Riana terpaksa menjadi Sekertaris Zayn Abimanyu yang gila kerja dan sangat ketat karena Sekertaris sebelumnya memilih Resign karena tak kuat menanggung beban kerjanya. Namun bukan hanya itu masalahnya, Riana menemukan sesuatu yang lebih gila dari Bosnya itu.
Lima kepribadian dalam satu tubuh. Zayn, Ares, Dewa, Rayan dan Bram, setiap nama punya karakter masing-masing.
Dewa si penggoda ulung - Miss I Love You.
Ares - Kakak cantik, tubuh Kakak wangi sekali.
Rayan - si culun yang pemalu.
Bram - Ketua Geng motor rahasia.
Sedang Zayn, si bos dingin yang entah sejak kapan mulai tertarik dengan Riana, wanita yang menjadi pelindungnya, pemegang rahasianya yang seluruh dunia tidak boleh tahu, termasuk keluarganya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Whidie Arista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20 - Di booking jadi menantu sejak kecil
“Kenapa dia ikut ke mobil Kakak?” Aruna melempar tatapan permusuhan pada Riana.
“Riana itu sekertaris sekaligus sopir Kakak, Aruna,” jelas Zayn dengan nada lembut.
“Sopir wanita. Memangnya tidak ada yang lain lagi,” keluhnya dengan wajah mematut di kursi belakang.
“Kalau memakai sopir pribadi akan menambah pengeluaran, Kakak hanya sedang berhemat,” cetusnya.
“Kenapa Kakak harus berhemat perusahaan menghasilkan ratusan juta perbulannya. Hanya menggaji seorang sopir tidak akan menghabiskan separuh uang Kakak,” dia masih saja mengeluh.
“Jalan saja Riana,” perintah Zayn, karena Riana tampak ragu untuk menyalakan mobilnya.
“Baik Pak.”
“Adik kau belum pulang ke rumah Ayah dan Ibu kan. Kakak akan mengantarmu,” Zayn mengalihkan pembicaraan.
“Tidak mau, aku mau pulang ke rumah Kakak,” tolak Aruna, dia melekat ke lengan Zayn seperti gurita.
Riana melirik Zayn dari kaca spion, bertepatan dengan itu tatapan mereka pun bertemu, “rumah Kakak tidak senyaman rumah Ayah dan Ibu, jadi mungkin kau tidak akan betah,” dia kembali mencari alasan.
“Alasan. Aku tahu Kakak tidak ingin aku menginap di rumahmu kan? Apa kau takut hilang kendali, karena terlalu merindukanku?” godanya.
Haha. Zayn tertawa garing, sepertinya dia tidak berdaya di depan Aruna, “adik tidak baik bicara seperti itu,” tegur Zayn, matanya melirik tipis-tipis kearah Riana.
“Kenapa, karena ada dia? Sudah aku bilang jangan mengajak dia, aku juga bisa kalau hanya sekedar menyetir,” keluhnya.
“Bukan begitu–,“ Zayn kehilangan kata-kata.
‘Sebenarnya hubungan mereka itu apa? Kakak beradik? Atau kekasih yang sudah lama tidak saling bertemu?’ batin Riana bertanya.
“Kakak sudah tidak menyayangiku lagi, aku akan bilang pada Ayah dan Ibu,” dia melepas tangannya dari lengan Zayn dan mendorong Pria itu menjauh.
Zayn menghela nafas kasar, dia melonggarkan dasinya sedikit merasa tercekik oleh kain panjang itu, “Riana kita pergi ke rumah utama,” titahnya.
“Baik Pak.”
Mendengar itu Aruna berdecak kesal, “Kakak menyebalkan.”
“Ini semua demi kebaikan kamu, jadi menurutlah.”
“Cih, lagi pula kita akan segera menikah apa salahnya kita menghabiskan waktu bersama,” cetusnya.
Menikah? Mereka akan menikah? Mata Riana kembali melirik dua orang di belakang. ‘ah aku lupa kalau Zayn itu hanya anak angkat keluarga mereka jadi itu bisa saja terjadi,' batin Riana memberikan jawaban atas pertanyaannya sendiri.
Sekitar satu jam perjalanan akhirnya mereka pun sampai di Mansion mewah milik keluarga Mahardika. Dua orang itu masuk, sedang Riana memilih tetap tinggal di mobil sambil membuka laptopnya untuk mengerjakan pekerjaannya yang sempat tertunda.
‘Sepertinya Zayn sudah di booking menjadi menantu sejak kecil, tak tanggung-tanggung mereka bahkan memberikan jabatan tertinggi di perusahaan,’ batin Riana tanpa sadar dia memikirkan tentang kehidupan Zayn, dia mengabaikan laptop yang menyala di pangkuannya.
Hingga suara dari belakang menyadarkannya, “Riana ayo jalan,” titahnya.
“Eh, kapan Bapak masuk, ko gak kedengeran?” pekik Riana.
“Barusan. Udah cepat jalan!”
“Kakak!” teriak Aruna dari ambang pintu, namun mobil yang dikemudikan Riana sudah berjalan menjauh.
Zayn bernapas lega, seolah dia baru saja melepaskan beban berat dari pundaknya.
Hening. Hanya suara masin mobi yang terdengar, hingga akhirnya mereka pun sampai di rumah.
Riana bangun sekitar pukul satu malam, dia melirik cctv yang selalu ia biarkan menyala saat malam hari. Di pantry tampak Zayn sedang duduk dengan kepala tertunduk, dia bahkan belum mengganti kemeja kerjanya, dihadapannyan di taruh sebotol anggur.
“Dia mabuk,” komentar Riana.
Riana keluar, untuk mengambil air minum, “Riana... hehe, kau kah itu?” racaunya, tampaknya dia benar-benar mabuk berat.
“Sebaiknya Bapak tidur ini sudah malam. Ada jadwal rapat pagi besok,” tegur Riana.
“Cih rapat rapat rapat, hanya itu yang kau katakan. Menyebalkan,” komentarnya dengan wajah teler.
‘Dih, terus gue harus ngomong apa lagi selain rapat.'
“Duduk sini, temani saya minum,” dia menepuk kursi kosong di sebelahnya.
“Maaf pak, saya gak minum alkohol,” tolak Riana sambil membawa gelas berisi air putihnya berjalan kembali menuju kamarnya.
Alarm bahaya mengingatkan bahwa minum alkohol dengan seorang Pria di malam hari selalu berakhir di ranjang, itu yang dia lihat di drama-drama yang dia tonton.
Riana kembali mengawasi Zayn dari cctv, Riana melihat pundak Zayn sedikit membungkuk, “apa dia mengalami hal buruk hingga dia seperti itu? Aku tak pernah melihat dia mabuk-mabukan seperti sekarang selama tinggal di rumah ini.”
riana kan pawang zayn..
🤣🤣😄😄💪💪❤😍😍
❤❤❤😍😍😍
itu bukan ketergantungan..
tapi ..
cemburu berat...
🤣😄😄😍😍❤💪💪💪❤❤
😍😍❤❤💪💪💪
zayn cemburuuuu..
😄😄😍❤💪💪
akankah Riana ninggkain zayn saqt ada mamanya..
😍😍❤❤💪💪💪
jadi senyum2 bacanya..
😄😄😄😄😄😍😍❤💪💪💪
zayn mulai ada rasa..
mereka berdua deh..
😄😄😍😍❤💪💪💪
😍😍❤💪💪
bener2..
kasihan zayn..
dirawat tapi diundat2...
😍😍😍❤❤💪💪
klai gk takut..
minggat aj azayn..
😄😄❤❤💪💪
❤😍😍💪💪💪
❤❤😍💪💪💪
spesies baru lagi ini..
😄😄😄😄❤❤😍💪1
❤❤❤❤❤❤😍😍😍😍😍💪💪💪
🤣🤣😄😄❤❤😍💪💪
❤❤😍😍💪
🤣🤣😄❤❤😍💪
bukan aruna ya kak..
😄❤😍💪
😄😄😄