Dunia yang dihuni setiap manusia memiliki makna yang berbeda
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @120, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kekasih lain
"ini bukan mimpi kan ?? Dia benar-benar nyata.,,dia berada didepanku..,,tapi entah mengapa dia tidak mengenaliku...."
Leon terus saja menatap kearah lucifer yang sedang diajari oleh seorang pelayan bagaimana membuat masakan sehat untuk tuannya dan apa saja yang harus dia hindari.
Tatapan itu terlalu menonjol dan membuat luci sedikit terganggu,sesekali luci menengok ke arah belakang,dimana leon sedang duduk di meja makan.
"kenapa dia terus saja menatapku ? Apa rumor itu benar ???"gumam luci.
Leon mengalihkan pandangannya saat ayahnya turun dari atas untuk pergi bekerja.
"ayah...apa kau tidak mau sarapan dulu ??"
"ah...leon kau sudah disini ??ayah sudah terlambat,,mungkin ayah akan makan diluar saja nanti,dimana ibumu ???"tanya ayah leon.
"dia sudah pergi setengah jam yang lalu,katanya arisannya di majukan."
"hah...dasar para wanita itu..,,ibumu baru bisa menikmati waktunya lagi setelah beberapa tahun ini menjagamu leon,jadi kau jangan sakit hati dengan tingkah ibumu itu ya ??"jelas ayah.
Ayah leon mengusap kepala leon dengan lembut dan mencium keningnya.
"tidak ayah...,,hati-hati...."
"oke...dah....."
Ayah leon pergi meninggalkan rumah sambil melambaikan tangannya pada leon,kehangat dalam keluarga mereka kembali terjalin, lein sedikit bersyukur dengan perubahan sikapnya itu yang sedikit hangat dengan orang tuanya,namun ada rasa kesal saat luci yang dianggap chloe tidak mengenali leon sama sekali dan tidak terkejut saat melihatnya untuk pertama kalinya.
setelah sarapan,luci membantu leon naik ke lantai atas dengan merangkulnya dan membawakan kursi rodanya.
langkahnya begitu hati-hati dan tekanan dari tubuh leon yang berat membuat luci menjadi tertekan,perasaan takut akan membuat kesalahan yang fatal terus membayanginya jika leon sampai jatuh dari tangga.
Luci memeluk pinggang lein dengan erat sambil berpegangan pada dinding.
"hati-hati tuan...."
"kau sudah tau apa pekerjaanmu ?"
Suara yang rendah dan dalam seperti orang yang tidak memiliki kehangatan pada orang lain selain pada keluarganya cukup membuat luci yakin dengan rumor yang beredar.
"sudah tuan, mohon kerjasamanya..."
Leon masih saja memandangi wanita yang membuatnya berubah itu,namun tidak sekalipun dirinya bergeming untuk mengatakan masa lalu atau sesuatu yang telah mereka hadapi bersama.
"ini aneh....."gumam leon.
"berapa usiamu..??"tanya leon.
"25 tahun tuan..."
"kau seusia denganku ???"
"tidak tuan..,,anda telah mengalami koma selama 5 tahun mungkin usia anda sekarang sudah 30 tahun." jawab luci tanpa basa basi.
"berani juga wanita ini, dia tanpa ragu-ragu mengatakan hal yang menyakitkan untukku...,,"ucap leon dalam hati.
"oh....."
Sesampainya di atas,luci turun mengambil kursi roda dan membawa ke atas dan membuat leon duduk diatasnya sambil mendorongnya ke dalam kamar.
"bukankah lebih baik dia berada di bawah saja.." gumam luci.
"apa kau mengatakan sesuatu ??"
"ah tidak tuan...."
Luci membantu leon berbaring diatas kasurnya dengan hati-hati,leon sedikit bersandar sedangkan luci menyiapkan obat untuknya,
"silahkan tuan...."
"aku bisa sendiri..."
Leon mengambil alih obat tersebut dengan air didalam gelas sesaat luci akan membantunya,dari semua yang dilakukan luci kepadanya semata-mata sebagai seorang perawat dan bukan seorang pelayan.
Kebiasaan bekerja dirumah sakit membuatnya sedikit mahir dengan pekerjaannya hanya saja mengenai masakan luci tidak begitu yakin,
"lagi pula kenapa dia harus pergi dari rumah ini ?? apa dia kurang kerjaan ??"
Waktu makan siang telah tiba,luci menyiapkan bubur almond dan beberapa kupasan buah,susu protein dan camilan ringan,
Luci menyiapkan semua itu sendiri dibawah perintah dari leon,meskipun ada pelayan namun leon meminta luci untuk melakukannya.
" apa kau keberatan ??"
"tidak tuan...,,"jawab luci dengan cepat.
"tapi wajahmu mengatakan iya...,,
"kau tidak bisa mengandalkan pelayan disini saat kita akan pergi nanti..."
"pergi...??"
Luci menjadi kebingungan dengan perkataan leon yang tiba-tiba memutuskan sesuatu bersamanya.
"kita akan pergi ke villa,"jawab leon.
"awalnya aku ingin pergi ke pegunungan,namun aku sudah menemukanmu disini,aku tidak perlu pergi begitu jauh untuk mencarimu,apa kau berpura-pira tidak mengenalku ??" ucap leon dalam hati.
Tatapan leon penuh arti pada luci, dan luci merasa sedikit takut dengan niat leon sebenarnya.
"untuk apa kau melakukan itu tuan ? Bukankah keadaanmu jauh lebih baik jika bersama orang tua anda ?"
"kenapa kau mencampuri urusan orang lain ? Kau hanya bekerja disini.!!!"
Jawaban leon sedikit lantang dengan nada yang keras,luci terkejut dengan perubahan sikapnya tersebut dan menuruti perintahnya saja sambil menyuapi leon.
setelah berhasil membuat leon istirahat dimalam hari,luci menyempatkan diri untuk menghubungi jay kekasihnya setelah mendapatkan ponselnya kembali dari tahanan.
"luci....kenapa kau bisa menghubungiku ??"
Jay terdengar terkejut dari suaranya yang lantang.
"em...aku bebas jay,tapi sebagai gantinya aku bekerja di kediaman tuan mateo untuk mengurus putranya."
"yang benar saja !! Bukankah mereka yang menjebloskanmu ke penjara,!!!!"teriak jay.
"benar....tapi setelah aku pikir kembali,lebih baik aku keluar secepatnya dari pada ayahku tau yang sebenarnya,kau tidak mengatakan apapun kan jay ??"
"sesuai perintahmu luci...,,hanya saja adikmu sangat membebaniku terakhir kali...."
"apa yang dia lakukan jay ? Katakan ??"
luci sedikit meninggikan suaranya mengingat adiknya adalah biang masalah baginya.
"dia terlibat hutang karena judi online,dia memaksa untuk menemuimu,dari pada menjadi rumit,aku memberinya uang lebih padanya...."jelas jay.
"jay....kau sudah keterlaluan..,,kenapa kau lakukan itu !!! Baiklah...begini saja...,,aku akan mengganti semua hutangku padamu tapi bisakah setelah aku bekerja disini sedikit lama ? "
"kau santai saja luci,,,kita akan lalui ini bersama-sama...."
Perkataan jay begitu menenangkan luci,luci sedikit lega meskipun sebenarnya sangat membenci kehidupannya.
Setelah menutup telefon,luci masih memainkan ponselnya,dari sudut pandang leon yang berada jauh dari jangkauan luci, tatapan yang penuh kecurigaan mengarah pada luci yang tersenyum tipis.
"apa dia memiliki kekasih ???dengan siapa dia menelfon selama itu..??"gumam leon.
leon melihat dari jendela pergerakan luci yang sedikit mengganggunya setelah membantunya berbaring, leon hanya pura-pura tidur dan melihat luci yang bermain ponselnya.
Leon berjalan dengan menopang tubuhnya sambil merayap ke dinding dan sesuatu yang terlihat kuat,langkahnya masih terasa kaku namun leon terus berusaha untuk bisa sembuh total.
"haaahh.......
Tarikan nafas panjang leon menandakan betapa bekerja kerasnya leon selama 3 bulan terakhir.
"aku yakin...,,seluruh tubuhku terasa hancur disebabkan oleh aktivitasku di mavis,,
"semua orang tidak mempercayai perkataanku,pada akhirnya aku menemukan bukti itu,tapi tetap saja mereka pasti tidak percaya..,lebih baik aku diam dan menyelidikinya sendiri."
Leon kembali berbaring diatas kasur sambil berangan-angan tentang hidupnya yang kembali,leon tidak mau membuat luci pergi dengan mengatakan hal konyol dan memilih mengalir seperti air.