NovelToon NovelToon
Putri Mafia Di Negeri Asing. Season 3

Putri Mafia Di Negeri Asing. Season 3

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Roman-Angst Mafia
Popularitas:10.7k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Colly Shen berangkat ke luar negeri untuk menjalani hidup baru, namun tanpa sengaja terseret ke dalam organisasi kejahatan yang berbahaya. Di negeri asing, ia harus bertahan dan melindungi dirinya sendiri di tengah ancaman dan pertarungan yang terus datang.

Di sisi lain, kehadiran Colly menarik perhatian beberapa pria—Micheal Xie, sosok dari masa lalunya, Wilbert, calon suaminya, dan seorang ketua organisasi misterius yang awalnya menjadi musuh.

Siapa yang mampu mendapatkan cinta dari Colly Shen yang terkenal dengan sifatnya yang tidak pernah mau mengalah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Tiba-tiba.suara seseorang memecah suasana.

“Colly… Colly!!” teriak Jim dengan panik.

Semua orang menoleh.

Seorang pria berlari cepat ke arah mereka, wajahnya penuh kecemasan.

Colly langsung mengangkat pandangan.

"Kenapa bocah ini muncul di saat seperti ini…" batinnya kesal.

“Colly, kalau ada apa-apa katakan padaku!” seru Jim dengan napas terengah.

“Jangan gegabah! Kau masih muda… dan… dan kau cantik! Tidak ada alasan untuk bunuh diri! Biarkan aku membantumu menyelesaikan semuanya!”

Roby langsung menarik lengannya.

“Jim, untuk apa kau datang ke sini? Jangan ikut campur!” tegurnya.

Jim menepis tangan Roby.

“Colly adalah gadis yang aku suka! Tentu saja aku tidak ingin dia terjadi sesuatu!” jawabnya tegas.

Ia melangkah maju.

Suasana langsung tegang.

“Jangan mendekat!” teriak Colly tiba-tiba.

Semua orang terkejut.

Tatapannya tajam ke arah Jim.

“Kalau kau maju satu langkah lagi… langkah berikutnya adalah ajalku,” ucapnya dingin.

Jim langsung berhenti.

Kakinya seperti terpaku di tempat.

“Jim, jangan bergerak!” seru salah satu mahasiswa.

“Kalau dia panik, dia bisa jatuh!”

“Colly, keluargaku sangat kaya, aku juga anak tunggal. Apa pun yang aku minta, orang tuaku selalu menuruti. Katakan saja masalahmu,” ujar Jim.

“Masalahku cukup banyak, dan masalahku akan bertambah kalau kau datang,” jawab Colly datar.

“Jangan bicara seperti itu. Apakah kau dicampakkan oleh tunanganmu itu? Aku bisa menggantikan posisinya,” ujar Jim penuh percaya diri.

“Tanpa tahu apa yang terjadi, kau datang ke sini untuk apa?” tanya Tannia sambil melirik tajam ke arah Jim.

“Aku datang ingin menyelamatkan Colly,” jawab Jim.

“Tidak ada yang bisa membantuku. Hidupku sudah buruk, ditambah mengenal Amy Long, hidupku semakin terpuruk,” ucap Colly lirih.

“Colly Shen, kau menuduhku sembarangan!” teriak Amy.

“Kalian lihatlah dia… seorang anak manja yang hanya bisa berteriak,” ucap Colly sambil menunduk, bahunya bergetar seolah menangis.

“Penampilanmu tidak secantik dirimu… dan hatimu. Kau beruntung punya keluarga dan uang… tapi kenapa masih tidak melepaskan aku…”

Tangisannya terdengar menyedihkan.

“Colly, apakah ada masalah keuangan? Butuh berapa? Katakan saja padaku,” tanya Jim dengan serius.

Colly perlahan mengangkat wajahnya.

“Jim… apakah benar apa yang kau katakan?” tanyanya pelan.

“Iya,” jawab Jim mantap.

Colly menarik napas dalam, lalu mulai bicara dengan nada dramatis.

“Papaku pemabuk… sering memukulku…”

“Mamaku penjudi… sampai kehilangan kewarasannya…”

“Rumah, meja, bahkan karpet di rumah sudah digadai…”

Suasana mulai sunyi.

Semua orang mendengarkan dengan serius.

“Kakakku…” Colly berhenti sejenak, seolah menahan tangis.

“…seorang gigolo…”

Beberapa mahasiswa langsung membulatkan mata.

Colly lalu menatap Jim dengan penuh harap.

“Jim… apakah kau bisa membantuku?”

Jim langsung mengepalkan tangan. “Aku bisa! Aku akan membantumu!”

Colly terdiam beberapa detik.

Lalu dengan wajah polos—

“Kalau begitu… tolong belikan aku kasur dulu.”

Semua orang langsung terdiam.

“Kasurku sudah digadai minggu lalu,” lanjut Colly dengan serius.

“Sekarang aku tidur pakai keset… itu pun pinjam tetangga.”

Roby langsung menunduk, bahunya bergetar menahan tawa.

Tannia menutup mulutnya, hampir tersedak.

Jim masih berusaha tetap serius. “A-aku bisa belikan kasur…”

Colly mengangguk pelan.

“Oh iya… sekalian bantal dua. Aku suka peluk bantal.”

“Tidak masalah,” jawab Jim tanpa ragu.

Colly menatapnya dengan mata berkaca-kaca, seolah sangat terharu.

“Jim… kau sangat baik padaku…” ucapnya lirih.

Jim mengangguk, semakin yakin dengan ucapannya sendiri.

“Tentu, aku—”

“Tapi…” Colly menyela pelan. “Apakah kau bisa menyerahkan ginjalmu untukku?” tanyanya polos.

Hening.

Angin terasa berhenti.

Wajah Jim langsung membeku.

“Ginjal…?” ulangnya kaku.

Colly mengangguk pelan, wajahnya tetap sedih.

“Iya… ginjalku sudah digadaikan oleh mamaku sebelumnya…” ucapnya serius.

“Sekarang aku hidup hanya dengan satu… kadang kalau lari sedikit saja langsung pusing…”

Beberapa mahasiswa langsung menutup mulut, antara kaget dan bingung.

Jim mundur setengah langkah tanpa sadar.

“Ini… ini…”

Colly menatapnya penuh harap.

“Kalau tidak dua… satu juga tidak apa-apa…” lanjutnya lembut.

“Aku tidak serakah…”

Roby langsung menoleh ke arah lain, bahunya bergetar hebat.

Tannia menutup wajahnya, hampir tidak bisa menahan tawa.

"Dengan cara seperti ini… aku tidak percaya kau tidak takut," batin Colly.

Tatapannya sekilas mengarah pada Jim.

Lalu ia menunduk lagi.

"Semoga saja apa yang aku katakan hari ini… papa, mama, dan kakak tidak mendengarnya…" gumamnya dalam hati. "Kalau tidak… nyawaku benar-benar bisa diambil…"

Tiba-tiba—suara langkah tegas terdengar.

“Semua mundur.”

Suara itu berat dan penuh wibawa.

Kerumunan langsung terbelah.

Seorang pria paruh baya melangkah maju. Pakaiannya rapi, wajahnya dingin.

Dialah dekan fakultas.

Para dosen langsung menunduk hormat.

“Pak Dekan…”

Tatapannya langsung tertuju pada Colly.

Dingin.

Tanpa simpati.

“Colly Shen,” ucapnya tegas.

“Turun sekarang. Kalau tidak?” tanyanya pelan."Kalau tidak, maka kau akan dikeluarkan dari kampus ini,” jawabnya tegas.

“Perilakumu sudah mencoreng nama baik universitas.”

Tannia langsung maju selangkah. “Pak, ini bukan salah Colly—”

“Diam!” bentak dekan itu tanpa melihatnya.

Semua langsung terdiam.

“Seorang mahasiswi membuat keributan, memicu konflik, dan sekarang mencoba bunuh diri di lingkungan kampus,” lanjutnya dingin. “Apa menurut kalian ini bisa ditoleransi?”

Tak ada yang berani menjawab.

Amy yang tadi terdesak perlahan tersenyum tipis.

Situasi mulai berbalik.

Dekan itu kembali menatap Colly. “Turun,” ucapnya lagi.

“Atau aku pastikan kau tidak akan pernah menginjakkan kaki di kampus ini lagi.”

Colly tiba-tiba berdiri.

Tanpa ragu ia melompat turun dari tepi atap.

Semua orang tersentak.

ia mendarat dengan ringan.

Langsung melangkah menghampiri dekan itu.

Colly berhenti tepat di depan dekan.

Jarak mereka hanya beberapa langkah. “Mengeluarkan aku?” ucapnya pelan, namun jelas terdengar.“Atau… aku yang mengeluarkanmu dari sini?”

Dekan itu menyipitkan mata.

Tidak menyangka perubahan sikapnya secepat ini.

“Kau sudah melewati batas.”

Colly tersenyum tipis.

Tatapannya tajam.

“Batas?” ulangnya.

“Sejak kapan kampus ini punya batas… yang ditentukan oleh uang? Pak Dekan, jangan coba-coba mencari masalah denganku. Karena kau ikut campur dan membela Amy Long. Maka aku bisa mengeluarkanmu dari sini," tantang Colly.

1
Maria Mariati
kaya nyaaaa colly mank jodoh nya Michelle, bukan wilbert, mungkin wilbert harus ngalah demi colly
Tiara Bella
Colly dilawan....
Kinara Widya
hebat kolli
Maria Mariati
kapok sudahlah 👍👍👍
Dame Manalu
mantaf colly
Tiara Bella
hemmm cuma pura-pura ternyata....
Fortu
wkwkwk lucu🤣🤣🤣 pura pura mati ntar almarhum benaran kamu Jason
Fortu
😂😂😂😂😂
Fortu
hahhahaa🤣🤣🤣
Kinara Widya
aduh ternyata pura2 mati...di kabulkan kan sama Colly pak jasson...😂😂😂
Fortu
ah pura pura meninggal s Jason
mau gunakan cara licik
Fortu
Michael telepon sama Little Tiger😃😃
walaupun jauh abangnya pasti tetap pantau siapa lagi kalau bukan Michael yang pantau
Tiara Bella
wah siapa tuh yg tlpnan sm Michael....
Fortu
Diposisi ini saya cuma mau komentar kalau sebenarnya colly agak sombong juga sih.
sudah dibully dapat serangan bertubi-tubi
tapi ga mau kasih info ke keluarganya.
Dia punya kaka yang hebat orang tua juga hebat, tapi soknya kebangetan juga, 🙄🙄seharusnya kasih tau gitu setidaknya ada pengawal bayangan.
punya tunangan juga ga guna cuma bisa melarang doankk, bantuin calon tunangan mu kek, masa berjuang sendiri🙄🙄🙄
Maria Mariati
kaka nya kemana katanya kalo ada apa2 sama colly dia selalu tahu
Tiara Bella
ceritanya bagus...keren pkoknya
Tiara Bella
gk ada yg bantuin Colly apa ya....lehernya udh kegores pisau...
Kustri
☕ngopi sik thor... semangat UP💪
Kustri
yg terakhir, kemeja putih koq ky densu🤭yaa
Tiara Bella
wow visualnya ganteng² semua...😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!