguasai medan pertempuran. menurut kakak, ini memang adalah hal yang baik, tapi kakak khawatir, kalau semuanya mungkin tak sesuai dengan tujuan kita." tutur pangeran mahkota. Putri Dania yang mendengar kata-kata pesimis dari sang kakak menggenggam tangan kakak pertamanya itu.
"aduh.. kakak jangan berpikiran seperti itu.. kita memperbaiki sistem pelatihan militer, dan perlahan mengubah sistem kebijakan kekaisaran kita, itu semua agar kita bisa menjadi kekaisaran yang kuat. walaupun kekaisaran kita kecil, tapi setidaknya kekaisaran kekaisaran besar di luar sana tak bisa menindas kita. kak, kita juga seperti ini hanya untuk memperkokoh pertahanan kita. yang seharusnya menjadi pemikiran kita adalah, bagaimana cara memakmurkan rakyat kita. pokoknya, masalah ini jangan sampai menyebar ke mana-mana. ada banyak planning dan pertimbangan yang terlintas dalam kepalaku. dan tentunya, aku butuh dukungan dan doa serta kerjasama dari berbagai pihak." pangeran mahkota memejamkan matanya.
"maaf dek.. kakak tidak bermaksud meragukan semua ide-ide mu.. kakak hanya berharap, kita segera keluar dari zona kemiskinan. dan yang paling penting adalah mensejahterakan rakyat kekaisaran Daniela." pangeran mahkota itu tersenyum dan menggenggam tangan adiknya.
"nah, gitu dong. Harus semangat kak. Walaupun hidup kita masih sulit, tapi itu tidak akan berarti bagi mereka yang bekerja dengan tekun dan tak pernah mengeluh." pangeran mahkota pun tersenyum.
"bisa saja kamu dek... Kalau begitu, ada ide apalagi di kepala kamu. Biar nanti, kakak bantu mewujudkannya." tutur pangeran mahkota lagi. Putri Dania pun berpikir sejenak.
"aku mau merencanakan untuk menanam padi, terus menanam buah kelapa, agar kita bisa membuat minyak goreng, dan kemudian, yang paling utama adalah, menciptakan penerangan di malam hari.!" ucapnya dengan penuh tekad. Sementara pangeran mahkota yang pusing dan tidak mengerti satupun, langsung menggaruk-garut kepalanya.
(oh ya, pisang juga wajib ada. Karena, pisang bagus untuk membangun konsentrasi.) batinnya.